Koalisi Seni

Koalisi Seni Untuk ekosistem seni yang lebih baik

Nggak muncul di timeline, bukan berarti everything is fine. 👀Kadang, berkurangnya kasus yang kita dengar bukan berarti m...
28/08/2026

Nggak muncul di timeline, bukan berarti everything is fine. 👀

Kadang, berkurangnya kasus yang kita dengar bukan berarti masalahnya sudah selesai. Bisa jadi, orang-orang justru memilih nggak lagi berkarya atau mengadakan acara karena takut kena sanksi.

Jadi, yang perlu kita tanyakan bukan cuma “berapa kasus yang terjadi?”, tapi juga “apa yang akhirnya nggak lagi berani terjadi?”

Baca selengkapnya dalam laporan Mencoba Bertahan dalam Gelap: Situasi Kebebasan Berkesenian 2025 di kebebasanberkesenian.id.

Tari merupakan bagian penting dari ekosistem seni pertunjukan Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi j...
28/08/2026

Tari merupakan bagian penting dari ekosistem seni pertunjukan Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga nilai ekonomi. Namun, di balik perkembangan tersebut, masih terdapat berbagai persoalan hak cipta yang dihadapi koreografer, mulai dari hak moral yang belum optimal, penggunaan ulang karya tanpa kompensasi yang adil, hingga perlindungan karya di era digital yang masih terbatas.

Melalui seri riset Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Seni di Indonesia, Koalisi Seni mengidentifikasi berbagai tantangan tersebut sekaligus menawarkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat perlindungan dan pengelolaan hak cipta bagi seniman.

Baca selengkapnya di bit.ly/HakCiptaTari

Belakangan ini, kabar kurang baik datang dari berbagai penjuru Indonesia. Dari Kalimantan, Way Kambas, hingga Desa Adat ...
26/08/2026

Belakangan ini, kabar kurang baik datang dari berbagai penjuru Indonesia. Dari Kalimantan, Way Kambas, hingga Desa Adat Sade, banyak ruang hidup yang tengah menghadapi kehilangan.

Dan kehilangan tidak selalu berhenti pada apa yang terlihat.

Ada rumah dan ruang hidup. Ada mata pencaharian. Ada ingatan, pengetahuan, relasi, serta praktik budaya yang tumbuh dan diwariskan bersama alam.

Sebab pengetahuan tidak hanya hidup dalam catatan. Ia juga hidup dalam tanah yang dirawat, tanaman yang dikenali, keterampilan yang dipraktikkan, dan cerita yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tidak semua yang hilang bisa kita dapatkan kembali.

Turut berduka untuk setiap kehidupan dan ruang hidup yang terdampak. Semoga proses pemulihan juga memberi ruang untuk merawat manusia, alam, pengetahuan, dan kebudayaan yang hidup bersamanya. 🌱

Film merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif Indonesia yang memiliki potensi ekonomi dan terus berkembang. Namun, ...
25/08/2026

Film merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif Indonesia yang memiliki potensi ekonomi dan terus berkembang. Namun, di balik perkembangan tersebut, masih terdapat berbagai persoalan hak cipta yang dihadapi para pencipta, mulai dari posisi tawar yang belum seimbang, tata kelola lisensi dan royalti yang belum transparan, hingga pembajakan yang masih marak di era digital.

Melalui seri riset Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Seni di Indonesia, Koalisi Seni mengidentifikasi berbagai tantangan tersebut sekaligus menawarkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat perlindungan dan pengelolaan hak cipta bagi seniman.

Baca selengkapnya di bit.ly/HakCiptaFilm

Bagaimana perkembangan teknologi mengubah cara karya film dan tari diproduksi, didistribusikan, dipasarkan, dan dikonsum...
20/08/2026

Bagaimana perkembangan teknologi mengubah cara karya film dan tari diproduksi, didistribusikan, dipasarkan, dan dikonsumsi publik? Di tengah pembahasan revisi Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014, pertanyaan-pertanyaan ini menjadi semakin penting untuk didiskusikan bersama.

Melalui diskusi Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Film dan Tari di Indonesia, Koalisi Seni akan membagikan temuan riset mengenai situasi hak cipta di bidang film dan tari, sekaligus mengajak para pelaku seni dan publik berdiskusi tentang berbagai tantangan yang dihadapi pencipta, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan strategi untuk melindungi karya dan memperkuat posisi pencipta dalam ekosistem seni.

🗓 Kamis, 27 Agustus 2026
⏰ 15.30–17.30 WIB
📍 JFA Cinema Hub, Yogyakarta

Bersama Kennya Rinonce, Garin Nugroho, Gietty Tambunan, dan Kinanti Sekar Rahina, dipandu oleh Dyna Herlina Suwarto.

Kuota terbatas untuk 50 peserta.

Bagi kamu yang hadir, ada kesempatan untuk mendapatkan buku riset situasi hak cipta di bidang film dan tari di Indonesia.

Daftar di bit.ly/hakciptadiJFA

Sampai bertemu di sesi diskusi!

Ngomongin isu soal hak cipta seni, memang tidak ada habisnya~ 🎨Dalam diskusi publik “Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Ci...
19/08/2026

Ngomongin isu soal hak cipta seni, memang tidak ada habisnya~ 🎨

Dalam diskusi publik “Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Seni Rupa di Indonesia”, Koalisi Seni membagikan hasil temuan riset mengenai situasi hak cipta di bidang seni rupa.

