Komunitas Rahmat Pemulihan

Komunitas Rahmat Pemulihan Sebuah komunitas yang memperhatikan dan mengupayakan kesehatan jiwa. Jiwa yang sehat dan jiwa yang berbahagia mensyukuri Rahmat Allah.

✨ Gunakan Afirmasi yang Tidak Menggurui, boleh juga yang ringan dan lucu supaya dia tertarik untuk tertawa sejenak.- Ber...
30/07/2025

✨ Gunakan Afirmasi yang Tidak Menggurui, boleh juga yang ringan dan lucu supaya dia tertarik untuk tertawa sejenak.
- Berikan afirmasi yang membangun tanpa memberi kesan "menasihati". Contoh:
_“Menarik diri bukan salahmu. Kadang, itu jalan untuk menemukan kembali kekuatan dari dalam.”_

Contoh lain:
1. _“Santuuuyyy, apa yang kamu rasakan saat ini layak untuk didengarkan, tanpa perlu pembenaran.”_
2. _“Yup! Kamu sudah berjuang lebih jauh dari yang banyak orang tahu.”_
3. _“Rasa lelahmu bukan kelemahan—bersyukurlah, itu tanda bahwa kamu masih punya rasa.”_
4. _“Kadang, diam adalah cara tubuh berbicara. Kamu boleh mendengarkannya.”_
5. _“Kamu enggak harus menyelesaikan semuanya hari ini. Pelan-pelan juga berarti maju.”_
6. _“Kesedihan tak selalu butuh solusi—santuuuyy aja dulu.”_
7. _“Kehadiranmu, bahkan dalam diam, tetap memberi arti: diam. Emang seru?”_
8. _“Tak apa belum menemukan jawabannya. Prosesmu pun punya makna. Cari sendiri ya!”_
9. _“Perubahan dalam dirimu bukan kegagalan—ia bisa jadi awal dari pemulihan.”_
10. _“Kamu tak sendirian. Ada ruang untukmu, bahkan di tengah kekacauan: itu ruangan kacau namanya … haha!”_

💡 Pahami Bahasa Tubuh dan Isyarat Emosional- Amati dengan lembut: ekspresi wajah, pola tidur, dan kebiasaan baru bisa ja...
29/07/2025

💡 Pahami Bahasa Tubuh dan Isyarat Emosional
- Amati dengan lembut: ekspresi wajah, pola tidur, dan kebiasaan baru bisa jadi sinyal mereka sedang berjuang.
- Respons bukan dengan asumsi, tapi dengan kehadiran yang stabil.

Kadang sesuatu yang tak diucapkan lebih jujur dari ribuan kata. Bahasa tubuh, pola tidur yang berubah, atau kebiasaan yang tiba-tiba hilang bisa jadi sinyal bahwa seseorang sedang berjuang dalam diam. Sebagai caregiver, kita belajar melihat dengan hati—mengamati tanpa menghakimi, hadir tanpa menuntut. Jangan buru-buru menyimpulkan, cukup hadir dengan kehangatan yang konsisten. Kehadiran yang stabil memberi rasa aman, bahwa mereka tak perlu “baik-baik saja” untuk dicintai. Dalam diam mereka berbicara, dan dalam kehadiran kita, mereka pelan-pelan menemukan kembali makna diri. Empati tidak terburu-buru, ia sabar dalam pengertian.

Kadang karena kesibukan, Caregiver kesulitan stabil hadir untuk buah hatinya. Kita bisa menggunakan alarm untuk sekedar say hi, atau video call sebentar dengan sedikit bercanda. Selain menghibur dia, kita pun bisa terhibur sejenak.

1. 🤐 Jangan Dipaksa untuk Membuka Diri- Berikan waktu dan ruang. Orang yang menarik diri seringkali tidak siap untuk ber...
28/07/2025

1. 🤐 Jangan Dipaksa untuk Membuka Diri
- Berikan waktu dan ruang. Orang yang menarik diri seringkali tidak siap untuk bercerita.
- Hindari kalimat seperti “Kamu harus cerita dong” dan ganti dengan:
_“Aku di sini kalau kamu butuh teman.”

