Solidaridad Indonesia

Call Website Contact the organization

Solidaridad Indonesia Solidaridad merupakan salah satu pelopor di bidang pembangunan berkelanjutan. Kami bekerja melalui 9 Pusat Keahlian Regional.

Kami adalah sebuah organisasi masyarakat sipil internasional yang memiliki orientasi kepada pasar dan solusi.

Helaian benang yang menyusun pakaian kita sehari-hari tidak terlepas dari dedikasi lebih dari 100 juta rumah tangga peta...
07/10/2026

Helaian benang yang menyusun pakaian kita sehari-hari tidak terlepas dari dedikasi lebih dari 100 juta rumah tangga petani kapas di seluruh dunia. Menyumbang sekitar 20-30% dari total kebutuhan serat tekstil global, rantai pasok kapas tengah menghadapi tantangan berat, mulai dari persaingan dengan serat sintetis murah, ketidakpastian iklim, hingga fluktuasi harga bahan baku yang mengancam kesejahteraan para petani dan perajin tradisional.

Hari Kapas Sedunia 2026 mengusung tema “Cotton for Good: Building Prosperity Through Trade, Transformation and Partnership”, menekankan pentingnya pentingnya membangun rantai pasok yang adil, berkelanjutan, dan inklusif guna mendorong nilai tambah serta kesejahteraan yang merata dari hulu ke hilir.

Solidaridad percaya bahwa industri kapas dan tekstil yang berkelanjutan dapat tercipta melalui:

• Transformasi Praktik
Menggalakkan pemanfaatan benang serat alami/kapas lokal dan pewarna yang ramah lingkungan, serta penerapan standar mutu dan penetapan harga yang adil dengan memperhitungkan jam kerja perajin.

• Akses Pasar dan dan Kemandirian Usaha
Membekali komunitas perajin dengan literasi keuangan, pencatatan usaha, serta keterampilan digital untuk memperluas jangkauan pasar secara mandiri.

• Kemitraan Inklusif
Membangun kolaborasi strategis antara perajin perempuan, kelembagaan lokal, mitra pendamping, hingga jejaring pemasok bahan baku dan pembeli untuk memperkuat posisi tawar serta membuka akses pasar yang adil.

Kesejahteraan sejati hanya dapat ditenun dari benang yang adil dan berkelanjutan di setiap simpulnya, dari mekarnya kelopak tanaman kapas hingga ke lemari pakaian. Selamat Hari Kapas Sedunia, Sahabat Solid!

Kelayakan ruang hidup tidak hanya terbatas pada dinding rumah, tetapi juga mencakup kelestarian bentang alam di sekitarn...
06/10/2026

Kelayakan ruang hidup tidak hanya terbatas pada dinding rumah, tetapi juga mencakup kelestarian bentang alam di sekitarnya. Krisis hunian dan dampak perubahan iklim adalah realitas mendesak yang membayangi kehidupan kita hari ini dan di masa depan. Dari pemukiman kota yang semakin padat hingga perdesaan, ancaman ekologis seperti banjir dan kekeringan kian memengaruhi keamanan, kesehatan, serta sumber mata pencaharian masyarakat.

Membawa tema "Adequate Housing for All", Hari Habitat Sedunia 2026 menegaskan pentingnya kebijakan, kemitraan, dan solusi nyata bagi kelompok yang paling rentan terhadap krisis iklim maupun risiko penggusuran. Bagi petani swadaya, hal ini berarti jaminan atas tempat tinggal mereka tak bisa dipisahkan dari jaminan atas lahan tempat mereka mencari penghidupan.

Dengan pendekatan menyeluruh, Solidaridad mendampingi petani swadaya dalam menjaga dan melindungi keberlanjutan ruang hidup mereka melalui:

1. Kepastian Legalitas Lahan
Memfasilitasi pemetaan lahan berbasis GIS serta pendampingan proses mendapatkan STDB untuk menjamin hak pengelolaan petani atas tanah mereka. Langkah ini melindungi pemukiman dan lahan bertani masyarakat dari risiko konflik batas, sekaligus mewujudkan tata ruang perdesaan yang teratur.

2. Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan dan Konservasi Alam
Mempertahankan daya dukung ekosistem, mulai dari identifikasi area Nilai Konservasi Tinggi (HCV), penataan sempadan sungai, hingga pengelolaan limbah ramah lingkungan dan penerapan prinsip tanpa pembakaran (zero burning). Upaya ini menjaga fungsi alami lingkungan agar tetap tangguh menghadapi cuaca ekstrem.

Ruang yang layak huni hanya dapat tercipta dari lahan yang terjamin haknya dan kelestarian alam yang terlindungi. Selamat Hari Habitat Sedunia, Sahabat Solid!

Dorongan kepatuhan keberlanjutan bagi petani sawit swadaya tidak seharusnya menjadi beban. Melalui kerja sama lintas sek...
05/10/2026

Dorongan kepatuhan keberlanjutan bagi petani sawit swadaya tidak seharusnya menjadi beban. Melalui kerja sama lintas sektor yang solid, petani dapat memangkas hambatan pemenuhan legalitas lahan dan sertifikasi, serta menciptakan peluang ekonomi baru. Mulai dari tata kelola tingkat desa yang inklusif hingga skema pembiayaan pemerintah, mari melangkah bersama mengubah tantangan regulasi menjadi kedaulatan ekonomi petani swadaya yang berkelanjutan.

Di balik setiap cangkir kopi yang kita nikmati, terdapat jutaan petani yang menjaga kualitas, keberlanjutan, dan masa de...
01/10/2026

Di balik setiap cangkir kopi yang kita nikmati, terdapat jutaan petani yang menjaga kualitas, keberlanjutan, dan masa depan komoditas kopi dunia. Laporan European Coffee Federation (2026) mencatat bahwa kopi menjadi sumber penghidupan sekitar 12,5 juta rumah tangga tani secara global, dengan 85% di antaranya merupakan petani swadaya.

Di hulu rantai pasok, petani swadaya berhadapan langsung dengan kerentanan akibat perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar. Untuk menjawab tantangan ini, kunci utamanya adalah memperkuat daya tahan petani melalui budidaya kopi berbasis pertanian regeneratif dan agroforestri di kawasan Perhutanan Sosial. Pendekatan ini tidak hanya menjaga kesuburan tanah dan keanekaragaman hayati, tetapi juga memberi sumber pendapatan tambahan bagi petani.

Mewujudkan ekosistem tersebut, Solidaridad mendampingi petani swadaya melalui tiga pilar berkelanjutan:
• Penerapan Pertanian Cerdas Iklim:
Menerapkan teknik pemeliharaan lahan ramah lingkungan serta mengelola tanaman pelindung bernilai ekonomi (seperti durian, petai, dan jengkol) untuk memperkuat daya tahan kebun dari cuaca ekstrem.

• Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas Hulu:
Memperkuat kelembagaan kelompok tani dan menerapkan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices), mulai dari pemanfaatan varietas unggul, pengendalian hama terpadu, hingga metode petik merah demi menjaga kualitas panen.

• Akses Pasar Inklusif:
Membuka akses ke pasar yang lebih transparan dan berorientasi kualitas sehingga petani memiliki peluang memperoleh nilai jual yang adil dan berdaya saing.

Setiap cangkir kopi adalah hasil kerja keras petani, dukungan alam, dan kolaborasi berbagai pihak. Masa depan kopi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud ketika petani sejahtera dan lingkungan tetap terjaga.

Bagaimana cara Sahabat Solid mengapresiasi segelas kopi favoritmu hari ini? Selamat Hari Kopi Internasional!

