Wana Wanua

Website Contact the organization

Wana Wanua Wana Wanua adalah NGO yang berdedikasi tinggi dalam misi pelestarian kekayaan budaya dan lingkungan.

16/10/2026

🌳Orientasi dan sosialisasi program WW-IIP (Oktober 2026 – Februari 2027) mengusung tema "English for Traditional Ecological Knowledge (TEK)". 🌾

Program ini dirancang untuk mendokumentasikan serta membagikan kearifan lokal tentang alam melalui media bahasa Inggris, sehingga pengetahuan ekologi tradisional dapat terus terawat dan menjangkau ruang belajar yang lebih luas.

Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada semua anggota team, Grace dan Fredy, serta seluruh mitra pendukung:

1. SDN Pecalukan IV
2. SDN Gambiran 1
3. SDN Cendono II
4. SDN Ketanireng
5. SMA Taman Siswa
6. Yayasan Grojokan Sewu (YGS)
7. LMDH Sobowono
8. KSM Palembon

Bersama sekolah dan komunitas, kita hubungkan kearifan lokal dengan komunikasi⁵ global demi kelestarian alam.🌿

22/08/2026

🌳 BENTENG HIJAU ARJUNO WELIRANG

-Pelestarian Hutan, Pertanian Kopi, dan Peran Komunitas Lokal-

Hutan berfungsi sebagai daerah tangkapan air (water catchment area) - kawasan yang menyerap dan menyimpan air hujan, lalu melepaskannya secara perlahan sebagai mata air dan aliran sungai. Ketika hutan rusak, siklus ini terputus, dan dampaknya bukan hanya kekeringan, tapi juga banjir dan longsor di wilayah hilir.

Warga di kaki Gunung Arjuna-Welirang, Prigen, memahami betul prinsip ini. Masyarakat mulai menerapkan agroforestri - sistem bertani yang memadukan tanaman keras (durian, alpukat, kopi) dengan vegetasi hutan asli, sehingga fungsi ekologis hutan tetap terjaga sembari memberi manfaat ekonomi.

Salah satu praktik yang mereka terapkan adalah rorak, yaitu parit-parit kecil di sela tanaman kopi yang berfungsi menampung air limpasan hujan. Metode sederhana ini terbukti mampu menyerap sekitar 80% air hujan, sehingga mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan resapan air tanah.

Kopi yang mereka tanam pun dibudidayakan secara organik, tanpa pupuk kimia. Prinsipnya sederhana: tanah yang sehat menopang mikroorganisme yang menyuburkan akar, dan pada akhirnya menjaga keseimbangan ekosistem hutan secara keseluruhan.

Video selengkapnya silahkan kunjungi chanel youtube kami di:

https://youtu.be/FlvwKGYzCEQ

Sebuah kolaborasi konservasi berbasis komunitas oleh Konsorsium Wana Wanua, Yayasan Grojokan Sewu, Alas Pinggan, dan LMDH Sobowono Prigen.

📍 Kaki Gunung Arjuna-Welirang, Prigen

22/05/2026

Sedekah Desa Tretes, Prigen, Pasuruan | 15 Mei 2026

Setiap tahun, masyarakat Tretes menggelar sebuah ritual yang usianya jauh lebih tua dari ingatan siapa pun yang masih hidup. Mereka menyembelih sapi bersama, memasak bersama, berdoa di makam leluhur — dan menyebut semuanya sebagai wujud syukur.

Tapi di balik ritual itu, ada sesuatu yang jauh lebih dalam.

Ada sistem pengetahuan petani kopi yang menjaga hutan tetap hijau dan mata air tetap mengalir. Ada tata kelola komunal yang melindungi 62 hektar hutan tanpa satu pun peraturan tertulis. Ada filosofi hidup yang berbicara langsung kepada krisis iklim dan ketahanan pangan abad ini.

Dalam video ini, kami menemani warga Tretes — dari petani, ibu-ibu RT, pemuda desa, hingga tokoh masyarakat — untuk memahami mengapa tradisi ini bukan sekadar masa lalu. Ia adalah masa depan.

