Ngelegdikit Ha Ngaruh

Ngelegdikit Ha Ngaruh tanamkan pada diri untuk selalu berfikir positif

26/04/2017

23 April 2017 - SIDOARJO, KOMPAS.com - Ketua Umum Muslimat Nahdatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansah, mengingatkan adanya kelompok anti-Pancasila yang bergerak melalui ceramah-ceramah

13/04/2017

Kiai Said kemudian mencontohkan, orang yang memahami Al-Qur’an dengan modal terjemahan sama dengan orang awam

13/04/2017
26/03/2014

Riwayat Syaikh Abdul Qadir
al- Jailani
Syekh Abdul Qadir al- Jaylani merupakan
tokoh sufi paling masyhur di Indonesia .
Peringatan Haul waliyullah ini pun selalu
dirayakan setiap tahun oleh umat Islam
Indonesia. Tokoh yang diyakini sebagai
cikal bakal berdirinya Tarekat Qadiriyah ini
lebih dikenal masyarakat lewat cerita-
cerita karamahnya dibandingkan ajaran
spiritualnya. Terlepas dari pro dan kontra
atas kebenaran karamahnya, Biografi
(manaqib) tentangnya sering dibacakan
dalam majelis yang dikenal di masyarakat
dengan sebutan manaqiban.
Nama lengkapnya adalah Abdul Qadir ibn
Abi Shalih Abdullah Janki Dusat al -Jaylani .
Al -Jaylani merupakan pen*sbatan pada Jil ,
daerah di belakang Tabaristan. Di tempat
itulah ia dilahirkan. Selain Jil , tempat ini
disebut juga dengan Jaylan dan Kilan .
NASAB
Sayyid Abu Muhammad Abdul Qadir
dilahirkan di Naif , Jailan, Iraq, pada bulan
Ramadhan 470 H , bertepatan dengan th
1077 M . Ayahnya bernama Shahih , seorang
yang taqwa keturunan Hadhrat Imam Hasan,
r.a ., cucu pertama Rasulullah saw, putra
sulung Imam Ali ra dan Fatimah r. a., puteri
tercinta Rasul. Ibu beliau adalah puteri
seorang wali , Abdullah Saumai, yang juga
masih keturunan Imam Husein , r.a ., putera
kedua Ali dan Fatimah. Dengan demikian,
Sayid Abdul Qadir adalah Hasaniyin
sekaligus Huseiniyin.
MASA MUDA
Sejak kecil , ia pendiam, nrimo, bertafakkur
dan sering melakukan agar lebih baik, apa
yang disebut ‘ pengalaman- pengalaman
mistik’. Ketika berusia delapan belas tahun,
kehausan akan ilmu dan keghairahan untuk
bersama para orang saleh, telah
membawanya ke Baghdad, yang kala itu
merupakan pusat ilmu dan peradaban.
Kemudian, beliau digelari orang Ghauts Al -
A’ dzam atau wali Ghauts terbesar.
Dalam terminologi kaum sufi, seorang
Ghauts menduduki jenjang ruhaniah dan
keistimewaan kedua dalam hal memohon
ampunan dan ridha Allah bagi ummat
manusia setelah para nabi. Seorang ulama’
besar di masa kini, telah menggolongkannya
ke dalam Shaddiqin , sebagaimana sebutan
Al Qur’ an bagi orang semacam itu. Ulama
ini mendasarkan pandangannya pada
peristiwa yang terjadi pada perjalanan
pertama Sayyid Abdul Qadir ke Baghdad.
Diriwayatkan bahwa menjelang
keberangkatannya ke Baghdad , ibunya yang
sudah menjanda , membekalinya delapan
puluh keping emas yang dijahitkan pada
bagian dalam mantelnya, persis di bawah
ketiaknya, sebagai bekal. Uang ini adalah
warisan dari almarhum ayahnya,
dimaksudkan untuk menghadapi masa -masa
sulit. Kala hendak berangkat , sang ibu
diantaranya berpesan agar jangan berdusta
dalam segala keadaan . Sang anak berjanji
untuk senantiasa mencamkan pesan tersebut.
Begitu kereta yang ditumpanginya tiba di
Hamadan, menghadanglah segerombolan
perampok. Kala menjarahi , para perampok
sama sekali tak memperhatikannya, karena
ia tampak begitu sederhana dan miskin.
Kebetulan salah seorang perampok
menanyainya apakah ia mempunyai uang
atau tidak. Ingat akan janjinya kepada sang
ibu, si kecil Abdul Qadir segera menjawab :
“Ya , aku punya delapan puluh keping emas
yang dijahitkan di dalam baju oleh ibuku.”
Tentu saja para perampok terperanjat
keheranan. Mereka heran, ada manusia
sejujur ini.
Mereka membawanya kepada pemimpin
mereka, lalu menanyainya, dan jawabannya
pun sama . Begitu jahitan baju Abdul Qadir
dibuka, didapatilah delapan puluh keping
emas sebagaimana dinyatakannya . Sang
kepala perampok terhenyak kagum. Ia
kisahkan segala yang terjadi antara dia dan
ibunya pada saat berangkat , dan
ditambahkannya jika ia berbohong, maka
akan tak bermakna upayanya menimba ilmu
agama.
Mendengar hal ini, menangislah sang kepala
perampok, jatuh terduduk di kali Abdul
Qadir, dan menyesali segala dosa yang
pernah dilakukan . Diriwayatkan , bahwa
kepala perampok ini adalah murid
pertamanya. Peristiwa ini menunjukkan