Chabib Duta Hapsoro, Syagini Ratna Wulan, Dr. Agung Damarsasongko, Dr. Hermansyah Siregar, S.H., M.H., dan Aminudin TH Siregar dipandu oleh Heru Hikayat pun ikut menanggapi hasil temuan tersebut dan membagikan pengalaman serta berbagai tantangan yang terjadi di lapangan.

Terima kasih untuk Selasar Sunaryo Art Space yang sudah menyediakan tempat yang nyaman untuk berdiskusi. ✨🙆‍♀️✨

Kepo sama hasil diskusinya seperti apa? Kamu bisa baca di koalisiseni.or.id/hak-cipta-di-selasar

Katanya merdeka, tapi dikritik malah jadi perkara? 🤔Padahal kritik bisa hadir lewat banyak bentuk, seperti: meme, satire...
18/08/2026

Katanya merdeka, tapi dikritik malah jadi perkara? 🤔

Padahal kritik bisa hadir lewat banyak bentuk, seperti: meme, satire, musik, film, mural, sampai pertunjukan.
Namyuuun, ketika ruang untuk menyampaikan kritik menyempit, seniman pun ikut menghitung risiko sebelum karyanya bertemu publik.

Padahal, merdeka bukan cuma soal boleh bersuara, tapi juga nggak dibuat takut karena bersuara.

Baca selengkapnya tentang situasi kebebasan berkesenian di Indonesia dalam laporan Mencoba Bertahan dalam Gelap (MBG): Situasi Kebebasan Berkesenian 2025 di kebebasanberkesenian.id

Bagaimana perkembangan teknologi mengubah cara karya seni rupa diproduksi, didistribusikan, dipasarkan, dan dilindungi? ...
10/08/2026

Bagaimana perkembangan teknologi mengubah cara karya seni rupa diproduksi, didistribusikan, dipasarkan, dan dilindungi? Di tengah pembahasan revisi Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014, pertanyaan-pertanyaan ini menjadi semakin penting untuk didiskusikan bersama.

Melalui diskusi Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Seni Rupa di Indonesia, Koalisi Seni akan membagikan temuan riset mengenai situasi hak cipta di bidang seni rupa, sekaligus mengajak para pelaku seni dan publik berdiskusi tentang berbagai tantangan yang dihadapi pencipta, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan strategi untuk melindungi karya dan memperkuat posisi pencipta dalam ekosistem seni.

🗓 Sabtu, 15 Agustus 2026
⏰ 15.30–17.30 WIB
📍 Selasar Sunaryo Art Space
Bandung, Jawa Barat

Bersama Chabib Duta Hapsoro, Syagini Ratna Wulan, Dr. Agung Damarsasongko, Hermansyah Siregar, S.H., M.H., dan Aminudin TH Siregar, dipandu oleh Heru Hikayat.

Kuota terbatas untuk 50 peserta.

Bagi kamu yang hadir, ada kesempatan untuk mendapatkan versi cetak laporan Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Seni Rupa di Indonesia.

Daftar di bit.ly/hakciptadiselasar

Sampai bertemu di sesi diskusi!

Ngomongin isu soal hak cipta seni, memang tidak ada habisnya~ Dalam diskusi publik “Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cip...
10/08/2026

Ngomongin isu soal hak cipta seni, memang tidak ada habisnya~

Dalam diskusi publik “Diam-Diam Merugikan: Situasi Hak Cipta Sastra dan Teater di Indonesia”, Martin Suryajaya dan Selira Dian membagikan hasil temuan dari penelitiannya.

Ratih Kumala, Iswadi Pratama, dan Sihol Pujiastuti Magdalena pun ikut menanggapi hasil temuan tersebut dan membagi cerita apa saja yang terjadi di lapangan.

Terima kasih untuk yang sudah menyediakan tempat yang nyaman untuk berdiskusi. ✨🙆‍♀️✨

Kepo sama hasil diskusinya seperti apa? kamu bisa baca di koalisiseni.or.id/hak-cipta-di-margin

Ada oleh-oleh nih dari Kuningan~Pada Mei lalu, Koalisi Seni mengadakan lokakarya ‘Rancang Bangun Tambal Sulam’ sebagai b...
10/08/2026

Ada oleh-oleh nih dari Kuningan~

Pada Mei lalu, Koalisi Seni mengadakan lokakarya ‘Rancang Bangun Tambal Sulam’ sebagai bagian dari kegiatan Coastal Community Conference. Lewat lokakarya ini, seniman diajak berstrategi untuk bersama menamengi diri dari ancaman krisis iklim.

Hanya dari satu lokakarya aja, kami seakan diingetin lagi akan pentingnya ruang-ruang ngobrol santuy kayak gini. Kelar workshop bukan cuma dapet insights, tapi juga harapan dan kemungkinan baru. 🫶

Address

Jalan Komp. Depkes No. 16D Blok B, RT. 1/RW. 7, Pasar Minggu, South Jakarta City
Jakarta
12520

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koalisi Seni posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Koalisi Seni:

Shortcuts

Share