WALHI Kalimantan Timur

Call Website Contact the organization

WALHI Kalimantan Timur Jaringan pembela lingkungan hidup yang independen untuk mewujudkan tatanan masyarakat dan tatanan lingkungan hidup yang adil serta demokratis, Lestari.

04/09/2026

Deep condolences, Sempurna.

Kepergian Sempurna, Orang Utan Kalimantan (Pongo Pygmaeus), akibat menghirup asap karhutla mengingatkan kita: ketika ekosistem hutan dirusak, bukan hanya tegakan pohon hilang. Tetapi kehidupan di dalamnya ikut terancam.

Karhutla bukan bencana alam.

Kita terlalu lama melihat alam sebagai sesuatu yang bisa terus diambil dan dieksploitasi. Padahal, alam bukan sekadar sumber daya.

Alam adalah ruang hidup, tempat manusia dan makhluk hidup lainnya bergantung dan bertahan.

Di tengah proses revisi UU HAM yang sedang berjalan, sudah waktunya kita memperluas cara pandang tentang hak.

Rights of Nature harus menjadi bagian dari pembahasan dan masuk di dalamnya.

Mendorong pengakuan hak alam adalah ikhtiar untuk memastikan tak ada lagi keberulangan karhutla di masa mendatang, tak ada lagi perbuatan merusak ekosistem yang melahirkan bencana ekologis.

21/08/2026

Di saat seremonial megah perayaan HUT Ke-81 RI digelar di mimbar-mimbar kenegaraan, realitas kelam justru berlangsung di benteng pertahanan ekologis Kalimantan Timur.
17 Agustus 2026, WALHI Kaltim bersama Pokja Pesisir, Sahabat WALHI, dan Kelompok Nelayan menggelar Jelajah Kemerdekaan. Bukan di lapangan berumput hijau, melainkan dua kawasan kritis yang terus tergerus proyek infrastruktur Jalan Tol IKN yaitu lokasi deforestasi Hutan Lindung Sungai Wain dan perairan Teluk Balikpapan.
Melalui konvoi perahu, bendera Merah Putih dikibarkan bersama pembentangan spanduk bertuliskan "Jaga Hulu, Lindungi Hilir" dan pesan menohok: "Without Ecological Justice, Independence is Bu****it."
Hulu Terbakar, Hilir Tergusur
Deforestasi mangrove akibat pembangunan jalan tol IKN tidak hanya menghilangkan vegetasi pelindung erosi, tetapi juga merusak ruang tangkap nelayan tradisional. Ekosistem Teluk Balikpapan yang dahulu kaya kini terancam matinya keanekaragaman hayati pesisir.
Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di bagian hulu yang memperburuk kualitas udara secara nasional. Proyek pembangunan kilat terbukti menciptakan krisis ganda berupa keterancaman pangan lokal nelayan di hilir serta hilangnya sisa hutan hujan tropis di hulu.
Kemerdekaan sejati mencakup kedaulatan atas tanah, air, dan udara yang bersih. Peniadaan keadilan ekologis demi infrastruktur berisiko mengarahkan generasi mendatang bukan menuju kemajuan, melainkan kebinasaan.
V

Dari Ruang Belajar, Menuju Gerakan. 🌱Krisis ekologis tidak lahir dari satu keputusan, dan tidak akan selesai hanya denga...
20/08/2026

Dari Ruang Belajar, Menuju Gerakan. 🌱

Krisis ekologis tidak lahir dari satu keputusan, dan tidak akan selesai hanya dengan satu aksi. Ia tumbuh dari cara kita memandang alam, mengelola ruang hidup, dan menentukan siapa yang berhak atas sumber daya.

Melalui Green Student Movement (GSM) 2026, ruang belajar dibuka bukan sekadar untuk memahami persoalan lingkungan, tetapi untuk membaca ketidakadilan ekologis di sekitar kita—dari hutan, tanah, sungai, hingga pesisir.

Bersama WALHI Kalimantan Timur, Pokja Pesisir, Sahabat WALHI Kaltim, LBH Samarinda, dan para pegiat lingkungan, GSM mempertemukan berbagai perspektif: tentang hak atas lingkungan hidup, perjuangan masyarakat pesisir, jurnalisme lingkungan, hingga pentingnya generasi muda mengambil posisi dalam menghadapi krisis ekologis.

Karena menjadi anak muda hari ini bukan hanya tentang mewarisi bumi dari generasi sebelumnya.
Kita juga sedang menentukan bumi seperti apa yang akan diwariskan kepada generasi setelah kita.

