CIFOR - ICRAF Indonesia

CIFOR - ICRAF Indonesia Memanfaatkan kekuatan pohon, hutan, dan agroforestri untuk mengatasi tantangan global
(2)

Visi CIFOR adalah dunia yang lebih adil, di mana kehutanan dan bentang alam berperan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan untuk semua.

Paul Ehrlich, ahli biologi ternama lewat bukunya "The Population Bomb" (1968). Norman Borlaug, agronom yang dikenal seba...
08/05/2026

Paul Ehrlich, ahli biologi ternama lewat bukunya "The Population Bomb" (1968). Norman Borlaug, agronom yang dikenal sebagai bapak Revolusi Hijau. Milton Friedman, peraih Nobel Ekonomi 1976. Serta Johan Rockström, ilmuwan lingkungan pencetus konsep "Planetary Boundaries".

Keempat pemikir ini tidak pernah berada dalam satu ruang kerja yang sama. Bahkan, gagasan mereka sering kali bertolak belakang. Namun ketika pandangan mereka tentang krisis global dipertemukan, muncul satu pertanyaan besar di kepala kita: mengapa polikrisis begitu sulit diatasi?

Tidak ada satu kerangka pemikiran pun yang mampu menjelaskan krisis secara utuh. Bahkan saat digabungkan, berbagai pendekatan tersebut sering mengarah pada solusi yang berbeda, bahkan saling bertentangan.

Di tengah berbagai “blind spot” itu, ada satu ranah yang seringkali terabaikan: hutan dan agroforestri.

Padahal, jika dipahami dan dikelola dengan baik, keduanya berpotensi menjawab banyak titik buta dalam perdebatan tentang polikrisis mulai dari pangan, iklim, ekonomi, hingga ketimpangan.

Bagaimana kehutanan dan agroforestri menjawab “blind spot” pemikiran tentang polikrisis?

Temukan jawabannya di: https://s.id/QYdho

07/05/2026

Africa Environmental Film Festival (AEFF) mengundang insan film dari seluruh dunia!

Bagikan kisah inspiratif tentang iklim, keanekaragaman hayati, konservasi, dan berbagai isu lingkungan melalui karya filmmu.

🏆 Katagori penghargaan:

* Dokumenter Internasional Terbaik
* Dokumenter Afrika Terbaik
* Film Pendek Internasional Terbaik
* Film Pendek Afrika Terbaik
* Film Anak Terbaik
* Film Fitur Terbaik
* Penghargaan Pilihan Penonton

Info & pendaftaran: [https://bit.ly/4d4E1Tk](https://bit.ly/4d4E1Tk)

04/05/2026

Iklim sedang berubah. Keanekaragaman hayati kian terancam. Sistem pangan pun semakin tertekan

Ini bukan masalah yang terpisah. Ini adalah satu tantangan yang saling terhubung dan membutuhkan respons yang juga terintegrasi

Selama 75 tahun, di lebih dari 60 negara kami telah mempersiapkan langkah menuju momen ini.

Sesuatu yang menarik akan segera hadir

Edisi terbaru "Kiprah Agroforestri" sudah terbit! 🌿✨Mengangkat tema "Innovative Financing (pembiayaan inovatif)", edisi ...
04/05/2026

Edisi terbaru "Kiprah Agroforestri" sudah terbit! 🌿✨

Mengangkat tema "Innovative Financing (pembiayaan inovatif)", edisi kali ini membahas berbagai pendekatan baru yang relevan untuk mendorong praktik yang lebih berkelanjutan.