Tidak semua luka siap untuk diceritakan. Ketika seseorang menarik diri, itu bukan tanda penolakan—melainkan panggilan sunyi untuk pemulihan. Sebagai caregiver, tugas kita bukan memaksa, melainkan menyediakan ruang yang aman dan sabar.

Hindari desakan seperti “Kamu harus cerita dong.” Kalimat itu bisa menutup pintu yang sedang mereka coba buka perlahan. Sebagai gantinya, hadirkan kehangatan sentuhan atau pelukan. Atau, lewat kata: “Aku di sini kalau kamu butuh teman.” Dengan ketulusan seperti itu, kita menjadi saksi perjalanan mereka mencintai diri, bukan pengatur arah. Karena dukungan sejati tak selalu bersuara—kadang cukup hadir.
Berapa Lama Caregiver Perlu Bersikap Memberi Ruang?
Tidak ada durasi tetap, karena setiap individu punya ritme penyembuhan yang berbeda. Namun secara umum:
- 1–2 minggu bisa menjadi fase awal untuk memberi ruang tanpa tekanan, sambil tetap memantau kondisi emosional dan fisik mereka.
- Bila lebih dari 3–4 minggu mereka masih sepenuhnya tertutup dan muncul tanda penurunan seperti hilang motivasi, penurunan kesehatan, atau isolasi sosial, maka perlu pendekatan lebih aktif namun tetap lembut.

Langkah Caregiver Jika Penderita Terlalu Lama Menutup Diri

1. 📡 *Mulai dari Koneksi Tidak Langsung*
- Gunakan media seperti puisi, musik, atau cerita yang menyentuh. Bisa kamu kembangkan dalam bentuk konten visual yang mengandung pesan penyemangat.
- Kirim hal-hal sederhana: gambar bunga yang mekar, pesan singkat "Aku merindukan kehadiranmu, tapi aku tetap sabar menunggu."

2. 🫱 *Libatkan Dukungan Lain*
- Jika memungkinkan, koordinasikan dengan psikolog, pemuka spiritual, atau teman dekat yang mereka percayai.
- Kadang suara orang lain bisa menyentuh titik yang belum bisa dijangkau caregiver utama.

3. 🔍 *Evaluasi Diri Caregiver*
- Apakah caregiver mulai kelelahan atau merasa “tidak cukup baik”? Itu wajar.
- Tulislah afirmasi internal seperti:
_“Memberi ruang bukan berarti menyerah. Aku tetap hadir, walau dalam diam.”_

4. 🌀 *Gunakan Simbol dan Narasi dalam Pendekatan Visual*
- Berikan kartu symbol hati, atau tulisan I love u

---

🌼 Tips Caregiver: Mendukung Orang yang Menarik Diri Karena Sedang Berjuang Mencintai Diri Sendiri“Menarik diri bukan ber...
27/07/2025

🌼 Tips Caregiver: Mendukung Orang yang Menarik Diri Karena Sedang Berjuang Mencintai Diri Sendiri

“Menarik diri bukan berarti membenci orang lain. Mungkin mereka sedang berjuang mencintai dirinya sendiri. Kuylah mendukung perjuangan mereka.”

Hari Mengasihi DiriSebetulnya sejak jaman dulu kala orang Jawa sudah melakukan self love dengan alon-alon waton kelakon,...
13/02/2025

Hari Mengasihi Diri
Sebetulnya sejak jaman dulu kala orang Jawa sudah melakukan self love dengan alon-alon waton kelakon, perlahan tapi tercapai juga. Tidak ngoyo, tergesa, memaksa diri tapi tetap berusaha agar cita-citanya tercapai. "Bisa yuk, diriku. Aku pasti bisa mencapai yang terbaik versiku. Ingat, selalu ada orang yang mencintaiku selain Tuhan, yakni diriku sendiri."
Dengan self-love day kita berlatih lagi untuk melakukan segala sesuatu dengan senang hati. Ada tenggat waktu ya OK, tapi dilakukan dengan senang hati, tidak terpaksa. Kuncinya ada di time management:
mana yang penting mendesak,
mana yang penting tidak mendesak,
mana yang mendesak tidak penting,
mana yang tidak penting tidak mendesak.
Pintar-pintar mengaturnya.
Salam Rumah Antara:
Mengasihi diri awal dari kesejahteraan.
****
Self Love Day on the 13th of February is a day dedicated to embracing your love, compassion, and care for yourself. Society often puts so much focus on love for others, and with Valentine’s Day occurring on the 14th of February, people may be talking more about partners, crushes, and relationships. However, self-love can be as crucial as loving someone else. For this reason, Self-Love Day can be an excellent opportunity to spend a day caring for yourself and reminding yourself why you matter. There can be several effective ways for men and women to authentically practice self-love outside of Self-Love Day, such as journaling, practicing affirmations, exercising, taking time for reflection, and attending online or in-person therapy sessions.

