Bataksatu

Bataksatu Walau Kita beda Suku, Agama,Ras (SARA)
Kita Telah Dipersatukan Oleh Keberagaman Didalam Indonesia

Ini bukan soal siapa paling pintar, tapi data BPS menunjukkan angka yang bikin banyak orang penasaran.Dari 10 suku yang ...
27/08/2026

Ini bukan soal siapa paling pintar, tapi data BPS menunjukkan angka yang bikin banyak orang penasaran.

Dari 10 suku yang diteliti dalam Long Form Sensus Penduduk 2020, suku Batak berada di posisi pertama dengan persentase penduduk usia 25 tahun ke atas yang tamat perguruan tinggi mencapai 18,02%.

Menariknya, Minangkabau nyaris menyamai Batak dengan 18,00%.

10 SUKU DENGAN PERSENTASE LULUSAN PERGURUAN TINGGI:

🥇 Batak — 18,02%
🥈 Minangkabau — 18,00%
🥉 Bali — 14,54%
4️⃣ Bugis — 14,54%
5️⃣ Betawi — 14,38%
6️⃣ Melayu — 12,67%
7️⃣ Banjar — 11,24%
8️⃣ Jawa — 9,56%
9️⃣ Sunda — 7,59%
🔟 Madura — 4,15%

🧠 Kenapa Batak bisa berada di posisi teratas?

BPS tidak menyimpulkan penyebabnya. Namun, kajian dalam laporan tersebut menyebut kuatnya budaya pendidikan dalam masyarakat Batak.

Ada prinsip Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon—keturunan, kesejahteraan, dan kehormatan. Pendidikan dipandang sebagai salah satu jalan untuk mencapai keberhasilan dan kehormatan.

Sementara masyarakat Minangkabau juga memiliki tradisi kuat dalam menuntut ilmu, merantau, dan mendorong anak mencapai pendidikan tinggi.

Tapi jangan salah tafsir!

Angka ini bukan ranking kecerdasan suku dan bukan berarti satu suku lebih pintar daripada suku lainnya. Ini adalah persentase tingkat pendidikan berdasarkan data BPS pada kelompok suku yang diteliti.

Pertanyaannya sekarang: kenapa Batak dan Minang hampir sama-sama menyentuh angka 18%? 👀

👇 Menurut kamu, apakah budaya keluarga dan tradisi merantau punya pengaruh besar terhadap pendidikan?

Sejumlah lokasi j*d1 tembak ikan bertebaran di wilayah Kabupaten Simalungun. Lokasi-lokasi ini tampak ramai dikunjungi p...
26/08/2026

Sejumlah lokasi j*d1 tembak ikan bertebaran di wilayah Kabupaten Simalungun. Lokasi-lokasi ini tampak ramai dikunjungi para pemain.

Dari pantauan media ini setidaknya terdata ada 6 titik lokasi di beberapa kecamatan. Umumnya meja tembak ikan ditempatkan di lokasi yang sering dikunjungi warga seperti warung. Bahkan dibeberapa lokasi tempatnya terbuka sehingga orang yang melintas pun bisa melihat aktivitas itu.
Tercatat beberapa lokasi tembak ikan antara lain di Kampung Karo Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa berada di warung pak Sitorus, Desa Baja Dolok
Kecamatan Tanah Jawa berada di warung Pak Paris, Losung Pining I Bosar Galugur Kecamatan Tanah Jawa berada di warung Nainggolan.

Kemudian di Buntu Turunan Kecamatan Hatonduhan berada di warung ibu boru Sirait, T**i Beton (Tibet) Buntu Turunan Kecamatan Hatonduhan berada di warung Purba, Mandasari Tangga Batu Kecamatan Hatonduhan berada di warung pak Karsono dan di sebuah warung di Cempedak, Bosar Nauli Buntu Turunan Kecamatan Hatonduhan.

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa aktivitas ini diduga dikendalikan oleh seseorang yang punya nama di Simalungun.

Aktivitas h4ram ini kabarnya telah berlangsung beberapa waktu namun sepertinya belum tercium oleh aparat penegak hukum.

Seorang warga yang tak mau namanya dipublikasi mengatakan aktivitas p3rjudi4n itu berpotensi merusak moral dan juga dinilai dapat mengganggu ketertiban lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Banuara Manurung SH yang dikonfirmasi media ini, Selasa (25/8/2026) tidak menjawab. (Tribrata)

Polisi menangkap, Rumondang Sianturi, karena mengani4ya dan menyiks4 dua bocah yang dijaganya di Sidikalang, Kabupaten D...
24/08/2026

Polisi menangkap, Rumondang Sianturi, karena mengani4ya dan menyiks4 dua bocah yang dijaganya di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Rumonang beralasan melakukan itu karena kedua korban nakal.
Awalnya Rumondang mengaku menyayangi kedua korban. Namun, karena emosi dia m3nyiksa korban dengan benda tumpul yang ada di sekitarnya.

