Koalisi Seni

Koalisi Seni Untuk ekosistem seni yang lebih baik

29/07/2026

Ini kata Ishvara Devati, seniman tari, koreografer, dan penari, tentang pentingnya membangun ruang berkesenian yang saling mendukung dan bebas dari berbagai bentuk pembungkaman.

Menurutnya, pengalaman kekerasan dan tindakan opresif masih kerap terjadi di ruang-ruang kesenian yang kecil dan sering luput dari perhatian. Karena itu, praktik-praktik tersebut tidak boleh dinormalisasi. Bagi Ishvara, seniman perlu tetap terhubung dengan komunitas yang dipercaya, membangun lingkungan yang suportif, serta terus bersuara tanpa kehilangan agensi sebagai seniman, meski harus menghadapi risiko penyensoran maupun swasensor.

Pelajari selengkapnya melalui laporan Situasi Kebebasan Berkesenian 2025: Mencoba Bertahan dalam Gelap di bit.ly/SituasiMBG.

Bagaimana perkembangan teknologi mengubah cara karya sastra dan teater diciptakan, didistribusikan, dan dilindungi? Di t...
24/07/2026

Bagaimana perkembangan teknologi mengubah cara karya sastra dan teater diciptakan, didistribusikan, dan dilindungi? Di tengah pembahasan revisi Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014, pertanyaan-pertanyaan ini menjadi semakin penting untuk didiskusikan bersama.

Melalui diskusi Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Seni di Indonesia, Koalisi Seni akan membagikan temuan riset mengenai situasi hak cipta di bidang sastra dan teater, sekaligus mengajak para pelaku seni dan publik berdiskusi tentang berbagai tantangan yang dihadapi pencipta serta langkah-langkah untuk mewujudkan sistem hak cipta yang lebih adil.

đź—“ Jumat, 31 Juli 2026
⏰ 15.30–17.30 WIB
Di Margin | Library & Third Spaces
Pejaten Barat, Jakarta Selatan

Bersama Martin Suryajaya, Ratih Kumala, Selira Dian, Iswadi Pratama, dan Sihol Pujiastuti Magdalena, S.H.

Registrasi di bit.ly/hakciptadimargin

Kuota terbatas untuk 40 peserta.

Bagi kamu yang hadir, ada kesempatan untuk mendapatkan versi cetak laporan Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Seni di Indonesia (Sastra dan Teater).

Sampai bertemu di sesi diskusi!

Misi Tolak A*gin, boleh sponsorin kita-kita yang masup angin gara-gara cuaca ngawur nggak ya? 🤒Cuaca yag sukar diprediks...
22/07/2026

Misi Tolak A*gin, boleh sponsorin kita-kita yang masup angin gara-gara cuaca ngawur nggak ya? 🤒

Cuaca yag sukar diprediksi jadi bukti paling konkret dari pemanasan global yang kita rasain setiap hari. Bukan cuma fenomena ini bikin keseharian terhambat, dia juga nunjukkin realita menyedihkan di mana krisis iklim memengaruhi setiap orang dalam level dan intensitas berbeda (you guessed it, kelompok paling rentan bakal kena dampak paling parah.)

Rubrik Kurasi Artsy ini memuat para seniman yang menggunakan alam dan isu keadilan iklim sebagai cara memperkaya praktik kesenian mereka, sekaligus mendorong percakapan yang lebih luas. Kalo kamu, ada nggak karya seni yang bantu menavigasi hari-harimu ketika cuaca sukar diprediksi?

Industri sastra Indonesia terus bertumbuh dan menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif. Namun, di balik potensinya, m...
20/07/2026

Industri sastra Indonesia terus bertumbuh dan menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif. Namun, di balik potensinya, masih ada berbagai persoalan hak cipta yang memengaruhi kesejahteraan penulis, mulai dari ketimpangan posisi tawar, pembajakan, hingga praktik alih wahana yang belum memberikan perlindungan yang memadai.

Melalui seri riset Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Seni di Indonesia, Koalisi Seni mengidentifikasi berbagai tantangan tersebut sekaligus menawarkan rekomendasi kebijakan untuk menciptakan ekosistem hak cipta yang lebih adil bagi para pencipta.

Baca selengkapnya di bit.ly/HakCiptaSastra

Lineup udah kece, penyelenggaraan festivalnya gimana? đź‘€Makin menuju akhir tahun, makin banyak festival dan acara musik d...
16/07/2026

Lineup udah kece, penyelenggaraan festivalnya gimana? đź‘€

Makin menuju akhir tahun, makin banyak festival dan acara musik di Tanah Air. And we love to see it! Tapi dampak lingkungannya juga harus jadi pertimbangan utama, bukan cuma 'yang penting ada'.