proses menjadi Shiddiq. Andaikata ia tak
benar, maka keberanian kukuh semacam itu
demi kebenaran, dalam saat -saat kritis, tak
mungkin baginya.
BELAJAR DI BAGHDAD
Selama belajar di Baghdad, karena
sedemikian jujur dan murah hati, ia
terpaksa mesti tabah menderita. Berkat
bakat dan kesalehannya, ia cepat menguasai
semua ilmu pada masa itu. Ia membuktikan
diri sebagai ahli hukum terbesar di
masanya. Tetapi , kerinduan ruhaniahnya
yang lebih dalam gelisah ingin mewujudkan
diri. Bahkan di masa mudanya, kala
tenggelam dalam belajar, ia gemar
musyahadah*) .
Ia sering berpuasa, dan tak mau meminta
makanan dari seseorang, meski harus pergi
berhari- hari tanpa makanan. Di Baghdad ,
ia sering menjumpai orang-orang yang
berfikir serba ruhani, dan berintim dengan
mereka. Dalam masa pencarian inilah, ia
bertemu dengan Hadhrat Hammad , seorang
penjual sirup , yang merupakan wali besar
pada zamannya .
Lambat laun wali ini menjadi pembimbing
ruhani Abdul Qadir . Hadhrat Hammad
adalah seorang wali yang keras, karenanya
diperlakukannya sedemikian keras sufi yang
sedang tumbuh ini. Namun calon ghauts ini
menerima semua ini sebagai koreksi bagi
kecacatan ruhaninya .
LATIHAN- LATIHAN RUHANIAH
Setelah menyelesaikan studinya, ia kian
keras terhadap diri . Ia mulai mematangkan
diri dari semua kebutuhan dan kesenangan
hidup. Waktu dan tenaganya tercurah pada
shalat dan membaca Qur’ an suci . Shalat
sedemikian menyita waktunya , sehingga
sering ia shalat shubuh tanpa berwudhu lagi,
karena belum batal.
Diriwayatkan p**a , beliau kerapkali khatam
membaca Al -Qur ’an dalam satu malam.
Selama latihan ruhaniah ini, dihindarinya
berhubungan dengan manusia, sehingga ia
tak bertemu atau berbicara dengan seorang
pun. Bila ingin berjalan- jalan , ia berkeliling
padang pasir . Akhirnya ia tinggalkan
Baghdad, dan menetap di Syustar , dua
belas hari perjalanan dari Baghdad . Selama
sebelas tahun, ia menutup diri dari dunia.
Akhir masa ini menandai berakhirnya
latihannya. Ia menerima nur yang dicarinya .
Diri- hewaninya kini telah digantikan oleh
wujud mulianya .
DICOBA IBLIS
Suatu peristiwa terjadi pada malam babak
baru ini, yang diriwayatkan dalam bentuk
sebuah kisah. Kisah- kisah serupa
dinisbahkan kepada semua tokoh keagamaan
yang dikenal di dalam sejarah ; yakni
sebuah kisah tentang penggodaan . Semua
kisah semacam itu memaparkan secara
perlambang, suatu peristiwa alamiah dalam
kehidupan.
Misal, tentang bagaimana nabi Isa as digoda
oleh Iblis , yang membawanya ke puncak
bukit dan dari sana memperlihatkan
kepadanya kerajaan -kerajaan duniawi, dan
dimintanya nabi Isa a. s., menyembahnya ,
bila ingin menjadi raja dari kerajaan-
kerajaan itu. Kita tahu jawaban beliau,
sebagai pemimpin ruhaniah. Yang kita tahu ,
hal itu merupakan suatu peristiwa
perjuangan jiwa sang pemimpin dalam
hidupnya.
Demikian p**a yang terjadi pada diri
Rasulullah saw. Kala beliau kukuh berdakwah
menentang praktek-praktek keberhalaan
masyarakat dan musuh-musuh beliau , para
pemimpin Quraisy merayunya dengan
kecantikan, harta dan tahta. Dan tak
seorang Muslim pun bisa melupakan jawaban
beliau: “Aku sama sekali tak menginginkan
harta ataupun tahta. Aku telah diutus oleh
Allah sebagai seorang Nadzir **) bagi umat
manusia, menyampaikan risalah - Nya kepada
kalian. Jika kalian menerimanya, maka kalian
akan bahagia di dunia ini dan di akhirat
kelak. Dan jika kalian menolak, tentu Allah
akan menentukan antara kalian dan aku .”
Begitulah gambaran dari hal ini, dan
merupakan fakta kuat kemaujudan duniawi.
Berkenaan dengan hal ini, ada dua versi
kisah tentang Syaikh Abdul Qadir Jailani.
Versi pertama mengisahkan , bahwa suatu
hari Iblis menghadapnya , memperkenalkan
diri sebagai Jibril , dan berkata bahwa ia
membawa Buraq dari Allah, yang
mengundangnya untuk menghadap -Nya di
langit tertinggi .
Sang Syaikh segera menjawab bahwa si
pembicara tak lain adalah si Iblis , karena
baik Jibril maupun Buraq takkan datang ke
dunia bagi selain Nabi Suci Muhammad saw.
Setan toh masih punya cara lain, katanya:
“Baiklah Abdul Qadir, engkau telah
menyelamatkan diri dengan keluasan
ilmumu. ” “Enyahlah !, bentak sang wali .”
Jangan kau goda aku, bukan karena ilmuku,
tapi karena rahmat Allahlah aku selamat
dari perangkapmu”.
Versi kedua mengisahkan , ketika sang
