05/09/2020
Kenapa riba menjadi akar serabut dari permasalah hidup, apa hubungannya dengan kegagalan bisnis, apa hubungannya dengan hutang yang tak kunjung terbayar, apa p**a hubungannya dengan kehidupan manusia secara umum;
1. Allah Mengumandangkan Perang Kepada Para Pelaku Riba
โ Maka jika kamu tidak meninggalkan riba, maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu...โ
(QS. Al-Baqarah 279)
Kita semua tahu pemilik jagad ini adalah Allah, Dia Maha Kaya, Dia yang memberi rejeki pada semua makhluk tanpa ada yang luput, Dia Pemilik rejeki itu sendiri, lalu bagaimana jika anda pingin mencari rejeki, tapi dengan cara yang dilarang oleh pemilik rejeki, tidak hanya dilarang bahkan Allah dan Rosul mengumandangkan perang,,,,
Sungguh gak mungkin, benar-benar gak mungkin kalau bisa berhasil, mission impossible.
Lah ada yang langsung protes โ...terus buktinya tuh banyak yang sukses dengan riba, bahkan tidak hanya riba tetangga sebelah muslim sih muslim tapi sholatnya pada bilang setahun cuma dua kali pas idul fitri sama idul adha karena sibuknya ngurus bisnis,,, eh jangan suudzon loh, siapa tahu dia gak sholat di lingkungan karena dia jadi imam di Masjid perusahaannya,, oke oke anggap saja bener cerita orang, dia pakai riba bisnisnya meroket, mobilnya banyak, rumahnya banyak, istrinya.... piye jall ada yang begitu
Allah itu Maha Benar bro,
Apa nggak ngeri dengan ayat yang ini
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, justru kami bukakan semua pintu-pintu kesenangan (kesuksesan) untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan kesuksesan yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. ( Al-Anโam ; 44)
Nah tuh,,, jangan-jangan ente juga begitu, sekarang baru dihabisi sama Allah secara sekonyong-konyong secara tiba-tiba, masih mending tuh masih diberi kesempatan bertaubat, itu tandanya Allah masih cinta, masih perhatian. Coba bayangkan jikalau Allah biarkan terus berlumuran dosa sampai ajal, tidak dikasih kesempatan taubat, bahkan dosa diwariskan turun temurun semua mengikuti pola mencari uang yang sama dengan riba, habis deh,,, habiiis bener-bener rugi, karena semua kebaikan sudah diberikan di dunia sehingga tidak ada jatah kebaikan untuk di akhirat, tinggal dosa-dosa yang masih dibawa mati. Naโudzubillahi min dzalik. Ya Allah kami berlindung dari hal demikian, padahal akhirat jauh lebih kekal dan abadi. Perbandingan akhirat dan dunia itu sungguh-sungguh tidak bisa dihitung, anda tahukan Samudra, yah samudra airnya begitu ugh buaanyak pokoknya, coba anda kalau pas kepantai silahkan anda celupkan jari manis anda ke air laut tersebut, kemudian diangkat lihatlah air akan menetes jatuh dari jari anda, dan lihatlah tetesan terakhir dari air yang dijari anda itulah gambaran dunia sementara air yang terhampar di samudra itulah gambaran akhirat coba bandingkan seperberapanya?,,, oh sungguh-sungguh gak terhingga gak bisa ngitungnya, terus kalau manusia mati-matian untuk mendapatkan yang sedikit tersebut tak peduli dosa atau dimurka Allah dan mengabaikan yang besar, yang banyak, yang abadi, Sungguh BODOH!!!, ya dialah orang yang BODOH.
(bersambung)