Center for Strategic Studies-CSS AB

Center for Strategic Studies-CSS AB A think tank based in Jakarta focuses on the studies and research on security, geopolitics, and IR.

Kepemimpinan Indonesia Badrus Sholeh (CSS-AB)Kesan baik dunia atas negara dan masyarakat Muslim Indonesia: terbuka (mode...
20/03/2026

Kepemimpinan Indonesia
Badrus Sholeh (CSS-AB)

Kesan baik dunia atas negara dan masyarakat Muslim Indonesia: terbuka (moderat), demokratis, dan stabilitas ekonomi. Terbuka (moderat) melekat pada identitas keIslaman dan keagamaan masyarakat Indonesia. Praktik ini diupayakan negara Muslim lainnya dengan beragam kebijakan, antara lain Islam wasatiyah. Menafsirkan dan memahami agama secara komprehensif dengan menekankan pesan-pesan moral Rasulullah Muhammad, yang kehadirannya sebagai keberkahan dan rahmat bagi kebaikan alam semesta.

Meskipun demikian, Indonesia juga mengalami degradasi akibat pertumbuhan terorisme dan ekstremisme. Praktik ancaman keamanan selain konflik antar agama di Indonesia Timur, juga serangan JI pada Oktober 2002 di Bali. Bagaimana pemerintah dan masyarakat mengatasi serangan terorisme dan ekstremisme ini?

Jawaban dari pertanyaan diatas adalah terciptanya suasana demokratis dan partisipasi masyarakat dalam berbagai kebijakan pembangunan. Organisasi teroris Asia Tenggara, Jamaah Islamiyah, melalui berbagai pendekatan humanis pemerintah dan hubungan dialogis dengan berbagai elemen masyarakat sipil Indonesia membawa puncak kesadaran elit dan anggota JI untuk secara resmi membubarkan diri pada 30 Juni 2024, diikuti deklarasi oleh berbagai elit lokal dan anggota JI dari berbagai kota-kota di Indonesia. Puluhan pesantren dibawah JI juga menyatakan kembali dan mentransformasi diri menjadi bagian utama pendidikan Islam di Indonesia melalui koordinasi dengan Kememterian Agama.

Pembubaran JI merupakan bagian dari proses keterbukaan dan karakter demokrasi masyarakat Indonesia. Masyarakat tetap merangkul setiap anggota JI, termasuk mereka yang baru selesai masa tahanan (ex napiter).

Selanjutnya, stabilitas ekonomi. Sebagai salah satu anggota G20, dua puluh negara ekonomi terbesar dunia, Indonesia terus memainkan diplomasi menciptakan tatanan baru dunia yang adil dalam sebaran ekonomi. Tantangan adalah sikap beberapa negara antara lain Amerika dibawah Presiden Trump yang lebih unilateral dengan memasang tarif dagang atau kebijakan luar negeri pragmatis. Kepemimpinan Indonesia tetap diperlukan terutama menciptakan koalisi dunia untuk perdamaian dan kesejahteraan global.

``
Blitar, 21 Maret 2026

Democratic Peace and Indonesia's Soft PowerBadrus Sholeh (CSS-AB)The Asia-Africa Conference (AAC) will mark 71 years by ...
19/03/2026

Democratic Peace and Indonesia's Soft Power
Badrus Sholeh (CSS-AB)

The Asia-Africa Conference (AAC) will mark 71 years by April 2026. The spirit of the Global South chaired by Indonesia is currently challenged by some factors. Global disruption due to the rise of populist politics and the right wing instigated wars and conflicts becomes the first challenge.

In addition, gaps among AAC member states in managing strategic hedging. Some states dependent severely to Chinese economic investment. Some of them are stated falling to dept trap. It weakened their independence towards great powers.

Indonesia's democratic peace experience and soft power on global peace transition will empower Indonesia to sustain international leadership. State and civil society should continue their partnership in building diplomacy.

