Solo Societeit

Solo Societeit Komunitas Sejarah di Kota Solo

๐—๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ก ๐—•๐—”๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—˜๐—ง๐—ก๐—ข ๐—ฆ๐—˜๐—”๐—•๐—”๐—— ๐—ฆ๐—œ๐—Ÿ๐—”๐— Mudik membelah jalan Baturetno sudah berabad lebih dilakoni barisan perantau asal Wonogiri. ...
23/03/2026

๐—๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ก ๐—•๐—”๐—ง๐—จ๐—ฅ๐—˜๐—ง๐—ก๐—ข ๐—ฆ๐—˜๐—”๐—•๐—”๐—— ๐—ฆ๐—œ๐—Ÿ๐—”๐— 

Mudik membelah jalan Baturetno sudah berabad lebih dilakoni barisan perantau asal Wonogiri. Tengok gambar awal abad XX ini, jalan Baturetno tampak mulus. Berdiri p**a pejabat pangreh praja serta opas polisi. Mobil berplat nomor AD 2124 bertengger gagah (FOTO).

Jangankan mudik, orang plesiran atawa piknik juga memanfaatkan jalur ini. Tercatat rombongan siswa dari Surakarta menuju Pacitan. Novel sejarah Solo Petheng (1939) memotret kenyataan itu secara eksplisit. Berikut ini Solo Societeit cukilkan fakta: โ€œSawidjining dina Minggoe watara djam sanga esoek ing Wanagiri ana montor bus merk San Goei pinoedjoe mandheg, kang noenggangi botjah-botjah moerid Mulo-Goepermen kang padha arep darmawisata (schoolwandelin) menjang Patjitan. Tjatjahe akeh sak bus kebakโ€.

Raga pemudik dan pelancong Wonogiri diusung bus San Goei dikelola kaum Tionghoa. Ia melayani jurusan Wonogiri, Klaten, Yogya, Boyolali, hingga Salatiga. Setiap jurusan dibagi dalam sejumlah trayek demi menjaring penumpang sebanyak mungkin hingga wilayah padesan yang jaraknya agak jauh dari kutharaja. Sebut saja (1) jurusan Solo -Wonogiri- Baturetno- Glonggong, (2) Baturetno- Girimarto, (3) Wonogiri- Wuryantoro- Pracimantoro, (4) Wonogiri- Manyaran- Sukoharjo- Ngawen, dan masih beberapa lagi.

Ah, ternyata Kota Gaplek sisi selatan yg digambarkan laksana denok deblong itu tak luput "terperawani" oleh arus modernisasi. Tiada lagi keterpencilan yg sejati. Berkat sepur klutuk berikut rel-stasiun, juga kehadiran bus dng jalanan yg memadai, wong ndรฉsa kluthuk berkesempatan menjadi warga kota lewat bebara menyang kutharaja...

๐—ฃ๐—˜๐—–๐—œ๐—ก๐—”๐—ก ๐—ช๐—ข๐—ก๐—ข๐—š๐—œ๐—ฅ๐—œSelain melunasi rindu, mudik jg menjadi sarana "p**ang" ke rumah sejarah. Ternyata laladan Kota Gaplek t...
22/03/2026

๐—ฃ๐—˜๐—–๐—œ๐—ก๐—”๐—ก ๐—ช๐—ข๐—ก๐—ข๐—š๐—œ๐—ฅ๐—œ

Selain melunasi rindu, mudik jg menjadi sarana "p**ang" ke rumah sejarah. Ternyata laladan Kota Gaplek tak luput dijamah imigran Tionghoa. Tempo doeloe, komunitas yg dilukiskan bermata sipit dan berkulit kuning langsat itu menjelajahi pusat Wonogiri. Inilah FOTO Pecinan Wonogiri permulaan abad XX.

Adakah sepotong kisah "Wong Cino" yg bercokol di situ?

Baiklah, Solo Societeit membongkar riwayat keluarga Oei Wang Mien, tokoh yg di kemudian hari ikut meriuhkan dunia kuliner di Kota Bengawan.

Diceritakan, leluhur Oei Wang Mien berkelana dari Tiongkok menuju ke Wonogiri demi mengadu nasib. Rombongan Cina totok tergerak ke wilayah Mangkunegaran tersebut karena merawat mitos bahwa kondisi telatah Wonogiri sama seperti di kampung halamannya, dipenuhi pategalan dan batu. Di Wonogiri, orang-orang setempat juga bersantap dengan lambaran daun atau dipincuk. Kepercayaan ini menjadi besi sembrani sekaligus kekuatan bagi mereka untuk nekad membelah samudera. Jika merindukan tanah asal, cukup melihat ekologi Wonogiri yang serupa dengan tempat tinggalnya di daratan Tiongkok, maka rasa rindu tak begitu menyiksa.

