Wana Wanua

Wana Wanua Wana Wanua adalah NGO yang berdedikasi tinggi dalam misi pelestarian kekayaan budaya dan lingkungan.

23/04/2026

Dapur Alam - Ina Kar: Manifestasi Cinta dan Kedaulatan Alam di Atadei, Lembata

Di ketinggian Kecamatan Atadei, Lembata, tanah tidak hanya diam. Ia "bernapas" melalui kepulan uap panas yang keluar dari celah bebatuan. Masyarakat menyebutnya Dapur Alam, tapi dalam ingatan kolektif leluhur, tempat ini adalah Ina Kar (Mama Kar). 🌿🔥

Video ini adalah perjalanan menuju jantung kearifan lokal di Desa Atakore. Di sini, batas antara geologi dan mitologi melebur dalam harmoni:

📍 Alam (Environmental): Secara sains, ini adalah manifestasi Geothermal. Namun bagi masyarakat Lamaholot, uap ini adalah napas "Ina" (Ibu) yang menghidupi. Ini adalah bukti nyata TEK (Traditional Ecological Knowledge): masyarakat memanfaatkan energi terbarukan alami secara kolektif untuk mengolah hasil bumi—menjemur kemiri, kopra, hingga memasak pangan harian tanpa merusak ekosistem.

📍 Tradisi (The Ritual): Pernah dengar ritual Jagung Baru? Dalam tatanan adat, ritual ini adalah bentuk hamen (penghormatan). Ritual Jagung Baru wajib dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta dan leluhur sebelum masyarakat menikmati hasil panen. Tidak ada satu pun rumah yang boleh menikmati panen jagung baru sebelum upacara syukur dilakukan di situs Ina Kar. Ritual ini bukan sekadar seremonial, melainkan "protokol lingkungan" purba agar manusia tidak tamak dan selalu mengingat sumber kehidupan.

📍 Interkoneksi: Seperti pesan Opah, tokoh adat setempat: "Dahulukan Yang Maha Kuasa, baru kemudian kita di belakang." Prinsip ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Lembata yang menempatkan keseimbangan alam dan spiritual di atas kepentingan pribadi. Saat kita memandang bumi dengan rasa hormat seperti kepada seorang Ibu (Ina), maka kita tidak akan merusaknya, melainkan merawatnya dan juga menjaga keberlanjutan masa depan.

Menjaga Ina Kar bukan sekadar menjaga situs wisata, tapi menjaga kedaulatan budaya dan keseimbangan alam di Tanah Lamaholot.

03/04/2026

Selintas Warta & Dokumentasi Wana Wanua

Warga Suarakan Aspirasi Terkait Alih Fungsi Lahan di Lereng Welirang-Arjuno

​Gelombang aspirasi masyarakat pecah di Kecamatan Prigen, Minggu (29/03). Dipelopori oleh Gema Duta, massa menyampaikan keberatan atas rencana transformasi lahan hutan menjadi kawasan hunian maupun wisata alam terpadu.

​Selain warga lokal, aksi ini juga melibatkan berbagai ormas dari wilayah sekitar. Terdapat 6 poin tuntutan utama yang dibacakan, di antaranya mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan moratorium perizinan di kawasan sabuk hijau demi menjaga kedaulatan air di Kabupaten Pasuruan.

​Salah satu perwakilan warga menyatakan akan tetap terus melakukan pengawasan administratif terhadap kebijakan tata ruang di kawasan tersebut.

"Tolong hentikan deforestasi, sebelum rumah bagi jutaan nyawa ini hanya tersisa dalam peta dan ingatan yang terluka"

19/03/2026

Rahajeng Nyepi Saka 1948, dumugi rahayu sareng sami🙏🏼

06/02/2026

🌿Membangun masa depan yang berkelanjutan dimulai dari menghormati jejak masa lalu.🌱

🌳Green Tourism Pasuruan 2026 hadir sebagai gerakan pariwisata yang mengembalikan keseimbangan antara alam, budaya, dan pembangunan. Perjalanan ini dimulai dari Situs Prasasti Cunggrang—peradaban tertua di Kabupaten Pasuruan yang menjadi penanda awal hari jadi kota ini.