Menurut FAO, lebih dari 13% hasil panen dunia raib sebelum sampai ke pasar, menyumbang hingga 10% emisi gas rumah kaca g...
29/09/2026

Menurut FAO, lebih dari 13% hasil panen dunia raib sebelum sampai ke pasar, menyumbang hingga 10% emisi gas rumah kaca global. Menghadapi tantangan ini, Hari Kesadaran Kehilangan dan Pemborosan Pangan (Food Loss and Waste/FLW) Internasional 2026 mendorong penanganan FLW demi menciptakan tiga dampak positif: memperkuat ketahanan pangan dan gizi, menekan emisi gas rumah kaca, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari solusi, Solidaridad mendukung pemberdayaan kelompok wanita tani dan UMKM lokal dalam membangun ekosistem pertanian tanpa limbah (zero-waste) melalui:
1. Diversifikasi Pascapanen:
Mengolah komoditas segar (singkong, pisang, jahe) menjadi produk olahan tahan lama guna mencegah pembusukan dan menciptakan sumber pendapatan baru.

2. Infrastruktur Daur Ulang:
Mengoperasikan Rumah Kompos dan Bank Bibit untuk mengolah limbah kebun dan sisa dapur menjadi Pupuk Organik Cair (POC) serta media tanam.

3. Rantai Pasok Pendek & Gizi Keluarga:
Memanfaatkan pekarangan rumah dan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk pemenuhan pangan mandiri sekaligus menekan risiko kerusakan pangan di perjalanan.

Setiap bahan pangan yang terselamatkan merupakan bentuk penghormatan atas kerja keras petani sekaligus investasi untuk bumi yang lebih lestari.

Informasi adalah alat navigasi paling krusial bagi petani dalam mengambil keputusan usaha tani, mulai dari menentukan ma...
28/09/2026

Informasi adalah alat navigasi paling krusial bagi petani dalam mengambil keputusan usaha tani, mulai dari menentukan masa tanam, memitigasi perubahan iklim, hingga bernegosiasi harga. Namun, ketimpangan akses informasi sering kali membatasi potensi penuh petani swadaya di pasar global.

Memperingati Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi 2026, Solidaridad meyakini bahwa keterbukaan informasi adalah fondasi utama bagi kemandirian perdesaan. Ketika pengetahuan dikelola dan dibagikan secara transparan, petani memegang kendali penuh atas arah usaha taninya.

Bersama komunitas tingkat tapak, kami memperkuat ekosistem pengetahuan berbasis lapangan melalui berbagai aksi nyata:

1. Edukasi Sebaya (Peer-to-Peer):
Mendampingi petani fasilitator dan kader gender sebagai pusat informasi desa yang membagikan kembali pengetahuan budidaya, kerja layak, dan kewirausahaan kepada warga sekitar.

2. Transformasi Pengetahuan melalui Sekolah Lapang:
Menjadikan kebun sebagai ruang belajar terbuka untuk memahami teknik budidaya yang berkelanjutan.

3. Pencatatan Data Mandiri:
Mendorong pengisian jurnal usaha tani agar petani mampu mengukur produktivitas dan biaya operasional secara akurat berbasis data riil.

4. Navigasi Standar Keberlanjutan:
Membuka pemahaman terkait pengelolaan lingkungan dan konservasi air sebagai langkah penting meraih sertifikasi keberlanjutan (ISPO & RSPO).

Keterbukaan akses informasi bukan sekadar membagikan data, melainkan memindahkan kekuatan mengambil keputusan langsung ke tangan petani.

Selamat Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi, Sahabat Solid!

Dari hamparan kebun swadaya di berbagai pelosok perdesaan, tangan-tangan tangguh para petani terus bekerja menghidupi ne...
24/09/2026

Dari hamparan kebun swadaya di berbagai pelosok perdesaan, tangan-tangan tangguh para petani terus bekerja menghidupi negeri. Kami menyampaikan rasa bangga dan penghormatan mendalam atas komitmen para petani Indonesia yang tak pernah berhenti belajar dan berinovasi demi masa depan pangan yang berkelanjutan.

