24/02/2025
Penguin kuning ditemukan oleh seorang fotografer satwa liar Yves Adams di sebuah pulau terpencil di Georgia Selatan pada Desember 2019.
Penguin kuning ditemukan saat Adams sedang memimpin ekspedisi fotografi yang berlangsung selama dua bulan, melintasi Atlantik Selatan dan singgah di pantai Georgia Selatan.
Saat memeriksa perlengkapan alat keselamatan, ia melihat gerombolan penguin berenang ke arah pantai dan di sanalah Adams melihat satu individu penguin yang tampak berbeda dan menarik perhatian.
"Saya belum pernah melihat atau mendengar tentang penguin kuning sebelumnya. Ada 120.000 burung di pantai itu, dan ini satu-satunya yang kuning di sana," kata Adams kepada Kennedy News and Media. "Kami semua menjadi gila saat menyadarinya. Kami menjatuhkan semua perlengkapan keselamatan dan mengambil kamera kami."
Penguin raja (Aptenodytes patagonicus) diketahui berkerabat dekat dengan penguin kaisar (Aptenodytes forsteri). Mereka biasanya punya warna hitam-putih dengan garis emas kekuningan di kerahnya.
Penguin yang berhasil Adams abadikan tampaknya tetap memiliki bulu kuning di kerahnya namun kehilangan pigmen hitam kecoklatan yang biasa disebut melanin. Penguin dengan bulu tidak biasa relatif jarang dan terkadang sulit untuk mengidentifikasi penyebab di balik warna langka jika hanya melihat sekilas mata.
Menurut Adams, burung kuning yang berhasil ia potret mengalami kondisi genetik leucism, di mana hanya sebagian melanin yang hilang. Hal ini disetujui oleh Dee Boersma, seorang ahli biologi konservasi dan profesor di Washington University.
Sementara Kevin McGraw, seorang ahli ekologi di Arizona State University, tidak setuju dengan pendapat Adams dan Boersma yang mengatakan penguin kuning mengalami leucism. Menurut McGraw penguin tersebut tampak kehilangan seluruh melanin di tubuhnya.
McGraw menambahkan, penguin kuning sepertinya telah kehilangan pigmen karotenoid atau kuning-oranye-merah di paruh dan pigmen melanin di bulunya, kendati tetap mempertahankan pigmen kuning di kerah. Jadi, ada beberapa pigmen rusak dan yang lain tidak.
Burung berwarna aneh seperti penguin kuning sangat jarang terjadi. Namun yang pasti, penguin menggunakan warna tubuh dan bulu untuk berbagai fungsi, termasuk pemilihan pasangan, kamuflase atau perlindungan dari matahari.
Caption by Kumparan