Bicara Riau

Bicara Riau Jalan-jalan ke Sungai Siak,
Airnya jernih tampak berkilau
Kalau mau kabar yang bijak,
Ikuti saja Bicara Riau.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan keseriusannya dalam menangani persoalan banjir yang sudah berlangsung lama d...
19/10/2025

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan keseriusannya dalam menangani persoalan banjir yang sudah berlangsung lama dan menjadi persoalan krusial bagi warga.

Agung Nugroho menegaskan, banjir di kota ini bukanlah masalah baru, namun kini penanganannya mulai menunjukkan hasil nyata.

“Banjir ini sudah terjadi sejak 15 tahun lalu. Masalahnya, hanyak drainase yang tertutup bangunan, bahkan ada yang dibangun di atas saluran air. Ini yang sedang kita benahi secara bertahap,” ujar Agung, Sabtu (18/10/2025).

Menurutnya, meskipun genangan masih terjadi di beberapa titik seperti di Jalan Sudirman depan RS Awal Bros, Pasar Buah, Pasar Pagi Arengka, dan Jalan Arifin Ahmad, namun kondisi air kini lebih cepat surut dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Belum sepenuhnya selesai, tapi sudah banyak titik banjir yang berkurang dan lebih cepat surut,” jelasnya.

Agung menyebut, Pemko Pekanbaru tengah menyiapkan pembaruan sistem pengendalian banjir. Pasalnya, masterplan pengendalian banjir yang lama sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Salah satu langkah baru yang akan diterapkan adalah penerapan sistem biopori, hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Biopori ini kita terapkan mulai tahun depan. Kami belajar dari DKI, bagaimana sistem itu membantu air cepat meresap ke tanah,” terang Agung.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena hal tersebut memperburuk kondisi saluran air.

Agung mengibaratkan kondisi Kota Pekanbaru seperti kuali yang menampung air hujan, sehingga harus ada saluran yang mengalirkan air ke muara.

Sementara itu, Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut banyaknya ruko yang menutup saluran drainase dengan semenisasi, yang menyebabkan air tak dapat mengalir.

“Contohnya di Jalan Paus, paritnya tertutup penuh, tidak bisa dibersihkan karena sedimentasi. Kami sudah minta camat dan lurah untuk sosialisasi kepada pemilik ruko agar mereka membongkar sendiri. Kalau tidak, Pemko akan turun tangan,” tegas Markarius.

Ia menambahkan, langkah tegas ini perlu dilakukan demi kepentingan bersama.

“Kalau hanya rukonya yang kering tapi lingkungan sekitarnya tergenang, itu tidak adil. Saluran air harus dibuka kembali,” pungkasnya.

sc: Cakaplah

Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau resmi deklarasikan Daerah Istimewa Riau (DIR), Jumat (17/10/2025). Maklumat Akbar DIR yan...
19/10/2025

Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau resmi deklarasikan Daerah Istimewa Riau (DIR), Jumat (17/10/2025). Maklumat Akbar DIR yang digelar dalam kondisi cuaca hujan tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat Riau dari berbagai etnis.

Dalam maklumat akbar tersebut turut hadir Ketua DPRD Riau Kaderismanto, Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Sekdaprov Riau Zulkifli Syukur, serta Forkompinda dan tokoh masyarakat Riau di antaranya Datuk H Saleh Djasit, Datuk Prof, H Mukhtar Samad, Datuk Prof H Amir Luthfi, Tuan M Agar Kalipke, Datuk Abdul Malik, HR Maizir Mit. Selain itu, juga tampak hadir sejumlah pengurus LAMR kabupaten/kota se-Riau.

Deklarasi Daerah Istimewa Riau yang bertepatan dengan hari Kebudayaan Nasional itu bertema "Daerah Istimewa Riau untuk Indonesia Berkilau". Acara Deklarasi dimulai dengan berbagai atraksi kebudayaan mulai dari Randai Kuansing, Zapin, hingga ke syair.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR), Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil, yang menyampaikan bahwa daerah istimewa Riau ini adalah hajat masyarakat Riau.

