FAKSI/Fasilitas Akademik Dan Advokasi Kantara Simpul Indonesia

Website

FAKSI/Fasilitas Akademik Dan Advokasi Kantara Simpul Indonesia Faksi kemanusiaan keadilan kesejahteraan bersama menyatukan bangsa - bangsa

10/10/2026

Prabowo Subianto Divisi Humas Polri Semua Orang Sorotan Dunia
FAKSI BHNM (Badan Hukum Negara dan Masyarakat)

Nusantara, (10/10/2026)_Ini adalah potret seorang perempuan yang berdiri membelakangi kita, menatap institusinya sendiri.

Namanya Tri Siswanti.

Ketika Rumah Melukai Penghuninya

Kita selalu diajarkan bahwa rumah adalah tempat paling aman. Tempat kita pulang. Tempat kita dilindungi.

Lalu apa yang terjadi ketika rumah itu sendiri yang membuat kita takut? Ketika tuduhan, stigma, dan tekanan datang bukan dari luar, tapi dari dalam tembok yang seharusnya menjaga kita?

Itulah Bab 19 dalam kisah Tri Siswanti: “Ketika Nama Baik Menjadi Taruhannya”

Poster itu menulis dengan jujur:

Nama baik bukan sekadar citra. Ia adalah harga diri. Ia adalah kepercayaan diri. Ia adalah kehormatan seorang manusia di hadapan keluarganya, profesinya, dan masyarakatnya.

Ketika nama baik itu diinjak, yang hancur bukan hanya karier. Yang hancur adalah tidurnya. Rasa percaya dirinya. Hubungan sosialnya. Bahkan senyum anak dan keluarganya di rumah.
“Nama baik adalah amanah. Saya memilih untuk tetap berdiri, meski banyak tekanan, karena saya percaya kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.”
— Tri Siswanti
Dia tidak berteriak. Dia tidak membakar. Dia memilih 5 hal yang hari ini langka:

Tetap tenang dan kuat. Fokus pada fakta dan bukti. Tidak terpancing provokasi. Menjaga keluarga dan lingkungan terdekat. Dan terus memperjuangkan kebenaran melalui jalur hukum.

Itu adalah bentuk keberanian paling sepi.

Bab 20: Membela Diri Tanpa Membenci

Di sinilah letak pelajaran paling menyentuh hati untuk setiap pemimpin.

Tri Siswanti bisa saja membenci. Bisa saja membalas dengan kekerasan, dengan amarah, dengan main hakim sendiri. Tapi ia memilih jalan yang justru paling sulit:

Membela diri tanpa membenci.

Ia hanya meminta 4 hak yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara, apalagi anggota di dalam institusi sendiri:

Hak untuk didengar – Hak untuk memberikan klarifikasi, meluruskan kesalahpahaman dengan fakta.
Hak untuk mengadu – Hak untuk melaporkan dugaan ketidakadilan tanpa takut dibungkam.
Hak untuk diperiksa secara objektif – Hak agar persoalannya dinilai secara profesional, bukan karena like dan dislike.
Hak untuk berjuang lewat hukum – Karena hukum adalah jalan yang sah, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya membela diri, bukan dengan membenci, tetapi dengan kebenaran, fakta, dan jalur hukum yang benar.”
Kalimat itu seharusnya menampar kita semua yang memimpin.

Untuk Para Pemimpin Yang Membaca Ini

Pemimpin yang terhormat,

Lihatlah perempuan berkebaya merah di poster itu. Punggungnya tegak, tapi kesepian. Di pundaknya ada selendang batik, di sanggulnya ada tusuk konde, di hadapannya ada lambang institusi yang ia cintai. Ia tidak lari. Ia masih di sana, menunggu keadilan dari rumahnya sendiri.

Jangan biarkan satu pun Tri Siswanti lain merasa bahwa institusi yang ia besarkan dengan keringat justru menjadi tempat yang paling menakutkan untuk mencari keadilan.

