GP MEDIA Gereja Pojok

GP MEDIA Gereja Pojok Akun Official KOMSOS GP MEDIA Gereja Pojok

27/10/2025

MENGANDALKAN ALLAH

Selasa 28 Okt 2025

Pesta St. Simon dan Yudas, Rasul

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah (Luk 6:12)

Ef 2:19-22 Mzm 19:2-5 Luk 6:12-19
---o---

Sebelum memilih dua belas rasul, Yesus naik ke gunung dan berdoa semalaman. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Yesus berdoa dengan sungguh-sungguh sebelum membuat keputusan penting. Walaupun Ia adalah Putera Allah, Ia tetap mencari kehendak Bapa terlebih dahulu. Tindakan Yesus menjadi contoh yang sangat baik untuk kita. Mungkin dalam keseharian kita, `dalam mengambil keputusan, tentang pekerjaan, relasi, atau pelayanan,` kita sering kali lupa untuk berdoa lebih dulu. Kita lupa bahwa doa adalah cara kita berbicara dengan Tuhan, agar kita mengetahui kehendak dan kebenaran-Nya.

Yesus mengajarkan bahwa keputusan yang baik dimulai dari hubungan yang dekat dengan Allah. Kita diajak untuk menyediakan waktu khusus untuk berdoa, menjauh sebentar dari kesibukan, dan menyerahkan semua rencana kita kepada Tuhan. Dengan begitu, kita dapat melangkah dengan tenang, karena tahu bahwa kita berjalan bersama-Nya.

(Sr. M. Ivanna, P.Karm)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

31/10/2024

HIDUP DALAM ROH

Kamis 31 Okt 2024

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjagajagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya (Ef 6:18)

Ef 6:10-20 Mzm 144:1-2.9-10 Luk 13:31-35
---o---

Doa merupakan suatu perjumpaan pribadi antara manusia dengan Allah. Dengan berdoa, kita dapat lebih siap menanggapi panggilan Roh dan Roh Kudus akan semakin menguasai hidup kita. Dengan demikian, hidup kita menjadi semakin tergantung pada bimbingan-Nya, yang mendorong dan memimpin kita, serta menjadikan dia semakin rendah hati.

Hidup dalam Roh Kudus juga dapat membebaskan kita dari segala perbuatan daging seperti hawa nafsu, perseteruan, perselisihan, dsb. (bdk. Gal 5:19-20). `Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.` (Gal 5:6)

Hiduplah dalam Roh, bertekunlah dalam doa, terbukalah pada kehendak Tuhan, dan peka terhadap kebutuhan orang lain, maka hidup kita akan menjadi berkat bagi sesama dan semakin bertumbuh dalam buahbuah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan (bdk. Gal 5:22-23).

(Sr. M. Emma, P.Karm)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

29/10/2024

SALING MENGASIHI

Selasa 29 Okt 2024

Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya (Ef 5:33)

Ef 5:21-33 Mzm 128:1-5 Luk 13:18-21
---o---

Sekarang ini banyak sekali keluarga yang menghadapi persoalan dan akhirnya memilih untuk bercerai sebagai jalan keluar dari persoalan yang mereka hadapi. Tanpa disadari ini adalah cara iblis untuk menghancurkan Gereja. Keluarga yang terpecahpecah dan hancur akan berdampak besar pada Gereja, sebab keluarga adalah gereja inti. Perlu diingat, perceraian adalah hal yang dibenci Tuhan.

Banyak masalah yang terjadi dalam keluarga menimbulkan pertengkaran dan keretakan di antara anggota keluarga, khususnya suami-istri. Faktor yang seringkali menjadi pemicu terjadinya perceraian dalam sebuah keluarga di antaranya: ketidakharmonisan, adanya pihak ketiga dikarenakan suami/istri yang selingkuh, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), ataupun faktor ekonomi.

Melalui surat Paulus kepada Jemaat di Efesus, kembali Tuhan mengingatkan kita untuk saling mengasihi, menghormati, dan menjaga dalam kehidupan sebagai suami-istri, di dalam keluarga. Kunci untuk keluarga yang utuh adalah kasih dan pengampunan. Jika dalam keluarga ada kasih dan pengampunan, maka Yesus pasti hadir, sehingga terciptalah prarasa surgawi sejak hidup di dunia ini.

