Liputan Gunung Sindur

Liputan Gunung Sindur berita seputar gunung sindur dan sekitarnya. dari anda untuk anda

untuk khitanan gratis mulai tgl 13 September ya untuk info lebih lanjut bisa cht no bidan nya yg udh tertera
01/09/2026

untuk khitanan gratis mulai tgl 13 September ya untuk info lebih lanjut bisa cht no bidan nya yg udh tertera

Keinginan bekerja di luar negeri kini menjadi impian banyak anak muda Indonesia. Sebuah studi mengungkap sebanyak 74 per...
08/08/2026

Keinginan bekerja di luar negeri kini menjadi impian banyak anak muda Indonesia. Sebuah studi mengungkap sebanyak 74 persen Gen Z tertarik mencari pekerjaan di negara lain. Menariknya, mereka tidak terlalu mempermasalahkan jenis pekerjaan yang akan dijalani, selama mampu memberikan penghasilan yang lebih baik dan peluang hidup yang lebih menjanjikan.
Fenomena ini ramai terlihat di media sosial. Banyak anak muda mengaku bersedia bekerja sebagai pemetik buah, pemotong rumput, pekerja gudang, hingga housekeeping. Bagi mereka, pekerjaan tersebut tetap memiliki nilai karena dianggap mampu memberikan gaji yang lebih layak dibanding pekerjaan serupa di dalam negeri.
Di balik pilihan itu, tersimpan harapan besar untuk memperbaiki kualitas hidup, membangun karier, hingga membantu perekonomian keluarga. Bagi sebagian Gen Z, bekerja di luar negeri bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi menjadi jalan untuk membuka kesempatan baru dan mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Sebuah kisah menyentuh hati dibagikan oleh pengguna Threads dengan akun . Ia menceritakan pengalamannya saat bertemu seo...
08/08/2026

Sebuah kisah menyentuh hati dibagikan oleh pengguna Threads dengan akun . Ia menceritakan pengalamannya saat bertemu seorang bocah yang harus pergi menuju rumah ayah kandungnya setelah diusir oleh ibu kandungnya sendiri yang baru saja menikah lagi.
​Mirisnya, anak tersebut hanya dibekali uang sebesar Rp5 ribu untuk perjalanan. Di tengah perjalanan, bocah itu sempat menolak saat ditawari sarapan oleh sang sopir. Namun, begitu sopir selesai makan, ia dengan polosnya bertanya pelan apakah ada jajanan yang harganya Rp5 ribu karena hanya uang itu yang ia punya untuk mengganjal perutnya yang kelaparan.
​Mendengar hal tersebut, sang sopir travel tak sanggup menahan rasa harunya. Tanpa berpikir panjang, ia langsung membawa bocah tersebut ke minimarket dan membebaskannya memilih makanan apa saja yang diinginkan. Sebuah pengingat sederhana bahwa di tengah situasi sulit, kebaikan orang asing kerap hadir di saat yang paling tepat.

Kabar menggembirakan datang dari hutan terpencil Papua Barat. Para ilmuwan berhasil menemukan kembali kanguru pohon Wond...
08/08/2026

Kabar menggembirakan datang dari hutan terpencil Papua Barat. Para ilmuwan berhasil menemukan kembali kanguru pohon Wondiwoi, spesies langka yang hampir 90 tahun tidak pernah tercatat dalam pengamatan resmi. Satwa berkantung ini sebelumnya terakhir kali didokumentasikan pada tahun 1938, sehingga banyak pihak khawatir populasinya sudah tidak lagi ditemukan di alam liar.
Penemuan tersebut terjadi di kawasan hutan yang masih sangat alami dan sulit dijangkau. Keberhasilan tim peneliti menemukan kembali kanguru pohon Wondiwoi menjadi salah satu penemuan satwa liar paling penting dalam beberapa dekade terakhir. Momen ini sekaligus memberi harapan bahwa masih ada spesies langka yang mampu bertahan meski lama tidak terpantau oleh dunia ilmiah.
Temuan bersejarah ini juga menjadi pengingat bahwa masih banyak wilayah di Indonesia yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa dan belum sepenuhnya dieksplorasi. Para ilmuwan menilai penemuan kanguru pohon Wondiwoi semakin menegaskan pentingnya menjaga hutan serta habitat alami agar spesies langka seperti ini tetap lestari dan dapat terus bertahan untuk generasi mendatang.

