16/01/2026
Buraq adalah makhluk ghaib dalam tradisi Islam yang menjadi tunggangan Nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra Miraj. Selain itu, ia juga dipercaya pernah mengangkut Nabi Ibrahim AS ketika mengunjungi keluarganya di Mekkah.
Nama dan Makna
Nama "Buraq" berasal dari kata Arab "barq" yang berarti kilat, melambangkan kecepatannya yang luar biasa. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa "Buraq" adalah bentuk arabisasi dari bahasa Persia Kuno yang berarti "hewan tunggangan".
Ciri-Ciri
- Bentuk dan Ukuran: Berwarna putih, lebih besar dari keledai namun lebih kecil dari peranakan kuda dan keledai (bighal). Tidak ada riwayat shahih yang menyebutkan Buraq memiliki sayap, meskipun dalam beberapa ilustrasi populer ia digambarkan demikian.
- Kecepatan: Sangat cepat, satu langkahnya bisa mencapai sejauh pandangan mata.
- Ciri Khusus Lainnya: Dalam seni Islam Persia dan India, Buraq sering digambarkan dengan kepala manusia, tubuh kuda, dan ekor merak, namun deskripsi ini tidak terdapat dalam teks awal.
Peran dalam Isra Miraj
Menurut tradisi, sepuluh tahun setelah Nabi Muhammad SAW mengumumkan kenabiannya, Malaikat Jibril membawa Buraq untuk mengantarkan beliau dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra). Setelah itu, Buraq mengangkat beliau ke tujuh langit (Miraj) hingga mencapai Sidratul Muntaha, di mana Nabi menerima perintah salat lima waktu.