14/12/2024
Desember 2024
Pertama kali aku menginjakan kakiku dikota yang akan menjadi tempat tinggalku hingga sekarang, awal mula aku pindah kesini bukan untuk mencari pekerjaan atau liburan, tapi untuk membantu mengasuh anak dari kakaku, karena dia mengalami baby blues selepas melahirkan. Kota yang dikenal sebagai Parisnya pulau Jawa ini menjadi saksi bagaimana aku yang awalnya seorang introvert, pemalu, dan agamis dan menganggap seks adalah hal yang tabu, berubah 180° sekarang.
Perkenalkan namaku Andini Mirawati, kalian bisa memanggilku dengan sebutan Amira, nama yang selalu aku gunakan untuk berinterkasi dengan orang2 baru dihidupku. Beberapa bulan setelah tinggal dikota ini, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan dan alhamdulillahnya aku langsung diterima disebuah perusahaan tekstil besar yang terletak ditengah kota dan ditempat inilah yang menjadi gerbang awal aku merubah mindsetku terhadap seks yang tadinya kuanggap hal yang harus aku jauhi (dengan statusku yang belum menikah saat itu) menjadi hal yang membuatku ketagihan untuk mencobanya lagi dan lagi, meskipun aku tidak melakukannya dengan orang2 ditempat kerjaku, tapi karena salah satu teman laki2 ku disana yang memberi tahuku tentang kenikmatan seks dengan tangan (masturbasi).
A : "coba deh kamu mainin punya kamu pake tangan, enak banget pasti rasanya"
ucapnya kepadaku karena kami memang sudah cukup akrab pada waktu itu jadi sudah tak canggung jika sesekali membahas hal2 yang rada2 sensitif, tapi meski begitu aku tak serta merta langsung menuruti ajarannya, karena memang pada waktu itu aku masih tinggal bersama kakakku dan aku merasa tidak bebas untuk melakukan hal2 seperti itu. Hingga sudah setahunan berlalu aku yang merasa lelah harus pulang pergi dari tempat kerja ke rumah kakakku yang notabene jaraknya cukup jauh memutuskan untuk mengontrak sebuah kamar kos yang lebih dekat dengan tempat kerjaku, waktu itu alasanku murni karena merasa lelah dan ingin lebih dekat dengan tempat kerja, tak sedikitpun terbersit ingin hidup bebas dan memilih tinggal sendirian karena memang fokusku masih tertuju pada kerjaanku. Hingga pada satu malam ketika aku baru beres melaksanakan sholat isya, aku kembali teringat pada perkataan temanku dulu tentang masturbasi, dan entah waktu itu seperti ada dorongan syahwat yang semakin memengaruhiku untuk mencobanya. Tanpa fikir panjang aku pun langsung membereskan perlengkapan sholatku, dan langsung menuju kasurku, kemudian aku mengambil HP ku dan menscroll riwayat chattingan dengan temanku waktu itu, setelah menemukan "tutorial" yang diberikan temanku aku pun mencobanya, aku mengusap2 bibir vaginaku dengan tanganku, tapi aku tak merasakan apa2 kemudian aku mencari klitorisku karena kata temanku itu titik sensitif dan bisa memberi kenikmatan yang tiada tara. aku pun mulai berani menggerakan jariku membelah belahan vaginaku untuk mencari posisi klitoris tersebut, hingga aku merasa kegelian ketika jariku menyentuh benda yang agak menonjol dibagian atas vaginaku, tanpa fikir panjang aku pun menggesek2an jariku pada bagian itu, ahhh terasa gelii tapi nikmat sekali, berawal dari usapan2 pelan lama kelamaan menjadi lebih kencang dan aku agak kaget karena vaginaku sangat basah waktu itu tapi aku terus melanjutkan kegiatan masturbasi pertamaku dengan terus menerus menggesek2an jari2ku pada bagian nikmat divaginaku, hingga lama kelamaan terasa seperti ada yang memaksa keluar dari bawah sana tapi bukannya berhenti aku malah semakin mempercepat gerakanku hingga aku tak kuasa untuk menahan lebih lama lagi dan muncratlah air keluar dari vaginaku yang membuatku merasa lega dan seperti terbang ke awang2.