Di dalamnya, kamu bisa menemukan beragam artikel menarik dari para peneliti ICRAF, seperti:

• Pembelajaran dari Sumatera Selatan dalam mengakselerasi pendanaan RBP untuk mitigasi iklim
• Implementasi TAKE: bagaimana Bone tetap mendanai aksi ekologi di tengah keterbatasan anggaran
• Kisah inspiratif UMKM dan kelompok perempuan dalam mengakses pendanaan yang sebelumnya terasa “jauh”
• Peran pembiayaan inovatif dalam menjawab tantangan klasik agroforestri, dan masih banyak lagi

Yuk, baca edisi terbarunya dan temukan inspirasi pembiayaan untuk masa depan agroforestri yang lebih hijau dan berkelanjutan 🌱

02/05/2026

Generasi Hijau: Literasi dan Aksi Pendidikan Restorasi 🌱

Pendidikan memegang peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini semakin terlihat dari berbagai inisiatif yang mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum—mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, pendidikan adalah proses memberi teladan, membangun semangat, dan mendorong perubahan. Nilai ini menjadi fondasi untuk membentuk generasi yang peduli dan siap menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.

Namun, upaya ini masih perlu diperkuat salah satunya melalui pendekatan pendidikan restorasi yang membekali generasi muda dengan keterampilan dan pemahaman yang relevan.

Dalam episode spesial Bincang Hutan memperingati Hari Pendidikan Nasional, kita akan membahas peran pendidikan tinggi dalam restorasi bersama Nilo & Alfa.

Dengarkan gratis hanya di Podcast Bincang Hutan: https://s.id/Podcast_RestorationEducation

01/05/2026

Pada 29 April 2026, para peserta Regional Learning Workshop—yang terdiri dari delegasi Samoa, Maladewa, Bangladesh, masyarakat peduli mangrove dari Banyuwangi dan Banyuasin serta jajaran pemerintahan dari kedua provinsi—melakukan kunjungan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 🌊🌱

Kunjungan ini disambut oleh Hendra Yusran Siry, Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, dan ditutup oleh Cora van Oosten Direktur Capacity Development and Education CIFOR-ICRAF. Diskusi berlangsung dinamis melalui sesi panel yang mempertemukan perspektif kebijakan, sains, dan praktik di lapangan.

Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari peran perencanaan laut dalam mengelola ruang laut secara berkelanjutan dan mendukung ekonomi biru yang disampaikan oleh Abdi Tunggal Priyanto selaku Direktur Perencanaan Ruang Perairan KKP, hingga kesiapan kebijakan dan mekanisme pendanaan melalui perdagangan karbon biru Indonesia yang transparan dan terintegrasi dengan pasar global yang dijelaskan oleh Fegi Nurhabni, Ketua Tim Kerja Mitigasi dan Restorasi, Direktorat Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP.

Diskusi juga menyoroti tantangan di pesisir utara Jawa, termasuk tekanan lingkungan, penurunan muka tanah, serta risiko banjir rob yang berdampak pada jutaan masyarakat pesisir . Berbagai solusi dipaparkan, termasuk pendekatan terpadu melalui infrastruktur keras dan solusi hibrida berbasis alam untuk meningkatkan ketahanan pesisir. Rencana pembangunan Giant Sea Wall turut dibahas oleh Prakosa Hadi Takariyanto selaku perwakilan Badan Otorita Pegelola Pantai Utara Jawa. Pembangunan Giant Sea Wall ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam melindungi kawasan pesisir yang bernilai ekonomi tinggi.

Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran bersama proyek "Local Capacities for Equitable Blue Carbon Finance (E-Blue)" yang diinisiasi oleh CIFOR-ICRAF bekerjasama dengan UN ESCAP, yang bertujuan memperkuat kapasitas lokal dan memastikan pembiayaan karbon biru yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

United Nations ESCAP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Ketika dunia semakin menyadari pentingnya restorasi bentang alam, yang tercermin dalam Dekade Restorasi Ekosistem PBB (2...
24/04/2026

Ketika dunia semakin menyadari pentingnya restorasi bentang alam, yang tercermin dalam Dekade Restorasi Ekosistem PBB (2021–2030). Banyak negara telah berkomitmen untuk memulihkan ratusan juta hektare lahan yang terdegradasi.

Namun, di balik ambisi besar itu, muncul pertanyaan mendasar: siapa yang akan melakukannya?

Tak seindah di atas kertas, tantangan nyata di lapangan masih ada kesenjangan keterampilan dan pengetahuan untuk memastikan upaya restorasi benar-benar berhasil.