Menurutnya, perjuangan mewujudkan DIR adalah bagian dari amanat Musyawarah Kerja (Musker) LAMR se-Riau beberapa waktu lalu. Dalam musker itu p**a, LAMR Provinsi Riau diamanahkan sebagai motor utama gerakan ini.

"Alhamdulillah, dengan ketulusan hati masyarakat dari berbagai elemen hadir dalam maklumat akbar DIR ini, tentunya hal ini membuktikan bahwa gagasan ini bukan kepentingan kelompok atau kepentingan tertentu," ujar Datuk Seri Taufik.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat Oktober agar terlibat aktif sesuai dengan kemampuan masing-masing demi terwujudnya Daerah Istimewa Riau. Ini bukan hanya perjuangan semata, tetapi warisan untuk generasi mendatang.

Ia menegaskan bahwa gagasan DIR berlandaskan sejarah, budaya dan adat-istiadat Riau. "Daerah Istimewa Riau adalah hak Riau, jadi harus kita kembalikan kepada anak cucu kita," tegasnya.

Usai sambutan Ketua BPP DIR, Maklumat Akbar tersebut dilanjutkan dengan pembacaan Warkah Kebulatan Tekad Perwujudan DIR yang dipandu langsung oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H Marjohan Yusuf dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Adapan isi Warkah Kebulatan Tekad Perwujudan Provinsi Daerah Istimewa Riau, yakni:

"Kami seluruh komponen masyarakat Provinsi Riau menyatakan kebulatan tekad untuk mewujudkan Provinsi Daerah Istimewa Riau (DIR) sebagai hak daerah ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, Daerah Istimewa Riau untuk Indonesia Berkilau" 17 Oktober 2025.

sc: Cakaplah

Karmila Sari resmi mendaftarkan diri dengan mengembalikan formulir sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau...
19/10/2025

Karmila Sari resmi mendaftarkan diri dengan mengembalikan formulir sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, Sabtu (18/10/2025).

Langkahnya ini menambah dinamika politik jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Riau yang kian hangat diperbincangkan publik.

“Melihat dinamika politik saat ini, Golkar mendapat perhatian penuh dari masyarakat. Semakin banyak kader yang mendaftar, semakin besar peluang bagi kita untuk memilih ketua yang bisa memajukan Riau,” ujar Karmila usai menyerahkan formulir pendaftaran di Kantor DPD I Partai Golkar Riau.

Karmila menegaskan dirinya telah melengkapi seluruh persyaratan pendaftaran. Ia menyebut pencalonannya merupakan wujud tanggung jawab sebagai kader yang telah dibina dan dibesarkan oleh Partai Golkar.

“Golkar adalah partai besar. Saya sudah meminta izin kepada DPP karena saat ini saya juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumbagut. Saya ingin menjadi penengah dan jembatan agar suasana di internal Golkar tetap kondusif,” jelasnya.

Menurut Karmila, evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya menjadi penting untuk melangkah ke depan. Ia berkomitmen membesarkan Partai Golkar dan memperkuat solidaritas antar-kader.

“Kami akan berikhtiar bersama untuk membesarkan Golkar di Riau,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Steering Committee (SC) Musda XI Partai Golkar Riau, Gumpita, menilai kehadiran Karmila Sari sebagai bakal calon menambah warna dan semangat baru dalam proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar Riau.

“Karmila adalah kader potensial dan srikandi harapan Golkar. Kehadirannya membuat dinamika pergantian kepemimpinan semakin positif,” ujar Gumpita.

Diketahui, hingga saat ini sudah ada beberapa nama yang mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua Golkar Riau.

Informasinya, masih ada dua bakal calon lainnya yang akan mendaftar dalam waktu dekat.

sc: Cakaplah

Pengamat politik Riau, Dr. Zulkarnain Kadir SH MH, menegaskan bahwa Ketua DPD I Partai Golkar Riau yang akan terpilih na...
19/10/2025

Pengamat politik Riau, Dr. Zulkarnain Kadir SH MH, menegaskan bahwa Ketua DPD I Partai Golkar Riau yang akan terpilih nanti harus memiliki visi besar, ketegasan, dan kesiapan untuk menjadi lokomotif kemenangan partai di masa mendatang.

