Assunnah Pattallassang

Assunnah Pattallassang Media Dakwah As-Sunnah Pattallassang Media Dakwah Assunnah Pattallassang

🔰 Bekal Pencari Ilmu agar Istiqomah dalam Mencari ilmu Agama Telah ditanyakan kepada Asy-Sya'biy -rahimahullah-, "Dari m...
19/12/2024

🔰 Bekal Pencari Ilmu agar Istiqomah dalam Mencari ilmu Agama

Telah ditanyakan kepada Asy-Sya'biy -rahimahullah-,
"Dari mana anda mendapatkan semua ilmu ini?"
Beliau menjawab,
"Dengan tidak bergantung pada orang lain, berkeliling ke berbagai negeri, sabar seperti sabarnya keledai, dan bangun pagi seperti bangunnya burung gagak.'"
~ Tarikh Dimasyq (25/355), Ibnu Asakir.

Kalimat ini menggambarkan cara Asy-Sya'biy -rahimahullah- dalam memperoleh ilmu, yaitu dengan tekad yang kuat, ketekunan, dan disiplin.

🟣 Faedah

Berikut beberapa faedah yang bisa diambil dari perkataan Asy-Sya'biy -rahimahullah- dalam kalimat tersebut:

1. Mandiri dan Tidak Bergantung pada Orang Lain: Asy-Sya'biy -rahimahullah- menekankan pentingnya untuk tidak bergantung pada orang lain dalam mencari ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang harus berusaha keras dengan usahanya sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan orang lain.

2. Pentingnya Mengembara dalam Mencari Ilmu: "Berjalan ke negeri-negeri" menunjukkan bahwa ilmu tidak datang dengan mudah atau hanya diperoleh dari satu tempat. Seseorang yang ingin mencari ilmu perlu mengembara, dan berusaha keras, serta duduk di majelis-majelis ilmu.

3. Kesabaran yang Luar Biasa: Perbandingan dengan kesabaran keledai menggambarkan bahwa untuk meraih ilmu dibutuhkan ketekunan dan kesabaran yang sangat besar, meskipun perjalanan itu mungkin penuh tantangan dan kesulitan.

4. Disiplin dan Pagi yang Produktif: Bangun pagi seperti burung gagak mengajarkan kita pentingnya awal hari yang produktif. Di banyak tradisi, pagi adalah waktu yang paling baik untuk memulai aktivitas yang bermanfaat, termasuk mencari ilmu.

5. Proses yang Memerlukan Waktu: Ilmu tidak bisa didapatkan dengan cepat atau instan. Seperti kesabaran dan ketekunan yang digambarkan, proses memperoleh ilmu membutuhkan waktu, usaha, dan pengorbanan.

🟣 Kesimpulan:
Secara keseluruhan, perkataan ini mengajarkan kita tentang pentingnya usaha, kesabaran, dan disiplin dalam memperoleh ilmu.

✍ Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-

Pantun di atas mengandung pesan moral yang berhubungan dengan pentingnya pendidikan agama sejak dini. Berikut adalah pen...
28/11/2024

Pantun di atas mengandung pesan moral yang berhubungan dengan pentingnya pendidikan agama sejak dini. Berikut adalah penjelasan makna dari setiap baris pantun:

1. Angin semilir berhembus pagi
Baris ini menggambarkan suasana pagi yang tenang, sejuk, dan menyegarkan. Angin semilir melambangkan kedamaian dan kesejukan dalam hidup.

2. Burung berkicau di atas dahan
Baris ini menggambarkan suasana alam yang penuh dengan kehidupan, di mana burung-burung bernyanyi dengan riang. Hal ini bisa diartikan sebagai simbol kehidupan yang penuh semangat dan kebahagiaan.

3. Belajar agama sejak usia dini
Baris ini menyampaikan pesan pentingnya pendidikan agama sejak kecil. Sejak usia dini, seseorang sudah seharusnya dikenalkan dengan ajaran agama sebagai dasar moral dan spiritual dalam hidup.

4. Agar hidup sukses dan penuh kemenangan
Baris ini mengaitkan belajar agama dengan tujuan hidup yang sukses. Pendidikan agama diharapkan dapat membawa seseorang menuju kehidupan yang penuh dengan keberhasilan dan kemenangan, baik dalam aspek dunia maupun akhirat.

Secara keseluruhan, pantun ini menekankan pentingnya membekali diri dengan pengetahuan agama sejak dini, karena hal tersebut akan membawa kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan.

