pojok sudut kota solo

pojok sudut kota solo seputar jalan jalan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap barang bukti yang disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupat...
10/07/2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap barang bukti yang disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, beserta sejumlah pihak lainnya. Barang bukti yang diamankan berupa logam mulia, uang tunai dalam mata uang rupiah, serta valuta asing berupa dolar Australia (AUD) dan dolar Singapura (SGD) dengan nilai keseluruhan mencapai miliaran rupiah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan selain menyita barang bukti, penyidik juga membawa sembilan orang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dari jumlah tersebut, lima orang yang tiba di Gedung Merah Putih KPK terdiri atas tiga aparatur sipil negara (ASN) dan dua orang dari pihak swasta.

Menurut Budi, mayoritas pihak yang diamankan merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Mereka berasal dari wilayah Sukoharjo, Solo, dan Wonogiri. Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan untuk mendalami perkara tersebut.

Operasi tangkap tangan dilakukan pada Kamis (9/7/2026) malam. Dalam operasi itu, KPK mengamankan lima orang, termasuk Bupati Sukoharjo. Seluruh pihak yang diamankan lebih dahulu menjalani pemeriksaan awal sebelum kemudian dibawa ke Jakarta untuk proses pemeriksaan lanjutan.

KPK menyatakan perkara yang sedang ditangani berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Meski demikian, proses penyidikan masih berlangsung dan penetapan status hukum maupun konstruksi lengkap perkara akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, kabar OTT tersebut menjadi perhatian luas masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial maupun aplikasi percakapan. Berbagai komentar bermunculan, mulai dari ungkapan keterkejutan, harapan agar proses hukum berjalan transparan, hingga sindiran yang mengaitkan kasus tersebut dengan persoalan yang sebelumnya menjadi sorotan publik di Sukoharjo.

Beragam respons yang beredar di media sosial merupakan pendapat masing-masing pengguna dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan perkara yang saat ini masih dalam proses hukum di KPK.

sumber: tribuntrends

Gadis 19 tahun di Kabupaten Boyolali mengaku syok setelah menerima kiriman video tak senonoh dari seorang camat melalui ...
10/07/2026

Gadis 19 tahun di Kabupaten Boyolali mengaku syok setelah menerima kiriman video tak senonoh dari seorang camat melalui aplikasi WhatsApp. Video yang dikirim pada 30 Maret 2026 itu menampilkan terlapor dalam kondisi tanpa busana. Merasa terganggu dan dilecehkan, korban berinisial TA akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Saat kejadian, TA masih bekerja di toko roti milik camat tersebut. Ia mengaku sempat berniat mengundurkan diri, namun diminta tetap bekerja sementara waktu untuk melatih karyawan baru. Di tengah aktivitasnya, ia menerima dua video dari nomor WhatsApp sang camat sekitar pukul 12.00 WIB.

TA mengaku sempat mengira video tersebut terkirim secara tidak sengaja. Namun hingga malam hari tidak ada penjelasan maupun permintaan maaf dari pengirim, sehingga ia memutuskan memblokir nomor tersebut.

Setelah menceritakan peristiwa itu kepada keluarganya, TA bersama keluarga mengajukan surat pengaduan kepada Pemkab Boyolali. Menurutnya, sebelum proses mediasi berlangsung, ia justru mendapat tekanan agar meminta maaf kepada camat tersebut. Bahkan, kepala desa tempat tinggalnya disebut ikut dihubungi terkait persoalan itu.

Korban menilai kiriman video tersebut telah merendahkan harkat dan martabatnya. Ia juga mengaku mengalami trauma dan merasa sangat terganggu karena pelaku merupakan sosok yang sebelumnya dikenalnya dengan baik.

Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris Daerah Boyolali, M. Syawaludin, membenarkan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah memanggil camat yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, camat tersebut mengaku video yang dikirim merupakan akibat salah kirim. Pemkab Boyolali menyebut tidak menemukan indikasi adanya komunikasi lanjutan yang mengarah pada pelecehan, dan menyatakan terlapor telah menyampaikan permintaan maaf kepada pelapor.

Meski demikian, Pemkab Boyolali tetap memberikan sanksi berupa surat teguran kepada camat tersebut. Pemerintah daerah juga menegaskan akan membuka kembali pemeriksaan apabila di kemudian hari muncul laporan atau bukti baru yang menunjukkan adanya korban lain atau unsur kesengajaan dalam kasus tersebut.

sumber: tribunjateng

06/07/2026
06/07/2026

Skateboard purwosari

Seorang pria meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di sisi selatan Underpass Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabu...
27/06/2026

Seorang pria meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di sisi selatan Underpass Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat (26/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban diketahui bernama Muhammad Furqon. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat menunaikan Salat Isya di masjid yang berada tidak jauh dari lokasi.