Ia menilai, pemimpin Golkar Riau ke depan tidak hanya cukup menjadi organisator yang solid, tetapi juga harus berani tampil sebagai tokoh utama dan siap maju dalam pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri).

“Ketua Golkar Riau ke depan harus punya target yang jelas. Pertama, meningkatkan perolehan suara partai di Pemilu 2029. Kedua, merebut kembali kursi Ketua DPRD Riau. Dan yang paling strategis, siap bertarung di Pilgub Riau agar partai ini kembali menjadi kekuatan utama politik daerah,” ujar Zulkarnain, Sabtu (18/10/2025).

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir, Partai Golkar di Riau mengalami penurunan pengaruh politik yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan lemahnya konsolidasi internal.

“Kalau Golkar tidak segera bangkit dan menyiapkan tokoh kuat di Riau, partai ini bisa menjadi partai gurem ke depan. Ketua Golkar harus tampil sebagai figur sentral, bukan hanya mengatur organisasi, tapi juga menjadi magnet elektoral,” ujarnya.

Zulkarnain juga menyoroti kelemahan mendasar yang kerap muncul di tubuh Golkar Riau, terutama saat pelaksanaan Pilkada. Ia menilai, kader dan tokoh partai sering kali tidak solid dalam memberikan dukungan, bahkan saling berseberangan di lapangan.

“Kelemahan Golkar selama ini adalah tidak kompak. Saat Pilkada, banyak kader justru jalan sendiri-sendiri. Yang lebih fatal, tidak ada sanksi tegas bagi mereka yang membelot dari keputusan partai. Padahal, disiplin politik sangat penting untuk menjaga marwah organisasi,” jelasnya.

Ia menekankan, Ketua Golkar Riau mendatang harus mampu memperkuat komunikasi internal, menegakkan disiplin partai, serta membangun kembali militansi kader di semua tingkatan. Hanya dengan cara itu, menurutnya, Golkar bisa kembali menjadi kekuatan dominan di Riau.

“Golkar punya sejarah panjang di Riau. Ini partai besar yang pernah melahirkan banyak pemimpin daerah. Jangan sampai kejayaan itu hilang hanya karena kurangnya ketegasan dan arah kepemimpinan. Ketua baru nanti harus berani memimpin, bukan hanya mengatur,” tutup Zulkarnain.

sc: Cakaplah

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru menetapkan pria FAS alias Farha...
16/10/2025

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru menetapkan pria FAS alias Farhan (24) sebagai tersangka dugaan pornografi dan ITE. FAS telah ditahan sejak Ahad (12/10/2025).

FAS dijerat Pasal 29 Jo pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

FAS diduga menyetubuhi perempuan inisial DAP yang diketahui merupakan anak dari seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

“Yang bersangkutan memenuhi panggilan, setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka lalu diterbitkan surat penangkapan, dan ditahan,” ujar Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra, Rabu (15/10/2025).

Peristiwa dugaan persetubuhan itu diketahui pada Jumat, 4 April 2025. kala itu orang tua DAP tersebut diperlihatkan rekaman video berdurasi 19 detik yang menayangkan adegan hubungan badan antara tersangka FAS dengan DAP.

Mengetahui hal itu, orang tua korban langsung mendatangi kediaman FAS. Perbuatan tersebut diakui oleh yang bersangkutan. Tersiar kabar bahwa FAS sempat mengalami penganiayaan, namun hal itu telah dibantah oleh pihak keluarga DAP.

Dalam proses penyidikan, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit telepon genggam Samsung A52s 5G berwarna hijau dan sebuah flashdisk.

“Satu buah flashdisk kapasitas 8 GB yang berisikan rekaman video yang berdurasi 19 detik,” tukasnya.

sc: Cakaplah

Tim RAGA Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau mengungkap sindikat spesialis pencurian den...
16/10/2025

Tim RAGA Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau mengungkap sindikat spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) yang beraksi di 25 tempat kejadian perkara (TKP). Dua orang pelaku ditangkap sedangkan lima lainnya buron.