"Karena tekanan hidup ini. Saya yang memikirkan semuanya, kasih makan dan kebutuhan lainnya," katanya dalam video pengakuannya di Polres Dairi

Penganiayaan dan penyiksaan, menurut dia, dilakukan karena kedua korban melakukan kesalahan. Dia mengakui cara didikan yang dilakukannya tersebut salah. (Detik)

Bripda RF (23), oknum polisi yang tega m3nghabisi nyawa seorang nenek bernama Nurlis (69) di Desa Punden Rejo, Kecamatan...
24/08/2026

Bripda RF (23), oknum polisi yang tega m3nghabisi nyawa seorang nenek bernama Nurlis (69) di Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akhirnya dipecat dari institusi Polri.

Selain dipecat, RF juga dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang p3mbunuh4n berencana, subsider Pasal 365 ayat (3) tentang perampokan dengan kekerasan.

Pemecatan dilakukan setelah Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) digelar Polresta Deli Serdang.
Hasil sidang menetapkan RF diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH).

“Iya, sidang KKEP sudah dilaksanakan beberapa hari lalu dan hasilnya PTDH. Dia menerima dan menyesali perbuatannya,” ujar Kasi Humas Polresta Deli Serdang, IPTU JM Gabe Napitupulu, Jumat (21/8/2026).

Saat ini RF masih ditahan di Mapolresta Deli Serdang.
Ia baru saja mengikuti rekonstruksi kasus p3mbunuh4n di lapangan bola Polresta, Rabu (19/8/2026).

Dalam rekonstruksi terungkap, RF nekat m3mbunuh korban karena terlilit utang akibat k3canduan jud1 0nline.

Ia m3nusuk korban tiga kali dengan p1sau setelah permintaan pinjaman Rp50 juta ditolak.

Fakta Baru dari Rekonstruksi
RF awalnya mengetuk pintu rumah korban dan dipersilakan masuk.
Ia langsung menyampaikan maksud meminjam uang Rp50 juta.

Setelah ditolak, RF m3ngancam dengan p1sau. Korban ketakutan dan berteriak.
Panik, RF m3nikam korban lalu menyeret j4sad ke dapur.

Ia sempat membersihkan d4rah di lantai dan membongkar lemari korban.
Dari bawah kasur, RF mengambil anting emas sebelum kabur.

Hubungan Dekat dengan Korban
Pengacara prodeo RF, Firnando Pangaribuan, menyebut kliennya menyesali perbuatannya.
“Dia manggil korban itu uwak, sudah dianggap keluarga. Saat bercerita, dia sempat menangis,” ujarnya.

Firnando menambahkan, RF sebelumnya beberapa kali meminjam uang kepada korban dalam jumlah kecil.

Kepala Dusun 4 Desa Punden Rejo, Hariadi, mengatakan warga tidak percaya RF menjadi pelaku.
“Anaknya sopan, ramah, baik. Saya pribadi pun sangat terkejut,” katanya.
Hariadi juga merupakan salah satu orang pertama yang menemukan j4sad korban dengan luka s4yatan di leher.

Sebelumnya, Kapolresta Deli Serdang AKBP Hendria Lesmana menegaskan RF dijerat Pasal 340 KUHP tentang p3mbunuh4n berencana, subsider Pasal 365 ayat (3) tentang p3rampokan dengan k3ker4san.
“Yang jelas kami akan menindak tegas siapa pun pelakunya sesuai aturan yang ada,” tegas Hendria.
(Tribun)

Seorang pria bernama Iwan Sinaga alias Iwan Batak (39) kepergok warga mencuri outdoor AC di rumah dosen di Kabupaten Sim...
23/08/2026

Seorang pria bernama Iwan Sinaga alias Iwan Batak (39) kepergok warga mencuri outdoor AC di rumah dosen di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku berujung diamankan warga dan polisi usai gagal melarikan diri.
Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Wisnugraha Paramaartha mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan H Ulakma Sinaga Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, sekira pukul 03.00 WIB, tadi. Adapun korbannya adalah seorang dosen bernama Marto Silalahi.

"Diketahui rumah dalam keadaan kosong," kata Wisnu, Minggu (23/8/2026).

Wisnu menyebut pencurian itu awalnya diketahui oleh polisi yang sedang berpatroli. Saat itu, petugas mendengar ada sejumlah orang yang berteriak 'maling'.

Polisi pun menuju sumber suara dan menemukan ada sekumpulan warga yang tengah berkumpul.