(Sr. M. Redempta, P.Karm)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

27/10/2024

YESUS JAWABAN DALAM HIDUPKU

Minggu 27 Okt 2024

Hari Minggu Biasa ###

Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka (Yer 31:9)

Yer 31:7-9 Mzm 126:1-6 Ibr 5:1-6 Mrk 10:46-52
---o---

Hari ini ketika Yesus berjalan bersama para murid-Nya di Yerikho, seorang pengemis bernama Bartimeus, anak Timeus, berseru kepada-Nya: `Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!` Lalu Yesus bertanya kepadanya: `Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?` Jawabnya: `Rabuni, supaya aku dapat melihat!` Lalu kata Yesus kepadanya: `Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!` Dan pada saat itu juga Bartimeus dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Pengalaman `buta` yang dialami oleh Bartimeus, juga dialami oleh bangsa Israel ketika pembuangan di Babilonia. Mereka tidak mampu melihat penyertaan dan penyelenggaraan Tuhan dalam kehidupan mereka, karena kesedihan, kehilangan anggota keluarga, penderitaan, ketidakberdayaan, masalah silih berganti dan ketakutan akan masa depan. Tetapi Tuhan berkata, `Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka.` Bartimeus berseru kepada Tuhan Yesus dan ia dapat melihat, bahkan mengikuti Yesus untuk mewartakan cinta-Nya.

Yesus, tolonglah kami mampu menghadapi setiap masalah hidup ini dengan tenang, sambil mengandal kan kasih-Mu kepada kami.

(Sr. M. Sesilia L, P.Karm)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

25/10/2024

YANG BENAR

Jumat 25 Okt 2024

Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (Luk 12:57)

Ef 4:1-6 Mzm 24:1-6 Luk 12:54-59
---o---

Apakah Anda termasuk orang yang cepat menilai orang lain. Mungkin juga kita begitu cepat mengomentari segala macam hal yang terjadi di sekitar kita atau hal-hal yang kita baca dari media sosial, padahal kita belum memahami seluk-beluk perkaranya. Bila kita begitu pandai menilai `rupa bumi dan langit`, mengapakah kita tidak dapat memutuskan sendiri mana yang benar?

Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus menekankan agar kita hidup sesuai dengan panggilan kita sebagai pengikut Kristus, yaitu dengan hidup selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar serta mengasihi dengan saling membantu (bdk. Ef 4:2-3).

Marilah kita merefleksikan: terhadap orang yang menyakiti, mengecewakan, dan membenci kita manakah yang benar, mengasihinya atau balas membenci? Mengampuni atau menyimpan dendam? Marah atau bersabar? Sudahkah kita menentukan dan melakukan yang benar?

(Sr. M. Nikola, P.Karm)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

24/10/2024

TINDAKAN KASIH

Kamis 24 Okt 2024

`Oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih` (Ef 3:17)

Ef 3:14-21 Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19 Luk 12:49-53
---o---

Sebagai orang Kristen, kita diharapkan dapat menjadi kristus-kristus yang lain. Kehadiran kita semestinya menjadi tanda kehadiran Kristus yang penuh kasih. Dalam iman, kita membiarkan Kristus masuk dan tinggal di dalam hati kita. Dengan iman, kita percaya kepada Tuhan, mengakui kuasa-Nya, dan berserah diri secara pribadi kepada-Nya. Akan tetapi, iman menjadi efektif jika dijiwai cinta kasih. Ukuran iman seseorang kepada Allah Yang Mahakasih ditampakkan pertama-tama tidak dengan kata-kata pengakuan iman yang meriah, tetapi pada perbuatan kasihnya.

Ada banyak ungkapan kasih yang dapat kita lakukan, tetapi alangkah baiknya kalau kita memulainya dari hal yang kecil, seperti memberikan senyum yang tulus kepada orang lain, menolong orang lain yang memerlukan bantuan, mengambilkan air minum untuk orang tua, mempersilahkan orang lain duduk (misalnya, ketika sedang berada di ruang tunggu), berani mengatakan maaf dan terima kasih, dan sebagainya.

Sebagai orang Kristen, marilah kita bertanya dalam diri kita: `Saya diingat orang sebagai apa? Sebagai orang yang menjengkelkan atau orang yang selalu menaburkan kasih?`

(Sr. M. Stevane, P.Karm)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

23/10/2024

TANGGUNG JAWAB

Rabu 23 Okt 2024

`Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi ... tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan` (Luk 12:47)

Ef 3:2-12 MT Yes 12:2-6 Luk 12:39-48
---o---

Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Santo Paulus menjelaskan bahwa kita semua adalah ahli waris, anggota tubuh, dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus (lih. Ef 3:6). Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab atas panggilan kita masing masing. Kita dipanggil untuk selalu siap sedia, bijaksana, dan menuruti kehendak Tuhan. Dengan demikian, kita akan hidup dalam rahmat, kekudusan, dan dalam persatuan dengan Allah.

