01/04/2015
Cerita pengajaran divisi B. Indonesia (Minggu, 22 Maret 2015)
Minggu Riang Bersama Central Official
Minggu, 22 Maret 2015 menjadi hari yang spesial bagi kami para pengajar divisi B. Indonesia, karena pada minggu ini proses pengajaran kami di dampingin oleh para Central Official (CO) yang sengaja menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Rumbang.
Pukul 09.00 WIB seluruh relawan rumbang bersama CO direncanakan akan melakukan wisata ke solear terlebih dahulu, namun karena kendala satu dan lain hal akhirnya kami baru dapat berangkat menuju Solear pukul 10.00 WIB. Kami pergi menggunakan motor, bahagia rasanya melihat kebersamaan seperti ini meski hanya pergi menuju Solear.
Setelah puas bermain dan berselfie di kerajaan monyet, akhirnya pukul 12.30 WIB kami pun kembali menuju Cisoka untuk makan siang dan langsung menuju Kp. Janur.
Pukul 13.30 WIB, kami dan para CO datang di Tempat pengajaran. Rupanya disana anak – anak sudah menunggu kedatangan kami di dampingi oleh Kak Linda dan Kak Jundi. Dan kedatangan kami pun di sambut nyanyian ‘selamat datang kakak’ oleh adik –adik Rumbang.
Adik – adik Rumbang terlihat sangat bahagia tatkala melihat begitu banyaknya kakak relawan yang hadir ke Janur pada minggu ini. ketika itu, adik – adik Rumbang sedang belajar B. Inggris bersama para pengajar B. Inggris. Tak hanya relawan Rumbang yang menyapa hangat adik – adik Rumbang, namun para CO seperti Ka Panji, Ka Fau, Ka Ica dan Ka Ima pun turut antusias menyapa adik – adik Rumbang.
Sebenarnya, materi B. Indonesia pada minggu ini adalah ‘Berpidato menirukan pahlawan’. Namun karena divisi B. Indonesia mendapatkan tugas untuk mengumpulkan puisi karya adik –adik rumbang yang nantinya akan dibukukan, akhirnya kami pun meminta izin pada kurikulum untuk kembali menyampaikan materi tentang puisi.
Metode yang kami ajarkan kali ini adalah mengenal puisi melalui angota tubuh. Dimana, metode ini kami sebut dengan ‘Arisan Puisi’. Anak – anak kami bagi menjadi lima kelompok, setiap kelompok terdiri dari 2 -3 orang anak. Lalu kami meminta mereka untuk satu – memilih kertas gulung yan telah kami sediakan. Kertas – kertas gulung itu berisikan lima anggota tubuh yang berhubungan dengan puisi. Setelah mereka mendapatkan kertas tersebut, kami memberikan waktu 10 menit terhadap mereka untuk mendiskusikan kertas yang mereka dapat untuk menghubunkannnya dengan puisi.
Jawaban – jawaban kelima kelompok tersebut dibacakan satu persatu oleh perwakilan kelompoknya. Jawaban mereka cukup masuk akal, sehingga kami hanya perlu menambakan sedikit penjelasan saja. Setelah dirasa mereka sudah mengerti tentang puisi, kami pun meminta mereka untuk menuliskan sebuah puisi. Namun sebelumnya kami memberikan contoh puisi dengan tema yang berbeda – beda karya anak Sekolah Dasar yang dimuat di sebuah tabloid. Harapannya, agar mereka termotivasi untuk membuat puisi yang berkualitas yang jua dapat dimuat di berbagai media.
Ketika menulis puisi, sebagian dari mereka masih ada yang kebingungan harus menuliskan tentang apa. Namun setelah diberi arahan, akhirnya mereka pun mampu menyelesaikan puisinya dengan baik. Setelah 20 menit membiarkan mereka berimajinasi untuk menulis puisi, akhirnya kami meminta satu persatu dari mereka membacakan puisinya di depan teman – temannya. Puisi mereka sangat sederhana dan apa adanya—itulah ciri puisi karya anak Sekolah Dasar.
Selain seleksi puisi, hari ini juga para relawan dan para CO menyeleksi adik –adik untuk mengikuti lomba menari, lompat tali dan layangan. Adik - adik begitu ceria saat diajak menari dan bermain lompat tali.
Semoga ilmu yang kami bagi dapat berguna untuk adik – adik Rumbang untuk saat ini atau pun di masa yang akan datang. Itulah cerita keseruan kami mengajar di dampingi oleh para CO.
Salam Care & Share ~
Rumbang – Isbanban Family