Usai beribadah, korban diduga berada di sekitar jalur rel kereta api. Saat itu, sebuah kereta api melintas dari arah Stasiun Purwosari dan korban kemudian tertabrak.

Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo, mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan terjadi di kawasan sisi selatan Underpass Makamhaji.

Akibat benturan tersebut, korban terpental beberapa meter dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian bersama unsur pengamanan PT KAI serta relawan ambulans segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSIS Yarsis Kartasura menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih menangani peristiwa tersebut dan melakukan pendataan terkait kejadian itu.

sumber: solopos

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali,...
25/06/2026

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, menjadi sasaran pencurian. Sejumlah peralatan dapur dan perangkat pendukung operasional dilaporkan hilang, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp21,15 juta.

Kapolsek Banyudono AKP Tri Mulyono mengatakan peristiwa tersebut terjadi di SPPG 04 yang berada di Dukuh Kebon Tutup, RT 21 RW 03, Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono. Saat ini, kasus pencurian dengan pemberatan tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Kasus itu pertama kali diketahui pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 13.40 WIB. Seorang pekerja yang datang untuk melakukan pengecekan mendapati pintu dapur sudah dalam kondisi terbuka dan gembok pengaman hilang.

Setelah masuk ke dalam bangunan, saksi menemukan sejumlah peralatan dapur telah raib. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan SPPG dan diteruskan ke Polsek Banyudono.

Mendapat laporan itu, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan petunjuk guna mengungkap pelaku pencurian.

Berdasarkan pendataan sementara, barang yang hilang antara lain satu mesin pengupas wortel, 10 nampan stainless, lima set pisau stainless, satu unit blender/cooper, satu alat pencuci mobil, satu unit DVR CCTV, dan satu unit monitor CCTV.

“Masih dalam penyelidikan. Kepolisian terus mengumpulkan keterangan dan petunjuk di lapangan untuk mengungkap pelaku,” ujar AKP Tri Mulyono, Kamis (25/6/2026).

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian dan segera melapor apabila memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

sumber: detikjateng

Kawanan kera liar biasanya ditemukan memasuki permukiman warga yang berada di kawasan dekat pegunungan. Namun kali ini, ...
23/06/2026

Kawanan kera liar biasanya ditemukan memasuki permukiman warga yang berada di kawasan dekat pegunungan. Namun kali ini, dua ekor kera ekor panjang justru masuk ke lingkungan kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Senin (22/6).

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan laporan mengenai keberadaan satwa liar tersebut diterima dari Adi Deswijaya sekitar pukul 07.50 WIB. Setelah menerima laporan, tim animal rescue langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Menurut Margono, terdapat dua ekor kera yang masuk ke area kampus, yakni seekor induk dan seekor anak. Proses evakuasi melibatkan tiga personel Damkar, yaitu Sutami, Anjas, dan Arfi.

Upaya penangkapan tidak berjalan mudah karena kedua satwa tersebut berada di laboratorium budaya kampus. Saat petugas tiba, kera-kera itu terlihat aktif bergerak dan sempat mengacak-acak seperangkat gamelan yang berada di dalam ruangan.

Petugas kemudian berusaha mengevakuasi satwa liar tersebut menggunakan jaring. Namun karena kera terus berpindah tempat dan berlarian di atas gamelan, proses penangkapan harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko terhadap satwa maupun fasilitas kampus.

Dalam operasi tersebut, Damkar mengerahkan satu unit mobil rescue, jaring penangkap, serta perlengkapan alat pelindung diri. Sejumlah mahasiswa yang berada di lokasi juga turut membantu proses evakuasi.

Setelah berlangsung selama berjam-jam, kedua kera liar akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 17.14 WIB. Satwa tersebut kemudian dibawa ke Markas Damkar Sukoharjo sebelum diserahkan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.

Margono memastikan proses evakuasi berjalan aman tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan yang berarti. Ia bersyukur kedua satwa berhasil diamankan dalam kondisi selamat.

Pihak Damkar juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa liar yang masuk ke lingkungan permukiman atau fasilitas umum. Dengan penanganan yang cepat, keberadaan satwa liar dapat ditangani secara aman tanpa membahayakan warga maupun hewan itu sendiri.

sumber: radarsolo

Address

Surakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when pojok sudut kota solo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share