``
Blitar, 19 March 2026

Solidaritas Kemanusiaan Badrus Sholeh (CSS-AB)Konflik atau perang internasional memiliki perspektif beragam. Dari aspek ...
18/03/2026

Solidaritas Kemanusiaan
Badrus Sholeh (CSS-AB)

Konflik atau perang internasional memiliki perspektif beragam. Dari aspek aktor, mereka yang terlibat memiliki agenda yang sudah lama dipersiapkan khususnya bagi negara yang dominan secara kekuatan militer akan terus berusaha mengancam negara lain demi kepentingan nasional. Imminent threat misalnya menjadi alasan bagi Amerika untuk melakukan penyerangan lebih awal ke lran pada 28 Feb, demi mencegah atas ancaman keamanan nasional Amerika atau ancaman bagi keamanan kepentingan Amerika di Timur Tengah.
Jika kekuatan militer seimbang misalnya sama-sama memiliki nuklir maka perang atau konflik bisa dicegah.

Dari perspektif korban, konflik atau perang akan merenggut nyawa, kerusakan yang belum pernah terjadi sebelummya. Meski Iran mampu survive dari perang Irak-Iran, penyerangan massif Amerika-Israel akan berdampak lebih destruktif. Meski Iran mampu melakukan perlawanan.

Solidaritas kemanusiaan perlu dibangun untuk membantu recovery pasca perang. Lebih dari 1500 meninggal dan 19000 terluka akibat serangan masif Amerika Israel ke Iran. Ratusan diantara mereka akan pelajar dan anak-anak. Solidaritas tidak hanya bagi Iran tetapi juga masyarakat negara-negara dunia yang menjadi korban perang.

Solidaritas selain membantu recovery pasca perang, tekanan juga perlu dilakukan kepada Amerika dan Israel. Apapun alasannya serangan terhadap negara lain merupakan pelanggaran serius atas kedaulatan negara.

``
Blitar, 19 Matet 2026

Soft power, Leadership, and New World OrderBadrus Sholeh (CSS-AB)Liberal international view the withdrawal of the U.S. f...
17/03/2026

Soft power, Leadership, and New World Order
Badrus Sholeh (CSS-AB)

Liberal international view the withdrawal of the U.S. from multilateral agreement and international law is among the sign of the end of World Order. On the other hand, Mearsheimer, a U.S. realist, argue that realism is the best theory to understand current dynamics of global politics. In addition, the principle argument of realism that no authority above the states in an anarchic world.

After the Cold War, analyst like Fukuyama argued the liberal democracy is the ultimate of history, however he continued the rise of China challenges it. Especially, how U.S. and the West frequently oppose their own principle by supporting wars and conflicts for their national interest. Iraq and Afghanistan leaved a fail legacy of their democratic peace mission. Whether war against Iran result to the same purpose?

A leadership of the middle power countries like Indonesia and Saudi Arabia is challenged here. Their strategic hedging by developing economic relations with China and keep military cooperations with the U.S. is still relevant to manage a regional leadership for their national interests. Indonesian constitution established a free and active foreign policy allowing Indonesian leaders - from President Sukarno to President Prabowo- to actively making a global peace. The Asia Africa conference, Cambodia peace agreement, and Moro National Liberation Front-the Philippine government peace agreement are among the best practice of Indonesian peace making.

Similarly, the Kingdom of Saudi Arabia balancing the US, China, and Russia has initiated Russia-Ukraine peace dialogues, developing global diplomacy to make peace in Palestine, and other interfaith dialogues forum for global peace.

Galtung recommended a stronger regional and global cooperation to support sustainable peace through multilateral forum such as the United Nations, the European Union, the Organization of Islamic Cooperation, ASEAN and other international forums will stengthen initiatives of ending wars and conflicts, and preserving sustaible peace. The argument challenged the Board of Peace whether it genuinely mediates conflict between Palestine and Israel, and recognize the rights of Palestine as an independent state. Indonesian government promises to prepare 8000 (previously stated 20,000) peacekeeping forces to assist the transition. However, the war between U.S.-Israel and Iran doubted the BoP peace initiatives plan in the region. Some Indonesian civil society groups recommended Prabowo's government to quit from the forum due to the war.