Mewujudkan kemandirian petani bukanlah proses instan, melainkan perjuangan yang membutuhkan konsistensi. Menatap perjalanan panjang ke depan, Solidaridad bangga dapat terus berjalan bersama para petani swadaya yang menggerakkan perubahan nyata di lapangan:

● Dari Konvensional ke Terukur: Melalui Sekolah Lapang, petani swadaya kini menerapkan teknik budidaya presisi, dari pemupukan terukur hingga pencatatan kebun berbasis data riil lewat Jurnal Petani.

● Dari Ketergantungan ke Kemandirian: Menerapkan pertanian regeneratif dengan memproduksi pupuk organik mandiri yang memangkas biaya hingga 50%, serta memanfaatkan tumpang sari untuk menopang ekonomi keluarga.

● Dari Pendampingan ke Estafet Kepemimpinan: Kader dan fasilitator muda perdesaan memimpin di garda depan untuk membawa kelompok tani swadaya meraih sertifikasi keberlanjutan global (ISPO & RSPO).

Bersama petani swadaya, rawat bumi, sejahterakan negeri.

Pendampingan tidak berhenti di ruang kelas Sekolah Lapangan (SL). Untuk memastikan materi terwujud menjadi praktik haria...
22/09/2026

Pendampingan tidak berhenti di ruang kelas Sekolah Lapangan (SL). Untuk memastikan materi terwujud menjadi praktik harian yang konsisten, tim lapangan Solidaridad Indonesia rutin melakukan pemantauan langsung ke rumah kompos Kelompok Tani Sumber Usaha Muda di Desa Bukit Indah, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

20% Lebih Rendah: Mengapa Upah Perempuan Tani Masih Tertinggal?Data PBB mencatat bahwa secara global, perempuan masih me...
18/09/2026

20% Lebih Rendah: Mengapa Upah Perempuan Tani Masih Tertinggal?

Data PBB mencatat bahwa secara global, perempuan masih menerima upah 20% lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki untuk pekerjaan dengan nilai yang sama. Memperingati Hari Kesetaraan Upah Internasional, ketimpangan ini menjadi isu mendesak yang wajib dibenahi, terutama di sektor perkebunan dan pertanian perdesaan.

Di lapangan, krisis pengupahan ini nyata terjadi:
● Kerentanan status Buruh Harian Lepas (BHL) tanpa jaminan sosial.
● Peran perempuan yang sering dianggap sekadar "pekerja keluarga tak berbayar".

Padahal, dari perawatan tanaman hingga pemungutan brondolan, kontribusi perempuan adalah pilar utama keberlanjutan produksi sawit.

Langkah Konkret Solidaridad di Tingkat Tapak:
● Mendorong Pengakuan Kelembagaan: Membuka akses penuh bagi perempuan tani dalam keanggotaan koperasi, pengambilan keputusan, dan sertifikasi keberlanjutan.
● Meningkatkan Literasi Keuangan & Pasar: Memfasilitasi pelatihan manajemen keuangan rumah tangga tani serta akses informasi harga pasar yang adil.
● Memperkuat Diversifikasi Pendapatan: Mendampingi pengembangan usaha sampingan berbasis potensi lokal demi ketahanan ekonomi keluarga.

Keberlanjutan sejati industri sawit tidak akan pernah tercapai tanpa kesetaraan upah dan keadilan nyata bagi para perempuan yang merawatnya.

Selamat Hari Kesetaraan Upah Internasional!

Address

Graha Indomonang, Jalan Hj. Tutty Alawiyah No. 55
South Jakarta
12760

Opening Hours

Monday 10:00 - 17:30
Tuesday 10:00 - 17:30
Wednesday 10:00 - 17:30
Thursday 10:00 - 17:30
Friday 10:00 - 17:30

Telephone

+622179189319

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Solidaridad Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Solidaridad Indonesia:

Share