Syaikh sedang berada di rimba belantara ,
tanpa makanan dan minuman , untuk waktu
yang lama , awan menggumpal di angkasa,
dan turunlah hujan. Sang Syaikh meredakan
dahaganya. Muncullah sosok terang di
cakrawala dan berseru : “Akulah Tuhanmu,
kini Kuhalalkan bagimu segala yang haram .”
Sang Syaikh berucap: “ Aku berlindung
kepada Allah dari godaan setan yang
terkutuk.” Sosok itu pun segera pergi
berubah menjadi awan , dan terdengar
berkata: “ Dengan ilmumu dan rahmat Allah,
engkau selamat dari tipuanku. ”
Lalu setan bertanya tentang kesigapan sang
Syaikh dalam mengenalinya. Sang Syaikh
menyahut bahwa pernyataannya
menghalalkan segala yang haramlah yang
membuatnya tahu , sebab pernyataan
semacam itu tentu bukan dari Allah.
Kedua versi ini benar, yang menyajikan dua
peristiwa berlainan secara perlambang . Satu
peristiwa dikaitkan dengan perjuangannya
melawan kebanggaan akan ilmu . Yang lain
dikaitkan dengan perjuangannya melawan
kesulitan- kesulitan ekonomi, yang
menghalangi seseorang dalam perjalanan
ruhaniahnya.
Kesadaran aka kekuatan dan kecemasan
akan kesenangan merupakan kelemahan
terakhir yang mesti enyah dari benak
seorang salih . Dan setelah berhasil
mengatasi dua musuh abadi ruhani inilah,
maka orang layak menjadi pemimpin sejati
manusia.
PANUTAN MASYARAKAT
Kini sang Syaikh telah lulus dari ujian -ujian
tersebut. Maka semua tutur kata atau
tegurannya, tak lagi berasal dari nalar,
tetapi berasal dari ruhaninya .
Kala ia memperoleh ilham, sebagaimana sang
Syaikh sendiri ingin menyampaikannya,
keyakinan Islami melemah. Sebagian muslim
terlena dalam pemuasan jasmani , dan
sebagian lagi puas dengan ritus - ritus dan
upacara-upacara keagamaan . Semangat
keagamaan tak dapat ditemui lagi.
Pada saat ini, ia mempunyai mimpi penting
tentang masalah ini. Ia melihat dalam mimpi
itu, seolah -olah sedang menelusuri sebuah
jalan di Baghdad, yang di situ seorang
kurus kering sedang berbaring di sisi jalan ,
menyalaminya.
Ketika sang Syaikh menjawab ucapan
salamnya, orang itu memintanya untuk
membantunya duduk . Begitu beliau
membantunya, orang itu duduk dengan
tegap, dan secara menakjubkan tubuhnya
menjadi besar. Melihat sang Syaikh
terperanjat, orang asing itu
menentramkannya dengan kata- kata : ”
Akulah agama kakekmu, aku menjadi sakit
dan sengsara, tetapi Allah telah
menyehatkanku kembali melalui bantuanmu .”
Ini terjadi pada malam penampilannya di
depan umum di masjid, dan menunjukkan
karir mendatang sang wali. Kemudian
masyarakat tercerahkan , menamainya
Muhyiddin, ‘pembangkit keimanan ’, gelar
yang kemudian dipandang sebagai bagian
dari namanya yang termasyhur. Meski telah
ia tinggalkan kesendiriannya ( uzlah), ia tak
jua berkhutbah di depan umum . Selama
sebelas tahun berikutnya, ia mukim di
sebuah sudut kota , dan meneruskan
praktek-praktek peribadatan , yang kian
mempercerah ruhaniyah .
KEHIDUPAN RUMAH TANGGA
Menarik untuk dicatat , bahwa
penampilannya di depan umum selaras
dengan kehidupan perkawinannya . Sampai
tahun 521 H, yakni pada usia kelima puluh
satu, ia tak pernah berpikir tentang
perkawinannya. Bahkan ia menganggapnya
sebagai penghambat upaya ruhaniyahnya.
Tetapi, begitu beliau berhubungan dengan
orang-orang, demi mematuhi perintah Rasul
dan mengikuti Sunnahnya, ia pun menikahi
empat wanita, semuanya saleh dan taat
kepadanya. Ia mempunyai empat puluh
sembilan anak – dua puluh putra, dan yang
lainnya putri .
Empat putranya yang termasyhur akan
kecendekian dan kepakarannya, al:
Syaikh Abdul Wahab , putera tertua adalah
seorang alim besar, dan mengelola madrasah
ayahnya pada tahun 543 H . Sesudah sang
wali wafat, ia juga berkhutbah dan
menyumbangkan buah pikirannya, berkenaan
dengan masalah- masalah syariat Islam. Ia
juga memimpin sebuah kantor negara , dan
demikian termasyhur .
Syaikh Isa, ia adalah seorang guru hadits
dan seorang hakim besar. Dikenal juga
sebagai seorang penyair . Ia adalah seorang
khatib yang baik, dan juga Sufi . Ia mukim
di Mesir, hingga akhir hayatnya.
Syaikh Abdul Razaq. Ia adalah seorang
alim, sekaligus penghafal hadits.
Sebagaimana ayahnya, ia terkenal taqwa. Ia
mewarisi beberapa kecenderungan spiritual
ayahnya, dan sedemikian masyhur di
Baghdad, sebagaimana ayahnya.
Syaikh Musa . Ia adalah seorang alim