Sesampainya di Wonogiri bagian โ€œkotaโ€ (kini Pasar Wonogiri), keluarga Oei Wang Mien beranak-pinak. Lalu, mereka memutuskan untuk mengembara ke kutharaja guna mendongkrak ekonomi. Area Pasar Gedhe yang dituju. Pasalnya, kawasan ini sedari abad XVI sudah riuh sebagai arena perdagangan lintas etnis. Sekaligus, basis komunitas Tionghoa dengan bukti klenteng dan kampung Ketandan yang sudah eksis jauh sebelum ibukota Keraton Kartasura pindah ke Desa Sala.

Mata batin cukup awas, Oei Wang Mien titis membaca peluang berdagang kimlo untuk melunasi kebutuhan konsumen Tionghoa yang berdiam di seputar Pasar Gedhe. Bermula diiderne dengan dipikul menuju sekolah Tiong Hoa Hwee Kwan (kini sekolah dasar Warga) yang didirikan awal abad XX. Bakul kimlo itu keluar rumah sejak pagi hingga siang hari. Meladeni siswa sekolah, lantas bila tak habis bergeser ke utara perempatan Warung Pelem. Pelestari kuliner peranakan ini bernama โ€œMien Satuโ€, yang masih berdetak hingga kini.

Ya, selain wong Jawa, penghuni Pecinan Wonogiri juga punya kontribusi bagi perkembangan Kota Solo.

๐—ฆ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐˜‚๐—ป ๐—•๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ฒ๐˜๐—ป๐—ผ, ๐—ง๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ธ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ถ/๐—ฃ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฒ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐—”๐˜€๐—ฎ๐—นAsap hitam membumbung. Mobil terongok di muka stasiun tak megah itu. ...
21/03/2026

๐—ฆ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐˜‚๐—ป ๐—•๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ฒ๐˜๐—ป๐—ผ, ๐—ง๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ธ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ถ/๐—ฃ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฒ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐—”๐˜€๐—ฎ๐—น

Asap hitam membumbung. Mobil terongok di muka stasiun tak megah itu. Tampak p**a segelintir pengurus tempat pemberhentian sepur di ujung selatan Wonogiri. Selembar gambar lawas bertarik 1930an ini mengukuhkan kawasan berbatu padas itu tak luput dijamah tangan dingin Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Dibangun tahun 1923, stasiun berjarak sepelemparan batu dng Pasar Baturetno tsb bermula untuk transit batu gamping yg diusung guna memenuhi hasrat pengusaha pabrik gula. Di satu pihak, ia juga penyambung area padรฉsan dan kutharaja. Barisan perantau lantas memanfaatkan stasiun untuk titik pijak meninggalkan tanah asal. Bismillah, memulai mencari peruntungan ke Kota Bengawan yg menawarkan sejumlah harapan. Ibukota kerajaan dirubung "laron" Wonogiren.

Tak mengapa bebara menjadi batur di rumah priyayi, magang di warung sate di Pasar Kliwon, karyawan restoran mie di Pasar Gedhe, hingga bersekolah meraih asa laiknya Mr. Sartono (Bapak Parlemen Indonesia) yg membanggakan masyarakat Baturetno itu.

Jelang Lebaran tiba, stasiun disesaki perantau dari berbagai kota. Mereka p**ang ke "rahim ibu", menenun ingatan yg silam. Rindu kala petang dng mencumbu aroma bludukan (kotoran sapi yg kering dan dibakar untuk menghalau jingklong alias nyamuk).

Pemudik menenteng buah tangan dan membawa pengetahuan ngadi sarira. Biarpun ditakdirkan jadi batur, mereka punya andil tak seupil. Jagad priyayi bakal goncang tanpanya, bak Punakawan di keluarga Padhawa. Priayi dilayani, abdi meladeni, itu selaras. Memang begitu takdir manusia dalam kultur yang tumbuh di lingkungan agraris Jawa. Mereka hidup di bawah prinsip simbiose mutualisme.

Ya, Stasiun Baturetno penuh kenangan...