``
Blitar, 17 March 2026

Penghentian Perang, Tiadanya Kekerasan dan Perdamaian Berkeadilan Badrus Sholeh (CSS-AB)Johan Galtung menyampaikan bahwa...
13/03/2026

Penghentian Perang, Tiadanya Kekerasan dan Perdamaian Berkeadilan
Badrus Sholeh (CSS-AB)

Johan Galtung menyampaikan bahwa perdamaian terdiri dari negative peace dan positive peace. Makna perdamaian sejati tidak hanya selesainya perang dan konflik, serta tidak ada sedikitpun kekerasan terjadi. Hakekat perdamaian yaitu terpenuhinya rasa keadilan pada masyarakat.

Negative peace artinya pengentian perang dan tiadanya kekerasan. Positive peace, artinya perdamaian yang membawa misi keadilan.
Ini relevan untuk menjadi acuan upaya penghentian perang antara Amerika-Israel dan Iran.

Penghentian perang dan tidak adanya kekerasan penting tidak hanya di Iran tetapi juga di Palestina, Syria, Libanon, dan Yaman. Serta negara-negara di Afrika Utara. Galtung menyampaikan substansi perdamaian berkelanjutan dan abadi membutuhkan tidak hanya penghentian perang dan tiadanya kekerasan yang dilakukan oleh negara maupun aktor non-negara, tetapi perdamaian yang memberi rasa keadilan.

Ketika rekonsiliasi dan kesepakatan damai dilakukan perlu diiringi dengan kesadaran pemenuhan rasa keadilan pada masyarakat yang terdampak dan dirugikan akibat konflik dan perang.

Galtung menyebutnya sebagai positive peace. Perdamaian di Iran, Palestina, dan seluruh kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara tidak cukup dengan tiadanya perang dan kekerasan, tetapi perdamaian yang menumbuhkan suasana yang nyaman karena keadilan ditegakkan.

Pembangunan ekonomi yang dikembangkan dalam suasana stabil dan damai membawa semangat keadilan. Ini yang Galtung sebut sebagai kesempurnaan perdamaian tidak hanya negative peace, tetapi juga positive peace.

Iran sejak 1979 telah menjadi perhatian Amerika karena memiliki kebijakan anti zionis, memerangi Israel sebagai negara zionis atas Palestina. Sementara, negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara satu per satu melakukan normalisasi hubungan diplomatik dan kerjasama dengan Israel. Kebijakan anti zionis ini membuat Iran sebagai target militer Israel didukung Amerika melalui lobi Yahudi Amerika dan dunia.
Israel telah puluhan tahun mencoba mengajak Amerika untuk berperang langsung melawan Iran. Setiap presiden Amerika menghindari bentrokan langsung, tetapi mendukung penguatan kemampuan militer Israel, melindungi kepentingan keamanan Israel. Termasuk melakulan pendekatan diplomasi dengan negara-negara teluk dan Timur Tengah melalui Abraham Accord normalisasi hubungan diplomasi dengan Israel.

Diantara negara-negara yang terikat dalam Abraham Accord adalah Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, Sudan, dan Kazakhtan. Meski tidak dalam kerangka Abraham accord beberapa negara telah melalukan normalisaai hubungan diplomatik dengan Israel yaitu Yordania, Mesir, dan Kosovo.

Abraham accord dan normaliasi diplomatik meliputi kerjasama hubungan perdagangan, teknologi, pariwisata, dan kerjasama lain yang disepakati. Amerika memainkan peran penting mediator dalam membangun hubungan diplomatik melalui normalisasi dan Abraham Accord. Abraham Accord merujuk pada Nabi Ibrahim sebagai Bapak agama-agama Yahudi, Kristen, dan Islam.

Kekerasan yang dilakukan oleh Israel pada Palestina menurut banyak ahli sudah pada tingkat genosida khususnya di Gaza dan Tepi Barat. Amerika melakukan pembiaran atas perilaku militer Israel di Palestina, bahkan melindungi Israel dari setiap ancaman keamanan yang ditujukan pada Israel. Harapan dunia, rasa keadilan terpenuhi bagi rakyat Palestina jika suatu saat perdamaian disepakati secara komprehensif di Palestina dan kawasan.
``
Bogor, 13 Maret 2026

Doktrin Mohammad Hatta: Mendayung di antara Dua Karang Badrus Sholeh (CSS-AB)Situasi ketegangan dunia saat ini mengingat...
12/03/2026

Doktrin Mohammad Hatta: Mendayung di antara Dua Karang
Badrus Sholeh (CSS-AB)

Situasi ketegangan dunia saat ini mengingatkan kita pada doktrin Mohammad Hatta (1976), Mendayung diantara dua karang. Doktrin yang menjadi acuan dan karakter Kebijakan Luar Negeri Indonesia yang bebas dan aktif, menciptakan hubungan seimbang antara blok Barat (Amerika) dan blok Timur (Uni Soviet).