Karena pada akhirnya, seperti tulisan di bawah poster itu:

KEADILAN BUKAN SEKADAR HARAPAN, TAPI HAK SETIAP WARGA NEGARA

Hari ini, keadilan itu sedang mengetuk pintu Bapak dan Ibu. Tidak dengan amarah. Tapi dengan air mata yang ditahan, dengan fakta yang digenggam, dan dengan kepercayaan yang belum mati.

BERANI. BERJUANG. BERKEADILAN. INDONESIA MAJU.

Itu bukan hanya slogan. Itu adalah janji kita kepada Tri Siswanti, dan kepada ribuan orang lain yang memilih diam karena takut namanya menjadi taruhan.

Jangan biarkan rumah ini melukai orang-orang yang setia menjaganya.

Tim FBI/faksi badan investigasi

Prabowo Subianto Divisi Humas Polri Semua Orang Sorotan Dunia
10/10/2026

Prabowo Subianto Divisi Humas Polri Semua Orang Sorotan Dunia

10/10/2026

Prabowo Subianto NOTONOGORO Bersama Rakyat Kejaksaan RI Divisi Humas Polri Komisi Pemberantasan Korupsi Semua Orang Sorotan Dunia

10/10/2026

Salam hormat Polri Bersama Masyarakat Dengan Kegiatan Bos Bawang Mas – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉

10/10/2026

TERIMAKASIH POLRI Prabowo Divisi Humas Polri Semua Orang Sorotan Dunia

03/10/2026

Prabowo Subianto Rakyat Faksi Faksi Nusantara Menagih Janji DUNIA Bersama NOTONEGORO Sorotan Dunia Semua Orang
RILIS PERS - FAKSI NUSANTARA PRESS
Edisi Khusus | Jum'at, 3 Oktober 2026 | No. 1002/FN/K/2026-R4 | RALAT FINAL

UCAPAN TERIMAKASIH : NOTONEGORO MENAGIH JANJI TERWUJUD

Pontianak, Kalbar - Faksi Nusantara_(03 September 2026)_menyampaikan terimakasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto & Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.

Kronologi Tahun 2024, Amin Prabu Berrid / Notonegoro menyurati dan datang langsung ke Kementerian Pertahanan, surat tercatat sebagai Surat Masuk Kemhan 2024.

Isi Lengkap Surat yang diserahkan ke Menhan Prabowo saat itu:
a. Evaluasi Pejabat yang Nyusahin Rakyat;
b. Buku Panduan Pemberantasan Korupsi dan dokumen pendukung lainnya;
c. Berkaitan dengan Keadilan, Kesejahteraan dan Kemerdekaan Rakyat;
d. Permohonan Rekomendasi kepada Menteri Pertahanan agar aspirasi tersebut diteruskan dan menjadi perhatian Pemerintah dalam reformasi birokrasi dan penegakan hukum.
Permohonan rekomendasi 2024 tersebut kini terjawab dengan:

Surat Telegram Kapolri ST/2205/X/KEP/2026 Tgl 2 Oktober 2026 - 19 KAPOLDA DIMUTASI dengan Alasan: Dinamika Organisasi: Penyesuaian struktur dan kepemimpinan agar sejalan dengan perkembangan situasi serta tantangan tugas pelayanan masyarakat ke depan.

Ini adalah Permintaan Faksi Nusantara yang dipenuhi Pemerintah.

Terimakasih kepada 19 Kapolda yang dimutasi, semoga amanah di tempat baru dan semakin menjaga kepercayaan rakyat terhadap institusi Polri.