Silahkan kunjungi chanel youtube kami untuk mendapatkan video selengkapnya.

https://youtu.be/GZrOe8BVLEc

🌿 Yang akan kamu temukan dalam video ini:

→ Prosesi lengkap Sedekah Desa Tretes
→ Kisah para petani kopi organik hutan Gunung Welirang
→ Pengetahuan ekologi tradisional (TEK) yang hidup di tangan komunitas
→ Hubungan antara ritual syukur dan kelestarian alam
→ Mengapa ini relevan dengan green economy masa kini. Namun mereka tidak menyebutnya green economy.
Mereka cukup menyebutnya: "cara hidup".

─────────────────────────────────────────
📍 Lokasi : Tretes, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur
📅 Tanggal : 15 Mei 2026
🎬 Produksi : Wana Wanua

23/04/2026

Dapur Alam - Ina Kar: Manifestasi Cinta dan Kedaulatan Alam di Atadei, Lembata

Di ketinggian Kecamatan Atadei, Lembata, tanah tidak hanya diam. Ia "bernapas" melalui kepulan uap panas yang keluar dari celah bebatuan. Masyarakat menyebutnya Dapur Alam, tapi dalam ingatan kolektif leluhur, tempat ini adalah Ina Kar (Mama Kar). 🌿🔥

Video ini adalah perjalanan menuju jantung kearifan lokal di Desa Atakore. Di sini, batas antara geologi dan mitologi melebur dalam harmoni:

📍 Alam (Environmental): Secara sains, ini adalah manifestasi Geothermal. Namun bagi masyarakat Lamaholot, uap ini adalah napas "Ina" (Ibu) yang menghidupi. Ini adalah bukti nyata TEK (Traditional Ecological Knowledge): masyarakat memanfaatkan energi terbarukan alami secara kolektif untuk mengolah hasil bumi—menjemur kemiri, kopra, hingga memasak pangan harian tanpa merusak ekosistem.

📍 Tradisi (The Ritual): Pernah dengar ritual Jagung Baru? Dalam tatanan adat, ritual ini adalah bentuk hamen (penghormatan). Ritual Jagung Baru wajib dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta dan leluhur sebelum masyarakat menikmati hasil panen. Tidak ada satu pun rumah yang boleh menikmati panen jagung baru sebelum upacara syukur dilakukan di situs Ina Kar. Ritual ini bukan sekadar seremonial, melainkan "protokol lingkungan" purba agar manusia tidak tamak dan selalu mengingat sumber kehidupan.

📍 Interkoneksi: Seperti pesan Opah, tokoh adat setempat: "Dahulukan Yang Maha Kuasa, baru kemudian kita di belakang." Prinsip ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Lembata yang menempatkan keseimbangan alam dan spiritual di atas kepentingan pribadi. Saat kita memandang bumi dengan rasa hormat seperti kepada seorang Ibu (Ina), maka kita tidak akan merusaknya, melainkan merawatnya dan juga menjaga keberlanjutan masa depan.

Menjaga Ina Kar bukan sekadar menjaga situs wisata, tapi menjaga kedaulatan budaya dan keseimbangan alam di Tanah Lamaholot.

03/04/2026

Selintas Warta & Dokumentasi Wana Wanua

Warga Suarakan Aspirasi Terkait Alih Fungsi Lahan di Lereng Welirang-Arjuno

​Gelombang aspirasi masyarakat pecah di Kecamatan Prigen, Minggu (29/03). Dipelopori oleh Gema Duta, massa menyampaikan keberatan atas rencana transformasi lahan hutan menjadi kawasan hunian maupun wisata alam terpadu.

​Selain warga lokal, aksi ini juga melibatkan berbagai ormas dari wilayah sekitar. Terdapat 6 poin tuntutan utama yang dibacakan, di antaranya mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan moratorium perizinan di kawasan sabuk hijau demi menjaga kedaulatan air di Kabupaten Pasuruan.

​Salah satu perwakilan warga menyatakan akan tetap terus melakukan pengawasan administratif terhadap kebijakan tata ruang di kawasan tersebut.

