Yayasan BAWA

Yayasan BAWA Yayasan BAWA merupakan organisasi non-profit yang menyelamatkan, melindungi dan memperbaiki kehidupan hewan di Bali.

Semua program yang dijalankan BAWA bergantung sepenuhnya pada donasi. Anda bisa ikut membantu dengan berdonasi ke BAWA. Nama: Yayasan Bali Animal Welfare Association (BAWA)
Bank: Bank Permata
No. Rekening: 4001395454

Informasi tentang donasi dapat dilihat di www.bawabali.com/donate

04/09/2026

BIAYA TERSEMBUNYI DI BALIK SEEKOR ANAK ANJING

Tahukah Anda dari mana anjing Anda berasal? Banyak anak anjing dan anjing yang dijual di Bali menyembunyikan kenyataan yang memilukan: kekejaman di balik industri pembiakan.

Mereka dipaksa hidup dalam kurungan, sering kali di dalam kandang yang kotor atau dirantai dengan rantai berat. Mereka dikawinkan berulang kali โ€” terus-menerus, sering kali sepanjang hidup mereka.

Satu-satunya cara untuk mengakhiri kekejaman ini adalah dengan menghentikan permintaan dan memperkuat hukum yang melindungi hewan.

BAWA terus menyelidiki kasus-kasus kekejaman terhadap hewan dan mengadvokasi perlindungan mereka. Mari berdiri bersama kami melawan kekejaman terhadap hewan.

Anak-Anak Sangat Paham!Program edukasi kesejahteraan hewan kami di sekolah-sekolah negeri memberikan begitu banyak harap...
03/09/2026

Anak-Anak Sangat Paham!

Program edukasi kesejahteraan hewan kami di sekolah-sekolah negeri memberikan begitu banyak harapan bagi masa depan hewan-hewan di Bali!

Anak-anak sepertinya langsung memahami. Mereka memahami arti menyayangi dan memperlakukan hewan dengan empati, rasa ingin tahu, dan antusiasme.

Energi mereka menular, pertanyaan-pertanyaan mereka begitu tulus, dan rasa kasih sayang mereka terhadap hewan seolah muncul secara alami. ๐Ÿ’›

Bantu kami menjaga hati mereka tetap terbuka dan penuh kasih terhadap hewan. Rp 20,000 dapat membantu memberikan edukasi kepada satu siswa, dan Rp 450,000 dapat memberikan edukasi kepada satu kelas.

www.bawabali.com/donate

Antara, hati kami hancur melihat apa yang terjadi padamu.Ketika Antara dilaporkan ke BAWA kemarin, kami sangat terkejut ...
01/09/2026

Antara, hati kami hancur melihat apa yang terjadi padamu.

Ketika Antara dilaporkan ke BAWA kemarin, kami sangat terkejut dan prihatin melihat kondisinya โ€” seekor anjing yang berada di ambang kematian.

Kisah yang disampaikan kepada kami adalah bahwa kakeknya masih peduli, tetapi anggota keluarga lainnya tidak peduli dan tidak menginginkannya. Kami menduga sang cucu mungkin merasa malu memiliki Antara, karena kondisi kulitnya menimbulkan bau menyengat, dan karena Antara bukan anjing ras seperti yang dimiliki orang lain.

Kemudian sang cucu memasang rantai besi yang berat pada Antara, tampaknya dalam waktu yang sangat lama, dilihat dari luka menganga di lehernya. Kondisi tubuh Antara yang sangat kurus juga menjadi bukti adanya penelantaran.

Kami segera membawanya ke Saka Vet Clinic, di mana pengobatan langsung dimulai untuk mengatasi myiasis (belatung) yang telah menggerogoti dan membuat lubang-lubang yang dalam di lehernya, yang juga mengalami infeksi parah. Pemeriksaan darah sedang dilakukan untuk memeriksa kondisi ginjal dan kondisi kesehatannya secara keseluruhan sebelum tahap pengobatan berikutnya dapat dimulai.