Doktrin Hatta relevan untuk melihat kembali Kebijakan Luar Negeri Pemerintah Prabowo ditengah ketegangan global. Beberapa catatan sebagai berikut:

1. Relevansi Indonesia dalam Board of Peace, ketika Amerika dan Israel menyerang Iran dengan kekuatan lebih besar pada 28 Februari 2026, dibandingkan penyerangan ke Iran pada 2025. Misi perdamaian global, khususnya di Palestina menimbulkan keraguan pasca penyerangan ini.

2. Bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace menurut banyak analis dan praktisi diplomasi dikhawatirkan bertentangan dengan Doktrin Hatta, Indonesia tidak lagi mampu menjaga hubungan yang netral dan bebas. Terbukti ketika Ayatullah Khamanei gugur akibat penyerangan Amerika-Israel pemerintah Indonesia memerlukan waktu panjang berhari-hari untuk menyampaikan bela sungkawa.

Kepala perwakilan Indonesia di Iran dan negara-negara GCC saya yakin telah mengirim laporan berkala dan rekomendasi kebijakan ke Menteri Luar Negeri dan Presiden RI, bagaimana Indonesia mengambil sikap dalam situasi perang di kawasan Timur Tengah.

3. Kebijakan Luar Negeri Bebas dan Aktif perlu semakin dikembangkan pada situasi ini. Jika pihak-pihak berkonflik menolak tawaran Indonesia sebagai mediator, sikap aktif terus dilalukan. Simpati pada Iran yang bertahan dari gempuran Amerika dan Israel, dan melakukan diplomasi progresif untuk menekan Amerika Israel melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dimana Indonesia dan Arab Saudi memiliki kontribusi utama, dan diplomasi dengan middle power dan great power lainnya.

4. Diplomasi ditujukan pada upaya penghentian perang, dan menciptakan kawasan yang damai dan stabil, serta membangun kembali hubungan saling menguntungkan bagi negara-negara kawasan. Iran menyerang bandara militer Amerika serta pusat bisnis dan kepentingan Amerika dikawasan menghancurkan rencana panjang negara-negara GCC sebagai kawasan stabil dan aman untuk investasi global, pusat pertumbuhan perekonomian dunia.

``
Bogor, 12 Maret 2026

Apakah perang melawan Iran mencapai tujuan? Bagaimana pandangan masyarakat Amerika atas kebijakan ini?Badrus Sholeh (CSS...
11/03/2026

Apakah perang melawan Iran mencapai tujuan? Bagaimana pandangan masyarakat Amerika atas kebijakan ini?
Badrus Sholeh (CSS-AB)

Tujuan US dalam perang melawan Iran adalah: menghancurkan kapasitas militer, program missile dan pengaruh regional Iran. Demikian pernyataan anggota Kongres Partai Republik, partai terbesar dalam Kongres Amerika dan pendukung kebijakan Pemerintah Trump (Aljazeera, 11/3/2026).

Sebagaimana konsep Security Dilemma, menguatnya kapasitas teknologi dan daya jelajah militer Iran menjadi ancaman keamanan Amerika, Israel dan negara-negara aliansi, serta kepentingan Amerika di kawasan. Apakah kebijakan penghancuran kapasitas militer Iran efektif dilakukan? Bukankah embargo Amerika ke Iran berlangsung puluhan tahun dan Iran makin kuat secara militer?

Dalam berbagai pertemuan Trump juga menyampaikan alasan penyerangan ke Iran karena adanya "imminent threat" (ancaman nyata yang akan segera terjadi) bagi Amerika dan kepentingan Amerika di kawasan. Sebelum Iran melancarkan serangan, maka Amerika dan Israel melakukan penyerangan lebih awal dengan target pemimpin tertinggi dan pejabat tinggi Iran pada 28 Februari 2026.