Setelah peristiwa itu aku jadi ketagihan untuk masturbasi dengan berubah2 posisi namun posisi sambil tengkuraplah yang menurutku lebih enak saat bermasturbasi, meskipun hanya dengan menggesek2 klitorisnya saja sudah sangat nikmat menurutku, karena aku tidak berani untuk lebih dari itu dalam artian memas**an jari atau sesuatu apapun kedalam vaginaku karena aku masih perawan waktu itu. Sejak itu aku sangat s**a bermasturbasi meskipun tidak setiap malam karena pekerjaan rumahku juga banyak tapi paling tidak 3-4x seminggu aku melakukannya. Aku selalu melakukannya sendirian tanpa ada satu orangpun tau sisi gelapku bahkan orang yang "mengajari"ku masturbasi pun tak tahu jika aku sudah mempraktekkannya sejak dulu, hingga akhirnya aku mulai sedikit bosan dengan masturbasiku yang gitu2 aja, aku pun mulai membayangkan jika ada lelaki yang membisiki kata2 cabul atau pun mendesah ditelingaku. hal tersebut membuatku menjadi kembali bergairah untuk bermasturbasi.
Hingga pada suatu malam aku iseng2 untuk mendowload aplikasi datting app, aku ingin mencari seorang teman pria, aku sengaja mencari didatting app, aku tak ingin dengan circle lelaki ditempat kerjaku.
Aku pun mulai mencari pasangan melalui aplikasi dating yang telah aku install dihp ku, aku memasang foto terbaikku untuk menarik perhatian laki2 yang ada diaplikasi tersebut.
Lama bermain aplikasi tersebut banyak pesan masuk yang aku terima, aku mulai menyeleksi tiap2 pesan tersebut hingga setelah beberapa hari aku bermain aplikasi tersebut aku merasa cocok dan nyaman dengan seorang laki2 yang bernama Indra, dan setelahnya aku hanya fokus kepada dia, setelah lama chattingan via aplikasi tersebut aku pun berinisiatif untuk pindah chat ke wa.
Setelah pindah ke Whatsapp kami makin intens berkomunikasi, tidak hanya lewat pesan singkat namun juga sesekali via telepon. Makin hari aku makin dibuat nyaman oleh perlakuannya, tiap hari aku selalu menyempatkan mengabari dia ketika berangkat istirahat dan selepas pulang kerja, pokonya setiap ada waktu luang aku pasti tak lupa mengutamakan untuk mengabari dia, tak hanya itu aku kami juga cukup sering saling bertukar foto, hanya foto biasa saja. Seperti saat ini aku yang baru saja pulang kerja langsung mengabari dia sambil mengirim pap diriku, tak sadar aku hanya memakai tangtop dengan bagian dada yang terekspos, hal yang murni sebuah ketidak sengajaan karena aku kira aku masih memakai seragam kerjaku, dan tak lama berselang muncul notif balasan dari Indra
I : "wah bagus banget, cantik banget kamu kalo foto gitu terlihat bulat dan kencang".
bukannya marah, aku malah salting ketika membaca pesan dari dia
A : "kamu s**a ya aku foto kayak gitu?".
I : "s**a banget, sumpah dada kamu bagus banget, aku s**a".
Sejak saat itu aku pun jadi sering mengirim pap ku yang agak terbuka, hingga suatu ketika dia mengatakan bahwa sangat penasaran ingin melihatnya tanpa ditutupi apa2, aku yang meski sudah tertarik dari awal padanya tidak begitu saja langsung mengirimkan apa yang dia minta, namun setelah mendapatkan bujuk rayu aku pun akhirnya luluh juga, aku mengirimkan foto payudaraku tanpa tertutup sehelai benangpun, dia pun langsung menelponku dan kembali memuji bahwa payudaraku sangat indah menurutnya, mendapat pujian bertubi2 membuatku baper parah, aku yang awalnya ingin mencari partner seks malah jadi terjebak dalam rasa cinta. meskipun sampai saat ini belum ada hubungan apa2 diantara kami tapi aku sudah merasa sangat bahagia, lama mengobrol ditelpon terdengar suara dia menjadi lebih berat
A : "kamu kenapa kok suaramu jadi agak berubah gitu?
I : "engga apa2 kok"
A : "beneran gapapa?"
I : "mmm tapi kamu jangan marah ya? sebenernya aku terangsang sejak liat tete kamu tadi"
A : "Apa?? jadi kamu terangsang ya? terus sekarang lagi ngapain?"
