BARA GAMA TV

BARA GAMA TV Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from BARA GAMA TV, Kota Makassar, .

🔥 BARA GAMA TV
Suara Kebenaran • Inspiratif • Edukatif • Informatif

Selamat datang di BARA GAMA TV, media digital yang menyajikan informasi aktual, edukatif, inspiratif, dan menghibur dengan mengedepankan integritas, objektivitas, serta nilai-nilai keba

17/08/2026

Inilah bentuk kekecewaan rakyat Indonesia kepada pemimpin 😱

Jelang Perayaan Kemerdekaan, Gejolak Muncul Dari Berbagai Penjuru : Mulai Aceh, Papua hingga Kalimantan

Jelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah daerah justru diwarnai ketegangan. Dari kericuhan di Aceh, aksi protes di Papua, hingga wacana pengibaran bendera identitas Dayak di Kalimantan, berbagai dinamika muncul menjelang 17 Agustus.

Di Aceh, peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di Banda Aceh pada Sabtu (15/8/2026) berujung bentrokan antara massa dan aparat. Kericuhan terjadi setelah muncul upaya pengibaran bendera Bulan Bintang di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Polisi kemudian membubarkan massa dan sejumlah peserta aksi sempat diamankan sebelum akhirnya dibebaskan.

Situasi tersebut menjadi sorotan karena terjadi tepat pada momentum peringatan perdamaian Aceh yang menandai berakhirnya konflik bersenjata antara pemerintah Indonesia dan GAM melalui kesepakatan damai Helsinki 2005.

Di Papua, persoalan keamanan dan politik juga kembali mencuat. Pada 15 Agustus, aksi demonstrasi digelar di sejumlah wilayah untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait Papua. Polda Papua menyatakan kondisi keamanan setelah aksi di Jayapura berada dalam keadaan kondusif. Namun, konflik bersenjata antara aparat dan kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Papua masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Sementara di Kalimantan Barat, muncul wacana pengibaran bendera identitas Dayak saat peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus. Wacana tersebut disebut berkaitan dengan akumulasi kekecewaan sebagian masyarakat Dayak terhadap berbagai persoalan yang mereka rasakan.

Namun, tidak semua tokoh Dayak mengambil sikap yang sama. Anggota DPR RI sekaligus tokoh Dayak Cornelis justru mengajak masyarakat Dayak mengibarkan Merah Putih untuk menyambut HUT ke-81 RI, sembari menegaskan bahwa identitas Dayak tetap dapat dijaga.

Rangkaian peristiwa tersebut membuat suasana menjelang perayaan kemerdekaan tahun ini menjadi sorotan. Di satu sisi, pemerintah dan masyarakat bersiap merayakan 17 Agustus. Di sisi lain, persoalan identitas, sejarah konflik, keamanan, dan rasa ketidakpuasan masih muncul di sejumlah wilayah.

16/08/2026
Aceh belum seperti Nepal jadi itulah yang akan terjadi bila pejabat negara tidak mendengar suara rakyat yang tertindas
16/08/2026

Aceh belum seperti Nepal jadi itulah yang akan terjadi bila pejabat negara tidak mendengar suara rakyat yang tertindas

Kalian mencela mencaci orang yang menginjak injal lambang negara kita sekarang plasback dua tahun kebelakang pada saat r...
16/08/2026

Kalian mencela mencaci orang yang menginjak injal lambang negara kita sekarang plasback dua tahun kebelakang pada saat rakyat aceh terjadi banjir bandang hingga makan korban kalian kemana ???







Semua Orang

PUSHAM UII : Pidato Presiden Tak Menyentuh Akar PersoalanPusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (PUSH...
16/08/2026

PUSHAM UII : Pidato Presiden Tak Menyentuh Akar Persoalan

Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII) memberikan sejumlah catatan kritis pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026) hanya dipenuhi dengan pujian terhadap dirinya sendiri tanpa menyentuh persoalan inti terkait ruang sipil yang menyempit dan jaminan hak asasi manusia yang semakin melemah. *)

Omon-omon pemerintah yang sudah TERLALUU.. Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai pidato kenegaraan Presiden P...
15/08/2026

Omon-omon pemerintah yang sudah TERLALUU..
Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026), harus lebih dari sekadar memamerkan capaian. Ia mendesak Prabowo membuka data utang negara secara jelas, termasuk alasan peminjaman, skema penggunaan, serta jangka waktu pelunasan. "Bagaimana skema pembayaran tersebut? Berapa lama utang kita itu bisa kita bayar pokok utangnya dan bunganya," ujarnya.