Ancaman yang sering disampaikan oleh Trump dan Barat adalah potensi senjata nuklir yang akan dikembangkan Iran. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam inspeksi menyatakan bahwa tidak ditemukan bukti bahwa Iran mengembangkan sejata nuklir. Bahkan Iran bersedia dilakukan inspeksi lebih luas terkait senjata nuklir asal dihentikan embargo ekonomi. Negosiasi ini masih terus berlangsung. Tetapi ketika Iran terus didesak secara militer, bukankah Iran punya hak dasar untuk bertahan dari tekanan Amerika, Israel dan aliansi di kawasan?

Polling CNN pada 2 Maret 2026 segera setelah penyerangan Amerika dan Israel ke Iran menghasilkan: 59% (6 dari 10) masyarakat Amerika tidak mendukung penyerangan Trump ke Iran karena akan memicu konflik yang panjang secara regional, 56% tidak mendukung penggulingan pemerintah Iran.

Hanya 27% pemilih yakin bahwa penyerangan Trump ke Iran setelah upaya diplomasi ditempuh dan mengalami kebuntuan (CNN dan Reuters polling, Maret 2026).

The New York Times, 10 Maret 2026 menyimpulkan bahwa seluruh poling menyatakan mayoritas rakyat Amerika tidak setuju dengan penyerangan militer ke Iran. Diantara kekhawatiran adalah dampak ancaman keamanan dalam negeri.

Poling ini menggambarkan bahwa kebijakan Operation Epic Fury tidak mendapat dukungan penuh dari masyarakat Amerika. Kegagalan operasi militer Amerika di Irak dan Afghanistan yang menguras keuangan negara menjadi pengalaman berharga. Penarikan pasukan Amerika dari Irak dan Afghanistan didukung oleh masing-masing 63% dan 75% rakyat Amerika (polling CNN).
Kebijakan perang ditengah kondisi ekonomi domestik dan global yang kurang menentu menjadi catatan penting. Kawasan Timur Tengah juga dalam kurun satu dekade ini sedang menciptakan stabilitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Perang ini membuyarkan harapan dunia atas pemulihan ekonomi pasca Covid.

``
Bogor, 11 Maret 2026

Security Dilemma: memahami Perang US- Israel vs IranBadrus Sholeh (CSS-AB)John Mearsheimer menyatakan "realism is the be...
10/03/2026

Security Dilemma: memahami Perang US- Israel vs Iran
Badrus Sholeh (CSS-AB)

John Mearsheimer menyatakan "realism is the best theory for understanding world politics" (2023). Negara adalah aktor kunci dalam teori realist, dan tidak ada otoritas tertinggi yang bisa melindungi mereka dari kondisi dunia yang cenderung anarkhis..

Selanjutnya, masih menjadi bagian dari teori realis adalah dilema keamanan (Security Dilemma). Konsep dilema keamanan: meningkatnya kapasitas keamanan suatu negara menjadi ancaman keamanan negara lain.

Ketika Iran terus meningkatkan kapasitas militernya dengan penggunaan teknologi serta doktrin pertahanan asimetris (non konvensional). Iran juga menyadari pentingnya nuklir sebagai strategi deterrence terbaik, proteksi keamanan Iran dari ancaman perang. Kenneth Waltz bahkan menyampaikan bahwa nuklir memiliki efek positif bagi perdamaian yang lebih berkelanjutan.

Ini yang menjadi alasan US dan Israel, serta negara-negara sekitar untuk menekan Iran. Bagi US dan Israel kekuatan hegemoni militer Iran mengancam kepentingan nasional (national interest) mereka. Jalan rasional adalah berperang.

Penyerangan US dan Israel akan memperkuat tekad Iran untuk segera mengangkat pengayaan uranium menjadi senjata nuklir yang membantu melindungi mereka dari anacaman penyerangan US, Israel atau negara lain.