terkenal. Ia hijrah ke Damaskus , hingga
wafat.
Tujuh puluh delapan wacana sang wali
sampai kepada kita melalui Syaikh Isa. Dua
wacana terakhir, yang memaparkan saat -
saat terakhir sang wali, diriwayatkan oleh
Syaikh Wahab . Syaikh Musa termaktub pada
wacana ke tujuh puluh sembilan dan delapan
puluh. Pada dua wacana terakhir nanti
disebutkan, pembuatnya adalah Syaikh
Abdul Razaq dan Syaikh Abdul Aziz , dua
putra sang wali, dengan diimlakkan oleh
sang wali pada saat -saat terakhirnya .
KESEHARIANNYA
Sebagaimana telah kita saksikan , sang wali
bertabligh tiga kali dalam seminggu. Di
samping bertabligh setiap hari, pada pagi
dan malam hari , ia mengajar tentang Tafsir
Al Qur’ an , Hadits, Ushul Fiqih, dan mata
pelajaran lain. Sesudah Dhuhur , ia
memberikan fatwa atas masalah-masalah
hukum, yang diajukan kepadanya dari
segenap penjuru dunia. Sore hari , sebelum
sholat Maghrib, ia membagi -bagikan roti
kepada fakir miskin. Sesudah sholat
Maghrib, ia selalu makan malam , karena ia
berpuasa sepanjang tahun. Sebalum berbuka,
ia menyilakan orang-orang yang butuh
makanan di antara tetangga -tetangganya ,
untuk makan malam bersama. Sesudah sholat
Isya’ , sebagaimana kebiasaan para wali , ia
mengaso di kamarnya , dan melakukan
sebagian besar waktu malamnya dengan
beribadah kepada Allah – suatu amalan
yang dianjurkan Qur’an Suci . Sebagai
pengikut sejati Nabi , ia curahkan seluruh
waktunya di siang hari , untuk mengabdi
ummat manusia, dan sebagian besar waktu
malam dihabiskan untuk mengabdi
Penciptanya.
Pengaruh dan Karya
Waktunya banyak diisi dengan meengajar
dan bertausyiah. Hal ini membuat Syekh
tidak memiliki cukup waktu untuk menulis
dan mengarang. Bahkan , bisa jadi beliau
tidak begitu tertarik di bidang ini. Pada
tiap disiplin ilmu , karya -karya Islam sudah
tidak bisa dihitung lagi. Bahkan , sepertinya
perpustakaan tidak butuh lagi diisi buku
baru. Yang dibutuhkan masyarakat justru
saran seorang yang bisa meluruskan yang
bengkok dan membenahi kesalahan
masyarakat saat itu. Inilah yang memanggil
suara hati Syekh. Ini p**a yang menjelaskan
pada kita mengapa tidak banyak karya yang
ditulis Syekh .
Memang ada banyak buku dan artikel yang
diklaim sebagai tulisannya. Namun , yang
disepakati sebagai karya syekh hanya ada
tiga:
1.Al - Ghunyah li Thalibi Thariq al- Haqq
merupakan karyanya yang mengingatkan kita
dengan karya monumental al - Ghazali, Ihya ’
‘Ulum al -Din . Karya ini jelas sekali
terpengaruh, baik tema maupun gaya
bahasanya, dengan karya al -Ghazali itu. Ini
terlihat dengan penggabungan fikih , akhlak,
dan prinsip suluk. Ia memulai dengan
membincangkan aspek ibadah , dilanjutkan
dengan etika Islam, etika doa , keistimewaan
hari dan bulan tertentu . Ia kemudian
membincangkan juga anjuran beribadah
sunah, lalu etika seorang pelajar, tawakal,
dan akhlak yang baik .
2.Al - Fath al - Rabbani wa al -Faydh al-
Rahmani merupakan bentuk tertulis
(transkripsi) dari kump**an tausiah yang
pernah disampaikan Syekh . Tiap satu
pertemuan menjadi satu tema . Semua
pertemuan yang dibukukan ada 62 kali
pertemuan. Pertemuan pertama pada 3
Syawal 545 H . Pertemuan terakhir pada hari
Jumat, awal Rajab 546 H. Jumlah halamannya
mencapai 90 halaman. Format buku ini mirip
dengan format pengajian Syekh dalam
berbagai majelisnya. Sebagiannya bahkan
berisi jawaban atas persoalan yang muncul
pada forum pengajian itu.
3.Futuh al -Ghayb merupakan kompilasi dari
78 artikel yang ditulis Syekh berkaitan
dengan suluk, akhlak, dan yang lain . Tema
dan gaya bahasanya sama dengan al - Fath
al- Rabbani. Keseluruhan halamannya
mencapai 212 halaman. Buku ini sendiri
sebetulnya hanya 129 halaman. Sisa
halamannya diisi dengan himpunan
senandung pujian yang dinisbatkan pada
Syekh. Ibn Taymiyah juga memuji buku ini.
Kesaksian Ulama
Syekh Junaid al -Baghdadi , hidup 200 tahun
sebelum kelahiran Syekh Abdul Qadir.
Namun, pada saat itu ia telah meramalkan
akan kedatangan Syekh Abdul Qadir Jailani.
Suatu ketika Syekh Junaid al - Baghdadi
sedang bertafakur, tiba- tiba dalam
keadaan antara sadar dan tidak, ia berkata,
“Kakinya ada di atas pundakku! Kakinya
ada di atas pundakku!”
Setelah ia tenang kembali, murid- muridnya
menanyakan apa maksud ucapan beliau itu.
Kata Syekh Junaid al -Baghdadi , “ Aku