๐—•๐—˜๐—ฅ๐—Ÿ๐—˜๐—•๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก & "๐— ๐—จ๐——๐—œ๐—ž" ๐—•๐—”๐—ฅ๐—˜๐—ก๐—š ๐—ฆ๐—ข๐—Ÿ๐—ข ๐—ฆ๐—ข๐—–๐—œ๐—˜๐—ง๐—˜๐—œ๐—งParas masjid agung di pusat Wonogiri tempo doeloe (FOTO). Sesobek bukti histor...
20/03/2026

๐—•๐—˜๐—ฅ๐—Ÿ๐—˜๐—•๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก & "๐— ๐—จ๐——๐—œ๐—ž" ๐—•๐—”๐—ฅ๐—˜๐—ก๐—š ๐—ฆ๐—ข๐—Ÿ๐—ข ๐—ฆ๐—ข๐—–๐—œ๐—˜๐—ง๐—˜๐—œ๐—ง

Paras masjid agung di pusat Wonogiri tempo doeloe (FOTO). Sesobek bukti historis berangka tahun 1930an itu menunjukkan betapa Islam telah menembus jantung priyantun Kota Gaplek yg mayoritas memeluk aliran Kejawen. Mejid bukan pelengkap fasilitas ngibadah semata, namun juga replika tata ruang kerajaan Mataram Islam. Ruang sembahyang tsb berada di muka kantor pemerintahan yg tak mengalami pergeseran signifikan.

Wilayah kekuasaan Wonogiri berada di ketiak Praja Mangkunegaran. Tak sedikit masyarakat padรฉsan nglembara ke kutharaja demi mengubah nasib. Di samping menaikkan drajad, kawula alit berkelana mendekati lingkaran dinasti yang dibentuk Pangeran Sambernyawa untuk keluar dari belitan kemlaratan. Pategalan, sawah tadah hujan, serta batu padas selama berabad-abad mengawani mereka tenggelam dalam kemiskinan.

Bertolak dari gambar masjid lawas itu, Solo Societiet dalam sepekan berhasrat mengajak "mudik" ke Wonogiri: menampilkan khasanah foto dan cerita lama di selingkarnya. Jujur, komunitas nirlaba ini terlampau banyak menyuguhkan pengetahuan sejarah-budaya yang berserakan di Kota Surakarta. Kini, sejenak memberi panggung pada daerah pemasok "batur", kaum pidarakan, atawa wong cilik yg berasal dari wewengkon Wonogiren. Bagaimanapun, nyawa Kota Solo disangga oleh daerah sekitarnya

Puncak kata, brayat ageng Solo Societiet mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Merayakan Lebaran bareng sanak sedulur dan sahabat di kampung halaman. Segudang kekhilafan yg kami perbuat, mohon dimaafkan. ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜Š

(Sebagian) Tim Solo Societeit
11/03/2026

(Sebagian) Tim Solo Societeit

Nukilan fakta dalam esai punggawa Solo Societeit, Heri Priyatmoko yang terpacak di koran KOMPAS (7/3).๐™‹๐™ช๐™–๐™จ๐™– ๐™™๐™ž ๐™ˆ๐™–๐™ฉ๐™– "๐™’๐™ค๐™ฃ...
07/03/2026

Nukilan fakta dalam esai punggawa Solo Societeit, Heri Priyatmoko yang terpacak di koran KOMPAS (7/3).

๐™‹๐™ช๐™–๐™จ๐™– ๐™™๐™ž ๐™ˆ๐™–๐™ฉ๐™– "๐™’๐™ค๐™ฃ๐™œ ๐™…๐™–๐™ฌ๐™–"

Jenis puasa patigeni yang menuntut pelakunya tidak makan dan tidak tidur siang-malam selama jangka waktu tertentu ini, pernah dilakukan oleh Manteb Soedarsono. Si dalang Oye yang populer dengan kemampuan sabetnya itu mengurung diri di dalam kotak wayang. Tampaknya ia memodifikasi tapa ngluweng.

Lebih tidak masuk akal lagi tatkala menyelami laku dalang menyedot paruh burung perkutut sampai mati. Harapannya, suara dalang menjadi lebih bagus.

Tak hanya dalang, Raja Keraton Kasunanan berendam dan tapa ngeli (mengikuti aliran sungai) dari Bengawan Solo. Pesanggarahan Langenharjo yang berada di bibir sungai legendaris itu, tempo dulu digunakan untuk kungkum dan bertapa olehnya.

Mestro tari Jawa ternama Tejo Sulistyo mengaku semasa muda sering mendatangi tempat itu setiap malam Jumat selepas jam duabelas malam, di samping juga dirinya rajin berpuasa. Ia mengawali dengan mandi air sumur pesanggarahan, lantas bermeditasi dalam rangka manages atawa bertanya kepada Tuhan. Dalam perjalanan spiritual ini, ia memperoleh pulung dan mengunduh inspirasi dalam berolah seni.

