Info Kriminal Bali

Info Kriminal Bali Informasi kejadian kriminal setiap hari

17/03/2026

Situasi Terkini Arus Mudik Menuju Pelabuhan Gilimanuk

Situasi arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau ramai dengan peningkatan volume kendaraan yang mengarah ke kawasan pelabuhan. Petugas dari kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pengaturan lalu lintas guna memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar, aman, dan tertib. Masyarakat yang akan menyeberang diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat.

Mari bersama kita wujudkan mudik yang aman, tertib, dan bahagia. Tetap berhati-hati di jalan, patuhi rambu lalu lintas, serta ikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan bersama.

Selamat menjalankan perjalanan mudik, semoga selamat sampai tujuan. Apabila mengalami kendala atau kondisi darurat selama perjalanan, segera hubungi Call Center Polri 110 untuk mendapatkan bantuan kepolisian yang cepat dan responsif.

Salam PRESISI.




Viral Video Oknum P3K Digerebek, Narasi AWK Tuai Kecaman hingga DPRD Jembrana Turun BicaraViralnya video yang memperliha...
16/01/2026

Viral Video Oknum P3K Digerebek, Narasi AWK Tuai Kecaman hingga DPRD Jembrana Turun Bicara

Viralnya video yang memperlihatkan seorang oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) diduga digerebek suaminya di sebuah penginapan di Kabupaten Jembrana memantik polemik panas di media sosial. Video itu pertama kali diunggah Anggota DPD RI asal Bali, Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), lewat akun Reel Facebook pribadinya.

Alih-alih meredam, unggahan tersebut justru memicu gelombang kritik. Sejumlah warganet menilai narasi AWK terkesan “menyerempet” dan mengaitkan kasus dugaan pelanggaran moral individu dengan pimpinan daerah Jembrana.

Komentar akun Ayutut Murni yang menulis, “Misi nyerempet pimpinan”, dibalas singkat oleh AWK dengan kalimat, “Harus. Sube Kasub.” Balasan ini kembali menyulut reaksi keras. Akun Gustu Heri Adi Suryawan menegur, “Pulang kampong jik.. Ajik juga pemimpin dari Jembrana, jangan mekecuh merep menek.” Kritik serupa datang dari akun Tow Acan yang menilai bahasa dan sikap AWK tak mencerminkan sosok panutan.

Di tengah gaduhnya perdebatan, pihak suami dari perempuan dalam video akhirnya angkat bicara. Melalui akun Artha Negara, ia meminta dengan hormat agar video tersebut dihapus demi menjaga situasi dan kesehatan mental anak-anak.

“Kami sudah tempuh jalur sesuai ketentuan. Mohon hapus videonya nggih, biar tidak meluas ke mana-mana,” tulisnya, seraya menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan menegaskan kasus sudah dilaporkan secara resmi.

Polemik ini turut disorot Anggota Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika alias Cohok. Ia menilai narasi yang menyeret pimpinan daerah atas dugaan kesalahan privat individu sebagai bentuk pembunuhan karakter yang tidak mendidik.

“Menyamakan dugaan perilaku asusila oknum P3K dengan karakter Bupati Jembrana adalah logika keliru dan menyesatkan,” tegasnya. Menurut Cohok, ASN dan P3K memiliki tanggung jawab moral pribadi yang terikat aturan disiplin, namun itu tidak bisa digeneralisasi sebagai cerminan pimpinan daerah.

Sementara itu, Sekda Jembrana, Drs. I Made Budiasa, memastikan kasus tersebut sudah ditangani secara resmi oleh BKPSDM dan Inspektorat. Terduga pelaku telah dipanggil untuk pemeriksaan, dan sanksi akan dijatuhkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Kasus ini kembali menjadi pengingat: di era media sosial, satu unggahan pejabat publik bisa memantik kegaduhan luas—dan narasi yang digiring bisa berdampak politis. Bijak bermedsos, atau siap menuai reaksi?