Panduan 'Asik Berpesta, Hijau Bersama' membantu penyelenggara festival mewujudkan pengalaman menikmati acara yang holistik. Joget asik, tapi alam nggak keusik. Kamu bisa pelajari lebih jauh tentang panduan ini serta mengakses toolkit festival ramah lingkungan di www.koaisiseni.or.id

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, karya seni dapat didistribusikan semakin luas dan cepat. Namun, perlindungan ...
14/07/2026

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, karya seni dapat didistribusikan semakin luas dan cepat. Namun, perlindungan hak cipta belum sepenuhnya mampu mengimbangi perubahan tersebut.

Melalui seri riset Diam-Diam Merugikan Situasi Hak Cipta Seni di Indonesia, Koalisi Seni merespons momentum revisi Undang-Undang Hak Cipta dengan menghadirkan temuan lintas sektor seni untuk mendorong sistem yang lebih adil bagi para pencipta dan pelaku pertunjukan.

Baca siaran persnya di koalisiseni.or.id/kabar-seni/

14/07/2026

Ini kata Sugar Nadia, programmer film dan anggota Komite Film Dewan Kesenian Jakarta, tentang pentingnya membangun ekosistem perfilman yang lebih aman dan melindungi kebebasan berkesenian.

Menurutnya, ekosistem perfilman tidak hanya mencakup proses produksi, tetapi juga komunitas, festival, hingga pendidikan film. Karena itu, dibutuhkan ruang kolaborasi, SOP bersama, dan regulasi yang mampu mencegah serta menangani kasus kekerasan, pelecehan seksual, penyensoran, hingga minimnya perlindungan kerja bagi kru film.

Pelajari selengkapnya melalui laporan Situasi Kebebasan Berkesenian 2025: Mencoba Bertahan dalam Gelap di bit.ly/SituasiMBG

Konser 'homecoming' Massive Attack di tahun 2025 lalu berhasil mecahin rekor sebagai konser dengan jumlah emisi paling s...
01/07/2026

Konser 'homecoming' Massive Attack di tahun 2025 lalu berhasil mecahin rekor sebagai konser dengan jumlah emisi paling sedikit di dunia.

Untuk bisa ngikutin jejak Massive Attack, kamu bisa mulai lewat langkah-langkah sederhana enih: mengidentifikasi dampak festival dan menentukan target prioritas yang mau dicapai. Nggak usah langsung gede, yang penting konsisten dan terukur!

Kamu bisa mempelajari lebih jauh tentang kiat-kiat bikin festival lebih hijau (psst.. ada toolkit sederhana juga yang bisa kamu jadiin acuan) di panduan 'Asik Berpesta, Hijau Bersama' di www.koalisiseni.or.id

That one SJW friend sebelum berangkat festival; eits, tumbler lo mana? 🤨Bukan performatif, tapi justru esensial! Menikma...
24/06/2026

That one SJW friend sebelum berangkat festival; eits, tumbler lo mana? 🤨

Bukan performatif, tapi justru esensial! Menikmati festival musik favorit bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan lingkungan. Kamu juga bisa mulai dengan langkah-langkah mudah, kayak mulai berangkat ke festival musik dengan menggunakan transportasi umum, atau tahan keinginan beli outfit yang kamu tahu cuma akan dipakai sekali (ngaku, pernah juga kan?)

Setelah selesai main Bingo, kamu bisa ngecek panduan festival musik ramah lingkungan di www.koalisiseni.or.id

22/06/2026

Ini kata Justitia Avila Veda, Direktur Kolektif Advokat untuk Keadilan Gender, tentang pentingnya membangun ruang seni yang aman dari kekerasan seksual.

Menurutnya, penanganan kasus tidak cukup jika hanya bersifat reaktif. Dibutuhkan upaya pencegahan, instrumen perlindungan, perubahan perilaku, dan komitmen kolektif untuk mengutamakan keadilan bagi korban.

Pelajari selengkapnya melalui laporan Situasi Kebebasan Berkesenian 2025: Mencoba Bertahan dalam Gelap di bit.ly/SituasiMBG

Address

Jalan Komp. Depkes No. 16D Blok B, RT. 1/RW. 7, Pasar Minggu, South Jakarta City
Jakarta
12520

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koalisi Seni posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Koalisi Seni:

Shortcuts

Share