Tomohiro Sato lahir pada 17 September 1998 di Kota Asahikawa, Hokkaido. Ia dibesarkan dalam keluarga orang tua tunggal s...
08/08/2026

Tomohiro Sato lahir pada 17 September 1998 di Kota Asahikawa, Hokkaido. Ia dibesarkan dalam keluarga orang tua tunggal setelah ayah dan ibunya bercerai saat usianya baru menginjak dua tahun. Sang ibu, Mai Sato, mengambil sertifikasi khusus dan bekerja keras sebagai perawat lansia (care worker) demi menghidupi Tomohiro dan kakak perempuannya. Pengorbanan ini sangat disadari oleh Tomohiro, menciptakan ikatan emosional yang kuat di antara mereka.

Memasuki usia 13 tahun (kelas 1 SMP), Tomohiro tumbuh menjadi anak laki-laki dengan postur cukup tinggi, 165 cm dengan berat 50 kg. Ia memiliki satu ciri fisik yang sangat khas dan langka: sebuah tanda lahir bawaan berwarna kecokelatan seperti memar (aza) yang berada tepat di antara kedua alisnya.

Di sekolah, ia bukanlah anak bermasalah. Tomohiro berhasil menembus SMP prestisius, Hokkaido University of Education Asahikawa Junior High School. Ia cerdas, tidak memiliki tanda-tanda stres berat atau menjadi korban perundungan. Di luar akademik, ia sangat atletis dan berdedikasi sebagai penjaga gawang utama di klub sepak bola lokalnya. Teman-temannya menjulukinya sosok Bunburyoudou unggul dalam akademis sekaligus olahraga.

Di balik semua kesempurnaan itu, Tomohiro memiliki satu ambisi mulia. Saat kelas 6 SD, ia pernah bertanya pada ibunya profesi apa yang menghasilkan banyak uang. Ketika ibunya menjawab "Dokter", Tomohiro bertekad mengejar profesi itu agar ibunya tidak perlu bekerja keras lagi. Namun, pada awal tahun 2012, Tomohiro sedang berada di puncak fase pubertas. Kecerdasan, jiwa kompetitif, dan ego remajanya menjadi kombinasi psikologis yang rentan terhadap gejolak emosi.

MALAM MINGGU YANG MEMBEKUKAN (14 - 15 JANUARI 2012)

Tragedi ini bermula dari hal yang sangat sepele. Pada malam Sabtu, 14 Januari 2012, keluarga Sato sedang berkumpul. Libur musim dingin akan segera berakhir. Di ruang tengah, Tomohiro dan kakaknya berdebat memperebutkan saluran televisi. Sang kakak memenangkan perdebatan tersebut.

Merasa kesal dan kalah argumen, Tomohiro menyingkir ke kamarnya. Di sanalah emosinya meledak. Ia melampiaskan amarah dengan merusak sebuah konsol gim portabel miliknya. Tragedinya adalah: barang mahal itu baru saja ia beli menggunakan Otoshidama (uang saku Tahun Baru) yang ia kumpulkan sendiri. Ledakan impulsif ini kelak menjadi penyesalan terbesarnya.

Keesokan harinya, Minggu, 15 Januari 2012, buntut dari konflik itu berlanjut. Sekitar pukul 20:00, Mai Sato masuk ke kamar Tomohiro dan memintanya membersihkan kamar yang berantakan untuk persiapan sekolah besok. Dengan enggan, Tomohiro merapikan barangnya, lalu membuang konsol gim yang ia rusak semalam ke kantong sampah.

Terkejut melihat barang mahal dibuang, Mai bertanya alasannya. Karena gengsi mengakui ledakan emosinya, Tomohiro menjawab ketus, "Itu sudah rusak, jadi aku buang." Mai memarahinya karena dianggap tidak menghargai jerih payah menabung. Tomohiro merespons dengan kebisuan total.

Menyadari situasi memanas, Mai memilih mundur untuk memberi ruang agar putranya bisa mendinginkan kepala. Ia kembali ke ruang tengah untuk menonton drama pukul sembilan malam. Namun, pada pukul 21:30, terdengar suara berdebum keras dari arah pintu depan (genkan). Tomohiro pergi meninggalkan rumah menembus malam yang bersuhu -15°C.

LENYAP TANPA SISA MATERI

Tomohiro keluar dengan kondisi yang sangat tidak logis untuk bertahan hidup. Ia hanya mengenakan jaket musim dingin tipis berwarna hitam, celana panjang abu-abu biasa (bukan celana anti-angin/air), dan sepatu kets putih yang akan langsung basah saat menginjak salju tebal. Ia meninggalkan ponselnya di meja kamar, dan hanya mengantongi dompet berisi 1.000 Yen (Rp100.000) serta kartu asuransinya.