diberitahukan bahwa kelak akan lahir
seorang wali besar, namanya adalah Abdul
Qadir yang bergelar Muhyiddin . Dan pada
saatnya kelak, atas kehendak Allah, ia akan
mengatakan, ‘Kakiku ada di atas pundak
para Wali .”
Syekh Abu Bakar ibn Hawara , juga hidup
sebelum masa Syekh Abdul Qadir. Ia adalah
salah seorang ulama terkemuka di Baghdad.
Konon, saat ia sedang mengajar di
majelisnya, ia berkata:
“Ada 8 pilar agama (autad ) di Irak ,
mereka itu adalah ; 1) Syekh Ma’ ruf al
Karkhi, 2 ) Imam Ahmad ibn Hanbal , 3)
Syekh Bisri al Hafi , 4) Syekh Mansur ibn
Amar, 5) Syekh Junaid al - Baghdadi , 6)
Syekh Siri as - Saqoti, 7 ) Syekh Abdullah
at- Tustari , dan 8 ) Syekh Abdul Qadir
Jailani.”
Ketika mendengar hal itu, seorang muridnya
yang bernama Syekh Muhammad ash-
Shanbaki bertanya , “Kami telah mendengar
ke tujuh nama itu, tapi yang ke delapan
kami belum mendengarnya. Siapakah Syekh
Abdul Qadir Jailani?”
Maka Syekh Abu Bakar pun menjawab ,
“Abdul Qadir adalah shalihin yang tidak
terlahir di Arab , tetapi di Jaelan ( Persia)
dan akan menetap di Baghdad .”
Qutb al Irsyad Abdullah ibn Alawi al
Haddad ( 1044 -1132 H) , dalam kitabnya
Risalatul Mu’awanah menjelaskan tentang
tawakkal, dan beliau memilih Syekh Abdul
Qadir Jaylani sebagai suri -teladannya .
Seorang yang benar-benar tawakkal
mempunyai 3 tanda. Pertama, ia tidak takut
ataupun mengharapkan sesuatu kepada
selain Allah. Kedua , hatinya tetap tenang
dan bening, baik di saat ia membutuhkan
sesuatu atau pun di saat kebutuhannnya itu
telah terpenuhi . Ketiga , hatinya tak pernah
terganggu meskipun dalam situasi yang
paling mengerikan sekalipun .
Suatu ketika beliau sedang berceramah di
suatu majelis , tiba- tiba saja jatuh seekor
ular berbisa yang sangat besar di atas
tubuhnya sehingga membuat para hadirin
menjadi panik. Ular itu membelit Syekh
Abdul Qadir , lalu masuk ke lengan bajunya
dan keluar lewat lengan baju yang lainnya .
Sedangkan beliau tetap tenang dan tak
gentar sedikit pun, bahkan beliau tak
menghentikan ceramahnya . Ini membuktikan
bahwa Syekh Abdul Qadir Jailani benar-
benar seorang yang tawakkal dan memiliki
karamah.
Ibnu Rajab juga berkata, “ Syekh Abdul
Qadir Al Jailani memiliki pendapat yang
bagus dalam masalah tauhid , sifat -sifat
Allah, takdir , dan ilmu - ilmu makrifat yang
sesuai dengan sunnah . Beliau memiliki kitab
Al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq , kitab
yang terkenal. Beliau juga mempunyai kitab
Futuhul Ghaib . Murid- muridnya
mengumpulkan perkara-perkara yang banyak
berkaitan dengan nasehat dari majelis -
majelis beliau . Dalam masalah-masalah
sifat , takdir dan lainnya , ia berpegang
pada sunnah . “
Al -Dzahabi juga berkata, “Tidak ada
seorangpun para ulama besar yang riwayat
hidup dan karamahnya lebih banyak kisah
hikayat , selain Syekh Abdul Qadir Al
Jailani, dan banyak di antara riwayat -
riwayat itu yang tidak benar bahkan ada
yang mustahil terjadi .”
Wafat
Syekh wafat setelah menderita sakit ringan
dalam waktu tidak lama . Bahkan , ada yang
mengatakan, Syekh sakit hanya sehari —
semalam. Ia wafat pada malam Sabtu , 10
Rabiul Awal 561 H . Saat itu usianya sudah
menginjak 90 tahun. Sepanjang usianya
dihabiskan untuk berbuat baik , mengajar,
dan bertausiah.
Konon, ketika hendak menemui ajal,
putranya yang bernama ‘Abdul Wahhab
memintanya untuk berwasiat . Berikut isi
wasiat itu:
“Bertakwalah kepada Allah. Taati Tuhanmu.
Jangan takut dan jangan berharap pada
selain Allah. Serahkan semua kebutuhanmu
pada Allah Azza wa Jalla . Cari semua yang
kamu butuhkan pada Allah. Jangan terlalu
percaya pada selain Allah. Bergantunglah
hanya pada Allah. Bertauhidlah!
Bertauhidlah! Bertauhidlah ! Semua itu ada
pada tauhid. ”
Demikian manaqib ini kami tulis , semoga
membawa barokah, manfa ,at , dan Ridho
allah swt, syafa’at Rosululloh serta karomah
Auliyaillah khushushon Syekh Abdul Qodir
Jailani selalu terlimpahkan kepada kita,
keluarga dan anak turun kita semua Dunia
– Akhirat. Amien
Diambil dari berbagai sumber
*) Musyahadah : penyaksian langsung . Yang
dimaksud ialah penyaksian akan segala
kekuasaan dan keadilan Allah melalui mata
hati.
**) Nadzir : pembawa ancaman atau pemberi
peringatan. Salah satu tugas terpenting
seorang Rasul adalah membawa beita, baik
berita gembira maupun ancaman.