01/10/2024

Atas pertanyaan sahabat saya Winarsri Widjaya, saya tuliskan kisah mengenai bantuan yang diberikan Bruno Gröning dalam hidup saya.

Di Paguyuban Bruno Gröning kami banyak belajar. Salah satunya untuk menolak segala yang negatif.

23 Juni saya menggoreng ikan untuk dijual dalam program warung Komunitas Karyawan Muda Katolik. Hanya 2 kg. Ikan-ikan yang lain dijual berbumbu, tanpa digoreng. Entah bagaimana minyaknya meletup mengenai lengan kanan bagian atas di satu titik. Saya menggoreng sambil mengerjakan hal lain sehingga lupa menolak sakit akibat minyak panas itu. Titik yang terkena letupan minyak panas melepuh dan malah saya kopek untuk mengeluarkan air di bawah kulit yang menghitam. Diameter luka kira-kira 0,7 cm.

Beberapa hari kemudian saya menggoreng ikan lagi. Kali itu minyak meletup lagi dan mengenai lengan kanan bagian dalam di tiga titik yang cukup besar juga. Saya sudah ingat untuk menolak akibat letupan, “Bruno aku menolak ini, ambillah! Tolong aku Bruno!” Setelah itu bekas letupan minyak hanya berupa warna merah dan tidak melepuh.

Nampaknya sepele, tetapi nyata: 3 titik itu kemudian hilang, sedangkan 1 titik yang pertama pada saat ini masih meninggalkan bekas berwarna hitam yang sudah mengecil.

Setelah kejadian itu, saya menjadi lebih awas. Sebelum masak saya minta tolong Bruno Gröning agar masakan jadi enak dan melindungi saya. Itu artinya saya kemudian ingat untuk mematikan kompor sejenak saat akan membalik ikan. Tampak remeh, ya? Sesungguhnya saya tidak pandai masak, tetapi bersama Bruno Gröning, masakan jadi lumayan enak. Dan, untuk mematikan kompor pun memang perlu ada yang mengingatkan. Sekarang saya tidak kena letupan minyak panas lagi.

Sesuatu yang cukup menakjubkan terjadi pada 24 September. Pagi itu saya sedang asyik menggoreng untuk bekal suami. Di tengah-tengah menggoreng, tiba-tiba minyak meletup-letup kecil padahal tidak ada benda yang mengandung air. Seketika saya berseru, "Bruno, ada apa ini?" Oleh seruan tersebut saya tiba-tiba teringat bahwa itu waktunya saya harus memimpin Einstellen, semacam doa. Ah, begitu rupanya saya diingatkan untuk masuk ruang internet. Betapa dia begitu nyata menemani saya.

Ah, bukan perkara besar! Saya bersyukur perkara saya memang hanya kecil saja. Ada teman-teman lain yang perkaranya jauh lebih besar dari saya dan disembuhkan. Baik fisik, psikis, finansial, relasi dll. Saya bersyukur mengenal Bruno Gröning dan kini dia memimpin langkah saya mengikuti kehendak Tuhan.

Dear Winarsri Widjaya, apakah masih tertarik mengetahui penyembuhan dan pertolongan yang dialami teman-teman lain?

Lily Guntadi
Rino Arsadjaja
Tan Kurniawati
Chin Widjaja
Hindro Muljanto

Pernah jadi korban kekerasan seksual?Atau, mau menemani mereka yang mengalami kekerasan seksual?Atau, ingin memahami apa...
17/08/2024

Pernah jadi korban kekerasan seksual?
Atau, mau menemani mereka yang mengalami kekerasan seksual?
Atau, ingin memahami apa yang terjadi pada faktor psikologis korban kekerasan seksual?