🌾Mengikuti filosofi Jawa, kita memulai dari yang paling tua terlebih dahulu. Bukan sekadar tradisi, tapi sebuah adab yang mengajarkan rasa hormat dan mengundang keberkahan untuk langkah-langkah selanjutnya.

🌴Konsep green tourism yang diusung bukan hanya tentang destinasi wisata. Ini adalah komitmen untuk berwisata dengan cara yang ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, dan memastikan alam tidak rusak demi generasi mendatang. Pariwisata yang bersinergi dengan budaya asli, bukan menghapusnya.

Mari menjembatani warisan leluhur dengan visi masa depan—supaya tetap lestari dan penuh makna.🍀


26/01/2026

🌿 Ketika Pemuda Berbicara tentang Masa Depan Bumi

Pernahkah kita bertanya: mengapa cuaca semakin tidak menentu? Mengapa banjir dan longsor semakin sering terjadi?

Jawabannya sederhana —semua bermula dari bagaimana kita memperlakukan alam.

Sarasehan Pemuda dan Lingkungan: "Youth as Agents of Change in Climate Action and Environmental Sustainability" menghadirkan ruang belajar bersama untuk memahami peran kita dalam menjaga keseimbangan alam.Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Grojokan Sewu dengan dukungan dari berbagai pihak seperti Asisten Perhutani Lawang Barat, KRPH Perhutani Prigen, Gema Duta Prigen, Walhi Jatim sebagai pemateri dan Wana Wanua sebagai media peliput dan dokumentasi.
Ini adalah wujud nyata kampanye dan dukungan terhadap aksi iklim yang melibatkan berbagai pihak untuk masa depan bumi yang lebih baik.

🎤 Apa yang Dibagikan Para Narasumber?

🌳 WALHI Jawa Timur - Aksi Iklim berbasis Komunitas dan Nature-Based Solution. Mengingatkan bahwa hutan adalah paru-paru dunia, dan krisis cuaca yang kita rasakan hari ini adalah akibat ulah manusia yang kurang menjaga kelestarian alam. Bencana banjir dan longsor? Itu tanggung jawab kita!

🌲 Asisten Perhutani Lawang Barat - Peran Pemuda Dalam Tata Kelola Lingkungan dan Kebijakan Iklim. Membagikan wawasan tentang pentingnya keterlibatan pemuda dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.

🌿 KRPH Perhutani Prigen - Teknik Penanaman dan Konservasi Lingkungan Berkelanjutan. Berbagi pengetahuan praktis tentang cara menanam dan merawat pohon yang tepat untuk masa depan.

🌳GEMADUTA Prigen - Gerakan Penyelamatan Ekologis Kawasan Hutan Kaki Gunung Welirang. Ada pembelajaran penting tentang keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian.

🌏 Pesan yang Dibawa Pulang:

Bumi tidak meminta banyak—hanya kesadaran dan konsistensi kita. Setiap pilihan dan tindakan kecil hari ini—dari cara kita membuang sampah, mendukung konservasi, hingga ikut berbicara dalam forum publik—adalah kontribusi nyata.

Semoga sarasehan ini menjadi titik awal untuk aksi nyata yang berkelanjutan—dari pemuda, untuk bumi yang lebih baik.
Mari jadi agen perubahan!. 🌏✊

06/01/2026

Selamat ulang tahun ke-2 Yayasan Waring Wana Wanua.

Dua tahun bukan sekadar angka, tetapi cerita tentang kebersamaan, kepedulian, dan cinta pada sesama, budaya, serta alam yang kita rawat bersama.

Saya Naning, atas nama pribadi dan sebagai Pendiri & Ketua Yayasan, mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh tim dimanapun kalian berada yang tetap setia berjalan, saling menguatkan, dan berkarya dengan hati. Terima kasih sudah melihat Wana Wanua bukan sebagai saya, tapi Wana Wanua adalah kita semua yang ada di dalamnya.