(Dari berbagai sumber )

18/03/2014

Siapa Itu Jin Qorin

Bismillahir-Rah maanir-Rahim

PERNAHKAH Anda melihat seorang teman tiba-tiba muncul di hadapan kita, entah melintas atau apa, tapi tak mengatakan apa–apa? Di lain waktu ketika kita tanyakan tadi kenapa? Sang teman pun hanya kebingungan dan menjawab tidak pernah dan tidak tahu. Biasanya mendapat jawaban begini jantung kita langsung berdegup keras, keringat dingin, semuanya berujung pada satu pertanyaan lantas tadi itu siapa?

Qorin adalah jin yang ditugasi untuk mendampingi setiap manusia dengan tugas menggoda dan menyesatkannya. Karena itu, qorin termasuk setan dari kalangan jin.
Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya, “Apa itu qorin?” Beliau menjawab, “Qorin adalah setan yang ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Allah firmankan,“Setan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” [QS. Al-Baqarah: 268]

Akan tetapi, jika Allah memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan akhirat dan tidak mementingkan
dunia maka Allah akan menolongnya agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya. (Majmu’ Fatawa, 17:427)

Dalil Adanya Jin Qorin Di antara dalil yang menunjukkan adanya qorin :
a. Firman Allah: “Yang menyertai manusia berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh,” [QS. Qaf: 27].

Dalam tafsir Ibn Katsir dinyatakan bahwasanya Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, Mujahid, Qatadah dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Yang menyertai manusia adalah setan yang ditugasi untuk menyertai manusia,” (Tafsir Ibnu Katsir, 7:403)
b. Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anh u, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” [HR. Muslim]

Tugas jin Qorin
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” [HR. Muslim]
Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin (Syarh Shahih Muslim, 17:158).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid menjelaskan, “Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari Alquran dan sunah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada disisi seseorang” (Fatawa Islam, tanya jawab, no. 149459).

Apakah qorin juga menyertai manusia setelah dia meninggal?
Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan, “Apakah qorin ini akan terus menyertai manusia, sampai menemaninya di kuburan?
jawabnya, Tidak.
Zahir hadis –Allahu a’lam– menunjukkan bahwa dengan berakhirnya usia manusia, maka jin ini akan meninggalkannya . Karena tugas yang dia emban telah berakhir.

Ketika manusia mati maka akan terputus semua amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim). (Majmu’ Fatawa, 17:427)

Cara Melindungi Diri dari Jin Qorin
Banyaklah berdzikir dan memohon perlindungan kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh melakukan hal ini, insyaaAllah, akan datang perlindungan dari Sang Kuasa. Allah berfirman, “Apabila setan menggodamu maka mintalah perlindungan kepada Allah.

Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [QS. Al-A’raf: 200]
Dalam Tafsir As-Sa’di dinyatakan, “Kapanpun, dan dalam keadaan apapun, ketika setan menggoda Anda, dimana Anda merasakan adanya bisikan, menghalangi Anda untuk melakukan kebaikan, mendorong Anda untuk berdosa, atau membangkitkan semangat Anda untuk maksiat maka berlindunglah kepada Allah, sandarkan diri Anda kepada Allah, mintalah perlindungan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar terhadap apa yang anda ucapkan dan Maha Mengetahui niat
Anda, kekuatan dan kelemahan Anda. Dia mengetahui kesungguhan Anda dalam bersandar kepada-Nya, sehingga Dia akan melindungi Anda dari godaan dan was-was setan. (Kitab Taisir Karimir Rahman, Hal.313 Diterjemahkan Habib Sultan Maulana).