Sumber : Koran Bali Express

BALIEXPRESS.ID— Jagat maya mendadak gaduh setelah beredar sebuah unggahan yang menarasikan bahwa anggota Buser Polres Bu...
04/12/2025

BALIEXPRESS.ID— Jagat maya mendadak gaduh setelah beredar sebuah unggahan yang menarasikan bahwa anggota Buser Polres Buleleng kabur tunggang-langgang dari Desa Sidatapa. Unggahan itu bahkan menyelipkan tudingan bahwa Kapolres Buleleng harus membentuk “tim yang lebih bernyali” untuk menangani dugaan penggelapan mobil. Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut ternyata jauh dari fakta.

Polres Buleleng dengan tegas membantah narasi yang berkembang. Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, menyatakan bahwa pihak yang terlihat dalam video maupun foto di media sosial bukan anggota kepolisian.

“Itu bukan Buser Polres Buleleng. Organisasinya memang memakai kata ‘Buser’, tetapi mereka bukan polisi,” tegas IPTU Yohana, Rabu (3/12) siang.

Klarifikasi itu muncul setelah dilakukan pengecekan mendalam. Informasi dari lapangan mengungkap bahwa sekitar 15 orang sipil yang diduga bagian dari kelompok Buser Rentcar Nasional (BRN) datang ke Desa Sidatapa. Mereka bermaksud mencari sebuah mobil yang diduga terkait tindak pidana penggelapan.

Namun kedatangan kelompok tersebut justru memantik salah paham. Warga Sidatapa yang tidak mengenali identitas rombongan itu langsung bereaksi. Situasi cepat memanas hingga terjadi pengeroyokan terhadap kelompok sipil tersebut. Merasa terancam, mereka berlari menyelamatkan diri keluar desa.

Rombongan itu kemudian menuju Mapolres Buleleng untuk melaporkan kejadian yang mereka alami.

Setelah menerima laporan tersebut, Satuan Reserse Kriminal bersama tim Goak Poleng—yang merupakan Buser resmi Polres Buleleng—langsung bergerak ke lapangan. Proses penelusuran dan pemeriksaan dilakukan berdasarkan surat perintah yang sah.

“Hasilnya, kami mengamankan barang bukti satu unit mobil Expander hitam sesuai surat perintah penyitaan,” jelas IPTU Yohana.

Di sisi lain, proses penyidikan terhadap dugaan penggelapan mobil tetap berjalan sesuai prosedur hukum. Polisi menegaskan bahwa tindakan penertiban tersebut dilakukan oleh aparat resmi, bukan oleh kelompok sipil yang sebelumnya datang ke Sidatapa.

IPTU Yohana juga menyoroti maraknya unggahan yang tidak sesuai fakta dan kerap memelintir informasi untuk menciptakan opini liar.

“Itu narasi framing. Akun yang memposting diduga palsu. Sedangkan foto yang digunakan sebagai pemilik kendaraan perlu pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Kepolisian menilai penyebaran konten semacam ini dapat memicu keresahan publik, terlebih ketika informasi yang dibagikan tidak disertai verifikasi atau konfirmasi kepada pihak berwenang.
Di akhir penyampaiannya, IPTU Yohana mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam merespons informasi yang beredar di media sosial.
“Periksa dulu kebenarannya. Jangan sampai informasi yang tidak valid justru menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan,” katanya.

Polres Buleleng menegaskan bahwa fakta peristiwa telah dipaparkan, proses hukum berjalan, dan barang bukti utama berupa mobil telah diamankan. Konten viral yang menuduhkan Buser Polres Buleleng lari tunggang-langgang dinyatakan tidak sesuai kenyataan.

😱 Pencurian besar-besaran tabung gas di Jembrana!73 tabung gas raib, pelaku akhirnya ditangkap polisi.🚛 Mobil pikap & ob...
22/09/2025

😱 Pencurian besar-besaran tabung gas di Jembrana!
73 tabung gas raib, pelaku akhirnya ditangkap polisi.
🚛 Mobil pikap & obeng jadi barang bukti.

👉 Kalau menurut kalian, apa langkah terbaik biar gudang penyimpanan BUMDes lebih aman?

Polsek Pekutatan berhasil ungkap kasus pencurian 73 tabung gas elpiji 3 kg milik BUMDes Desa Pekutatan, Jembrana. Pelaku ditangkap di kos-ko

Address

Denpasar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Kriminal Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share