I : "aku lagi mainin kontol aku nih, kamu mau liat"?
tanpa fikir panjang aku langsung mengubah panggilan biasa menjadi video call, karena memang sejak tadi juga aku sudah terangsang dan sambil bermasturbasi memainkan vaginaku. setelah beralih ke panggilan video dia pun langsung mengarahkan kamera ke arah kontolnya yang sedang dia kocok2.
A : Waww besar bangett
I : engga lah ini biasa. mana aku liat lagi d**g tete kamu
tanpa ragu aku pun langsung mengangkat baju kaos yang telah kukenakan dan menaikan juga behanya, sambil aku mendekatkan payudaraku kearah kamera handphoneku.
I : sambil mainin d**g remas2
aku pun menurutinya, hingga nafsuku kembali membara, entah bisikan dari mana aku pun menyimpan hp ku di tembok dan aku mundur kemudian aku melepaskan semua pakaianku, lalu aku bermasturbasi dihadapan lelaki yang kini juga sedang memainkan kontolnya,
melihat aksiku indra pun semakin kencang mengocok kontolnya, aku pun juga melakukan hal yang sama semakin mempercepat gerakan jariku pada vagigaku
I : masukin d**g jarinya, jangan di gesek2 aja
A : gamau ahhh, aku masii perawan, belum beranii
tak lama aku melihat gerakan tangan indra yang semakin cepat disertai dengan erangan dan crott crot crot, sperma nya bermuncratan dan sangat terlihat jelas olehku, kemudian disusul olehku yang juga mencapai orgasme, orgasme pertamaku sambil diliat oleh orang lain, aku tak menyesal atau apa karena memang aku nyaman sama dia.
Setelah malam itu kami pun jadi sering melakukan video call seks, hampir tiap malam kami melakukannya, bahkan terkadang aku pun melakukannya di toilet tempat kerjaku ketika aku sedang istirahat.
Oh iya, meskipun aku dan indra satu kota kami tidak terlalu sering bertemu, hanya pernah 2x bertemu itu pun hanya sekedar makan, aku memang termasuk tipe orang yang tidak s**a main keluar, lebih nyaman menghabiskan waktu luang di kosanku, tapi indra juga belum tau kosan ku karena aku masih belum mau memberitahunya.
Hari demi hari aku jadi semakin ketagihan bermasturbasi sambil vcs atau pun phone s*x dengan indra, bahkan bisa sampai 2x dalam satu malam, aku semakin terbuai oleh kenikmatan ini, dan semakin ingin dipuaskan lebih dan lebih, seperti saat ini, kami baru saja menyudahi rutinitas seks kami, namun aku merasa masih kurang puas "ahhh apakah aku harus meminta indra untuk menyetubuhiku? apakah aku harus memberikan keprawananku padanya?"
Terjadi pergolakan bathin dalam diriku, disatu sisi aku ingin lebih bebas dalam merasakan kenikmatan ini, disisi lain aku tak mau mengecewakan orang tuaku atau pun calon suamiku kelak.
Lama aku berfikir namun pada akhirnya aku memutuskan untuk menyerahkan tubuh ini demi meraih kenikmatan dunia, kenikmatan yang seharusnya tidak aku rasakan sebelum adanya pernikahan, masa bodo dengan mengecewakan keluarga, masa bodo dengan suamiku kelak, masa bodo dengan menjadi perempuan baik2, kini aku hanya ingin merasakan kenikmatan sepenuhnya.
A : P.
A : udah tidur belum?
I : belum nih, masih belum bisa tidur.
A : bisa ketemu?
I : ada apa malam2 gini ngajak ketemu?
A : aku mau kamu. kamu kesini ya ke kosan aku.
A : (share lokasi)
Lama berselang, aku pun mendapat kabr bahwa indra telah sampai dialamat kos ku.
A : masuk aja, kamarku dilantai 2 dekat tangga, langsung masuk aja jangan ngetuk pintunya ga di kunci
Tak lama Indra pun langsung masuk ke kamar kos ku, tanpa basa basi aku langsung melemparkan tubuhku kepelukannya, dan dengan sigap diapun memelukku, kami saling berpandangan dan entah siapa yang memulai kami sudah berciuman mesra, meskipun ini ciuman pertamaku, tapi aku sebisa mungkin mengimbangi permainan lidah dari indra, jujur saja ini sangat nikmat sekali apalagi ciumannya sangat mesra dan romantis menurutku, tak cukup sampai disitu tangan indra pun tidak tinggal diam, dia mulai meraba2 payudaraku yang masih tertutup oleh baju dan braku. aku pun berinisiatif untuk mengarahkan tangan indra masuk kedalam baju dan sela2 braku, perbuatanku membuat ciuman indra makin liar dan aku pun makin dibuat merasakan kenikmatan yang tidak seharusnya aku rasakan selain dengan suamiku kelak "ah pesetan dengan itu semua" bathinku.
