11/05/2026
Nobardis Film “Menolak Punah” - Refleksi Peringatan Hari Bumi 2026
Di era fast fashion, seperti fast food tentu saja. Era ini ditandai dengan produksi massal pakaian yang mengandung serat plastik dengan harga murah, godaan belanja online yang sulit terpuaskan, dan tren mode yang cepat berganti. Menurut catatan kertas posisi yang dirilis WALHI Eksekutif Nasional yang rilis pada tahun 2026: Indonesia tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah berskala masif. Meski secara grafik rata-rata per hari dari tahun 2024 & 2025 menurun, akan tetapi yang perlu dicermati yakni, produsen-konsumen produk industri yang menghasilkan sampah.
Dalam upaya menyuarakan nilai perjuangan lingkungan dengan harapan mencapai keadilan ekologis, Wahana Lingkungan Hidup Eksekutif Daerah Kalimantan Timur (WALHI KALTIM) mengajak masyarakat untuk menyaksikan bersama film yang paling relevan di masa kini. Film dengan judul “Menolak Punah”, sebuah film kolaborasi dokumenter ini disutradarai Dandhy Laksono dan Aji Yahuti ini mengajak kita menelusuri apa yang sebenarnya terjadi di balik pakaian kita; mulai dari bahaya limbah kain murah hingga misi menyelamatkan kapas dan warisan sandang nusantara dari kepunahan.
Bersama dengan 4 orang penanggap yakni Safaranita dari Akar Kuning, Mareta Sari dari TKPT, Niken dari Jurnalis Mongabay Indonesia dan Hana Pertiwi dari Puan Lestari. Keempat perempuan ini membantu kita semua menanggapi film beserta cerita pendampingan dalam geliat isu perempuan dan lingkungan di seputaran Kalimantan Timur.
Hadirlah pada hari: Selasa, 12 Mei 2026. Jam 19.00-Selesai, di Kedai Suguhan-Kompleks Citra Niaga, Kota Samarinda.
Mari kita selami bersama: apakah pengelolaan sampah tekstil di Kalimantan Timur sudah ideal? Atau masih ada PR-PR lingkungan yang mesti kita diskusikan bersama. Ditunggu kehadiranmu ya!