Seluruh anggota tim juga mengucapkan terima kasih kepada para sahabat, kolega, dan mitra yang telah mempercayai dan mendukung Yayasan Waring Wana Wanua. Kepercayaan itu adalah semangat bagi kami untuk terus hadir, memberi makna, dan menanam harapan bagi masyarakat terutama generasi akar rumput dan lingkungan disekitarnya.

Semoga ke depan kita tetap melangkah bersama, sederhana namun bermakna. Selamat Ulang Tahun Waring Wana Wanua Terus Berkarya Untuk Bumi Yang Lebih Baik..😇🤗

Video selengkapnya bisa diakses di

https://youtu.be/xI7-PbWMjHw

29/12/2025

Kehidupan di Manggarai-NTT: Adat, Alam, dan Masyarakat 🌾

Bagaimana masyarakat Manggarai mempertahankan harmoni kehidupan di tengah perubahan zaman?

🌾 Pertanian & Perkebunan - Sawah Lingko berbentuk jaring laba-laba dengan sistem pembagian tanah yang adil, serta perkebunan penghasil kopi arabika, kemiri, kakao, cengkeh, dan jambu mete yang menjadi gantungan hidup sebagian besar masyarakat.

👥 Lonto Leok & Ritual Cepa Lingko - Tradisi musyawarah melingkar yang memperkuat persaudaraan, dan ritual pembukaan kebun yang menjaga keseimbangan ekologi dan sosial.

💧 Ritual Barong Wae - Kearifan lokal dalam menjaga sumber air dan kelestarian hutan, menghubungkan spiritualitas dengan konservasi alam.

💪 Kehidupan Perempuan - Peran ganda perempuan Manggarai sebagai pencari nafkah tambahan dan penjaga keluarga di tengah budaya patriarkal.

📚 Wuat Wa'i - Gotong royong luar biasa untuk membiayai pendidikan anak di kampung hingga perguruan tinggi.

🏡 Kehidupan Sehari-hari - Dari berladang bersama, upacara adat di Compang, hingga filosofi "Gendang oné lingkon péang" yang mengatur keseimbangan hidup.

Ini bukan sekadar dokumentasi budaya. Ini adalah pelajaran hidup tentang bagaimana masyarakat hidup harmonis dengan alam melalui pertanian dan perkebunan, menjaga tradisi sambil beradaptasi, dan membangun komunitas yang saling mendukung. Dari sawah lodok hingga kebun kopi, dimana setiap komoditas adalah cerita perjuangan hidup.

Kita bisa belajar dari kehidupan yang sederhana namun sarat makna 🌿

📍 Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur

🎬 by

25/11/2025

Salam lestari untuk kita semua,

Wana Wanua dalam program Media Literasi kali ini menghadirkan liputan khusus tentang kerja nyata pelestarian lingkungan di wilayah Prigen, Jawa Timur.

Yayasan Grojokan Sewu dan PT Kencana telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga kelestarian hutan. Bantuan bibit yang diberikan oleh PT Kencana akan dipersiapkan untuk penanaman dan penyulaman pohon ke-XVII oleh Yayasan Grojokan Sewu.

Sebuah bukti nyata kepedulian berkelanjutan terhadap lingkungan dan masyarakat lokal, serta investasi pelestarian sumber mata air untuk generasi mendatang.

Hutan bukan hanya warisan, tetapi masa depan yang harus kita jaga bersama. Melalui liputan ini, kami mengajak Anda untuk melihat lebih dekat bagaimana kolaborasi dan kepedulian dapat menciptakan perubahan nyata.

Mari kita dukung setiap langkah kecil untuk bumi yang lebih hijau.
Video selengkapnya silahkan kunjungi chanel youtube kami di:

https://youtu.be/w6APoz-la7I

Address

Prigen
67157

Opening Hours

Monday 08:00 - 14:00
Tuesday 08:00 - 14:00
Wednesday 08:00 - 14:00
Thursday 08:00 - 14:00
Friday 08:00 - 14:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wana Wanua posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Wana Wanua:

Share