Emrus menekankan keberhasilan pemerintah harus dibuktikan dengan angka kuantitatif dari tiap kementerian dan lembaga. Label “oke” yang pernah disampaikan Prabowo dinilai perlu diterjemahkan dalam indikator terukur agar publik bisa menilai objektif.

Selain capaian, Emrus meminta Prabowo juga menyampaikan kelemahan pemerintah, seperti korupsi, penegakan hukum, dan kemiskinan. Menurutnya, pidato akan lebih objektif jika menyandingkan keberhasilan, kelemahan, dan solusi.

Pengamanan di Kompleks Parlemen Senayan pun diperketat dengan pemasangan pagar pembatas sepanjang 20 meter di Gedung Nusantara II. Sidang tahunan ini dijadwalkan berlangsung dua sesi, pagi dan sore, dengan agenda lanjutan Rapat Paripurna DPR RI membahas RUU APBN 2027.

Apakah menurut Anda pidato terbuka soal utang dan kelemahan pemerintah akan memperkuat kepercayaan publik, atau justru menimbulkan kontroversi baru?

🔥 ROCKY GERUNG TEGAS: REZIM PRABOWO TIDAK CUKUP DIEVALUASI — HARUS DIGANTI! Debat Besar: Benarkah Perubahan Harus Sampai...
15/08/2026

🔥 ROCKY GERUNG TEGAS: REZIM PRABOWO TIDAK CUKUP DIEVALUASI — HARUS DIGANTI! Debat Besar: Benarkah Perubahan Harus Sampai ke Akar?

"Enggak bisa diperbaiki, DIGANTI!" — Kalimat tajam dari Rocky Gerung kembali mengguncang dunia politik Indonesia. Bukan sekadar ganti menteri, bukan sekadar evaluasi — tapi perubahan total? Apa maksudnya, dan apa yang sebenarnya dirasakan rakyat di lapangan?

🗣️ KRITIK PALING TEGAS DARI ROCKY GERUNG

Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan pandangan yang memicu perdebatan hangat di seluruh negeri. Dalam podcast di kanal Hendri Satrio Official yang kini kembali ramai diperbincangkan, ia menegaskan satu hal yang tak bisa ditawar:

🗣️ "Rezim Prabowo itu enggak bisa diperbaiki, diganti."

Bukan sekadar "perlu evaluasi". Bukan sekadar "perlu pembenahan". Menurut Rocky, jalannya pemerintahan saat ini sudah sedemikian rupa sehingga perbaikan parsial tak lagi mempan — harus ada perubahan yang jauh lebih besar.

📋 TITIK SOROTAN: KABINET BESAR TAPI BELUM TERASA HASILNYA

Rocky juga menyoroti besarnya jumlah anggota kabinet yang menurutnya perlu dievaluasi secara serius. Banyaknya menteri dan lembaga tambahan belum sebanding dengan hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Maka muncul pertanyaan besar:

❓ Apakah cukup ganti beberapa menteri, atau sistemnya sendiri yang perlu diubah?

⚖️ DUA PANDANGAN YANG MEMBAGI PUBLIK:

✅ PANDANGAN PERTAMA: CUKUP EVALUASI & ROTASI

- Kabinet besar masih bisa dioptimalkan — tinggal membenahi yang tidak bekerja, ganti dengan yang kompeten
- Perubahan pemerintahan terlalu besar akan memicu ketidakstabilan politik dan menghambat program pembangunan
- Beri waktu — pemerintahan masih berjalan, hasil akan terlihat seiring berjalannya waktu

🔴 PANDANGAN ROCKY: HARUS DIGANTI — PERUBAHAN TOTAL

- Jika fondasinya sudah tidak tepat, menambal di sini-sana tidak akan menyelesaikan masalah
- Sistem dan arah kebijakan perlu diubah dari akar — bukan sekadar mengganti orang
- Evaluasi tanpa perubahan substansi hanya akan mengulang pola yang sama