Selengkapnya, ada di teks foto...

๐—ž๐˜‚-๐—”๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ โ€œ๐—ž๐—ฎ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ ๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎโ€ ๐—ธ๐—ฒ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ต๐—ถ๐—ฟโ€ฆSang pelerai konflik kerajaan Jawa (Kasunanan-Kasultanan) itu tutup bu...
05/11/2025

๐—ž๐˜‚-๐—”๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ โ€œ๐—ž๐—ฎ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ ๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎโ€ ๐—ธ๐—ฒ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ต๐—ถ๐—ฟโ€ฆ

Sang pelerai konflik kerajaan Jawa (Kasunanan-Kasultanan) itu tutup buku kehidupan, tepat pada malam satu Sura 1939 Masehi. Sinuwun Paku Buwono X, yang juga menantu Sri Sultan Hamengku Buwono VII, mabur menyang โ€œkahyanganโ€. Kepedihan kian menyesaki hati kawula. Dalang padesan melukiskan, tangisan masyarakat Vorstenlanden kala itu bila dikumpulkan mampu meluapkan Kali Pepe.

Geblak raja yang jatuh tepat pada tanggal satu Sura ini merupakan sasmita runtuhnya kegemilangan dinasti Paku Buwono. Ramalan itu bukanlah isapan jempol. Sepeninggal โ€œKaisar Jawaโ€, Keraton Kasunanan meredup, bagaikan lampu blencong wayang yang kehabisan minyak.

PB X tak lagi ngujo alias memanjakan abdi dalem. Semisal, para niyaga atawa pemain karawitan di istana yang ikut berbondong melayat hingga Imogiri itu (FOTO). Selain memodali gamelan di kampung Kemlayan, raja juga menyediakan banyak kesempatan bagi mereka untuk unjuk kepiawaian. Baris kedua dari bawah, duduk di urutan nomor dua dari kanan, dialah Mlayawidodo. Kelak, lelaki ini dinobatkan sebagai empu karawitan ngetop di Surakarta.

86 tahun berlalu, โ€œRatu-ne Salaโ€ atawa PB XIII juga diantar ke peristirahatan terakhir Imogiri. Meski isak tangis tak meluberi Kali Pepe bak era PB X, namun tetap menyisakan rongga kesedihan di trah darah biru Kasunanan.

Brayat ageng Solo Societiet nderek memuji, Sinuwun sumare kanthi tentrem ing papan kasuwargan jati... ๐Ÿ™

Lelaki itu memegang dua bilah keris bermata berlian. Sayangnya, senjata ini rusak parah oleh jilatan api. Keraton Kasuna...
02/11/2025

Lelaki itu memegang dua bilah keris bermata berlian. Sayangnya, senjata ini rusak parah oleh jilatan api. Keraton Kasunanan dilalap si jago merah di tahun 1985. Beberapa bangunan mewah nan angun menyisakan puing. Kepedihan terpantul dari raut wajah putra mahkota tersebut.

Hampir dua dekade berlalu, pria bernama GRM. Surya Partana yg populer dengan sebutan KGPH. Hangabehi ini duduk di singgasana raja. Ia melewati pusaran konflik suksesi nan pelik. Sinuwun Paku Buwana XIII menjadi pemangku adat di istana tertua pewaris dinasti Mataram Islam.

Daun kalender sampai di angka 02 November 2025. Sang raja itu tutup buku kehidupan, menggenapi usianya yang ke 77 tahun.

Keluarga Solo Societeit menghaturkan bela sungkawa yang terdalam. Semoga beliau tentram di alam kalanggengan. ๐Ÿ™

Di Kota Surakarta, terdapat tabir sejarah yg belum tersingkap. Hampir seabad silam, para siswa yg belajar di AMS A-1 bid...
25/10/2025

Di Kota Surakarta, terdapat tabir sejarah yg belum tersingkap. Hampir seabad silam, para siswa yg belajar di AMS A-1 bidang Sastra Timur bikin penjajah Belanda keder dan muntab.

Lokasi sekolahnya semula di Mesen (1926-1929). Mereka menyewa di rumah Kapiten Tionghoa, yg kini ditempati juragan Konimex atawa --orang Solo cekek menyebut-- cedak buk bolong. Lantas, di tahun 1930-1932 bergeser di Manahan, sekarang dipakai SMP N 1.

Institusi pendidikan selevel SMA tsb mencetak barisan pelajar yg bernalar kritis dan bernyali melawan kolonialisme. Banyak lulusan dari situ di kemudian hari menjadi "generasi emas" bangsa Indonesia. Kisah historis nan apik itu, ditulis oleh punggawa Solo Societeit di Harian Kompas hari ini.