FAKSI NUSANTARA PRESS
Amin Prabu Berrid - Sangjendral810

30/09/2026

Prabowo Subianto

FAKSI/Fasilitas Akademik Dan Advokasi Kantara Simpul Indonesia JAS MERAH - FAKSI NUSANTARA
30 September 1965 - 2026

JAS MERAH 30 September: FAKSI NUSANTARA Tegaskan Pengadu Domba SARA Adalah Musuh Negara
61 Tahun G30S/PKI: FAKSI NUSANTARA Serukan Persatuan, Lawan Adu Domba Ras dan Agama
Peringatan JAS MERAH 1965-2026: Jangan Biarkan Sejarah Kelam Terulang Lewat Kebencian SARA

FAKSI NUSANTARA: Siapapun Yang Mengadu Domba Perpecahan Lewat Ras dan Agama Adalah Musuh Negara

Nusantara, 30 September 2026 – PERS MEDIA TIPIKOR FAKSI BHMN

Enam puluh satu tahun telah berlalu sejak peristiwa kelam Gerakan 30 September 1965. Bangsa ini belajar mahal bahwa perpecahan adalah pintu masuk kehancuran negara.

Dalam momentum JAS MERAH – Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah, Dewan Pimpinan Pusat FAKSI NUSANTARA menegaskan sikap tegas:
"SIAPAPUN YANG MENGADU DOMBA PERPECAHAN DAN KEBENCIAN MELALUI RAS DAN AGAMA ADALAH MUSUH NEGARA."
Pernyataan ini bukan sekadar slogan, melainkan peringatan kebangsaan. Di era disrupsi informasi, bentuk baru adu domba hadir melalui ujaran kebencian, hoaks berbasis SARA, dan politik identitas yang sengaja memecah persatuan Indonesia.

FAKSI NUSANTARA mengajak seluruh elemen bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, untuk berdiri dalam satu barisan:

PERSATUAN INDONESIA • ANTI ADU DOMBA SARA • BERSATU KITA KUAT.

"JAS MERAH bukan untuk merawat dendam, tapi untuk merawat ingatan. Jika kita lupa bagaimana perpecahan menghancurkan persatuan, maka kita sedang mengundang sejarah kelam itu kembali," tegas FAKSI NUSANTARA.

Melalui peringatan 30 September 1965-2026 ini, FAKSI NUSANTARA menyerukan:

Hentikan segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian berbasis RAS dan AGAMA di ruang publik dan media sosial.
Perkuat literasi kebangsaan dan wawasan kebhinekaan di tingkat akar rumput.
Aparat penegak hukum harus tegas terhadap aktor-aktor yang sengaja mengadu domba rakyat demi kepentingan politik dan ekonomi.

Indonesia adalah rumah besar. Tidak ada tempat bagi pengadu domba di dalam rumah ini.
JAS MERAH 🇮🇩
30 SEPTEMBER 1965 - 2026

61 Tahun Kita Mengingat.
Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah Semua Orang Presiden Prabowo Subianto

30/09/2026

Prabowo Subianto



FAKSI NUSANTARA Menagih Janji di Hari Kesaktian Pancasila: Saatnya Bangkitkan Keberanian Bersama Demi Indonesia Merdeka Bersama NOTONEGORO

MENAGIH JANJI DENGAN SEMANGAT HARI KESAKTIAN PANCASILA

Bumianyar, Tanjung Bumi, Bangkalan – 1 Oktober 2026 – PERS MEDIA TIPIKOR FAKSI BHMN NETWORK

Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni. Ia adalah pengingat bahwa Pancasila pernah dicoba diruntuhkan, namun tetap berdiri tegak karena keberanian rakyat.

Dari Bumianyar, Tanjung Bumi, semangat itu digaungkan. FAKSI NUSANTARA menyerukan gerakan MENAGIH JANJI.

Menagih janji kemerdekaan yang belum tuntas. Menagih janji keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menagih janji para pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia benar-benar merdeka bersama.
"DENGAN SEMANGAT HARI KESAKTIAN PANCASILA 1 OKTOBER, SEBAGAI SPIRIT PEJUANG RAKYAT TERDAHULU, SAATNYA BANGKITKAN KEBERANIAN BERSAMA UNTUK MENCAPAI TUJUAN INDONESIA MERDEKA BERSAMA NOTONEGORO"
NOTONEGORO dalam falsafah Jawa bukan tentang sosok ratu adil yang ditunggu, melainkan tentang kepemimpinan yang lahir dari keberanian rakyat biasa untuk bersatu. Dari tanah Madura, dari Bumianyar Tanjung Bumi, inilah spirit yang ingin dibangkitkan FAKSI NUSANTARA — bahwa kemerdekaan sejati hanya lahir ketika rakyat berani menagih haknya secara bersama.