Antara berhak mendapatkan kesempatan kedua โ€” untuk mengenal kebaikan, kesehatan yang baik, persahabatan, dan kehidupan yang bahagia. Kami tidak tahu apakah ia akan berhasil melewati masa kritis ini, tetapi kami sangat ingin melakukan segala yang kami bisa untuk memberinya kesempatan tersebut.

Dan mohon bantu sebarkan kisahnya. Kita harus terus bersuara untuk anjing-anjing seperti Antara dan mengakhiri praktik merantai dan mengurung anjing secara tidak manusiawi yang masih kami saksikan setiap hari di Bali.

Terima kasih telah membantu.

Mohon berdonasi: www.bawabali.com/donate

Ketika bencana terjadi, kesiapsiagaan dapat membuat perbedaan besar bagi hewan dan orang-orang yang merawat mereka.Masya...
31/08/2026

Ketika bencana terjadi, kesiapsiagaan dapat membuat perbedaan besar bagi hewan dan orang-orang yang merawat mereka.

Masyarakat di Indonesia dan di berbagai belahan dunia menghadapi gempa bumi, banjir, kebakaran, dan berbagai bencana alam lainnya. Kebutuhan akan respons darurat untuk tim di lapangan semakin penting.

Minggu lalu, BAWA, dengan dukungan dari IFAW (International Fund for Animal Welfare), menyatukan para tim respons di lapangan dalam Pelatihan Penyelamatan Hewan dan Kesiapsiagaan Bencana yang bersifat praktis.

Sesi pelatihan mencakup berbagai hal, mulai dari teknik penyelamatan hewan, penggunaan tali dan komunikasi darurat hingga kerja sama tim, kepemimpinan, serta pendokumentasian kondisi di lapangan. Yang terpenting, para peserta mendapatkan kesempatan untuk berlatih, saling belajar, dan membangun kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk membantu hewan dengan aman dan efektif dalam situasi darurat yang nyata.

Respons darurat yang kuat dimulai dari tim lokal yang terampil โ€” orang-orang yang mampu bertindak cepat, bekerja sama, serta melindungi hewan sekaligus mendukung masyarakat di sekitarnya.

RANTAI BUKAN KEHIDUPAN. KANDANG BUKAN RUMAH.Hanya dalam satu minggu terakhir, BAWA menerima lebih dari 10 laporan yang m...
28/08/2026

RANTAI BUKAN KEHIDUPAN. KANDANG BUKAN RUMAH.

Hanya dalam satu minggu terakhir, BAWA menerima lebih dari 10 laporan yang menyayat hati tentang anjing yang dipelihara secara permanen dengan dirantai atau dikurung di dalam kandang.

Beberapa bahkan hampir tidak dapat berbalik. Yang lainnya menghabiskan hidup mereka di ujung rantai, dengan sedikit kesempatan untuk bergerak, berolahraga, bersosialisasi, atau sekadar menjadi anjing. Kami terus menerima laporan dari wisatawan dan warga yang melihat kondisi hewan-hewan ini dan menanyakan hal yang sama: apa yang bisa dilakukan?

Indonesia sedang menuju penguatan peraturan kesejahteraan hewan, dan kami menyambut baik hal tersebut. Namun, sementara perubahan membutuhkan waktu, anjing-anjing ini sedang menderita sekarang.

Ada kalanya pengekangan atau pengurungan sementara memang diperlukan. Namun, tidak seharusnya ada anjing yang menghabiskan hidupnya dirantai atau dikurung di dalam kandang tanpa ruang yang memadai, kesempatan untuk berolahraga, perawatan, dan interaksi dengan manusia.

Kandang bukanlah rumah. Rantai bukanlah kehidupan.

Jika Anda melihat anjing yang hidup dalam kondisi seperti ini, mohon laporkan kepada BAWA. Email [email protected] atau WhatsApp +62 811-389-004

Mereka tidak dapat meminta pertolongan. Tetapi kita bisa.

28/08/2026

BERSAMA MELAWAN PERDAGANGAN DAGING ANJING

BAWA bangga bekerjasama dengan Lady Freethinker dan JAAN di Gorontalo, Sulawesi, untuk membantu mengakhiri perdagangan daging anjing.