"Saat patroli melintas, tim melihat warga berkumpul dan berteriak maling. Mendengar hal itu, Tim Jatanras langsung bergerak cepat mengejar dan mengamankan pelaku," ujarnya.

Saat menangkap pelaku, petugas kepolisian menemukan sejumlah alat yang digunakan pelaku saat beraksi, seperti tang dan obeng. Polisi lalu membawa pelaku ke rumah korban.

Setibanya di sana, polisi menemukan outdoor AC yang hendak dicuri pelaku itu sudah dicopot dan diletakkan pelaku di halaman samping rumah korban. Setelah itu, pelaku dan barang bukti diboyong ke Polsek Gunung Malela untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Atas kejadian tersebut, pelaku mengakui perbuatannya," pungkasnya.

(Detik Sumut)

Viral di media sosial dua bocah kakak beradik berusia 7 dan 6 tahun di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, diduga dis...
22/08/2026

Viral di media sosial dua bocah kakak beradik berusia 7 dan 6 tahun di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, diduga disiks@ oleh pengasuhnya hingga mengalami luka serius di bagian kepala. Pelaku ditangkap Polisi.

Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, Jumat (21/8/2026), terlihat seorang anak dalam kondisi memprihatinkan. Korban mengalami luka pada bagian mulut, kepala dan sejumlah bagian tubuh korban yang diduga akibat d1aniaya pengasuhnya.

Dalam video itu, korban mengaku ayahnya sedang berada di penjara. Sedangkan ibunya tidak diketahui keberadaannya.

Korban juga mengaku selama ini sering d1siksa oleh orang yang mengasuhnya. Penyiksaan tersebut diduga telah berulang kali terjadi.

Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahrial Ramadhan membenarkan adanya dugaan p3nyiksaan tersebut. Korban berinisial AGP (7) pertama kali ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan dengan luka yang diduga bekas p3nganiayaan.

"Benar, korban ditemukan oleh masyarakat dengan kondisi memprihatinkan," ujar Syahrial saat dikonfirmasi detikSumut, Jumat (21/8).

Pelaku berinisial RS (52) telah ditangkap. RS merupakan orang tua asuh korban sekaligus bibinya.

"Pelaku sudah ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Dairi. Pelaku merupakan orang tua asuh korban sekaligus bibi korban," katanya. Pelaku mengaku melakukan p3nganiayaan akibat Keadaan ekonomi dan kenakalan.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, polisi menemukan bahwa adik kandung korban, AP (6), juga mengalami dugaan p3nganiayaan. Petugas kemudian membawa kedua korban untuk mendapatkan perawatan.

"Ternyata adik korban juga mengalami penganiayaan. Mereka abang-adik kandung dan sudah kita bawa untuk mendapatkan perawatan," ungkapnya.

(Detik Sumut)

Pengendara sepeda motor terlibat k3cel4kaan dengan truk di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Dalam peristiwa...
21/08/2026

Pengendara sepeda motor terlibat k3cel4kaan dengan truk di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Dalam peristiwa itu, seorang remaja dilaporkan t3w4s. "Satu orang m3ninggal dunia, satu orang luka ringan," kata Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Friska Susana, Sabtu (15/8/2026).

Friska mengatakan k3celakaan terjadi di jalan umum Simpang Gaja Pokki Nagori Bunga Sampang, Kecamatan Purba, kemarin. Awalnya, motor yang dikemudikan Fajar Saragih (15) dan Rasmen Saragih (24) melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Simpang Gaja Pokki menuju arah Ujung Purba.

Setibanya di lokasi kejadian, korban diduga kurang hati-hati saat hendak menyalip kendaraan di depannya. Alhasil, motor yang membawa para korban masuk ke beram jalan.

Lalu, saat para korban hendak mengendarai motornya naik kembali ke jalan, para korban terjatuh dan terseret. Akibatnya, korban Fajar masuk ke kolong truk yang tengah melaju di arah yang sama. "Mengakibatkan terjadinya k3celakaan lalu lintas," jelasnya. Dalam peristiwa itu, koran Fajar mengalami luka berat dan m3ninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Tiga Runggu.

Sementara penumpang motor hanya mengalami luka ringan dan dirujuk ke Rumah Sakit Murni Teguh Horas Insani Pematangsiantar, sedangkan pengemudi truk tidak mengalami luka-luka. Mantan Kasat Lantas Polres Pematangsiantar itu menyebut pihaknya telah melakukan olah TKP kecelakaan itu. Kini, kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan ke kantor polisi.
(Detik Sumut)

Sebanyak 48 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun diduga melakukan kecurangan dalam ...
20/08/2026

Sebanyak 48 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun diduga melakukan kecurangan dalam absensi elektronik berbasis Android.

Para ASN tersebut berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbuparekraf), Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPMPTSP, hingga sejumlah kecamatan.

