24/11/2025
Pada tahun 2010, hanya 33 persen warga Indonesia yang ‘bersedia membayar harga lebih tinggi untuk mengatasi perubahan iklim global’. Di China, angka tersebut mencapai 88 persen. Bahkan di Amerika Serikat, angkanya lebih tinggi: 41 persen. Orang Indonesia merasa semakin khawatir tentang dampak perubahan iklim terhadap generasi mendatang. Tetapi mereka tetap memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa pemerintah telah mengendalikan situasi, padahal itu tidak benar. Mengapa? Apakah ini disebabkan oleh Amerikanisasi budaya Indonesia yang bermula dari era Orde Baru? Atau apakah ini akibat propaganda ekstraktif oleh elit neoliberal pengekspor batu bara?
Ikuti bincang santai "Bacaan Bumi: Pemikiran Ekologis untuk Indonesia" bersama Gerry van Klinken, Abdul Kodir, dan Eva Wishanti yang akan diselenggarakan pada:
🗓 : Sabtu, 29 November 2025
⏰ : 19.00 - 21.00 WIB
📍: Kafe Pustaka, Jl. Pekalongan 1, Malang
Acara ini terselenggara oleh kerjasama Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Inside Indonesia, Pelangi Sastra Malang, Kafe Pustaka, dan Perkumpulan Peneliti Eutenika.
Tempat terbatas, daftar segera di: https://s.id/BacaanBumiMalang