Sang Manusia Akhir Zaman

Sang Manusia Akhir Zaman Sang Manusia Akhir Zaman, Manusia yang lemah, yang harus banyak beristiqfar "Rasulullah merindui umat akhir zaman".. Semua yang hadir diam membatu.
(638)

Suasana di majlis pertemuan itu hening sejenak. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian. Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai. Wajahnya yang tenang berubah warna. "Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudara

mu? " Saidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran. "Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan)," suara Rasulullah bernada rendah. "Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain p**a. Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian baginda bersuara:

"Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka." Pada ketika yang lain p**a, Rasulullah menceritakan tentang keimanan ‘ikhwan’ baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya Rasulullah. "Malaikat," jawab sahabat. "Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah. Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, " Para nabi." "Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka." "Mungkin kami," celah seorang sahabat. "Bagaimana kamu tidak beriman, sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu. "Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka. "Kalau kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah. "Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu. Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu. Begitulah nilaian Tuhan. Bukan jarak dan masa yang menjadi ukuran. Bukan bertemu wajah itu syarat untuk membuahkan cinta yang suci. Pengorbanan dan kesungguhan untuk mendambakan diri menjadi kekasih kepada kekasih-Nya itu, diukur pada hati dan buktikan dengan kesungguhan beramal dengan Sunnahnya. Pada kita yang bersungguh-sungguh mahu menjadi kekasih kepada kekasih Allah itu, wajarlah bagi kita untuk mengikis cinta-cinta yang lain. Cinta yang dapat merenggangkan hubungan hati kita dengan baginda Rasulullah. Selawat & salam buat junjungan mulia Rasulullah.s.a.w..."Berselawatlah untukku satu kali, maka Allah akan berselawat untuk nya 10 kali” hadis riwayat muslim(1/288, no.384)

Sabda Nabi SAW “ Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahawa Rasulullah s.a.w bersabda : Orang yang terdekat denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak berselawat kepadaku.” (Hadis Riwayat At-Tarmidzi)

https://www.facebook.com/sangmanusiaakhirzaman

🌿 Jagalah Keharmonisan Rumah Tangga 🌿Rumah tangga tidak akan selalu penuh tawa.Akan ada hari di mana sabar lebih dibutuh...
27/10/2025

🌿 Jagalah Keharmonisan Rumah Tangga 🌿

Rumah tangga tidak akan selalu penuh tawa.
Akan ada hari di mana sabar lebih dibutuhkan daripada cinta,
dan pengertian lebih penting daripada pembenaran diri.

Bukan tentang siapa yang lebih benar,
tapi siapa yang lebih bijak menundukkan ego demi ketenangan.

Ingatlah,
setan paling bahagia adalah ketika ia berhasil memisahkan dua hati yang disatukan Allah.
Maka, jangan biarkan amarah menjadi celah masuknya duri kebencian.

Peluk kembali dengan doa,
maafkan dengan cinta,
dan perbaiki dengan iman. 💞

🌿 Lantas, Mengapa Harus Gelisah? 🌿Bukankah Allah sudah menjamin setiap rezeki,setiap takdir,setiap napas yang kini masih...
26/10/2025

🌿 Lantas, Mengapa Harus Gelisah? 🌿

Bukankah Allah sudah menjamin setiap rezeki,
setiap takdir,
setiap napas yang kini masih berhembus di dadamu?

Kita sering gelisah pada hal yang belum terjadi,
padahal Rabb kita sudah menuliskannya dengan penuh kasih.
Kita khawatir akan masa depan,
padahal masa depan itu milik Dia yang tak pernah salah memberi.

🌙 Tenangkan hatimu.
Jika Allah yang menjamin segalanya,
untuk apa resah pada sesuatu yang tak kau kendalikan?

Cukup berusaha sebaik mungkin,
dan sisanya — serahkan pada Allah.
Karena tak ada yang lebih menenangkan,
selain yakin bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh Yang Maha Baik. 🤍

Janganlah Bersedih atas Musibah 🌧️Kadang kita menangis karena kehilangan,kadang hati terasa hancur karena takdir yang ta...
25/10/2025

Janganlah Bersedih atas Musibah 🌧️

Kadang kita menangis karena kehilangan,
kadang hati terasa hancur karena takdir yang tak sesuai harapan.
Namun ketahuilah — tidak ada yang terjadi tanpa izin Allah.

Musibah bukan tanda Allah membencimu,
tapi cara-Nya menghapus dosa dan mengangkat derajatmu.
Air matamu tak sia-sia,
setiap kesedihan yang kau sabar di dalamnya,
akan berubah jadi cahaya di akhirat nanti.

🌙 Maka bersabarlah…
Karena di balik luka, Allah sedang menyiapkan penawar terbaik.
Dia tahu kapan waktunya mengganti,
dan saat itu tiba — kau akan bersyukur pernah diuji. 🤍

23/10/2025

Jagalah Lisanmu 🌿

Lisan itu ringan diucapkan,
tapi sering meninggalkan luka yang tak mudah disembuhkan.

Berapa banyak hubungan retak karena kata,
dan berapa banyak dosa tercatat karena ucapan yang tak dijaga.

Padahal setiap kalimat yang keluar akan dimintai pertanggungjawaban
bisa menjadi zikir yang mengangkat derajat,
atau duri yang menusuk amal kebaikan.

🌸 “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Jagalah lisanmu,
karena kadang satu kata bisa menuntun ke surga,
dan satu kata p**a yang bisa menjerumuskan ke neraka.

🌧️ Jangan Berharap Setinggi Langit Jika Tak Siap Terluka Sedalam Lautan 🌧️Kadang kita terlalu tinggi menaruh harapan.. p...
23/10/2025

🌧️ Jangan Berharap Setinggi Langit Jika Tak Siap Terluka Sedalam Lautan 🌧️

Kadang kita terlalu tinggi menaruh harapan..
pada manusia yang juga punya batas,
pada dunia yang tak pernah pasti,
dan pada rencana yang tak selalu berjalan seperti doa.

Harapan itu indah…
tapi jika tidak disandarkan pada Allah,
ia bisa jadi sumber luka paling dalam.

Belajarlah menaruh harapan secukupnya pada makhluk,
dan sepenuhnya pada Sang Pencipta.
Sebab yang menggenggam hasil bukan usahamu,
tapi kehendak-Nya.

🌿 “Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya.” (QS. At-Thalaq: 3)

Jangan Samakan Hidupmu dengan Orang Lain 🌿Jangan samakan perjalananmu dengan mereka —karena Allah menulis kisah setiap h...
20/10/2025

Jangan Samakan Hidupmu dengan Orang Lain 🌿

Jangan samakan perjalananmu dengan mereka —
karena Allah menulis kisah setiap hamba dengan tinta yang berbeda.

Ada yang cepat sampai, ada yang masih berjuang di tengah jalan.
Ada yang diuji dengan kesempitan, ada yang diuji dengan kelapangan.

Yang penting bukan seberapa cepat kau tiba,
tapi seberapa sabar kau melangkah dan tetap percaya pada Allah.

Ingatlah…
🌸 "Setiap jiwa punya waktunya sendiri untuk bersinar."
Bersabarlah, waktumu akan datang — sesuai takdir terbaik dari-Nya.

Address

Jepara

Telephone

+6285218750795

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sang Manusia Akhir Zaman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Sang Manusia Akhir Zaman:

Share