Dua pelaku yang telah diamankan yakni AA dan RS. Sementara lima pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran berinisial ES, RA, LN, MS. dan DN. ES diduga sebagai otak pelaku dan koordinator aksi pencurian tersebut.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Rooy Noor, mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap tersangka bermula dari laporan pencurian di salah satu gerai Indomaret di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

“Pada Rabu, 20 Agustus 2025, sekitar pukul 03.55 WIB, kami menerima laporan dari pihak Indomaret terkait pembobolan toko di Jalan Garuda Sakti KM 30, Kelurahan Sari Galuh, Kecamatan Tapung,” ujar AKBP Rooy, Selasa petang (14/10/2025).

Dari rekaman CCTV, polisi berhasil menangkap Andi Aritonang. Dari hasil pengembangan dan pemeriksaan, terungkap bahwa mereka terlibat dalam 25 aksi pencurian yang dilakukan sejak April hingga Agustus 2025.

Pelaku menyasar gerai Indomaret, Alfamart, pangkalan LPG, dan bengkel motor di wilayah Riau.

Rinciannya meliputi 16 gerai Indomaret, 6 gerai Alfamart, 2 pangkalan LPG, dan 1 bengkel motor.

"Modus operandi mereka adalah mematikan aliran listrik toko, lalu memotong gembok menggunakan alat potong berbasis oksigen. Setelah itu, mereka masuk dan mengambil barang-barang yang mudah dibawa dan memiliki nilai jual tinggi," jelas AKBP Rooy.

Adapun hasil kejahatan kemudian dijual oleh ES kepada RS, yang diduga berperan sebagai penadah. Barang yang dibeli, dijual kembali oleh RS dengan keuntungan lebih besar.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua unit mobil yang digunakan pelaku: Mitsubishi Xpander dan Toyota Rush, tiga buah linggis, satu set tabung oksigen pemotong besi, puluhan bungkus rokok berbagai merek dan lainnya.

Pelaku mengaku, hasil curian digunakan untuk kepentingan pribadi. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

“Kami terus memburu para pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan para DPO,” tutup AKBP Rooy.

sc: Cakaplah

Aksi DS (32), warga Giri Sako, Logas Tanah Darat (LTD), Kuantan Singingi (Kuansing) mengedar sabu berakhir di tangan Tim...
16/10/2025

Aksi DS (32), warga Giri Sako, Logas Tanah Darat (LTD), Kuantan Singingi (Kuansing) mengedar sabu berakhir di tangan Tim Mata Elang Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan (Satresnarkoba) Polres Kuansing). DS diringkus, Senin (13/10/25) di sebuah kebun sawit yang ada di desa tersebut.

Dari hasil penggeberakan di dalam perkebunan kelapa sawit sekitar pukul 17.00 WIB, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 4,69 gram di tangan DS.

Kapolres Kuansing AKBP R Ricky Pratidiningrat menyampaikan, penangkapan DS berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan, dan personel melakukan pengintaian di lokasi target.

Menurut mantan Kapolres Anambas itu, tersangka DS saat digerebek menyimpan barang bukti Sabu dalam rokok Sampoerna. Lalu kaca pirex dan alat isap, handphone Vivo, uang Rp500 ribu yang diamankan.

Hasil pengembangan, DS mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial P dengan sistem pembayaran setelah sabu-sabu habis terjual.

"Hasil tes urine terhadap tersangka menunjukkan positif mengandung Ampetamin, yang mengindikasikan pelaku pengguna narkoba," kata Kapolres, Selasa (15/10/2025).

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

sc: Cakaplah

Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat dari Januari hingga September 2025, terdapat 310 k...
16/10/2025

Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat dari Januari hingga September 2025, terdapat 310 kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Dari jumlah itu, 264 orang pengidap HIV dan 46 sudah masuk dalam kategori AIDS.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Karang Taruna Kota Pekanbaru Ibnu Hajar menyayangkan masih tingginya angka kasus HIV di Kota Bertuah ini. Ia menilai, persoalan ini tidak hanya disebabkan oleh lemahnya pengawasan, tetapi juga karena rendahnya pemahaman masyarakat tentang bahaya HIV.