✍ Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-

Pantun ini mengandung pesan moral tentang pentingnya memilih pasangan hidup yang tepat agar mendapatkan kebahagiaan dan ...
27/11/2024

Pantun ini mengandung pesan moral tentang pentingnya memilih pasangan hidup yang tepat agar mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidup. Berikut adalah penjelasan makna dari setiap baris pantun:

1. "Jalan-jalan ke pasar Butung" (A)

Baris pertama ini menggambarkan sebuah kegiatan biasa, yakni jalan-jalan ke pasar. Pasar Butung mungkin merujuk pada tempat yang ramai atau penuh dengan pilihan, sehingga menggambarkan kehidupan yang penuh dengan pilihan dan peluang.

2. "Lihat sana, lihat sekeliling" (B)

Baris kedua ini memberikan gambaran untuk lebih memperhatikan situasi di sekitar kita. Dalam konteks kehidupan, ini bisa diartikan sebagai ajakan untuk melihat dan merenung dengan bijak sebelum membuat keputusan penting dalam hidup.

3. "Kalau anda ingin beruntung" (A)

Baris ketiga menekankan bahwa jika seseorang ingin mendapatkan keberuntungan atau kesuksesan, maka pilihan yang dibuat dalam hidup harus bijaksana. Keberuntungan ini mungkin merujuk pada kehidupan yang bahagia dan penuh makna, yang datang dengan memilih keputusan yang tepat.

4. "Jangan salah dalam memilih pasangan" (B)

Baris terakhir mengingatkan kita bahwa salah satu keputusan terbesar dalam hidup adalah memilih pasangan hidup. Jika kita salah memilih pasangan, maka kehidupan yang diinginkan, yang penuh kebahagiaan dan keberuntungan, bisa terhambat. Ini adalah pesan agar kita lebih berhati-hati dan bijaksana dalam memilih pasangan hidup, karena pasangan yang tepat akan membawa keberuntungan, sedangkan pasangan yang salah bisa membawa kesulitan.

Makna Keseluruhan:

Pantun ini memberikan nasihat tentang pentingnya memilih pasangan hidup dengan bijak. Kehidupan, seperti pasar yang penuh pilihan, memerlukan perhatian dan pertimbangan yang matang. Keberuntungan dalam hidup, khususnya dalam hubungan, sangat bergantung pada keputusan yang diambil dalam memilih pasangan hidup. Oleh karena itu, pantun ini mengingatkan kita untuk tidak terburu-buru dan selalu berpikir bijaksana saat membuat keputusan besar dalam hidup, terutama yang terkait dengan hubungan.

✍ Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah -hafizhahullah-

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِDengan Mengharap Ridho Allah 'Azza wa Jalla, Hadirilah Kajian Rut...
10/11/2024

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Dengan Mengharap Ridho Allah 'Azza wa Jalla,
Hadirilah Kajian Rutin Tematik

Dengan Tema :
JALAN KESELAMATAN

Bersama :
🎙Ustadz Anshari, S. Th. I, MA حفظه الله
(Pembina Pusat Dakwah dan Kajian Sunnah Gowa)

🗓 Hari/Waktu:
AHAD, Pekan ke 2
Ba'da Maghrib - Selesai

🕌 Tempat :
Masjid Nurul Ikhlas Pattallassang - Gowa
(Dekat Pasar Bu'rung-Bu'rung)
https://maps.app.goo.gl/QeUDufgVdRhRcmZx6

Kontak informasi: 085158207224
FB : Assunnah Pattallassang
Instagram : assunnahpattallassang

Terbuka untuk umum Muslimin dan Muslimat

Ajak keluarga dan teman, mari meraih faedah dan keutamaan Ilmu Agama

"Barang siapa yang menempuh sebuah jalan untuk menuntut ilmu,
Allah akan mudahkan untuknya jalan menuju surga".
[HR. Muslim,no. 2699]

Silahkan disebarkan semoga menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak

‎جزاكم الله خيرا
‎وبارك الله فيكم

بسم الله الرحمن الرحيمHadirilah !*RANGKAIAN KHUTBAH DAN SHALAT JUM'AT🗓 In syaa Allah hari Jum'at tanggal 06 Jumadil Awwa...
08/11/2024

بسم الله الرحمن الرحيم

Hadirilah !

*RANGKAIAN KHUTBAH DAN SHALAT JUM'AT

🗓 In syaa Allah hari Jum'at tanggal 06 Jumadil Awwal 1446 H / 08 November 2024 M

🎙 Khotib :
Al Ustadz Abu Mu'awiyah Askary حفظه الله

🕌 Tempat :
Masjid Zubair Bin Awwam Ma'had Minhajussalikin Pattallassang Gowa

Borongpa'la'la, Kec. Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92171
🌐📌 https://maps.app.goo.gl/2LfasGdkcTxbZoG67

📟▶️ Join Telegram
https://t.me/MahadMinhajusSalikin

Address

Pattallasang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Assunnah Pattallassang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share