09/12/2021
Kunjungan Mahasiswa STFSP ke IAIN Manado
--
BEM STFSP - Rabu (8/12) Sebagian mahasiswa STFSP yang turut mengambil bagian dalam kunjungan ini, yakni mahasiswa Semester VII dan Mahasiswa program Mayor II, serta didampingi dengan seorang dosen, yakni Damianus Pongoh, S.S., M.A (Pastor Dami). Kedatangan mahasiswa STFSP mendapat sambutan baik dari pihak kampus IAIN Manado. Di mana, pihak-pihak yang turut terlibat dalam sambutan kedatangan mahasiswa STFSP, yakni Ketua BEM IAIN Manado, Rektor IAIN Manado Delmus Puneri Salim, Ph.D, Sekretaris Rumah Moderasi IAIN Manado Dr. Mardan Umar, beserta staf dosen yang lain.
Tujuan kunjungan ini didasarkan pada apa yang tertuang dalam Nostra Aetate mengenai perlunya saling mengenal saudari-saudari yang beragama lagi, sebagaimana disampaikan oleh Pastor Dami dalam sambutannya. Sehingga dengan adanya kesadaran untuk saling mengenal inilah, maka kunjungan ini dilaksanakan yang pada dasarnya menghantar semua peserta pada suatu sikap perjumpaan dengan mereka yang beragama lain, sekaligus membangun dialog dengan mereka. Oleh karena itu, selama berada di IAIN Manado, mahasiswa STFSP diberikan kesempatan untuk berkunjungan ke rumah moderasi IAIN Manado, yang mana dianggap sebagai “jalan tengah”. Dikatakan demikian, karena tempat itu merupakan wadahnya untuk IAIN Manado dapat berkolaborasi dengan semua agama, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Rumah Moderasi IAIN Manado dalam sambutannya saat kedatangan mahasiswa STFSP ke rumah moderasi.
Perjumapaan yang singkat namun bermakna ini tentunya dimanfaatkan dengan sangat baik oleh seluruh mahasiswa STFSP yang berkunjung. Sehingga, setelah melalui kegiatan yang formal, mahasiswa diizinkan untuk berkunjung ke beberapa tempat lain yang terdapat di dalam lingkungan perkuliahan IAIN Manado. Selain itu, melalui perjumpaan ini, adapula mahasiswa STFSP yang bertemu dengan rekan lama dari IAIN Manado yang 3 tahun lalu pernah mengikuti pertukaran mahasiswa di STFSP.
Melalui perujumpaan ini banyak hal yang tentunya dipelajari. Namun, yang terpenting bahwa melalui perjumpaan ini, mahasiswa STFSP belajar bahwa dialog dengan mereka yang berbeda agama merupakan hal penting yang harus dilakukan. Sebab, banyak hal dapat diselesaikan melalui dialog, seperti kesalahpahaman yang biasanya menjadi dasar dari terjadinya pertikaian.
--
Tulisan oleh Stanislaus Laritmas (Mahasiswa Prodi Filsafat Semester VII)