Jika kita mengenal kehendak Tuhan, tetapi tidak mau menyiapkan diri serta melakukan kehendak-Nya, maka kita akan dipukul seperti hamba dalam Injil hari ini, yang tahu akan kehendak tuannya, namun tidak melaksanakannya. Pada akhirnya, kita akan kehilangan semuanya, bahkan apa yang sudah kita miliki juga akan diambil. Janganlah kita menganggap remeh akan hal ini dan mengabaikannya, tetapi hendaklah kita tetap berkomitmen untuk setia melaksanakan kehendak Tuhan dalam setiap tarikan nafas hidup kita di dunia ini.

(Fr. Cyrilus Yulianus, CSE)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

21/10/2024

SEMUANYA KASIH KARUNIA

Senin 21 Okt 2024

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah ; (Ef 2:8)

Ef 2:1-10 Mzm 100:2-5 Luk 12:13-21
---o---

Hidup seorang Kristen adalah hidup berdasarkan kasih karunia Allah. Yesus, dalam Injil menegaskan bahwa menjadi pengikut-Nya adalah sebuah panggilan dan pilihan yang diinisiasi dari pihak Allah: `Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu` (Yoh 15:16). Karena rahmat dan kasih Allah kita dapat menjadi pengikut Kristus, bahkan kita diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik; dan bukan itu saja, kita dipersiapkan untuk selalu hidup di dalam-Nya dan pada akhirnya bisa berbahagia bersama Dia di Surga.

Oleh karena itu, sebagai orang Kristen kita diminta untuk menyandarkan dan menyerahkan diri sepenuhnya pada rahmat dan kasih karunia Allah. Seperti yang Yesus ajarkan melalui kisah orang kaya yang bodoh, manusia tidak dapat menyandarkan hidupnya pada kekayaan duniawi, karena Allah-lah Sang pemilik kehidupan, `Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita,...Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selamalamanya` (Mzm 100:3a.5a).

(Sr. M. Valentina, P.Karm)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

18/10/2024

DAMAI BAGI KITA

Jumat 18 Okt 2024

Pesta St. Lukas, Pengarang Injil

`Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini` (Luk 10:5)

2Tim 4:10-17 Mzm 145:10-13.17-18 Luk 10:1-9
---o---

Damai. Apakah yang ada di dalam benak Anda ketika mendengar kata `damai` ini? Mungkin ada yang berpikir bahwa damai adalah suatu situasi di mana tidak ada pertikaian, perpecahan, atau dengan kata lain, situasi yang aman dan nyaman. Apakah kita semua setuju dengan hal ini?

Tentu saja `damai` yang dimaksudkan dalam Injil pada hari ini bukan hanya damai secara lahiriah, namun juga damai secara batiniah. Bagaimana maksudnya? Damai batiniah adalah suatu situasi yang aman dan nyaman di dalam hati kita masing-masing, meskipun mungkin dunia di sekitarnya sedang tidak aman atau nyaman. Inilah yang lebih penting untuk kita miliki di dalam kehidupan kita. Alangkah indahnya apabila seluruh hidup kita dipenuhi dengan damai Tuhan.

Ketika hidup kita telah dipenuhi oleh damai Tuhan, maka kita pun diminta untuk membagikan damai itu kepada siapa saja yang kita jumpai. Sebagaimana Santo Lukas yang telah menerima perutusan dari Tuhan Yesus untuk membagikan damai itu, maka hendaklah kita juga mengikuti teladan Santo Lukas yang telah membagikan damai yang telah dialaminya bersama dengan Tuhan Yesus kepada siapa saja yang ia jumpai.

(Fr. Kevin, CSE)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

17/10/2024

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

Kamis 17 Okt 2024

Pw St. Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (Ef 1:4)

Ef 1:1-10 Mzm 98:1-6 Luk 11:47-54
---o---

Santo Ignasius yang kita peringati hari ini menjadi teladan bagi kita dalam melaksanakan Firman Tuhan, yaitu hidup kudus dan tak bercacat di hadapan Tuhan. Kita pun diundang untuk mengikuti jalan yang sama.