Karena itu, dibutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih transformatif, yang tidak hanya mengandalkan ilmu teknis, tetapi juga mendorong pemikiran lintas disiplin, keterlibatan masyarakat, dan kepemimpinan dari bawah.

Menjawab kebutuhan tersebut, inisiatif yang dipimpin CIFOR-ICRAF dan GLF hadir sebagai solusi. Berawal dari Afrika dan kini berkembang ke Asia, inisiatif ini berupaya membekali mahasiswa, praktisi, dan pembuat kebijakan dengan kemampuan untuk merancang dan memimpin restorasi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak nyata.

Simak selengkapnya: https://s.id/6q7uv

Dunia telah membuat janji-janji besar tentang restorasi bentang alam. Di bawah Dekade Restorasi Ekosistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (2021–2030), banyak pemerintah telah berkomitmen untuk membalikkan degradasi ratusan...

Di setiap jengkalnya, Bumi menjadi rumah bagi manusia dan beragam makhluk hidup lainnya, sekaligus sumber dari berbagai ...
22/04/2026

Di setiap jengkalnya, Bumi menjadi rumah bagi manusia dan beragam makhluk hidup lainnya, sekaligus sumber dari berbagai kebutuhan kita.

Namun, sudahkah kita memberi kembali apa yang Bumi butuhkan?

Dengan kekuatan pepohonan, mari kita jaga rumah kita bersama. Karna tidak ada bumi cadangan.

Pada 21 April 2026, Center for International Forestry Research (CIFOR) yang diwakili Direktur Jenderal Robert Nasi, bers...
22/04/2026

Pada 21 April 2026, Center for International Forestry Research (CIFOR) yang diwakili Direktur Jenderal Robert Nasi, bersama Pemerintah Jerman yang diwakili Duta Besar untuk Indonesia, Ralf Beste, menandatangani Host Country Agreement.

Penandatanganan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemitraan jangka panjang untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, aksi iklim, dan ketahanan pangan global sebagai pilar stabilitas dunia.

Didukung kerja sama selama puluhan tahun, pembentukan sekretariat Eropa CIFOR di Bonn mencerminkan komitmen pada solusi berbasis sains yang menghubungkan pengetahuan global dengan aksi lokal.

Center for International Forestry Research dan International Center for Research on Agroforestry (CIFOR-ICRAF) memanfaatkan potensi pohon, hutan, dan lanskap agroforestri untuk menjawab tantangan global paling mendesak saat ini—hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, ketahanan pangan, mata pencaharian, dan ketimpangan. CIFOR dan ICRAF merupakan pusat riset di bawah CGIAR.

Baca siaran pers lengkapnya di: https://lnkd.in/d4PV-epy

22/04/2026

Bumi adalah tempat kita lahir, tumbuh, dan kelak berpulang. Di sinilah kita merasakan hangatnya momen bersama orang tersayang, menjelajah tawa dan keseruan bersama teman, dan menemukan arti kehidupan

Bumi bukan sekadar tempat tinggal, ia adalah rumah bagi jutaan kehidupan, dari hutan yang bernapas hingga lautan yang berdenyut, semuanya saling terhubung dalam satu harmoni.

Namun hari ini, rumah kita sedang menghadapi banyak tantangan. Perubahan iklim, hilangnya hutan, dan rusaknya ekosistem menjadi pengingat bahwa Bumi membutuhkan kita sekarang.

Mari kita jaga rumah kita bersama, karena tidak ada planet cadangan.

Sekarang aku tahu 🤔--Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives) atau   adalah pr...
21/04/2026

Sekarang aku tahu 🤔

--
Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives) atau adalah proyek riset-aksi untuk menguatkan tata kelola bentang lahan, ketahanan pangan, dan penghidupan masyarakat rentan, terutama perempuan, dalam menghadapi perubahan iklim. Proyek ini didanai oleh pemerintah Kanada dan dilaksanakan oleh CIFOR-ICRAF Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Address

Jalan CIFOR, Situ Gede
Bogor
16115

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Telephone

+62 251-8622-622

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CIFOR - ICRAF Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to CIFOR - ICRAF Indonesia:

Share