29/03/2026
🌲 38 TAHUN BERJUANG, SATU SIKAP: MENOLAK!
Sejak 1988, warga Tretes dan Pecalukan bertahan melawan alih fungsi hutan lindung Arjuno-Welirang menjadi real estat. Bukan sekadar tanah yang dipertaruhkan tapi nyawa, ekosistem, dan masa depan ribuan keluarga.
Di lereng curam 25-40°, hutan ini adalah sabuk pengaman terakhir dari ancaman longsor dan banjir bandang. Di sinilah Elang Jawa, Lutung, dan Macan Kumbang menemukan rumah. Di sinilah petani kopi menggantungkan hidup.
Tapi ketika Perda sudah menetapkan Zona Hijau, mengapa izin pengembang masih jalan? Ada apa dengan tata ruang kita? 🤔
Postingan ini bukan sekadar informasi ini seruan untuk sadar. Bahwa setiap pohon yang ditebang, setiap hektar yang dialihfungsikan, ada konsekuensi yang harus dibayar mahal oleh rakyat kecil.
Hutan Arjuno-Welirang adalah sistem kehidupan yang menghubungkan:
🌱 Petani kopi & pengolah
🌱 Pedagang & pelaku usaha lokal
🌱 Satwa endemik yang terancam punah
🌱 Pasokan air untuk Surabaya, Sidoarjo, Gresik
Memutuskan satu mata rantai = meruntuhkan seluruh ekosistem.
✊ WARGA MENUNTUT:
1. Cabut izin real estat
2. Kembalikan status Zona Hijau
3. Hentikan AMDAL yang tidak partisipatif
4. Utamakan keselamatan rakyat
"Salus Populi Suprema Lex"
Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.