Puluhan ribu anjing diperdagangkan, disiksa, dan dibunuh untuk diambil dagingnya. Project Sulawesi merupakan langkah penting untuk menghentikan industri yang kejam ini dan melindungi hewan-hewan yang rentan.

Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan tegas dan mengesahkan undang-undang yang melarang perdagangan daging anjing.

Saksikan videonya untuk mengetahui lebih lanjut tentang Project Sulawesi dan upaya penting untuk menghentikan perdagangan kejam ini.

28/08/2026

TEKAN PENULARAN RABIES DAN POPULASI HPR! Yayasan BAWA Gelar Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing-Kucing di Desa Kesiut Tabanan

Upaya nyata dalam mengendalikan potensi penularan rabies serta menekan lonjakan populasi Hewan Penular Rabies (HPR) terus digencarkan. Yayasan Bali Animal Welfare Association (BAWA) menggelar aksi pelayanan kesehatan hewan terpadu berupa sterilisasi dan vaksinasi gratis bagi anjing dan kucing di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

Babinsa Desa Kesiut Koramil 1619-05/Kerambitan, Pelda I Komang Widiarsana, membenarkan kegiatan sosial tersebut saat memberikan keterangan pada Selasa (25/8/2026).

โ€œBentuk kegiatan yang dilakukan meliputi vaksinasi rabies, tindakan sterilisasi, hingga pemberian obat cacing dan obat gatal bagi hewan penular rabies seperti anjing dan kucing,โ€ terang Pelda Widiarsana.

Puluhan Anjing dan Kucing Berhasil Disuntik serta Disteril

Dari hasil pelayanan di lapangan, tercatat sebanyak 31 ekor hewan berhasil mendapatkan suntikan vaksinasi rabies, yang terdiri atas 25 ekor anjing dan 6 ekor kucing. Sementara itu, tindakan operasi sterilisasi berhasil dilakukan terhadap 29 ekor hewan, yakni 25 ekor anjing dan 4 ekor kucing.

Pelda Widiarsana menegaskan bahwa pendampingan oleh TNI/Babinsa merupakan wujud kepedulian terhadap kegiatan yang menyentuh langsung keamanan dan kesehatan warga.

โ€œKami sangat mendukung kegiatan ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Selain menjaga kesehatan peliharaan, vaksinasi rabies adalah langkah vital mencegah penyebaran rabies di lingkungan pemukiman,โ€ imbuhnya.

Ia pun mengimbau masyarakat Tabanan untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap perawatan hewan peliharaan secara berkala. Sinergi antara warga, komunitas pecinta satwa, dan aparat kewilayahan diharapkan terus terjalin secara berkelanjutan demi mewujudkan Bali yang bebas rabies.

(BE-OR017)

๐—๐—”๐—š๐—” ๐—ฆ๐—”๐—ง๐—ช๐—” ๐—Ÿ๐—œ๐—”๐—ฅ ๐—ง๐—˜๐—ง๐—”๐—ฃ ๐——๐—œ ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—•๐—˜๐—•๐—”๐—ฆBAWA baru-baru ini menerima banyak laporan dari wisatawan yang sangat prihatin terhad...
26/08/2026

๐—๐—”๐—š๐—” ๐—ฆ๐—”๐—ง๐—ช๐—” ๐—Ÿ๐—œ๐—”๐—ฅ ๐—ง๐—˜๐—ง๐—”๐—ฃ ๐——๐—œ ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—•๐—˜๐—•๐—”๐—ฆ

BAWA baru-baru ini menerima banyak laporan dari wisatawan yang sangat prihatin terhadap kekejaman terhadap satwa liar. Minggu lalu, beberapa laporan diterima mengenai sebuah tempat wisata baru yang menawarkan pengalaman berenang bersama rakun, di mana wisatawan dapat membayar untuk berenang dan berinteraksi langsung dengan mereka. Kami juga terus menerima laporan mengenai tempat-tempat wisata pinggir jalan yang memelihara berbagai satwa liar dalam penangkaran semata-mata demi mendapatkan uang dari wisatawan.