"Aku cinta kamu, aku sayang kamu, kamu mau kan jadi pacar aku" ucapku yang tak lagi menutupi perasaan yang selama ini aku rasakan padanya,
diapun menerima pernyataan cintaku dan kami melanjutkan ciuman mesra yang sempat terpotong barusan, sambil berbaring diatas ranjangku dia menciumiku dari mulai telinga turun ke leherku, aku hanya bisa menggeliat sambil menahan desahan yang keluar dari mulutku. "baju nya lepas aja ya?" lirih indra ditelingaku tanpa menjawab aku pun langsung duduk dan mengankat tanganku membiarkan indra sendiri yang membuka baju yang aku kenakan, aku pun membuka kait braku dan melepaskannya kemudian aku kembali berbaring dan disusul oleh indra yang kembali menciumi area2 sensitifku hingga akhirnya ciumannya sampai pada payuradaku. "achh ahhh enak bangett, teruss emut yang kencengg, teruss ahhh" aku hanya bisa mendesah dan meracau tak karuan, aku tak lagi menahan desahanku karena sudah tak sanggup menahan kenikmatan yang kini tengah kurasakan, sapuan lidah indra pun terus turun kebawah sampai ke pusarku, tangannya berusaha membuka celana yang kupakai, aku yang sudah pasrah sepenuhnya mengangkat pinggulku agar indra dapat dengan mudah meloloskan celana dari kakiku, kini aku pun sudah benar2 telangjang bulat dihadapan pria yang baru saja menjadi pacarku ini.
Ciuman demi ciuman terasa disekitar vaginaku yang kurasa telah basah, dia pun membuka belahan vaginaku dengan jari tangannya kemudian memas**an lidahnya diantara belahannya, bagaikan tersengat aliran listrik aku menggelinjang2 saking nikmatnya, desahan demi desahan keluar dari mulutku, hingga tak lama terasa ada sesuatu yang hendak keluar dari dalam diriku, aku pun menggeliat dan menjepit kepala indra dengan kedua kakiku dan crett cret crett muncrat lah cairan cintaku kewajah pacarku, orgasme pertama yang kurasakan dengan orang lain, sungguh jauh lebih nikmat daripada yang biasa aku rasakan. nafasku terengah, nikmat, lega dan lemas yang kini kurasakan. Indra pun memberikan waktu untukku beristirahat, ia pun mengelus elus kepalaku sambil sesekali menciumi keningku yang membuatku makin dibuat baper oleh perlakuannya. setelah dirasa tenagaku telah pulih aku pun duduk dan menyuruh indra berbaring, aku pun melepaskan celananya hingga terpampang jelas didepan mataku kontol indra yang telah ngaceng maksimal, aku pun mulai memegangnya, meraba2 dan mulai mengocoknya secara perlahan, indra pun mulai mengeluarkan desahannya karena perlakuanku ini, tak cukup sampai disitu aku pun mulai menciumi ujung kepala kontolnya, dan mulai membuka mulutku untuk melahap kontol tersebut, aku mulai menaik turunkan kepalaku sambil memaikan lidahku menyapu ujung kontol tersebut, aku sangat menyukai sensai menyepong kontol ini, terasa hangat dimulutku, sekitar 5menit berselang ia pun mengatakan bahwa akan segera keluar, bukannya mengeluarkan kontol tersebut aku malah makin mempercepat seponganku, dan indra pun juga menguatkan gerakanku dengan menekan2 kepalaku agar kontolnya makin masuk kedalam tenggorokanku, hingga akhirnya terasa cairan hangat yang keluar dari dalam kontol indra yang langsung masuk kedalam tenggorokanku, jujur saja aku sangat menyukai perlakuan indra menekan2 kepalaku ke kontolnya tadi hingga dia mengeluarkan spermanya didalam mulutku.