Wallahu’alam bishshawab

15/03/2014

assalamu'alaikum wr. wb.

Ada yang berminat menjadi admin di Fanpage ini ?
bila ada masukkan email anda di komentar ini.

27/01/2014

"Apabila seseorang mendoakan saudaranya secara sembunyi-sembunyi maka Malaikat mendoakannya; aamiin, dan semoga engkau mendapatkan hal yang sama." (HR. Abu Daud; shahih)

19/01/2014

[Riba Termasuk Dosa Besar]

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا هُنَّ قَالَ « الشِّرْكُ بِاللَّهِ ، وَالسِّحْرُ ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ، وَأَكْلُ الرِّبَا ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ ، وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ »

“Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “[1] Menyekutukan Allah, [2] Sihir, [3] Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, [4] Memakan harta anak yatim, [5] memakan riba, [6] melarikan diri dari medan peperangan, [7] menuduh wanita yang menjaga kehormatannya lagi (bahwa ia dituduh berzina).” (HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)

02/07/2013

... APA YANG TERSEMBUNYI
DARI SEBUAH ADZAN..?? ... Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh. Apabila muadzin mengatakan;
“Allahu Akbar Allahu Akbar.”
Maka salah seorang dari kalian
mengatakan; “Allahu Akbar
Allahu Akbar.” Kemudian muadzin
mengatakan; “Asyhadu An
Laa Ilaaha Illallah.” Maka
dikatakan; “Asyhadu An Laa
Ilaaha Illallah.” Muadzin
mengatakan setelah itu; “Asyhadu Anna
Muhammadan Rasulullah.”
Maka dijawab; “Asyhadu
Anna Muhammadan
Rasulullah.” Saat muadzin mengatakan;
“Hayya ‘Alash Shalah.” Maka
dikatakan; “La Haula wala
Quwwata illa billah.” Saat muadzin mengatakan;
“Hayya ‘Alal Falah.” Maka
dikatakan; “La Haula
walaQuwwata illa billah.” Kemudian muadzin berkata;
“Allahu Akbar Allahu Akbar.”
Maka si pendengar pun
mengatakan; “Allahu Akbar
Allahu Akbar.”
Di akhirnya muadzin berkata; “La Ilaaha illallah.” ia pun
mengatakan; “La Ilaaha
illallah.” Bila yang menjawab adzan ini
mengatakannya dengan
keyakinan hatinya niscaya ia
pasti masuk surga...!!!” (HR.
Muslim no. 848) (Rasulullah SAW) pernah
mendengar seseorang yang
adzan mengatakan; “Allahu
Akbar, Allahu Akbar.”
Rasulullah SAW bersabda; “Dia
di atas fithrah.” Kemudian muadzin itu berkata;
“Asyhadu An Laa Ilaaha
Illallah.” Lalu dia mengatakan
“Asyhadu An Laa Ilaaha
Illallah.” Rasulullah SAW
bersabda; “Engkau keluar dari neraka...!!!” (H.R. Muslim no.
845) “Apabila kalian mendengar adzan
maka ucapkanlah sebagaimana yang
diucapkan muadzin, kemudian
bershalawatlah untukku, karena siapa
yang bershalawat untukku niscaya
Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian ia meminta
kepada Allah al-wasilah atasku, karena
al-wasilah ini merupakan sebuah
tempat atau kedudukan di surga, di
mana tidak pantas tempat tersebut
dimiliki kecuali untuk seseorang dari hamba Allah dan aku berharap, akulah
orangnya. Siapa yang memintakan al-
wasilah untukku maka ia pasti beroleh
syafaat...!!!” (HR. Muslim no. 847) Siapa yang ketika mendengar adzan
mengucapkan doa; “Ya Allah Wahai
Rabbnya seruan yang sempurna ini
dan shalat yang akan ditegakkan ini,
berikanlah kepada Muhammad al-
wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada tempat
yang dipuji (maqam mahmud) yang
telah Engkau janjikan kepadanya”,
niscaya ia pasti akan beroleh
syafaatkupada hari kiamat...!!!’’ (H.R. Al-
Bukhari no. 614, 4719) Semoga bermanfaat