Sekadar teman ngeteh agar wek-end panjenengan sedikit melambat dan tambah nikmat. Sumonggo ๐Ÿ™ โ˜•

Kami segenap keluarga Solo Societeit mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Heri Priyatmoko, MA yang telah lulus ujia...
18/06/2025

Kami segenap keluarga Solo Societeit mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Heri Priyatmoko, MA yang telah lulus ujian promosi Doktor Sejarah.

Semoga acap menjadi inspirasi dan kian getol menyebarkan pengetahuan ke publik.

Salam kreatif! ๐Ÿป โ˜บ

(๐—›๐—จ๐—ง ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป) ๐—”๐—ฐ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ผ๐—น๐—ผ ๐—ฆ๐—ผ๐—ฐ๐—ถ๐—ฒ๐˜๐—ฒ๐—ถ๐˜ ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ป๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎhttps://solopos.espos.id/jelajah-sejarah-kota-solo-melacak-bekas...
15/05/2025

(๐—›๐—จ๐—ง ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป) ๐—”๐—ฐ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ผ๐—น๐—ผ ๐—ฆ๐—ผ๐—ฐ๐—ถ๐—ฒ๐˜๐—ฒ๐—ถ๐˜ ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ป๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ

https://solopos.espos.id/jelajah-sejarah-kota-solo-melacak-bekas-rumah-ki-gedhe-sala-dan-pohon-sala-2094777

https://joglosemarnews.com/?p=615181

https://www.tribunnews.com/tribunners/2025/05/13/melacak-bekas-rumah-ki-gedhe-sala-dan-pohon-sala-cikal-bakal-kota-solo

https://poskita.co/2025/05/12/melacak-bekas-rumah-ki-gedhe-sala-dan-pohon-sala/

https://www.fokusjateng.com/2025/05/12/jejak-sang-perintis-dan-saksi-bisu-zaman-blusukan-menyentuh-akar-kota-solo/

https://diswaysolo.id/2025/05/14/menelusuri-sejarah-kota-solo-menggali-jejak-rumah-ki-gedhe-sala-dan-pohon-sala/

Matur nuwun, kanca2 media. Salam hangat ๐Ÿ™ โ˜บ

๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐˜‚ ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐˜„๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—š๐—ฒ๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ง๐—ฃ๐—ก ๐—œ๐—ซ"Edan, iso mlebu mrรฉnรฉ. Njeronรฉ apik tenan," bisik seorang peserta di antara kerumunan....
19/02/2025

๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐˜‚ ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐˜„๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—š๐—ฒ๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ง๐—ฃ๐—ก ๐—œ๐—ซ

"Edan, iso mlebu mrรฉnรฉ. Njeronรฉ apik tenan," bisik seorang peserta di antara kerumunan. Seumur-umur baru kali ini mayoritas puluhan pemburu cerita sejarah (dikawani) masuk ke gedung berusia seabad lebih itu.

Heran campur kagum memadati perasaan penjelajah. Sore itu, rombongan "digiring" Solo Societeit menelanjangi keagungan gedung bekas perkantoran pabrik gula praja Mangkunegaran tersebut. Pilar-pilar sebesar tubuh orang dewasa menyapa tetamu.

Kemewahan bangunan gaya kolonial tersiram sinar lampu keemasan makin menggundang degup kagum. Seperti biasanya, komunitas nirlaba ini all out dalam event berkepala ๐™€๐™›๐™š๐™  ๐™ˆ๐™–๐™ฃ๐™ž๐™จ ๐™‹๐™–๐™๐™ž๐™ฉ ๐™‚๐™ช๐™ก๐™– ๐™ˆ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™š๐™œ๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ. Tak bukan agar jelajahnya nagih, di samping jg ndaging materinya.

Industri gula Pabrik Colomadu (1861) dan Tasikmadu (1871) mensyaratkan kehadiran sebuah gedung untuk mengurusi manajemen perusahaan. Jejak manis gula di masa silam tertempel pada kemegahan bangunan. Dan, kemegahan itu dicumbu bersama.

Senja telah roboh di ufuk barat. Di pelataran, spanduk Solo Societeit kembali terbentang. Puluhan peserta telah mengabadikan kenangan manis, semanis gula yang diproduksi Praja Mangkunegaran. โ˜•๐Ÿ™‹๐Ÿผโ€โ™‚๏ธ

Address

Surakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Solo Societeit posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Solo Societeit:

Share