Ketika satwa digunakan untuk menghasilkan uang dari pariwisata, hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kesejahteraan mereka. Satwa-satwa ini, yang biasanya ditangkap dari habitat alaminya, sebagian besar dirantai atau dikurung, dan sering ditempatkan bersama satwa dari spesies lain serta dipaksa berinteraksi dengan wisatawan.

Ada juga berbagai kekhawatiran serius terkait kesehatan masyarakat. ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ ๐—บ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—ฒ๐˜€, dan satwa liar seperti kelelawar dan rakun kini menjadi sumber utama paparan rabies di negara-negara seperti Amerika Serikat. Rakun juga dapat membawa Baylisascaris procyonis, atau cacing gelang rakun. CDC memperingatkan bahwa telur parasit ini sangat tahan dan dapat bertahan di lingkungan kolam renang yang mengandung klorin, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi manusia.

๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐˜„๐—ฎ ๐—น๐—ถ๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ผ๐—ฏ๐—ท๐—ฒ๐—ธ ๐—ณ๐—ผ๐˜๐—ผ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ต๐—ถ๐—ฏ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป. Mereka tidak seharusnya ditempatkan dalam situasi yang tidak alami hanya karena orang bersedia membayar untuk berinteraksi secara dekat dengan mereka.

Berenang bersama lumba-lumba, berenang bersama rakun, menunggangi gajah, berfoto dengan satwa liar di tempat wisata pinggir jalan, atau mengunjungi tempat yang menggunakan satwa liar sebagai hiburan, semuanya layak menimbulkan satu pertanyaan:

๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฟ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ธ๐˜€๐—ฝ๐—น๐—ผ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜€๐—ฎ๐˜๐˜„๐—ฎ?

๐—๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜„๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ. ๐— ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ถ ๐˜€๐—ฎ๐˜๐˜„๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐—ต๐—ถ๐—ฏ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป.

Artikel terkait:

https://creators.yahoo.com/lifestyle/story/theres-a-bizarre-tourist-trend-in-baliand-it-involves-swimming-with-raccoons-204020116.html?guccounter=1

https://wwwnc.cdc.gov/eid/article/31/6/24-1672_article

From another CDC article: https://www.cdc.gov/rabies/about/index.html

"Animals that carry rabies
In the United States, more than 90% of reported cases of rabies in animals occur in wildlife. Rabies is found in many wildlife species, which include:
- Bats
- Raccoons
- Skunks
- Foxes "

24/08/2026
Bulan lalu, dalam perjalanan menuju kantor BAWA, kami menemukan seekor anak anjing kecil yang dibuang di pinggir jalan, ...
19/08/2026

Bulan lalu, dalam perjalanan menuju kantor BAWA, kami menemukan seekor anak anjing kecil yang dibuang di pinggir jalan, di tengah persawahan, jauh dari rumah, restoran, maupun orang-orang. Kami menamainya Gigi.

Baru berusia 10 minggu, Gigi mengalami cedera serius pada rahangnya, giginya tidak sejajar, dan dua giginya bahkan menembus bibirnya. Dia segera dilarikan ke klinik hewan, di mana cederanya diduga lebih konsisten dengan trauma akibat benturan keras daripada kecelakaan di jalan.

Jika luka ini memang sengaja dilakukan, sungguh memalukan siapa pun yang tega melakukan hal seperti ini kepada seekor anak anjing kecil yang begitu manis dan tidak berdosa.

Gigi-giginya yang rusak kini telah dicabut, dan Gigi akan terus dipantau seiring pertumbuhannya untuk mengetahui apakah rahangnya yang patah akan memerlukan tindakan operasi.

Mohon bantu Gigi dengan berdonasi untuk perawatan dan pemulihannya.

Donasi Anda dapat menyelamatkan kehidupan.

www.bawabali.com/donate atau transfer ke Bank Permata 4001395454 atas nama Yayasan Bali Animal Welfare Association

Address

Ubud
80571

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan BAWA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan BAWA:

Shortcuts

Share