05/06/2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman yang berada jauh di masa depan, melainkan realitas yang kini dihadapi petani di lapangan. Laporan World Meteorological Organization/WMO (2025) mencatat periode 2015 hingga 2025 sebagai tahun-tahun terpanas dalam sejarah, menandakan bahwa alam sedang berada dalam mode darurat. Tanpa adanya langkah drastis untuk memangkas setengah emisi gas rumah kaca tahunan hingga tahun 2030, kekeringan ekstrem dan ketidakpastian cuaca akan semakin mengganggu produktivitas petani dan mengancam kesejahteraan mereka.
Sebagai solusi nyata di tingkat tapak, Solidaridad mendorong petani sawit swadaya menerapkan praktik pertanian cerdas iklim seperti diversifikasi tanaman bernilai ekonomi tinggi/komersial pada lahan yang tersisa di sekitar tanaman kelapa sawit. Praktik ini tidak hanya membantu menekan emisi karbon dan merestorasi kesehatan tanah, tetapi juga memberi petani perlindungan berlapis, mulai dari memitigasi risiko gagal panen hingga meningkatkan ketanahan ekonomi. Mari bersama pulihkan bumi, ciptakan masa depan yang lebih lestari!