WALHI Kalimantan Timur

WALHI Kalimantan Timur Jaringan pembela lingkungan hidup yang independen untuk mewujudkan tatanan masyarakat dan tatanan lingkungan hidup yang adil serta demokratis, Lestari.

Kaltim tidak sedang baik-baik saja! 🔥Di balik megahnya narasi pembangunan, ada ruang hidup yang dirampas, alam yang dike...
04/06/2026

Kaltim tidak sedang baik-baik saja! 🔥
Di balik megahnya narasi pembangunan, ada ruang hidup yang dirampas, alam yang dikeruk habis, dan krisis ekologis yang kian mencekik. Oligarki meraup keuntungan, sementara yang disisakan untuk rakyat hanya kehancuran!
Saatnya rakyat berhenti jadi penonton. Mari berkumpul, bedah taktik, dan bongkar sampai ke akarnya!
📌 REFLEKSI HARI LINGKUNGAN HIDUP: Membongkar Akar Krisis Ekologis “Dari Politik Pembangunan, Ekstrativisme, hingga Perampasan Ruang Hidup di Kalimantan Timur”

Mengeruk Keuntunga, Menyisakan Kehancuran.Geser slide sampai habis untuk melihat bagaimana ruang hidup kita hari ini dik...
29/05/2026

Mengeruk Keuntunga, Menyisakan Kehancuran.
Geser slide sampai habis untuk melihat bagaimana ruang hidup kita hari ini dikomodifikasi secara sistemik. Kita tidak butuh toxic positivity, kita butuh pemulihan ekologis dan transisi energi yang adil.
Di Hari Anti Tambang (HATAM) 2026 ini, kami membedah anatomi ekstraktif batubara di Kaltim. Mengapa mitos kesejahteraan semu lewat angka PDRB justru berbanding terbalik dengan stagnansi kemiskinan di pedalaman akibat gurita capital flight ke luar negeri?
Lebih dari defisit ekologis dan hancurnya keanekaragaman hayati, ada harga NYAWA MANUSIA yang teramat mahal. 52 NYAWA YANG MAYORITAS ANAK-ANAK, terperangkap di lubang-lubang tambang terlantar yang dibiarkan menganga. Korporasi melenggang dengan impunitas hukum mutlak, sementara aparat sibuk membangun arsitektur sekuritisasi untuk mengamankan wilayah konsesi.
KALIMANTAN TIMUR adalah ruang hidup, bukan tanah jarahan. Keadilan untuk 52 korban harus ditegakkan! ✊💥
❤️💞❤️

26/05/2026
🚨 KALIMANTAN TIMUR DI AMBANG KRISIS: Saat Deforestasi Bertemu El Niño 🚨Pernah terpikir mengapa wilayah yang seharusnya k...
23/05/2026

🚨 KALIMANTAN TIMUR DI AMBANG KRISIS: Saat Deforestasi Bertemu El Niño 🚨

Pernah terpikir mengapa wilayah yang seharusnya kering akibat El Niño justru dihantam banjir bandang setinggi 5 meter? Jawabannya bukan sekadar “faktor alam”, melainkan sinergi destruktif antara anomali iklim dan degradasi lahan yang masif. 📉🔥

Kalimantan Timur kini berada di persimpangan kritis. Sebagai pemilik tutupan hutan hujan tropis terbesar, stabilitas ekologinya terus tergerus oleh dominasi ekonomi ekstraktif. Data terbaru 2024 menempatkan Kaltim sebagai provinsi dengan tingkat deforestasi tertinggi di Indonesia. 🌲🚫

Apa yang sebenarnya terjadi?
1️⃣ Siklus El Niño yang Mematikan: Suhu ekstrem mengeringkan biomassa hutan, mengubahnya menjadi “gudang bahan bakar” yang siap meledak menjadi Karhutla.
2️⃣ Tanah yang Kehilangan Daya Serap: Konversi hutan menjadi perkebunan monokultur dan tambang memadatkan tanah. Akibatnya? Air hujan tak lagi meresap, tapi langsung menjadi banjir bandang (Banjir Kap).
3️⃣ Paradoks Mahakam: Sedimentasi dari tambang ilegal memperdangkal sungai, sementara efek backwater dari laut menahan aliran air. Hasilnya, banjir bertahan berhari-hari meski hujan telah reda.
Krisis ini bukan lagi ancaman masa depan, tapi realitas hari ini. Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan daya dukung bumi yang menjadi sandaran hidup kita semua. 🌏💔

Geser sampai slide terakhir untuk melihat data lengkapnya!

💬 Mari Berdiskusi:
Menurutmu, mampukah hutan Kaltim bertahan jika El Niño terus berulang di tengah deforestasi yang masif? Apa langkah paling mendesak yang harus kita lakukan?

Tulis pendapatmu di kolom komentar! 👇

Mahakam sedang tidak baik-baik saja.Hutan dibabat, ruang hidup semakin menyempit. Banjir datang berulang, rakyat dipaksa...
23/05/2026

Mahakam sedang tidak baik-baik saja.
Hutan dibabat, ruang hidup semakin menyempit. Banjir datang berulang, rakyat dipaksa menanggung dampaknya.

Ketika korporasi terus diberi ruang, alam kehilangan daya tampungnya. Menyelamatkan Mahakam berarti melindungi hutan adat, wilayah kelola rakyat, dan masa depan lingkungan Kalimantan Timur. 🌿✊

20/05/2026

Refleksi Hari Bumi 2026 melalui pemutaran dan diskusi film Menolak Punah diselenggarakan pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 19.00 WITA di Kedai Suguhan, Kompleks Citra Niaga, Samarinda.

Kegiatan ini diinisiasi oleh WALHI Kalimantan Timur sebagai ruang belajar bersama untuk membahas keterkaitan krisis ekologis dengan pola produksi dan konsumsi sehari-hari.