Belajar. Membaca. Memahami. Bergerak.
Sebab perubahan tidak dimulai dari mereka yang paling berkuasa, tetapi dari mereka yang berani mempertanyakan keadaan.

Green Student Movement 2026
Pemuda Bergerak, Rebut Keadilan Ekologis.

PemudaBergerak LingkunganHidup KalimantanTimur GerakanLingkungan MerdekaSecaraEkologis

19/08/2026

Belajar, berdiskusi, jalan-jalan, sampai ketemu cerita baru di lapangan. 🌱📸

GSM bukan cuma soal duduk di kelas dan menerima materi. Ada banyak keseruan yang terjadi selama prosesnya—mulai dari sesi kelas, diskusi, field trip, berbagi pengalaman, sampai melihat langsung kondisi lingkungan di lapangan.

Setiap kegiatan jadi ruang untuk belajar bersama, bertukar cerita, dan melihat persoalan lingkungan dari lebih dekat.

Karena belajar tentang lingkungan nggak harus selalu di dalam ruangan. Kadang, kita perlu turun langsung, melihat, merasakan, dan berdiskusi dengan orang-orang yang mengalami persoalannya.

Terima kasih untuk semua yang sudah menjadi bagian dari perjalanan GSM. 🌿

Sampai ketemu di cerita dan perjalanan berikutnya!

Kaltim BelajarBersama FieldTrip EnvironmentalMovement

Keadilan ekologis menegaskan hak setara bagi manusia, alam, dan generasi mendatang. Tanpa hal tersebut, kemerdekaan adal...
19/08/2026

Keadilan ekologis menegaskan hak setara bagi manusia, alam, dan generasi mendatang. Tanpa hal tersebut, kemerdekaan adalah sebuah omong kosong karena eksploitasi alam hanya mengganti kolonialisme fisik dengan penjajahan ekologis yang merampas ruang hidup masyarakat. Kemerdekaan sejati hanya terwujud saat kedaulatan rakyat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dijamin secara utuh.
Prinsip "jaga hulu, lindungi hilir" menjadi pondasi penting karena ekosistem merupakan satu kesatuan utuh. Kerusakan di hulu langsung berdampak pada pencemaran dan bencana bagi warga hilir. Karena itu, perlindungan alam secara menyeluruh dari hulu ke hilir adalah tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan bumi dan mewujudkan kemerdekaan itu sendiri.

HARI HUTAN INDONESIA | 7 AGUSTUSHutan Kalimantan bukan sekadar hamparan pepohonan. Ia adalah ruang hidup masyarakat adat...
07/08/2026

HARI HUTAN INDONESIA | 7 AGUSTUS

Hutan Kalimantan bukan sekadar hamparan pepohonan. Ia adalah ruang hidup masyarakat adat, rumah bagi satwa liar, penjaga sumber air, penyimpan karbon, dan benteng terakhir menghadapi krisis iklim.

Namun, hutan terus dikorbankan atas nama pembangunan dan investasi. Di balik perluasan tambang, perkebunan skala besar, dan proyek-proyek ekstraktif, bentang alam terus terfragmentasi, ruang hidup menyempit, dan bencana ekologis semakin dekat.

Data menunjukkan Kalimantan terus kehilangan tutupan hutannya. Setiap hektare yang hilang bukan sekadar angka, tetapi hilangnya kehidupan, pengetahuan, dan masa depan.

Hari Hutan Indonesia bukan sekadar momentum untuk menanam pohon atau mengucapkan selamat. Ini adalah pengingat bahwa menjaga hutan berarti menghentikan praktik-praktik yang terus merusaknya.

Hutan tidak membutuhkan belas kasihan. Hutan membutuhkan keberpihakan.

Karena Kalimantan bukan gudang sumber daya.

Kalimantan adalah rumah.

WALHIKaltim

🔥 DARURAT EL NIÑO 2026–2027Asap yang menyelimuti langit bukan sekadar akibat musim kemarau.Di balik setiap kebakaran hut...
03/08/2026

🔥 DARURAT EL NIÑO 2026–2027

Asap yang menyelimuti langit bukan sekadar akibat musim kemarau.

Di balik setiap kebakaran hutan dan lahan, ada keputusan yang membuka hutan, mengeringkan gambut, dan terus mengalirkan pembiayaan kepada industri perusak. Krisis ekologis bukan hanya dipicu oleh cuaca ekstrem, tetapi juga oleh sistem ekonomi yang masih menempatkan keuntungan di atas keselamatan lingkungan dan rakyat.

Hingga Juni 2026, Indonesia telah kehilangan 103.144 hektare akibat kebakaran. Sementara itu, hingga 27 Juli 2026 tercatat 96.736 titik panas. Di saat yang sama, miliaran dolar masih mengalir ke sektor-sektor yang mendorong deforestasi dan ekstraksi sumber daya.

