08/06/2026
Shalom.. Boker tov, Selamat pagi..
Pembacaan perenungan Firman TUHAN hari ini, Kamis 4 Juni 2026 dari..
2 Tawarikh 29:1-19..
Nats dari 2 Tawarikh 29:5..
Katanya kepada mereka: “Dengarlah, hai orang-orang Lewi! Sekarang kuduskanlah dirimu dan kuduskanlah rumah TUHAN, ALLAH nenek moyangmu! Keluarkanlah kecemaran dari tempat kudus!”
Saudara.. melalui bacaan Firman TUHAN pada hari ini, kita bisa lihat bahwa secercah harapan terbit bagi kerajaan Yehuda, ketika Hizkia menjadi raja “yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud”. Ada alasan hingga penulis kitab Tawarikh menyamakan sosok Hizkia dengan Daud, dan memberi banyak tempat kepadanya. Seperti terlihat pada kisah-kisah sebelumnya, penulis kitab Tawarikh menempatkan Daud sebagai raja ideal, karena Daud memberi dasar bagi ibadah Bait ALLAH. Hizkia juga melakukan banyak hal penting bagi Bait ALLAH. Bahkan, tindakan untuk menguduskan Bait ALLAH dilakukannya segera, pada bulan pertama dari tahun pertama masa pemerintahannya.
Saudara.. tindakan pertama Hizkia adalah mengumpulkan para imam dan orang-orang Lewi. Raja Hizkia sadar bahwa para pendahulunya telah sangat berdosa, terutama dalam hal ‘menelantarkan’ Bait ALLAH, yang menyebabkan penghukuman ALLAH BAPA, bahkan yang melalui kematian dan pembuangan yang dialami umat Yehuda. Sebagai raja, Hizkia menyatakan ingin mengikat perjanjian dengan ALLAH BAPA. Maksudnya, Hizkia berketetapan untuk memenuhi semua kewajiban seorang raja kepada ALLAH BAPA dan Bait-NYA. Agar ibadah bisa berjalan kembali, maka Bait ALLAH harus dikuduskan dan ditahirkan kembali. Tetapi, untuk itu, para imam dan orang-orang Lewi yang akan melaksanakannya harus juga menguduskan diri mereka, karena mereka dipilih ALLAH BAPA sendiri untuk melayani di Bait ALLAH. Hal terpenting, yang dicatat di sini, adalah bahwa semua tindakan pengudusan ini dilakukan “menurut perintah raja, sesuai dengan Firman TUHAN” (ayat 15). Hizkia mengerti dengan jelas, bahwa masalah yang berkaitan dengan kekudusan Bait ALLAH, hanya bisa dilakukan dengan menaati Firman ALLAH.
Saudara.. menjadi Kristen atau pengikut KRISTUS TUHAN, itu tidak berarti hanya menerima keselamatan, tapi juga menerima panggilan untuk melayani DIA melalui berbagai bentuk dan dalam berbagai situasi. IA menuntut KEKUDUSAN dari mereka yang melayani-NYA. Kekudusan sejati hanya terjadi jika FIRMAN TUHAN dijunjung sebagai otoritas tertinggi! Kekudusan sejati juga hanya timbul dari KERENDAHAN HATI dan KETEKUNAN untuk menaati pimpinan ROH-NYA!
Selamat beraktivitas.. TUHAN YESUS memberkati kita semua dan keluarga kita masing-masing, berlimpah-limpah..
Sentul City-Bogor, Ev. Ferdy Palar + Elisabeth Palar + all Members