02/07/2013

Efek MeningGalkan Shalat Fardhu MASIH BERANI MENINGGALKAN
SHALAT ? Allah Ta’ala berfirman, “Maka datanglah sesudah mereka,
pengganti (yang jelek) yang menyia- nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam : 59-60) Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma
mengatakan bahwa ‘ghoyya’ dalam
ayat tersebut adalah sungai di
Jahannam yang makanannya sangat
menjijikkan, yang tempatnya sangat
dalam. (Ash Sholah, hal. Terdapat beberapa hadits yang
membicarakan masalah ini. Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ِﺓَﻼَّﺼﻟﺍ ُﻙْﺮَﺗ ِﺮْﻔُﻜْﻟﺍَﻭ ِﻙْﺮِّﺸﻟﺍ َﻦْﻴَﺑَﻭ ِﻞُﺟَّﺮﻟﺍ َﻦْﻴَﺑ “(Pembatas) antara seorang muslim
dan kesyirikan serta kekafiran adalah
meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no.
257). Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu -
bekas budak Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam-, beliau mendengar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, ﺍَﺫِﺈَﻓ ُﺓﺎَﻠَّﺼﻟﺍ ِﻥﺎَﻤْﻳِﻹﺍَﻭ ِﺮْﻔُﻜﻟﺍ َﻦْﻴَﺑَﻭ ِﺪْﺒَﻌﻟﺍ َﻦْﻴَﺑ َﻙَﺮْﺷَﺃ ْﺪَﻘَﻓ ﺎَﻬَﻛَﺮَﺗ “Pemisah antara seorang hamba
dengan kekufuran dan keimanan
adalah shalat. Apabila dia
meninggalkannya, maka dia
melakukan kesyirikan.” (HR. Ath
Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits
ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa
At Tarhib no. 566). Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, ُﺓَﻼَّﺼﻟﺍُﻩُﺩﻮُﻤَﻋَﻭُﻡَﻼْﺳِﻹﺍِﺮْﻣَﻷﺍُﺱْﺃَﺭ ”Inti (pokok) segala perkara adalah
Islam dan tiangnya (penopangnya)
adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2825. “Orang yang meninggalkan sholat
lebih besar dosanya dibanding
dengan orang yang membakar 70
buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi
dan bersetubuh dengan ibunya di
dalam Ka’bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang
meninggalkan sholat sehingga
terlewat waktu, kemudian ia
mengqadanya, maka ia akan disiksa
dalam neraka selama satu huqub. Satu
huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari,
sedangkan satu hari diakherat
perbandingannya adalah seribu tahun
di dunia. “ “Sesungguhnya amal hamba yang
pertama kali akan dihisab pada hari
kiamat adalah shalatnya. Apabila
shalatnya baik, dia akan
mendapatkan keberuntungan dan
keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika
ada yang kurang dari shalat wajibnya,
Allah Tabaroka wa Ta’ala
mengatakan,’Lihatlah apakah pada
hamba tersebut memiliki amalan
shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan
shalat wajibnya yang kurang. Begitu
juga amalan lainnya seperti itu.” (AL-HADIST) Itu baru salah satu akibat
meninggalkan solat yg dirasakan di
alam kubur, belum lagi kerugian yg
diterima di dunia dan di akhirat. Perlu
diketahui bahwa meninggalkan solat
5 waktu itu dosanya lebih besar daripada dosa berzinah..Berikut akan
saya jabarkan agar lebih mudah
dimengerti : Siksa di Dunia Orang yang
Meninggalkan Solat Fardhu : 1. Allah mengurangi keberkatan
umurnya. 2. Allah akan mempersulit
rezekinya. 3. Allah akan menghilangkan
tanda/cahaya orang soleh dari
raut mulanya. 4. Orang yang meninggalkan solat
tidak mempunyai tempat di
dalam Islam. 5. Perbuatan baik yg dilakukannya,
tidak akan diberi pahala oleh
Allah 6. Allah tidak akan mengabulkan
doanya. Siksa Orang yang Meninggalkan Solat
Fardhu Ketika Menghadapi Kematian
(Sakaratul Maut) : 1. Orang yang meninggalkan shalat
akan menghadapi sakaratul
maut dalam keadaan hina. 2. Meninggal dalam keadaan yang
sangat lapar. 3. Meninggal dalam keadaan yang
sangat haus. Siksa Orang yang Meninggalkan Solat
Fardhu di Dalam Kubur : 1. Allah SWT akan menyempitkan
kuburannya. 2. Kuburannya akan sangat gelap. 3. Disiksa sampai hari kiamat tiba. Siksa Orang yang Meninggalkan Solat
Fardhu Ketika Bertemu Allah : 1. Orang yang meninggalkan shalat
di hari kiamat akan dibelenggu
oleh malaikat. 2. Allah SWT tidak akan
memandangnya dengan kasih
sayang. 3. Allah SWT tidak akan
mengampunkan dosa dosanya
dan akan di azab sangat pedih di
neraka. Nauzubillah!! Semoga hal2 itu tidak
menimpa kita. Sekarang dosa yg
didapat per- satu solat lima waktu
adalah : Dosa Meninggalkan Solat Fardhu : 1. Solat Subuh : satu kali
meninggalkan akan dimasukkan
ke dalam neraka selama 30
tahun yang sama dengan
60.000 tahun di dunia. 2. Solat Zuhur : satu kalo
meninggalkan dosanya sama
dengan membunuh 1.000 orang
umat islam. 3. Solat Ashar : satu kali
meninggalkan dosanya sama
dengan menutup/meruntuhkan
ka’bah. 4. Solat Magrib : satu kali
meninggalkan dosanya sama
dengan berzina dengan
orangtua. 5. Solat Isya : satu kali
meninggalkan tidak akan di
ridhoi Allah SWT tinggal di bumi
atau di bawah langit serta makan
dan minum dari nikmatnya. AYO..JANGAN PERNAH MENINGGALKAN
SHALAT….!!!!

Address

Jawa
45651

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ngelegdikit Ha Ngaruh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share