06/09/2026
ISPA: Karhutla Makin tak Terkendali, Bantuan Internasional Sangat Mendesak untuk Didatangkan
JAKARTA, AFU.ID - Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut dinilai semakin tak terkendali. Masyarakat sipil pun mendesak pemerintah agar memberi izin bagi masuknya bantuan darurat internasional untuk mempercepat pemadaman api sekaligus menyelamatkan jutaan warga dari kepungan asap beracun.
Krisis ekologis dan kemanusiaan ini ditegaskan oleh koalisi Inisiatif Solidaritas Publik Anti Asap Karhutla (ISPA), yang terdiri dari Trend Asia, Greenpeace, Auriga, YLBHI, WALHI Kalteng, WALHI Kalbar, WALHI Kalsel, LBH Samarinda, serta Walhi. ISPA menyebut, kondisi karhutla saat ini sebagai keadaan darurat Hak Asasi Manusia (HAM) akibat kegagalan berulang pemerintah dalam memadamkan api dan melindungi rakyatnya.
Perwakilan Trend Asia, Ahmad Ashov Birry, menegaskan, krisis ini merupakan bukti pengabaian hak dasar warga negara. "Pemerintah Indonesia gagal dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut yang berulang, memadamkan api dengan cepat, melindungi masyarakat dari asap, dan memberikan bantuan kesehatan yang memadai," ujar Ahmad Ashov Birry, dalam pernyataan tertulis yang diterima Afu.id, Minggu (6/9/2026).
Di sisi lain, kelemahan penegakan hukum turut disorot sebagai pemicu utama berulangnya bencana ini. Perwakilan YLBHI Edy K Wahid, menyoroti ketimpangan penindakan hukum yang cenderung tebang pilih dan menguntungkan korporasi. "Penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan gambut belum memberikan efek jera. Jangan sampai masyarakat kecil dan komunitas adat kembali dijadikan kambing hitam, sementara perusahaan dan pihak yang memiliki kekuasaan serta keuntungan ekonomi dari penguasaan hutan dan lahan tidak disentuh secara serius," tegas Edy.
Sumber : afu. Id