Pancasila adalah kompas. Sejarah kelam 30 September adalah pelajaran. Dan 1 Oktober adalah momentum untuk bangkit.

PERSATUAN INDONESIA • HARI KESAKTIAN PANCASILA • NOTONEGORO Presiden Prabowo Subianto Semua Orang Sorotan Dunia

29/09/2026

Semua Orang Sorotan Dunia
SEKJEND FAKSI BHNM NUSANTARA TANGGAPI TEMUAN OMBUDSMAN DI LAPAS CIBINONG: JANGAN BUDAYAKAN NGELES DARI DOKUMENTASI YANG TRANSPARAN

JAKARTA - (29/09/2026)_Sekretaris Jenderal FAKSI BHNM (Badan Hukum Negara dan Masyarakat) Nusantara, Amin, SH, menanggapi keras polemik pernyataan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang menyentil Ombudsman RI terkait sidak di Lapas Kelas IIA Cibinong.

Sebelumnya beredar pernyataan Ditjenpas dengan narasi "Bukan Dihalangi, Tapi Gak Konfirmasi" yang ditujukan kepada Ombudsman.

Menanggapi itu, Sekjend FAKSI BHNM Nusantara menegaskan agar pihak terkait tidak membudayakan sikap menghindar dari fakta yang sudah jelas terdokumentasi secara transparan.
"Jangan budayakan ngeles. Dokumentasi sidak Ombudsman di Lapas Cibinong itu sudah jelas, terang dan transparan. Jangan dialihkan ke isu konfirmasi atau tidak konfirmasi. Fokus ke substansi temuan," tegas Amin, SH.
Menurutnya, apa yang dilakukan Ombudsman RI sudah sesuai mandat konstitusional dan memiliki landasan hukum yang kuat.

Amin, SH merujuk pada:

1. Pasal 7 dan Pasal 8 UU No. 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI, yang memberikan wewenang penuh kepada Ombudsman untuk melakukan investigasi atas prakarsa sendiri, meminta keterangan, dan melakukan pemeriksaan lapangan tanpa harus ada pemberitahuan sebelumnya.

2. Pasal 23 dan Pasal 46 UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menempatkan Ombudsman sebagai pengawas eksternal pelayanan publik, termasuk lembaga pemasyarakatan.

"Sidak itu filosofinya memang mendadak. Kalau harus konfirmasi dulu, bukan sidak namanya, itu studi banding. Justru dengan sidak tanpa konfirmasi, potret asli pelayanan dan kondisi di dalam Lapas bisa terlihat apa adanya," jelasnya.

FAKSI BHNM Nusantara sebagai Badan Hukum Negara dan Masyarakat, lanjut Amin, mendukung penuh langkah Ombudsman RI dalam mengawasi pelayanan publik.

Ia meminta Ditjenpas untuk bersikap negarawan, membuka diri terhadap kritik dan segera menindaklanjuti setiap temuan Ombudsman dengan perbaikan nyata, bukan dengan membangun narasi pembelaan.

"Negara ini negara hukum. Mari kita junjung tinggi transparansi. Kalau ada yang kurang, perbaiki. Itu baru Badan Hukum Negara dan Masyarakat yang sesungguhnya," pungkasnya.

29/09/2026

Dengan Kegiatan Bos Bawang Mas – Saya berhasil masuk dalam daftar interaksi mingguan mereka dengan menjadi salah satu orang yang paling banyak berinteraksi! 🎉

Address

Jln. Cacing No. 166 Cilincing Jakarta Utara
Jakarta
14130

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when FAKSI/Fasilitas Akademik Dan Advokasi Kantara Simpul Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share