Yayasan Cinta BUMI

Yayasan Cinta BUMI One Love One Earth and One Life YAYASAN CINTA BUMI
DARI KOMUNITAS UNTUK BANGSA
Oleh:
Rosmailis Idris
Ketua Yayasan Cinta BUMI

No Action, Nothing!.

Penggalan kata tersebut menjadi pilar penting tumbuhnya kesadaran untuk melakukan hal nyata demi terwujudnya Bumi yang sehat, bersih dan lestari. Dengan alasan rasional tersebut, pada tahun 2006 lahirlah Yayasan Cinta BUMI yang akan menggalang kesadaran bagi generasi bangsa untuk menjaga kelestarian Bumi tercinta. Bermula dari komunitas sungai Ciliwung, tepatnya masyarakat kampung Pulo. Kampung Pu

lo adalah wilayah padat penduduk dengan pembagian secara administrasi terbagi menjadi dua Rukun Warga (RW), RW 02 dengan 17 RT (rukun tetangga) dan RW 03 dengan 16 RT. Batas wilayah kampung Pulo dapat dideskripsikan sebagai berikut, bagian barat berbatasan dengan sungai Ciliwung, Timur berhadapan dengan Jalan Raya Jatinegara Barat, Utara berbatas denga sungai Ciliwung, dan Selatan berbatasan dengan sungai Ciliwung. Dengan demikian wilayah kampung Pulo dikelilingi oleh sungai Ciliwung. Persoalan utama yang menjadi kekhawatiran adalah adanya pencemaran limbah MCK (makan, cuci dan kakus) terhadap sungai Ciliwung. Selain itu pencemaran tersebut disinyalir dari pembuangan sampah rumah tangga, sampah pasar (pasar Jatinegara, pasar Kramat Pulo dan pasar Bukit Duri). Selain itu, beberapa sumber limbah berasal dari pembuangan limbah Bengkel, pabrik Tahu, zat kimia dari usaha batik dan juga Rumah Sakit. Dari pemaparan di atas, kaum perempuan adalah pihak paling sering berinteraksi dengan wilayah sungai tercemar. Kegiatan mereka setiap hari selalu bersinggungan dengan sungai, mulai dari mencuci pakaian, perabotan rumah tangga, buang sampah, dan juga untuk keperluan membersihkan diri, yaitu mandi. Sumber Air
Masyarakat kampung Pulo memiliki dua sumber air, PDAM dan air sungai. Mereka menggunakan air dari sumber PDAM untuk keperluan memasak, selain itu juga mereka biasa menggunakan mesin p***a air. Air bersih menurut mereka adalah air yang tidak berwarna keruh, setiap air bening berarti bersih menurut mereka. Dan pengguna PDAM pada umumnya adalah masyarakat yang tinggal di wilayah atas kampung Pulo, meski demikian air PDAM berbau zat penjernih (chlorine). Sedang masayarakat yang tinggal di bantaran sungai lebih sering menggunakan air sungai namun mereka pilih yang jernih. 80% masyarakat menggunakan sumber air dari p***a manual (tangan), dan dari jumlah tersebut hanya 50% yang dapat menghasilkan air jernih, sisanya menghasilkan air keruh dan tidak jarang berbau zat besi dan logam. Dengan asumsi di atas, maka lahirlah Yayasan Cinta BUMI untuk sebuah komitmen terhadap kelestarian BUMI yang lebih baik dan menghidupi seluruh manusia.

Address

Head Office: Jalan Cidodol, Blok C No. 09, Kebayoran Lama. Jakarta Selatan. Representative Office: Jl. Pesanggrahan No. 04, Ciputat-Tangerang Selatan
Tangerang
15412

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Cinta BUMI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan Cinta BUMI:

Share