04/04/2021
akan mulai untuk menguliti teori dan asumsi dari GE
Yang pertama adalah susunan alam semesta dan susunan bintang-bintang di langit adalah mempunyai jarak yang berbeda beda dan untuk perhitungan jarak, menggunakan parallax trigonometri
Pada gambar skema parallax trigonometri diatas, saya hanya ingin menitik beratkan pada bagaimana cara untuk mencari jarak matahari ke bumi 1 AU. Jika dilihat gambar diatas memenuhi aturan trigonometri sederhana, yang menurut saya, anak sma kelas x bisa menghitungnya dengan aturan sin cos tan.
gambar diatas seperti menunjukkan kepada kita bahwa matematikanya tidak salah, hitung2anyua kelihatan tidak salah dan memenuhi aturan trigonometri, dan ini perhitungan data matematikanya dinyatakan VALID dan asumsi perhitungan mengukur jarak bintang menurut GE bisa diterima. Namun pertanyaan lanjutannya adalah
asumsi cara untuk mencari jarak 1 AU = 150 juta kilometer?
Perhitungannya adalah menggunakan asumsi perhitungan dari Aristarchus of samos.
Samos memperkirakan jarak bumi ke matahari lagi lagi dengan menggunakan aturan trigonometri. Dengan asumsi bahwa bulan bisa bersinar adalah dengan memantulkan cahaya dari matahari, maka dengan asumsi bulan separuh, maka akan seperti posisi segitiga siku-siku yang dengan aturan sin cos tan trigonometri secara sederhana, maka jarak matahari ke bumi akan bisa mudah dicari
jarak ES adalah jarak bumi ke matahari dengan menhitung pakai trigonometri sederhana, maka dengan memakai sudut bulan yang membentuk 90 derajat(segitiga siku2) dan menggunakan jarak bumi ke bulan maka bumi ke matahari bisa dicarai dengan trigonometri
? Bagaimana cara menghitung jarak bumi ke bulan?
Perhitungan di atas adalah hasil perhitungan dari Hiparchus, dengan memperhatikan bayangan bulan saat terjadi gerhana bulan.
Karena bulan berputar mengelilingi bumi, bulan akan bergerak dari titik A ke titik B, pengamat di bumi akan melihat bulan di titik A separuh penuh kemudian lama-kelamaan bulan akan menuju bayangan umbra dan akan mulai menghilang, setelah beberapa jam bulan akan muncul kembali.
Di titik B pengamat di bumi juga akan melihat bulan nampak Separuh penuh, karena bulan mengitari bumi satu putaran atau 360 derajat atau 2π radian selama satu bulan, maka sudut AOB dapat diketahui dengan menghitung lama waktu bulan dari A ke B .
Hipparchus juga menghitung bahwa sudut AOB sama dengan 2,5α , dimana α adalah sudut antara PCR
yang menurut pengukurannya sebesar 0,553 = 0,00965 rad. Maka jarak bulan bumi dapat dicari dengan
memperhatikan gambar di atas.
Ternyata dengan asumsi menggunakan jari2 bumi, maka jarak bumi ke bulan dapat diketahui
Lagi-lagi, dan lagi, matematikannya kelihatannya sangat VALID, memang perhitungan matematika selalu benar, perhitungan trigonometri sangat mudah dilakukan dan bahkan anak kelas X sma, atau bahklan anak olimpiade fisika tingkat SD pun bisa menghitung jarak bumi ke bulan dengan menggunakan data jari jari bumi
pertanyaannya, bagaimana cara menghitung jari jari bumi?
Adalah Eratosthenes yang menggunakan asumsi sinar matahari pararel dan asumsi bumi sebuah lengkungan bulatan bola dan menemukan bahwa sudut yang dibentuk bisa untuk menghitung jari jari lingkaran bumi.
Dengan mengetahui sudut itu, maka anak sd tingkat olimpiade bisa dengan mudah untuk menghitung jari jari bumi dengan fakta matematika 360 derjat = keliling lingkaran. Dengan perhitungan perbandingan sudut maka keliling bumi bisa dicari dan kenyataan bahwa 2(phi)R = keliling bumi, maka jari jari R bumi bisa dicari,
sekali lagi, matematikanya VALID, dan memenuhi kaidah matematika, namun
, jika kalian diluar rumah, apakah kalian yakin, bahwa sinar matahari sampai bumi itu pararel? dan apakah anda bias memverifikasi bahwa bumi bentuknya bulat sehingga punya lengkungan?
Artinya jika kenyataan tidak sesuai dengan asumsi dari Erastosthenes, maka kerangka tata surya veri GE akan runtuh seketika, hanya tulisan angka2 matematika yang tak berkaitan dengan realita