``
Bogor, 10 Maret 2026

Membangkitkan solidaritas MuslimBadrus Sholeh (CSS-AB)Penyerangan US-Israel atas Iran membangkitkan solidaritas Muslim d...
09/03/2026

Membangkitkan solidaritas Muslim
Badrus Sholeh (CSS-AB)

Penyerangan US-Israel atas Iran membangkitkan solidaritas Muslim dunia. Tidak hanya di negara-negara berpenduduk Muslim mayoritas tetapi Muslim seluruh dunia. Hubungan Sunni-Syiah tidak lagi relevan. Mengapa demikian?

Ada beberapa unsur atas tren ini:

Pertama, elemen Israel yang dianggap menciptakan kebijakan tidak adil atas Palestina diantaranya dalam pembumi hangusan Gaza. Pandangan ini bahkan dikemukakan banyak masyarakat dunia. Relasi yang tidak seimbang atas dua negara (Palestina-Israel). Dual state solution didukung mayoritas negara-negara anggota PBB, solusi damai berkelanjutan untuk kawasan.

Kedua, prosedur penyerangan dilakukan ditengah proses diplomasi dan negosiasi terkait nuklir Iran. Beberapa analis kemudian membuat kesimpulan bahwa US masuk pada jebakan Israel, atau beberapa negara yang tidak berkenan atas menguatnya hegemoni keamanan politik Iran di kawasan.

Dalam 3 tahun terakhir mulai Maret 2023 ketika normalisasi hubungan Iran dengan Saudi dan negara-negara GCC membuka harapan bahwa kawasan Teluk fokus pada pembangunan ekonomi, menarik investor global, dan kesadaran bersama menciptakan stabilitas kawasan. Perang ini membubarkan harapan besar ini.

``
Bogor, 9 Maret 2026

Conflict between US-Israel vs IranBadrus Sholeh (CSS-AB)Dunia Islam berkabung atas serangan Amerika-Israel atas Iran. Ba...
08/03/2026

Conflict between US-Israel vs Iran
Badrus Sholeh (CSS-AB)

Dunia Islam berkabung atas serangan Amerika-Israel atas Iran. Banyak pemimpin negara-negara Muslim menyayangkan atas serangan ini. Selain solidaritas atas sesama Muslim, ada proses yang dilihat tidak seimbang dalam dinamika konflik ini. Iran sendirian melawan koalisi Amerika-Israel yang dibantu beberapa negara Eropa. Sebagian masyarakat Muslim memandang Iran sebagai simbol pahlawan yang berani tegak melawan hegemoni superpower.
Bagaimana dengan serangan Iran ke pangkalan militer Amerika di Qatar, UAE, dan Arab Saudi? Apakah ini disebut serangan pada sesama negara Muslim?

Beberapa analis masih melihat alasan dibalik penyerangan Iran ke beberapa negara Timur Tengah, yaitu balasan atas penyerangan Amerika dan Israel ke seluruh kawasan kota-kota di Iran yang menghancurkan banyak infrastruktur dan membunuh lebih dari 500 anak-anak, perempuan dan masyarakat.

Dari perspektif hubungan internasional:
1. Mediasi yang dipimpin oleh Oman antara delegasi Amerika dan Iran mengalami kemajuan. Serangan ditengah proses mediasi menunjukkan arogansi negara atas proses diplomasi mencederai norma hukum internasional.
2. Serangan Amerika ke Iran belum mendapatkan persetujuan Kongress. Artinya Amerika tidak bulat dalam kebijakan perang bersama Israel dalam menyerang Iran. Alasan Trump untuk kepentingan keamanan nasional Amerika mendapat tanggapan keraguan dari banyak analis hubungan internasional.
3. Organisasi Kerjasama Islam menyerukan penghentian kekerasan dan perang. Diplomasi dan dialog adalah jalan terbaik. Karena Iran membalas serangan Amerika dan Israel dengan menyerang basis militer Amerika di Bahrain, Qatar, UAE, Saudi Arabia, dan Kuwait.
4. Seruan global atas ancaman krisis energi, pangan, dan ekonomi akibat perang perlu menjadi perhatian bersama untuk menekan menciptakan segera penghentian perang dan kembali ke meja perundingan.

``
Bogor, 8 Maret 2026

Address

Depok
16517

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Center for Strategic Studies-CSS AB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share