“Sebenarnya tingginya kasus HIV ini akibat kurangnya kontrol diri dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya penyakit ini. Padahal pemerintah sudah sering melakukan sosialisasi dan bahkan ada lembaga khusus seperti Komisi Penanggulangan AIDS,” ujar Ibnu, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, jika angka kasus tersebut terus meningkat, maka hal itu menjadi sinyal bahwa lembaga-lembaga terkait belum bekerja secara maksimal.

Ia mendorong pemerintah kota dan instansi yang menangani isu HIV/AIDS agar lebih proaktif melakukan edukasi langsung ke masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk dan kelompok berisiko tinggi.

“Kami prihatin, malu rasanya kalau Pekanbaru memiliki kasus HIV yang tinggi. Kami berharap kepada pemerintah dan lembaga terkait lebih proaktif dan serius. Ini tidak boleh dipandang sebelah mata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia menyebut, Karang Taruna Kota Pekanbaru juga ikut berperan dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Melalui jaringan Karang Taruna tingkat kecamatan, pihaknya mendorong kegiatan sosialisasi dan edukasi seputar kesehatan reproduksi, bahaya seks bebas, serta pentingnya membekali diri dengan pengetahuan dan nilai keagamaan.

“Sekali lagi kami dari Karang Taruna yg notabenenya membantu Dinsos tentang penanganan masalah sosial. Mengajak masyarakat agar membentengi diri dengan agama dan ilmu supaya tidak terpengaruh gaya hidup bebas yang tidak sesuai dengan budaya timur kita,” tambahnya.

“Kami juga di Karang Taruna Kota Pekanbaru memberikan ruang untuk Karang Taruna Kecamatan untuk aktif mengedukasi masyarakat di wilayahnya masing-masing,” cakapnya lagi.

sc: Cakaplah

Pria bernama Eduard Buulolo (28) menjadi korban penculikan yang dilakukan lima orang pria. Tindakan itu dipicu bisnis ro...
15/10/2025

Pria bernama Eduard Buulolo (28) menjadi korban penculikan yang dilakukan lima orang pria. Tindakan itu dipicu bisnis rokok ilegal yang belum dibayar oleh korban.

Peristiwa penculikan ini terjadi di Rest Area Km 64 Jalan Tol Dumai–Pekanbaru pada Selasa, 16 September 2025, sekitar pukul 03.00 WIB dan sempat viral di media sosial.

Tiga pelaku ditangkap yakni adalah Sudirman Buulolo selaku otak pelaku, M Tarmizi dan Aliran Hati Laia. Sementara dua lainnya, yakni Jon dan Samsir Laia, masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau AKBP Rooy Noor menjelaskan, kasus ini bermula dari urusan bisnis rokok tanpa cukai yang tidak selesai dengan baik.

“Motif utama penculikan ini adalah persoalan utang-piutang hasil penjualan rokok tanpa cukai," jelas AKBP Rooy saat jumpa wartawan di Media Center Polda Riau, Selasa (14/10/2020) petang.

Ia menjelaskan, kasus berawal ketika Eduard mengambil 80 kardus rokok tanpa pita cukai dari Purba. Namun uang hasil penjualan rokok tersebut belum disetorkan korban kepada Purba.

Sudirman Buulolo yang juga terlibat dalam bisnis rokok ilegal ini, merasa dirugikan setelah uangnya dipotong oleh pihak pemilik rokok sebagai pengganti kerugian akibat kelalaian Eduard.

Merasa tidak terima, Sudirman bersama rekan-rekannya mencari Eduard dan merencanakan penculikan. Aksi itu terekam dalam rekaman CCTV rest area.

"Korban disebut belum menyetorkan uang hasil penjualan sekitar Rp560 juta kepada pihak pemilik barang. Ini memicu tersangka SB melakukan pencarian dan penculikan terhadap korban,” jelas AKBP Rooy.

Para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda namun saling terkoordinasi dalam menjalankan aksi penculikan yang berujung kekerasan terhadap korban.

Sudirman diduga sebagai pelaku utama dalam penculikan ini. Ia merupakan pihak yang membawa korban dari lokasi awal penculikan menuju wilayah Jambi. Ia juga terlibat langsung dalam pemukulan terhadap korban selama perjalanan.