Inspektorat Daerah Kabupaten Simalungun kini memproses dugaan pelanggaran tersebut dan tengah menyiapkan sanksi disiplin berdasarkan tingkat pelanggaran masing-masing ASN.

Kepala Inspektorat Simalungun, Roganda Sihombing, mengatakan proses pemberian sanksi masih berlangsung. Sebelum sanksi ditetapkan, pihaknya terlebih dahulu memeriksa masing-masing ASN yang diduga melakukan pelanggaran.

“Sedang diproses pemberian sanksinya,” kata Roganda saat dikonfirmasi reporter Tribun-Medan.com, Selasa (18/8/2026).

Dari pemeriksaan awal, bentuk dugaan kecurangan absensi yang ditemukan cukup beragam. Di antaranya penggunaan aplikasi Fake GPS untuk memanipulasi lokasi, pemalsuan wajah saat melakukan absensi, serta penggunaan Surat Perintah Tugas (SPT) yang tidak sesuai.

Inspektorat akan menentukan jenis sanksi berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dari masing-masing ASN.

Dari 48 ASN tersebut, sebanyak 13 orang berasal dari Disbuparekraf dan 11 orang dari Dinas Perhubungan. ASN lainnya berasal dari BPBD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPMPTSP, Kecamatan Dolok Masagal, Sekretariat DPRD, Dinas Pertanian, serta Kecamatan Gunung Maligas.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena absensi merupakan salah satu indikator kedisiplinan ASN sekaligus berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih sebelumnya juga beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perangkat daerah, kantor kecamatan, puskesmas hingga kantor desa dan kelurahan.

Dalam sidak tersebut, Anton menekankan pentingnya kehadiran pegawai untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Kehadiran pegawai adalah bagian dari tanggung jawab kita. Jika ada kendala atau

Setelah dua hari dilakukan pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan Qholil Hidayat Sitanggang (8), bocah yang hanyut d...
19/08/2026

Setelah dua hari dilakukan pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan Qholil Hidayat Sitanggang (8), bocah yang hanyut di Sungai Tanjung Pinggir, Rabu (19/8/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB di sekitar Jembatan Sigagak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Korban merupakan siswa SD 091608 Sinaksak.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Qholil bersama ayahnya mencari daun pisang di sekitar Sungai Tanjung Pinggir, tepatnya kawasan Jembatan Pancur, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

Saat hendak pulang, korban diduga tergelincir dan jatuh ke sungai. Sang ayah sempat berupaya meraih tangan korban, namun derasnya arus membuat Qholil terseret dan hanyut.

Mendapat laporan kejadian tersebut, tim gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dan sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.

Operasi pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Simalungun, BPBD Kota Pematangsiantar, Basarnas Pos SAR Parapat Ajibata, Polsek Siantar Martoba, perangkat Kelurahan Sinaksak, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi tersebut, personel BPBD Kabupaten Simalungun turut didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan John Vhento Purba serta Kabid Logistik Jurist Saragih. Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi berlangsung terkoordinasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun Budiman Silalahi mengatakan korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian selama dua hari.

“Begitu korban ditemukan, tim gabungan langsung melakukan evakuasi. Seluruh personel bekerja sama dengan maksimal hingga korban berhasil dikeluarkan dari lokasi penemuan,” ujar Budiman.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang dimulai sejak Senin sore dinyatakan berakhir. Tim gabungan kemudian mengevakuasi korban dari lokasi penemuan.

Budiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dan masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

Pemerintah Kabupaten Simalungun juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.

Pemkab Simalungun berharap keluarga yang ditinggal

✨ Saatnya bangun karier keren bareng Bank BTPN Syariah!Yuk langsung Interview online, pada:📅 Jumat, 21 Agustus 2026 ⏰ 10...
18/08/2026

✨ Saatnya bangun karier keren bareng Bank BTPN Syariah!
Yuk langsung Interview online, pada:

📅 Jumat, 21 Agustus 2026
⏰ 10.00 WIB - Selesai
📍MMS RAYA SIMALUNGUN (Jl. Rajamin Purba, Sondi Raya, Kec. Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara 21162)

🌟 Benefit yang bisa kamu dapat:
✅ Gaji tetap + THR 2x gaji + insentif
✅ Jaminan kesehatan lengkap
✅ Beasiswa S1 & trip ke luar negeri
✅ Kesempatan ibadah umroh

Kualifikasi lengkap ada di gambar ya 😉
kirim ke alamat email yang tercantum

Yuk, jangan cuma lihat… datang dan tunjukkin potensimu! ✨
⚠️ Seluruh proses rekrutmen GRATIS tanpa biaya apapun.

Address

Jalan Raya Poncol No 28 Ciracas
East Jakarta
13740

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bataksatu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share