Bank dan lembaga keuangan tidak bisa lagi mengaku netral.

Setiap pembiayaan adalah pilihan: melindungi kehidupan atau memperpanjang krisis.

🌳 Hutan bukan agunan.
🌱 Gambut bukan komoditas.
✊ Masa depan bukan untuk dijual.

Sudah saatnya sektor keuangan menghentikan pembiayaan terhadap perusahaan yang merusak hutan, gambut, dan ruang hidup masyarakat.

Caption:Kalimantan sedang menghadapi krisis yang tidak lahir dengan sendirinya.Dalam satu dekade, 33,59% luas Pulau Kali...
31/07/2026

Caption:

Kalimantan sedang menghadapi krisis yang tidak lahir dengan sendirinya.

Dalam satu dekade, 33,59% luas Pulau Kalimantan telah rusak. Setiap tahun, sekitar 412.790 hektare hutan tropis hilang, ditebang dan dibuka untuk memenuhi ekspansi industri ekstraktif.

Dampaknya hadir semakin dekat: banjir, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan gambut, hilangnya habitat satwa, konflik agraria, serta masyarakat adat dan lokal yang terus didesak dari ruang hidupnya.

Di Kalimantan Selatan, 51% wilayah telah dibebani izin, sementara banjir melanda 11 kabupaten/kota pada 2025.

Di Kalimantan Tengah, sekitar 60% wilayah berada dalam konsesi. Deforestasi, banjir, dan ratusan konflik agraria menjadi kenyataan yang harus ditanggung masyarakat.

Di Kalimantan Timur, 74,58% wilayah terdampak konsesi ekstraktif, disertai kehilangan hutan, ancaman terhadap satwa, banjir, dan konflik tenurial.

Di Kalimantan Barat, 31.876 hektare hutan hilang sepanjang 2025, sementara ekspansi perkebunan, kehutanan, dan pertambangan terus mempersempit ruang hidup masyarakat.

Ini bukan sekadar rangkaian bencana alam.

Ini adalah akibat dari kebijakan yang menumpuk izin, membiarkan deforestasi, mengabaikan daya dukung lingkungan, dan menyerahkan tanah Borneo kepada kepentingan investasi yang rakus ruang.

Kami menuntut penghentian deforestasi dan kriminalisasi masyarakat, perlindungan hutan serta wilayah adat, pencabutan izin korporasi perusak lingkungan, keterbukaan audit kepatuhan, pengesahan regulasi masyarakat adat, dan peninjauan kembali tata ruang Kalimantan.

Sebab pertumbuhan ekonomi tidak layak disebut kemajuan ketika hutan dihancurkan, sungai tercemar, masyarakat kehilangan tanah, dan generasi mendatang diwarisi krisis.

Masa depan Kalimantan sedang dipertaruhkan.

Di sisi siapa kita berdiri?

Buta akan politik memang parah,namun buta akan kerusakan alam jauh lebih berbahaya.Sebab ketika mangrove ditebang, laut ...
26/07/2026

Buta akan politik memang parah,
namun buta akan kerusakan alam jauh lebih berbahaya.
Sebab ketika mangrove ditebang, laut kehilangan penyangganya,
dan rakyat pesisir kehilangan kehidupannya.
Hari Mangrove Sedunia bukan sekadar peringatan,
tetapi pengingat bahwa diam berarti ikut menghancurkan.
Melawan perusakan alam adalah bentuk paling nyata dari cinta pada kehidupan.

Halo, Sobat! 👋 Ada kabar baik buat kalian semua yang masih belum sempat mendaftar atau masih ragu buat join GSM.⚠️ PENDA...
16/07/2026

Halo, Sobat! 👋 Ada kabar baik buat kalian semua yang masih belum sempat mendaftar atau masih ragu buat join GSM.
⚠️ PENDAFTARAN DIPERPANJANG, JANGAN SAMPAI KETINGGALAN (LAGI)! ⚠️
Batas akhir pendaftaran adalah:
📅 21 Juli 2026
⏰ Pukul 23.59 WITA
Buat yang baru pertama kali mampir atau baru banget nemuin postingan ini (cek slide kedua yak). 🌿 Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk menjadi agen perubahan! Yuk, gabung dan beraksi bersama 😉

Address

Jalan Juanda 7B No. 15, RT. 03, Air Hitam, Kec. Samarinda Ulu
Samarinda
75124

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when WALHI Kalimantan Timur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to WALHI Kalimantan Timur:

Share