30/07/2025
KDM Bukan Nabi, PSM Bukan Pengikut Fanatik
Sejak awal didirikan, Paguyuban Sunda Muda (PSM) telah menegaskan komitmen untuk menggerakkan generasi muda Sunda dalam dunia politik, baik pada level ideologis maupun praksis. PSM hadir sebagai wadah konsolidasi anak muda yang tak hanya bangga pada identitas budaya Sunda, tetapi juga ingin turut menentukan arah masa depan Jawa Barat.
Komitmen itu terwujud nyata dalam dukungan penuh kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM) pada Pilkada Jawa Barat. Dukungan ini bukan keputusan spontan atau euforia sesaat, melainkan lahir dari keyakinan bahwa KDM adalah sosok yang mampu membawa Jawa Barat ke arah kejayaan yang selaras dengan nilai-nilai luhur budaya Sunda: silih asah, silih asih, silih asuh.
PSM sadar, memilih mendukung KDM bukanlah pilihan tanpa risiko. Keputusan ini otomatis membentuk arah gerak organisasi, baik dalam dinamika politik maupun dalam menjaga karakter PSM sebagai organisasi anak muda yang kritis, dan rasional. Namun, di tengah hiruk-pikuk politik, PSM yakin bahwa KDM adalah pemimpin yang mampu merekatkan kembali identitas Sunda sekaligus menjawab tantangan zaman.
Sepanjang masa kampanye, PSM telah mengulas berbagai pertimbangan secara terbuka mulai dari rekam jejak, visi kepemimpinan, hingga komitmen KDM terhadap kesejahteraan rakyat Jawa Barat. Dan kini, ketika KDM resmi menakhodai Jawa Barat dengan sejumlah gebrakan kebijakan, PSM menilai bahwa langkah-langkah tersebut mencerminkan keberanian dan ketegasan seorang pemimpin sejati.
KDM tidak ragu mengambil keputusan strategis, meskipun beberapa di antaranya memicu kontroversi. Dalam hal ini, PSM memahami tidak semua kebijakan mudah dipahami publik, bahkan oleh sebagian pendukungnya. Euforia politik yang berlebihan kadang melahirkan romantisme semu yang justru menumpulkan nalar kritis.
Karena itu, PSM tidak akan larut dalam pemujaan buta. Sebagai organisasi muda yang menjunjung kebebasan berpikir dan tanggung jawab moral, PSM akan tetap menjadi pendukung yang kritis dan konstruktif. Mendukung KDM bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Sebaliknya, cinta sejati kepada pemimpin adalah cinta yang berani mengoreksi, bukan membenarkan semua hal.
Seperti dikatakan budayawan Sujiwo Tejo:βPemimpin tangan besi mematikan nyali. Pemimpin yang dinabikan mematikan nalar.β
PSM tidak ingin kehilangan nyali, apalagi mematikan nalar. Kami ingin menjadi cermin jujur, yang mengulas kebijakan dengan ketajaman pikiran dan ketulusan hati agar cita-cita Jawa Barat Istimewa tidak hanya menjadi slogan, tetapi realita yang bisa dirasakan rakyat.
Ke depan, PSM akan terus berperan sebagai pengawal kebijakan. Kami akan menyuarakan evaluasi yang objektif, memberi dukungan yang proporsional, dan menjaga semangat anak muda Sunda agar tetap dinamis, dan berani berpikir kritis.
Pun sapun, paralun.
Paguyuban Sunda Muda