"Tolong hentikan deforestasi, sebelum rumah bagi jutaan nyawa ini hanya tersisa dalam peta dan ingatan yang terluka"

19/03/2026

Rahajeng Nyepi Saka 1948, dumugi rahayu sareng sami🙏🏼

06/02/2026

🌿Membangun masa depan yang berkelanjutan dimulai dari menghormati jejak masa lalu.🌱

🌳Green Tourism Pasuruan 2026 hadir sebagai gerakan pariwisata yang mengembalikan keseimbangan antara alam, budaya, dan pembangunan. Perjalanan ini dimulai dari Situs Prasasti Cunggrang—peradaban tertua di Kabupaten Pasuruan yang menjadi penanda awal hari jadi kota ini.

🌾Mengikuti filosofi Jawa, kita memulai dari yang paling tua terlebih dahulu. Bukan sekadar tradisi, tapi sebuah adab yang mengajarkan rasa hormat dan mengundang keberkahan untuk langkah-langkah selanjutnya.

🌴Konsep green tourism yang diusung bukan hanya tentang destinasi wisata. Ini adalah komitmen untuk berwisata dengan cara yang ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, dan memastikan alam tidak rusak demi generasi mendatang. Pariwisata yang bersinergi dengan budaya asli, bukan menghapusnya.

Mari menjembatani warisan leluhur dengan visi masa depan—supaya tetap lestari dan penuh makna.🍀


26/01/2026

🌿 Ketika Pemuda Berbicara tentang Masa Depan Bumi

Pernahkah kita bertanya: mengapa cuaca semakin tidak menentu? Mengapa banjir dan longsor semakin sering terjadi?

Jawabannya sederhana —semua bermula dari bagaimana kita memperlakukan alam.

Sarasehan Pemuda dan Lingkungan: "Youth as Agents of Change in Climate Action and Environmental Sustainability" menghadirkan ruang belajar bersama untuk memahami peran kita dalam menjaga keseimbangan alam.Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Grojokan Sewu dengan dukungan dari berbagai pihak seperti Asisten Perhutani Lawang Barat, KRPH Perhutani Prigen, Gema Duta Prigen, Walhi Jatim sebagai pemateri dan Wana Wanua sebagai media peliput dan dokumentasi.
Ini adalah wujud nyata kampanye dan dukungan terhadap aksi iklim yang melibatkan berbagai pihak untuk masa depan bumi yang lebih baik.

🎤 Apa yang Dibagikan Para Narasumber?

🌳 WALHI Jawa Timur - Aksi Iklim berbasis Komunitas dan Nature-Based Solution. Mengingatkan bahwa hutan adalah paru-paru dunia, dan krisis cuaca yang kita rasakan hari ini adalah akibat ulah manusia yang kurang menjaga kelestarian alam. Bencana banjir dan longsor? Itu tanggung jawab kita!

🌲 Asisten Perhutani Lawang Barat - Peran Pemuda Dalam Tata Kelola Lingkungan dan Kebijakan Iklim. Membagikan wawasan tentang pentingnya keterlibatan pemuda dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.

🌿 KRPH Perhutani Prigen - Teknik Penanaman dan Konservasi Lingkungan Berkelanjutan. Berbagi pengetahuan praktis tentang cara menanam dan merawat pohon yang tepat untuk masa depan.

🌳GEMADUTA Prigen - Gerakan Penyelamatan Ekologis Kawasan Hutan Kaki Gunung Welirang. Ada pembelajaran penting tentang keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian.

🌏 Pesan yang Dibawa Pulang:

Bumi tidak meminta banyak—hanya kesadaran dan konsistensi kita. Setiap pilihan dan tindakan kecil hari ini—dari cara kita membuang sampah, mendukung konservasi, hingga ikut berbicara dalam forum publik—adalah kontribusi nyata.

Semoga sarasehan ini menjadi titik awal untuk aksi nyata yang berkelanjutan—dari pemuda, untuk bumi yang lebih baik.
Mari jadi agen perubahan!. 🌏✊

Address

Prigen
67157

Opening Hours

Monday 08:00 - 14:00
Tuesday 08:00 - 14:00
Wednesday 08:00 - 14:00
Thursday 08:00 - 14:00
Friday 08:00 - 14:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wana Wanua posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Wana Wanua:

Shortcuts

Share