Tarmizi turut serta dalam membawa korban bersama Sudirman. Ia juga melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap Eduard selama dalam perjalanan. Selain itu berperan aktif dalam pengamanan dan pengawalan selama korban berada dalam kendali mereka.

Sementara Aliran tidak berada di lokasi awal penculikan, tetapi bergabung dengan kelompok pelaku di wilayah Belilas dan Sorek. Perannya teridentifikasi saat korban dibawa ke sekitar Bank BRI Sorek, di mana Aliran turut mengangkat korban secara paksa ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Jambi.

"Para pelaku membawa korban dari rest area menuju Jambi, bahkan sempat singgah di Belilas dan Sorek. Selama perjalanan, korban juga mengalami kekerasan fisik," ungkap AKBP Rooy.

Berdasarkan hasil visum et repertum dari RS Bhayangkara, korban mengalami sejumlah luka memar dan lecet di bagian wajah, punggung, lengan, dan kaki.

Para pelaku disangkakan melanggar Pasal 328 KUHP tentang Tindak Pidana Penculikan dan Pasal 333 KUHP tentang Perampasan Kemerdekaan. Ancaman hukuman 12 tahun penjara.

AKBP Rooy menegaskan, pihak kepolisian saat ini masih memburu dua DPO lainnya dan mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi rokok ilegal yang lebih luas di wilayah Riau dan sekitarnya.

sc: Cakaplah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Polda Riau akan terus melakukan penertiban aktivitas penambangan emas tanpa i...
15/10/2025

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Polda Riau akan terus melakukan penertiban aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Indragiri.

Hal itu ditegaskan Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid menindaklanjuti maraknya aktivitas PETI di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

"Penertiban akan terus kita lakukan, namun tetap mengedepankan pendekatan. Pemprov dan Polda dalam hal ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam," kata Gubri, Selasa (14/10/2025).

Gubri menilai, aktivitas PETI bukan hanya merusak lingkungan Sungai Kuantan dan merugikan masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing). Namun juga memberikan dampak buruk terhadap masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil).

"Ekosistem alam terganggu. Kita ingin Sungai Indragiri kembali jernih, agar masyarakat kembali bisa memanfaatkan airnya untuk kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Terkait pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), Abdul Wahid menyebutkan hal ini akan segera disosialisakan kepada masyarakat.

"Ada tempat yang bisa ditambang, ada yang tidak. WPR sudah keluar, tinggal kita sosialisasikan ke masyarakat. Tentang daerah mana saja yang boleh ditambang, dan bagaimana caranya," ungkapnya.

Abdul Wahid menyebutkan Desa Logas, Kecamatan Logas Tanah Darat menjadi lokasi WPR tersebut dengan luas mencapai 14 ribu hektare. Yang nantinya juga bisa dikelola oleh masyarakat.

"Di Logas WPR ada sekitar 14 ribu hektare. Semua masyarakat boleh mengelola WPR, kalau ada masyarakat yang punya tanah disitu dan ingin bekerja sama dengan petambang disana, ya silahkan. Untuk IPR itu kan maksimal 15 hektare," katanya.

sc: Cakaplah

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, bersama Wakil Walikota Makarius Anwar, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Melebung...
15/10/2025

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, bersama Wakil Walikota Makarius Anwar, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya, Selasa (14/10/2025).

Kunjungan ini tak biasa, rombongan menempuh perjalanan dengan motor trail untuk menjangkau salah satu wilayah terjauh di Kota Bertuah itu.

Perjalanan ditempuh lebih dari dua jam dari Komplek Perkantoran Tenayan Raya. Agung mengungkapkan, penggunaan motor menjadi pilihan agar bisa melalui jalur tercepat sekaligus memetakan kondisi jalan menuju Melebung.

"Kami melakukan pemetaan jalur jalan yang akan dibangun agar akses warga Melebung ke perkotaan semakin cepat dan mudah,” cakapnya.

Agung menjelaskan, Melebung merupakan kelurahan yang masih tergolong terisolir meskipun berada dalam wilayah administrasi Kota Pekanbaru. Karena itu, ia membawa seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk turun langsung melihat kondisi lapangan serta mendengar keluhan warga.