Diskusi menghadirkan Mareta Sari (Tim Kerja Perempuan dan Tambang), Nella Putri Giriani (Akar Kuning), Hana Pertiwi (Puan Lestari), dan Niken D. Sitoningrum (Jurnalis Mongabay). Pembahasan menyoroti fast fashion sebagai bagian dari sistem produksi yang mendorong eksploitasi sumber daya, akumulasi limbah, serta beban sosial-ekologis di balik konsumsi murah.

Melalui pemutaran film dan diskusi terbuka, peserta diajak meninjau ulang kebiasaan konsumsi personal dalam kaitannya dengan krisis lingkungan yang lebih luas. Upaya menjaga bumi tidak berhenti pada perubahan perilaku individu, tetapi juga membutuhkan perubahan sistem produksi dan konsumsi yang lebih adil serta berkelanjutan.

FastFashion KeadilanEkologis Samarinda KalimantanTimur

[ 😎 COMING SOON GSM 😎 ] Di Kaltim, sehari gak dengar isu lingkungan tuh kayak aneh sih, emang udah se-mengkhawatirkan it...
20/05/2026

[ 😎 COMING SOON GSM 😎 ]
Di Kaltim, sehari gak dengar isu lingkungan tuh kayak aneh sih, emang udah se-mengkhawatirkan itu kondisi ruang hidup kita. Masa iya kita mau silent reader aja pas masa depan sendiri lagi dipertaruhkan?
Jangan d**g, dijaga d**g masa depannya Kaltim.
It’s time to upgrade your character development!🌟
Green Student Movement (GSM) balik lagi di tahun 2026 ini buat jadi tempat kita kumpul dan belajar bareng cara menjadi environmentalist muda yang emot api 🔥
Gak bakal ngebosenin kok cuy karena konsepnya etsss... kan ini baru poster coming soon.
Di GSM kita bakal spill:
- Kenapa ekosistem kita lagi gak baik-baik saja
- Gimana caranya nge-hack kebijakan yang gak pro lingkungan pake kreativitas
- Bangun jaringan kolektif biar suara orang muda gak dianggap angin lalu
Stop being an NPC, let’s be the Main Character x10000 aura for our planet! 🌍💥
Pantau terus ig kita biar gak ketinggalan info open registration-nya. Prepare yourself, !

Nobardis Film “Menolak Punah” - Refleksi Peringatan Hari Bumi 2026Di era fast fashion, seperti fast food tentu saja. Era...
11/05/2026

Nobardis Film “Menolak Punah” - Refleksi Peringatan Hari Bumi 2026

Di era fast fashion, seperti fast food tentu saja. Era ini ditandai dengan produksi massal pakaian yang mengandung serat plastik dengan harga murah, godaan belanja online yang sulit terpuaskan, dan tren mode yang cepat berganti. Menurut catatan kertas posisi yang dirilis WALHI Eksekutif Nasional yang rilis pada tahun 2026: Indonesia tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah berskala masif. Meski secara grafik rata-rata per hari dari tahun 2024 & 2025 menurun, akan tetapi yang perlu dicermati yakni, produsen-konsumen produk industri yang menghasilkan sampah.

Dalam upaya menyuarakan nilai perjuangan lingkungan dengan harapan mencapai keadilan ekologis, Wahana Lingkungan Hidup Eksekutif Daerah Kalimantan Timur (WALHI KALTIM) mengajak masyarakat untuk menyaksikan bersama film yang paling relevan di masa kini. Film dengan judul “Menolak Punah”, sebuah film kolaborasi dokumenter ini disutradarai Dandhy Laksono dan Aji Yahuti ini mengajak kita menelusuri apa yang sebenarnya terjadi di balik pakaian kita; mulai dari bahaya limbah kain murah hingga misi menyelamatkan kapas dan warisan sandang nusantara dari kepunahan.

Bersama dengan 4 orang penanggap yakni Safaranita dari Akar Kuning, Mareta Sari dari TKPT, Niken dari Jurnalis Mongabay Indonesia dan Hana Pertiwi dari Puan Lestari. Keempat perempuan ini membantu kita semua menanggapi film beserta cerita pendampingan dalam geliat isu perempuan dan lingkungan di seputaran Kalimantan Timur.

Hadirlah pada hari: Selasa, 12 Mei 2026. Jam 19.00-Selesai, di Kedai Suguhan-Kompleks Citra Niaga, Kota Samarinda.

Mari kita selami bersama: apakah pengelolaan sampah tekstil di Kalimantan Timur sudah ideal? Atau masih ada PR-PR lingkungan yang mesti kita diskusikan bersama. Ditunggu kehadiranmu ya!

Tanah bukan hamparan yang bisa diukur dengan peta dan angka. Di sana ada sejarah, kehidupan, identitas, dan masa depan m...
07/05/2026

Tanah bukan hamparan yang bisa diukur dengan peta dan angka. Di sana ada sejarah, kehidupan, identitas, dan masa depan masyarakat adat yang dijaga turun-temurun.
Hari ini, Masyarakat Adat Matalibaq berdiri menyuarakan penolakan atas perampasan ruang hidup yang terus terjadi. Hutan dibuka. Tanah digusur. Sungai dan sumber penghidupan terancam hilang.
Aksi damai 6–8 April 2026 di Jembatan Besi adalah pernyataan bahwa masyarakat adat masih ada, masih bertahan, dan tidak akan diam ketika hak-haknya diinjak.
Perlawanan dimulai.

Address

Jalan Juanda 7B No. 15, RT. 03, Air Hitam, Kec. Samarinda Ulu
Samarinda
75124

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when WALHI Kalimantan Timur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to WALHI Kalimantan Timur:

Share