📌 CATATAN PENTING: INI ADALAH PANDANGAN KRITIK, BUKAN KEPUTUSAN RESMI

Perlu ditegaskan: pernyataan ini adalah pandangan politik Rocky Gerung — bukan keputusan resmi, bukan fakta bahwa pergantian pemerintahan pasti terjadi. Namun pertanyaannya adalah pertanyaan yang muncul dari banyak kalangan masyarakat:

💡 Apakah yang dibutuhkan saat ini sekadar perbaikan di permukaan — atau perubahan arah yang menyeluruh

🤝 KESIMPULAN: YANG PALING PENTING ADALAH HASIL NYATA

Apapun pandangannya — apakah cukup evaluasi atau perlu perubahan besar — satu hal yang semua pihak sepakati: kinerja pemerintah harus diuji melalui hasil nyata yang dirasakan rakyat. Bukan janji, bukan retorika — tapi kesejahteraan, harga terjangkau, lapangan kerja, dan keadilan yang terasa di setiap rumah tangga Indonesia.

💬 PERTANYAAN UNTUK ANDA:

Menurut Anda — apakah cukup evaluasi dan rotasi menteri, atau sudah saatnya perubahan yang lebih besar terhadap arah pemerintahan?
👇 Sampaikan pandanganmu di kolom komentar!

📰 Sumber: Podcast Hendri Satrio Official | Agp News


03/08/2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah PDI Perjuangan mendesak pemerintah segera menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan agar anggaran MBG dipisahkan dari anggaran pendidikan. Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, putusan MK telah berkekuatan hukum sejak dibacakan sehingga seharusnya dapat segera diterapkan.

Charles menilai tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan putusan tersebut hingga penyusunan APBN 2028. Ia bahkan membandingkannya dengan putusan MK terkait syarat usia calon wakil presiden yang dapat diterapkan dalam waktu singkat menjelang Pilpres 2024. Menurutnya, pemerintah dapat mulai mengakomodasi putusan itu melalui APBN 2027 atau bahkan APBN Perubahan 2026 apabila diperlukan.

Sementara itu, pemerintah memastikan akan mematuhi putusan MK. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemisahan anggaran MBG akan diterapkan paling lambat dalam penyusunan APBN Tahun Anggaran 2028, sedangkan Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan siap mengikuti keputusan pemerintah terkait mekanisme pendanaan program tersebut.



Terima kasih semuanya atas dukungan Anda! 🎉

29/07/2026

Ada Keanehan Lain dari pernyataan presiden Prabowo Subianto dalam mengurus rakyat Indonesia 🥱

Rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) mendadak menuai tanda tanya di Senayan. Sejumlah anggota DPR meng...
24/07/2026

Rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) mendadak menuai tanda tanya di Senayan. Sejumlah anggota DPR mengaku bingung karena wacana tersebut tiba-tiba mencuat tanpa pernah dibahas bersama Komisi terkait.

DPR menyebut belum menerima penjelasan resmi dari pemerintah mengenai dasar hukum, tugas dan fungsi, hingga besaran anggaran yang akan digelontorkan untuk membangun universitas baru tersebut. Tanpa kejelasan itu, sulit bagi DPR untuk menilai urgensi dan keberlanjutannya.

Pemerintah pun diminta menjelaskan secara terbuka alasan di balik kebutuhan mendirikan universitas baru. Pasalnya, Indonesia saat ini sudah memiliki banyak perguruan tinggi negeri dengan rekam jejak panjang dalam mencetak lulusan, akademisi, hingga calon pemimpin bangsa.

Pertanyaannya menjadi sederhana, apa urgensi membangun kampus baru jika kampus negeri yang ada masih bisa diperkuat? Atau justru yang lebih dibutuhkan saat ini bukan menambah institusi baru, melainkan meningkatkan kualitas pendidikan di universitas yang sudah ada.

Address

Kota Makassar

90111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BARA GAMA TV posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your organization to be the top-listed Non Profit Organization?

Share