Awalnya, Mai mengira Tomohiro hanya keluar ke halaman dan akan segera masuk karena suhu yang sangat ekstrem. Pukul 22:30, kepanikan melanda. Mai keluar menyisir jalanan, minimarket, dan restoran cepat saji di sekitar perumahan Midorigaoka, namun hasilnya nihil. Malam itu juga, kepolisian menaikkan status hilangnya Tomohiro menjadi prioritas karena risiko hipotermia yang mematikan.

Keesokan harinya, operasi skala besar digelar. Polisi menyisir daratan dengan anjing pelacak dan mengerahkan helikopter serta penyelam untuk memantau aliran Sungai Chubetsu di dekat kawasan tersebut. Hasilnya benar-benar buntu.

Kasus ini berubah menjadi misteri ruang tertutup skala kota karena kejanggalan-kejanggalan ekstrem:

- Tidak Ada Jejak di Musim Semi: Jika Tomohiro meninggal karena hipotermia atau jatuh ke sungai, jasad atau barang bawaannya pasti ditemukan saat salju mencair di bulan April-Mei. Namun, ia lenyap tanpa sisa materi apa pun di area perumahan yang tertata rapi tersebut.

- Jalur Transportasi Mati: Bus di sekitar rumahnya sudah berhenti beroperasi pukul 21:30. Uang 1.000 Yen tidak cukup untuk taksi, dan berjalan kaki ke stasiun mustahil dilakukan di suhu -15°C tanpa perlindungan.

- Kamera Pengawas Buta: Tidak ada satu pun CCTV di minimarket, jalan utama, terminal, maupun stasiun Asahikawa yang menangkap sosoknya. Ia seolah menguap sebelum mencapai jalan raya.

- Tidak Ada Rencana: Ponsel dan komputernya bersih dari riwayat janjian. Keputusannya kabur sangat spontan, mematahkan teori bahwa ada seseorang yang sudah menunggu untuk menjemputnya.

Polisi dihadapkan pada jalan buntu. Kemungkinan penculikan acak oleh orang yang lewat dengan mobil di malam bersalju sedingin itu secara statistik sangatlah kecil, namun itu menjadi satu-satunya teori logis bagaimana ia bisa keluar dari area tersebut tanpa jejak.

BAYANGAN DI SHINJUKU: MANUSIA YANG MENGUAP

Tiga tahun berlalu tanpa petunjuk, hingga akhirnya laporan saksi mata bermunculan dari wilayah Kanto, ratusan kilometer dari Hokkaido. Kepolisian menanggapi serius karena saksi mengonfirmasi satu detail absolut: mereka melihat pemuda dengan tinggi yang sesuai proyeksi usia Tomohiro, dan memiliki tanda lahir kecokelatan di antara kedua alisnya.

Sebagian besar laporan terpusat di kawasan Shinjuku dan Kabukicho, Tokyo distrik tersibuk di dunia dan tempat berlindung sempurna bagi mereka yang ingin hidup tanpa identitas (Jouhatsu). Teori baru muncul: Tomohiro mungkin mendapat tumpangan dari sopir truk logistik lintas pulau yang membawanya menyeberang menggunakan feri hingga ke Tokyo. Di sana, ia diyakini bertahan hidup dengan masuk ke jaringan pekerjaan bawah tanah (sektor informal) yang mempekerjakan buruh harian tanpa pernah meminta kartu identitas resmi. Hal ini menjawab mengapa namanya tidak pernah terlacak di sistem asuransi, bank, atau kependudukan Jepang.

Hingga kini, Kantor Polisi Asahikawa Higashi tidak pernah menutup kasus ini. Mereka merilis sketsa proyeksi penuaan wajah (age progression), memperkirakan tinggi Tomohiro kini mencapai 170-175 cm.

CINTA YANG MENOLAK LENYAP

Bagi keluarga, tidak ada duka yang lebih menyiksa selain ketiadaan jawaban. Mai Sato menjalani hukuman penyesalan yang tak pernah berakhir. Ia terus menyalahkan dirinya sendiri, "Mengapa malam itu saya mengutamakan ego... Mengapa saya tidak langsung mengejarnya ke luar pintu?"

Berbekal secercah harapan dari Tokyo, setiap menjelang tanggal 17 September (hari ulang tahun Tomohiro), Mai selalu terbang dari Hokkaido ke Tokyo. Ia akan berdiri selama berjam-jam di pintu keluar Stasiun Shinjuku yang membludak, membagikan selebaran proyeksi wajah putranya kepada lautan manusia yang lewat. Pesannya di media tidak pernah berupa tuntutan: "Tomohiro... ibu tidak marah padamu. Ibu hanya ingin tahu apakah kamu masih hidup. Kamu tidak harus pulang jika tidak mau, tapi biarkan ibu tahu bahwa kamu bernapas."