Mari hadiri webinar yang bernas ini:

"Dinamika Psikologis Korban Kekerasan Seksual"
🧑🏻Narasumber:
*Dr. Theresia Indira Shanti, Psikolog, M.Si , Psikoterapis*
Doktor dan Psikolog Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya

Akan dilaksanakan di :
📆Sabtu, 24 Agustus 2024
🕑14.00-16.00 WIB
🎥Online, via "ZOOM"

*Link Registrasi:*
https://forms.office.com/r/JL4pitqp15
atau dapat scan barcode di poster
Sampai jumpa di acara!
___________
Sekretariat DCE
08111 80 7200 (khusus Whatsapp)
email: [email protected]
___________
Acara ini dipersembahkan oleh Forum Deus Caritas Est - Forum Peduli ODGJ Keuskupan Agung Jakarta (KAJ)

15/04/2024
Apakah rekan-rekan pernah merasa bingung atau khawatir salah bicara ketika berhadapan dengan umat berkebutuhan khusus? B...
20/03/2024

Apakah rekan-rekan pernah merasa bingung atau khawatir salah bicara ketika berhadapan dengan umat berkebutuhan khusus?
Bagaimana ya cara berkomunikasi dan membantu mereka dengan tepat?😄

👨🏻‍💻Mari kita sama-sama ikut webinar:
Bincang Kesehatan Mental
"Merawat Umat Berkebutuhan Khusus Mental"

👩🏻Narasumber:
Jenny Marlindawani Purba, S.Kp, MNS, Ph.D
Ketua Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara

🗓️Kapan acaranya?
Sabtu, 23 Maret 2024
pk 14.00-16.00

Yuk daftar!
✍🏻Informasi Lebih Lanjut dan Registrasi:
https://forms.office.com/r/r3HmfBkKfw

Sekretariat DCE:
0821 2310 3010 (khusus Whatsapp)
email: [email protected]

Acara ini dipersembahkan oleh Forum Deus Caritas Est Keuskupan Agung Jakarta (KAJ)

The Phenomenon Bruno GröningJalur "Penyembuh Ajaib"Film dokumenter dalam tiga bagian.Pada musim semi 1949, ribuan pencar...
10/10/2023

The Phenomenon Bruno Gröning
Jalur "Penyembuh Ajaib"

Film dokumenter dalam tiga bagian.
Pada musim semi 1949, ribuan pencari kesembuhan mengalir ke kota Herford di Westphalia di Jerman. Pada musim gugur tahun yang sama, sebanyak 30.000 orang datang ke Traberhof di Rosenheim setiap hari. Mereka semua hanya mempunyai satu tujuan: “penyembuh ajaib” yang terkenal, Bruno Gröning – begitulah ia dipanggil oleh pers pada saat itu. Dia adalah harapan terakhir mereka. Yang datang adalah mereka yang terpukul oleh perang, menyerah karena dokter tidak dapat lagi menolong. Orang-orang ini hanya mempunyai satu keinginan: menjadi sehat, terbebas dari penderitaan dan rasa sakit. Gröning membantu mereka… dan hal yang tidak dapat dipercaya terjadi.

The Phenomenon Bruno Gröning menelusuri kembali peristiwa-peristiwa dramatis pada masa itu dan mengikuti jejak orang yang tidak biasa ini. Jujur, obyektif, dan berwawasan luas, film ini menerangi setiap tahapan kehidupan dan karyanya.

Produksi film tersebut memakan waktu sembilan tahun, 80 saksi masa kini diwawancarai, peragaan ulang dramatis difilmkan, dan banyak sekali dokumen yang disalin. Hasilnya adalah sebuah film yang monumental. Sebuah dokumen sejarah tentang salah satu tokoh paling menonjol pada masanya.

DVD tersedia di toko Internet penerbit Grete Häusler Ltd,
untuk detail pemutaran, kunjungi: http://bruno-groening-film.org

Address

KAJ/KAS
Jakarta
10710

Telephone

+62895636025778

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Rahmat Pemulihan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Komunitas Rahmat Pemulihan:

Share