Santo Ignasius berkata, `Jangan ada apa pun bersamamu selain Yesus saja.` Ungkapan ini menunjukkan pengabdian yang mendalam dan fokus tunggal yang harus dimiliki seseorang terhadap Yesus. Santo Ignasius menyoroti pentingnya mengenal Yesus sebagai pusat kehidupan kita dan mendesak kita untuk melepaskan diri dari gangguan serta keterikatan duniawi dengan menekankan kesadaran akan kehadiran Yesus yang istimewa dalam hati dan pikiran kita. Melalui penye-rahan diri dan komitmen yang radikal ini, dia mengingat-kan kita akan kekuatan persatuan dengan Tuhan yang muncul ketika kita membenamkan diri dalam hubungan yang mendalam dengan Yesus.

Mari kita memohon doa St. Ignasius agar kita pun mampu hidup seturut Firman Tuhan, yaitu hidup kudus dan tak bercela di hadapan Tuhan, karena tujuan akhir hidup kita ialah bersatu dengan Tuhan Yang Maha

(Sr. M. Enrika, P.Karm)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

15/10/2024

DIPIMPIN OLEH ROH

Rabu 16 Okt 2024

`Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh` (Gal 5:25)

Gal 5:18-25 Mzm 1:1-4.6 Luk 11:42-46
---o---

Salah satu dosen saya biasa memulai pelajaran dengan mendoakan satu doa tradisional yang disebut Actiones Nostras. Dalam doa ini seseorang mohon supaya Allah memberikan inspirasi dan bantuan dalam segala tindakannya, supaya setiap doa dan kerja yang dilakukan dimulai oleh Allah dan diselesaikan p**a oleh-Nya. Saya kira doa ini mencerminkan semangat untuk hidup dipimpin oleh Roh. Doa ini menunjukkan suatu niat untuk bertindak sesuai kehendak Allah. Selain itu, doa ini juga menunjukkan bahwa segala niat dan karya baik tidak dapat dilaksanakan dengan kekuatan sendiri, melainkan bergantung sepenuhnya kepada bantuan Tuhan. Kita tidak dapat hidup dipimpin oleh Roh, apalagi menghasilkan buah Roh, kalau tidak mengandalkan bantuan Roh melalui Rahmat-Nya. Perjuangan kita sehari-hari untuk menundukkan diri kepada pimpinan Roh Kudus memang tidak mudah. Semoga kita tetap bertekun menyelaraskan diri kepada pimpinanNya serta tak henti mengharapkan bantuan RahmatNya.

Kami mohon, kepada-Mu Tuhan, semoga setiap tin- dakan kami, Kau dahului dengan ilham-Mu dan Kau bantu pelaksanaan-Nya, agar setiap doa dan peker jaan kami, dimulai oleh-Mu dan Kau selesaikan p**a.

(Rm. Mansur Mariam, CSE)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

15/10/2024

BERSIHKANLAH ISINYA DAN SEMUA BERSIH BAGIMU

Tuesday 15 Okt 2024

Pesta St. Teresia dari Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja

`Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi dalammu penuh rampasan dan kejahatan` (Luk 11:39)

Gal 4:31-5:6 Mzm 119:41.43-45.47-48 Luk 11:37-41
---o---

Dalam Injil hari ini, Yesus mengecam orangorang Farisi yang memperhatikan dengan ketat penampilan luar, supaya selalu tampak bersih. Yesus mengatakan hal itu, saat mereka menghakimi Yesus yang tidak membersihkan diri sebelum makan. Yesus meminta mereka untuk membersihkan bagian dalamnya, yaitu yang ada dalam hati: `Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu` (ay. 41). Kecaman dan permintaan Yesus ini ditujukan juga kepada kita yang mendengarkan Sabda-Nya hari ini.

Kebersihan luar (fisik) memang penting, namun ada yang lebih penting lagi dan menentukan kebersihan seluruh diri kita, yakni tubuh, jiwa, dan roh. Inilah yang diminta oleh Yesus dari kita semua. Marilah kita melihat ke dalam diri kita masing-masing dan memeriksa, apakah hati kita sudah bersih dari segala rampasan dan kejahatan, seperti yang diminta Tuhan Yesus?

(Fr. Theresius, CSE)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

Address

Pojok 5, Sendangagung, Minggir, Yogyakarta
Sleman
55562

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GP MEDIA Gereja Pojok posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share