“Saya sengaja membawa kepala OPD agar mereka bisa langsung menjawab dan menindaklanjuti persoalan yang dihadapi masyarakat. Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang nyata, bukan sekadar laporan di atas meja,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Agung juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran OPD yang terus mendukung langkah Pemko dalam menghadirkan pembangunan merata.

“Support sistem yang kita bangun bersama sudah berjalan baik. Mulai dari perbaikan jalan, pembangunan masjid dan sekolah, hingga penerangan jalan sesuai aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, kunjungan kerja ini bertepatan dengan hari ulang tahun Walilota Agung Nugroho. Momen itu dirayakan sederhana namun penuh kebersamaan bersama warga Melebung.

“Alhamdulillah, hari ini saya bahagia bisa merayakan ulang tahun dengan masyarakat. Kami berbagi hidangan, berbaur tanpa sekat. Ini bentuk kecintaan kami kepada warga Pekanbaru,” ucap Agung.

Ia menutup kunjungannya dengan pesan agar seluruh masyarakat tetap kompak dan percaya bahwa pembangunan akan terus bergerak ke semua lini, tanpa ada yang tertinggal.

“Saya ingin semua masyarakat, termasuk di Melebung, merasakan pelayanan dan perhatian yang sama. Pekanbaru ini milik kita bersama,” pungkasnya.

sc: Cakaplah

Pembangunan infrastruktur di P**au Rupat akan dilanjutkan pada tahun 2026. Pembangunan bisa dilanjutkan apabila P**au Ru...
15/10/2025

Pembangunan infrastruktur di P**au Rupat akan dilanjutkan pada tahun 2026. Pembangunan bisa dilanjutkan apabila P**au Rupat kembali masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Anggota DPRD Riau dari Dapil Dumai, Bengkalis dan Kep**auan Meranti, Sofyan mengatakan, Kabupaten Bengkalis mengusulkan dua daerah masuk dalam KSPN. Dua daerah yang diusulkan yakni P**au Rupat dan P**ang Bengkalis.

Dari informasi yang ia terima, kemungkinan besar hanya satu daerah yang masuk KSPN. Satu daerah yang bakal masuk KSPN itu adalah P**au Rupat.

Ia menyebut, alasan hanya satu daerah yang masuk KSPN di Kabupaten Bengkalis karena keterbatasan anggaran dari Pemerintah Pusat.

"Karena anggaran terbatas, informasi dari Staf Ahli Komisi V DPR RI, kemungkinan goal diterima itu ya P**au Rupat," ungkap Sofyan, Selasa (14/10/2025).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menyebut, jika Rupat masuk KSPN, maka pembangunan jalan poros di Rupat kemungkinan akan selesai pada tahun 2026 mendatang.

"Tapi kita belum dapat kepastiannya, apakah benar Rupat yang masuk KSPN. Tapi informasi yang kita dapat baru seperti itu," ucapnya.

Dikatakannya, pada tahun 2024 lalu pmbangunan infrastruktur jalan di Rupat dapat bantuan sebesar Rp65 miliar. Pembangunan itu rencananya akan dilanjutkan pada tahun 2026 untuk jalan poros menuju pariwisata di Rupat Utara.

Anggota Komisi III itu berharap pembangunan infrastruktur itu dapat dilanjutkan. Tidak hanya di Rupat, namun juga pembangunan infrastruktur di P**a Bengkalis sebagai pusat pemerintahan perlu ditingkatkan.

"P**au Bengkalis sebagai pusat pemerintahan juga perlu, karena banyak infrastruktur yang belum selesai," pungkasnya.

Diketahui juga, P**au Rupat di Kabupaten Bengkalis, saat ini sudah berstatus KSPN. Namun status tersebut akan berakhir pada tahun 2025 ini.

Saat ini Pemerintah Provinsi Riau tengah mengajukan perpanjangan status KSPN P**au Rupat ke Pemerintah Pusat. Tak hanya Rupat, Dinas Pariwisata Riau juga mengusulkan Kawasan Istana Siak dan Muara Takus masuk KSPN.

sc: Cakaplah

Address

Pekanbaru

Telephone

081238240090

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bicara Riau posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share