15/06/2026
Petani dan Nelayan Jateng Bersatu: Suarakan Kerusakan Lingkungan dari Gunung hingga Pesisir
Ratusan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Jawa Tengah menggelar aksi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Mereka menyuarakan berbagai persoalan lingkungan yang dinilai semakin mengancam ruang hidup masyarakat, mulai dari kerusakan kawasan pegunungan, pesisir, hingga konflik pemanfaatan lahan.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyoroti berbagai dampak yang mereka rasakan secara langsung. Nelayan Kendal mengkritik kondisi pesisir yang dinilai semakin sulit diakses masyarakat, sementara nelayan Jepara mengeluhkan aktivitas pertambangan yang disebut berdampak pada muara dan aktivitas melaut. Di sisi lain, petani dari Kendal menyampaikan persoalan sengketa lahan yang belum terselesaikan.
Perwakilan perempuan nelayan dari Demak juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi pesisir yang semakin rentan terhadap banjir rob. Mereka menilai keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pantai dan melindungi masyarakat dari dampak abrasi maupun genangan air laut.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan alam, tetapi juga menyangkut kehidupan masyarakat yang bergantung pada hutan, lahan pertanian, sungai, dan laut. Menjaga ekosistem berarti menjaga sumber penghidupan generasi hari ini dan masa depan.
Menurut Anda, bagaimana cara terbaik agar pembangunan dan perlindungan lingkungan dapat berjalan seimbang tanpa mengorbankan ruang hidup masyarakat?
Sumber: Mongabay Indonesia
GREEN NUSANTARA CONSERVATION NETWORK
Jaringan kampanye publik untuk perlindungan hutan, satwa dan ekosistem
Menjaga Kehidupan Nusantara Sebelum Terlambat