Meski fokus pencariannya berada di ibu kota, Mai menolak pindah dari rumah mereka di Asahikawa. Jika suatu hari nanti Tomohiro memutuskan untuk menyerah dari pelariannya dan pulang, ibunya ingin memastikan rumah itu masih ada di sana, persis di tempat yang sama saat ia meninggalkannya malam itu.

Kita sering kali terlalu angkuh untuk merangkul dan menganggap remeh kehadiran seseorang, tanpa pernah menyadari bahwa suara pintu yang dibanting di malam yang biasa saja bisa menjadi suara terakhir yang kita dengar dari orang yang paling kita cintai.

Tidak semua orang memiliki pilihan hidup yang mudah. Ada yang di usia senja masih harus berjalan dari satu jalan ke jala...
08/08/2026

Tidak semua orang memiliki pilihan hidup yang mudah. Ada yang di usia senja masih harus berjalan dari satu jalan ke jalan lain, di bawah terik matahari, demi membawa pulang rezeki yang halal.

Kalau teman-teman tinggal di sekitar Aryana Karawaci, Curug, Binong, atau Citra Raya, dan suatu hari bertemu bapak penjual sandal ini sekitar pukul 10.00-11.00 WIB, jangan ragu untuk mampir.

Kalau memang sedang membutuhkan sandal, semoga bisa membeli dagangannya. Kalau belum ada rezeki untuk membeli, setidaknya bantu dengan senyuman, doa, atau bagikan informasi ini agar lebih banyak orang yang mengetahui.

Bagi kita, harga sepasang sandal mungkin tidak terlalu berarti. Namun bagi beliau, satu pembelian bisa menjadi alasan untuk pulang dengan wajah yang lebih tenang karena ada rezeki yang bisa dibawa untuk keluarga.

Semoga Allah melapangkan rezeki bapak ini, menguatkan setiap langkahnya, dan membalas setiap kebaikan orang-orang yang mau membantu. Aamiin

21/05/2026

Malam kamis dri lewi ranji sampai depan gn sindur. Mungkin sudah boleh beroprasi lagi kali ya walau menunjukan masih sore jam 7 mlm.
Lossssss

15/05/2026

Tersedia jajanan

Cimin
Cilung
Bilung
Cilor
Takoyaki
Telur gulung
Cimol

Lokasi depan kecamatan gn sindur
Lapak umkm desa cibadung
❤️💞❤️

Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 telah menetapkan...
11/05/2026

Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 telah menetapkan jadwal libur Hari Raya Idul Adha tahun 2026. Berdasarkan ketetapan tersebut, masyarakat akan mendapatkan dua hari libur resmi untuk memperingati Idul Adha 1447 Hijriah.

Dalam jadwal yang telah diumumkan, libur nasional Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Sementara itu, cuti bersama ditetapkan pada Kamis, 28 Mei 2026.

Meski libur resmi hanya berlangsung dua hari, masyarakat berpotensi menikmati masa libur yang lebih panjang apabila mengambil cuti pribadi pada Jumat, 29 Mei 2026. Setelah itu, libur akan berlanjut dengan akhir pekan serta hari libur nasional lainnya.

Jika digabungkan, rangkaian libur tersebut dapat berlangsung hingga sekitar enam hari. Berikut rincian jadwalnya:

* Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha 1447 H
* Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha
* Jumat, 29 Mei 2026: Rekomendasi cuti pribadi
* Sabtu, 30 Mei 2026: Libur akhir pekan
* Minggu, 31 Mei 2026: Hari Raya Waisak
* Senin, 1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila

Sementara itu, berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama dan SKB 3 Menteri, Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Meski demikian, pemerintah tetap akan menetapkan tanggal resmi melalui sidang isbat.

Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H pada Minggu, 17 Mei 2026 di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta.

Di sisi lain, Muhammadiyah juga telah menetapkan tanggal Idul Adha 2026 melalui metode hisab. Dalam maklumat resminya, Muhammadiyah menetapkan 10 Zulhijah 1447 H atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, sama dengan prediksi pemerintah.

Selain itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, sedangkan Hari Arafah diperingati pada Selasa, 26 Mei 2026.

Sekedar info buat bsok pemadaman listrik rutin oemeliharaan jalur
10/05/2026

Sekedar info buat bsok pemadaman listrik rutin oemeliharaan jalur

Address

Bogor

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Liputan Gunung Sindur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share