Omah Gedeh

Omah Gedeh Diinisiasi untuk UMKM Jateng Lebih Baik.

28/06/2026

Kadang badan gak bilang capek, tapi kelakuan kita kelihatan.

Tiga tanda aku lagi butuh berhenti sebentar.

Satu, minum kopi tapi gak kerasa.

Dua, buka HP tapi gak baca apa-apa.

Tiga, jawab orang baik-baik, tapi dalam hati kosong.



Capek itu gak selalu harus dilawan. Kadang cukup diakui, lalu pelan-pelan dirawat.

Next, berhenti sebentar bukan kalah. Itu cara tubuh minta dijaga.

27/06/2026

Rutinitas pagi kami sebelum buka kedai itu sederhana.

Sebelum masuk dapur, sebelum cek alat, sebelum mulai ribut sama pesanan, kami selalu berhenti sebentar di depan cermin.

Pakai sunscreen dulu.

Karena menjaga kulit bukan bonus, tapi prioritas. Siapa lagi yang jagain kalau bukan diri sendiri?

Next, sebelum mulai kerja, jangan lupa mulai dari rawat diri.

26/06/2026

Gaji itu numpang lewat doang ya.

Beli stok susu, bayar listrik, sisihin buat skincare, , sisihin lagi buat beans.

Kadang aku mikir, aku ini barista apa akuntan?

Tapi ya gitu, namanya juga usaha kecil. Semua harus dihitung sendiri.

Next, boleh capek ngitung modal, tapi jangan lupa ngitung waktu buat rawat diri.

25/06/2026

Duduk sendiri itu gak selalu sepi.

Ada tiga hal yang aku pelajari dari sering duduk sendiri.

Satu, gak semua obrolan harus dibalas.

Dua, gak semua rencana harus dikejar hari itu juga.

Tiga, kadang diam itu cara paling sopan buat pulih.



Next, rawat diri pelan-pelan juga tetap termasuk progress.

24/06/2026

Sebelum keluar, aku gak cuma cek dompet. Ada tiga hal yang gak aku tawar.

Satu, sunscreen. Mau cuma ke warung, tetap pakai.

Dua, lip balm. Basic hydration yang sering dilupain.

Tiga, bawa pouch kecil bareng biar gak panik kalau kulit mulai rebel di tengah jalan.

Next, keluar rumah boleh buru-buru, tapi skin prep jangan asal lewat.

23/06/2026

Customer pertama hari ini bilang, “Mbak, yang penting manis.”

Padahal aku baru beli beans dari Flores, notes-nya floral, citrus, kompleks banget. Tapi yang laku tetap kopi susu aren.

Ya udah, aku bikin dua. Satu buat mereka, satu buat aku.



Idealisme itu penting, tapi lidah pelanggan juga realitas.

Next, kulit tetap dirawat meski hidup harus kompromi sama pasar.

22/06/2026

Jam sepuluh malam, kedai udah tutup, muka udah lengket, dan ini bagian yang gak pernah aku skip.

Double cleansing, serum, , moisturizer.

Lima tahun rawat kulit bukan buat sempurna, tapi buat tetap waras. Hidup boleh berantakan, kulit jangan ikut ribut.

Next, tetap rawat kulit meski hari lagi penuh drama.

21/06/2026

Orang sering tanya, kok kulitmu kelihatan fresh terus padahal tiap hari di dapur kopi?

Jawabannya simple sih: aku gak pernah skip perawatan. Sunscreen sebelum buka kedai, , cleansing double setelah closing.

Beans aja aku pilih yang bagus, masa muka sendiri gak?

Next, tetap jangan skip rawat kulit ya.

20/06/2026

Kedai kecil itu bukan cuma soal kopi yang enak.

Biar tetap waras jalaninnya, ada tiga hal yang kelihatannya basic, tapi efeknya gede.

Satu, stok aman. Susu, gula, es batu. Sepele? Nggak juga. Kalau habis di jam rame, langsung panik.

Dua, grinder nggak rewel. Karena sekali grinder ngambek, ritme satu kedai bisa ikut berantakan.

Tiga, customer merasa didengar. Bukan cuma dilayani, tapi benar-benar didengar.

Kadang yang bikin orang balik lagi bukan cuma rasa kopinya, tapi rasa diperhatiin.

19/06/2026

Muka tuh kadang lebih jujur daripada omongan. Makanya walau badan udah capek banget, tiga hal ini tetap aku usahain nggak skip.

Pertama, double cleansing. Iya, bahkan pas rasanya pengen langsung rebahan.
Kedua, moisturizer. Kulit capek juga butuh “makan”, jangan sampai dibiarin kering semalaman.
Ketiga, tidur cukup. Kalau belum bisa ideal, at least kulit jangan ikut-ikutan tersiksa.



Karena merawat kulit itu bukan harus ribet, tapi harus konsisten.

Address

Semarang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Omah Gedeh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share