20/12/2025
*Aksi Nyata Subak Wingin: Menanam 200 Pohon Cempaka untuk Masa Depan Hutan*
Buleleng, 20 Desember 2025
Subak Wingin kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian alam melalui aksi nyata penanaman 200 pohon cempaka di kawasan hutan dan daerah tangkapan air yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud tanggung jawab ekologis yang telah dijalankan Krama Subak Wingin secara turun temurun sebagai bagian tak terpisahkan dari nilai adat dan kearifan lokal.
Sejak dahulu, Krama Subak Wingin meyakini bahwa hutan bukan hanya sumber daya, melainkan warisan kehidupan yang harus dijaga keseimbangannya. Penanaman pohon cempaka dipilih secara sadar karena nilai ekologis dan kulturalnya mampu menjaga ketersediaan air, memperkuat struktur tanah, serta memiliki makna simbolik sebagai pohon pelindung dan peneduh kehidupan. Dengan langkah ini, Subak Wingin menunjukkan bahwa pelestarian alam adalah amanah leluhur yang terus dirawat lintas generasi.
Kegiatan penanaman pohon ini mendapat dukungan dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, adat, dan masyarakat lintas sektor. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut antara lain:
✅Kepala KPH Bali Utara
✅Camat Sukasada
✅Majelis Alit Subak Kecamatan Sukasada
✅FORKOM Subak Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Buleleng
✅Ida Pandita Empu Darma Sujana Jaya Kerti
✅Klian Desa Adat Mundukkunci
✅Perbekel Tegallinggah
✅BPD Tegallinggah
✅Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tegallinggah
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat pesan bahwa pelestarian hutan bukan hanya tanggung jawab masyarakat adat semata, tetapi menjadi kerja bersama antara krama subak, pemerintah, aparat keamanan, dan media sebagai penyampai informasi kepada publik.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan alih fungsi lahan, Subak Wingin hadir dengan teladan nyata: merawat hutan berarti merawat masa depan. Aksi menanam hari ini adalah investasi ekologi bagi anak cucu kelak, agar air tetap mengalir, tanah tetap subur, dan keseimbangan alam tetap terjaga.
Melalui penanaman 200 pohon cempaka ini, Subak Wingin menegaskan posisinya sebagai penjaga alam yang konsisten bukan karena kewajiban sesaat, melainkan karena tanggung jawab adat yang hidup dan terus dijalankan secara turun temurun.