Kajian Islam dan Murattal

  • Home
  • Kajian Islam dan Murattal

Kajian Islam dan Murattal “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka baginya dosa yang sama dengan dosa orang-orang yang mengikutinya tidak dikurangi sedikitpun pun dosa mereka dari dosa-dosanya” (HR Muslim no. 2674 dari Abu Hurairah Radh

iyallahu ‘anhu).

“Demi Allah! Jika Allah memberikan hidayah (kepada) seseorang dengan perantara dakwahmu, itu lebih baik bagimu dari seekor unta merah*” (Hadits shahih, riwayat Bukhari & Muslim)

14/08/2024

AHLUL-QUR’AN ADALAH KELUARGA ALLAH (AHLULLAH)
LALU SIAPAKAH AHLUL-QUR’AN?

Banyak sekali orang yang ingin bercita cita memiliki anak yang menjadi AHLUL-QUR’AN lalu menyekolahkan anak anak mereka di sekolah tahfizh, agar menjadi hafizh QUR’AN.

Itu sebenarnya adalah Langkah yang baik, tapi sebenar nya siapkah AHLUL-QUR’AN itu?

Mereka adalah orang orang yang mengamalkan AL QUR’AN.
Orang yang senantiasa melaksanakan perintah Allah.
Orang yang senantiasa meninnggalkan larangan Allah.
Bukan yang hanya banyak membaca, bukan yang hanya hafal saja.
Maka jika kamu senantiasa melantunkan AL QUR’AN.
Senantiasa membersamai AL QUR’AN.
Senantiasa ber-akhlaq dengan akhlaq AL QUR’AN.
Mengamalkan isi kandungan AL QUR’AN.
Serta meninggalkan apa yang dilarang AL QUR’AN.
Maka kamu adalah seorang AHLUL-QUR’AN.
Dan berbahagialah karena termasuk seorang AHLUL-QUR’AN dan diberi keistimewaan dan kamu menjadi keluarga ALLAH.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
“إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ” قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟
قَالَ: “هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ”

Dari Anas bin Malik, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah mempunyai banyak ahli (keluarga) dari kalangan manusia”.
Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?”
Beliau bersabda: “Ahli Qur`an adalah ahli Allah dan orang-orang khusus-Nya.”
(HR. Ibnu Majah)

Jadi AHLUL-QUR’AN bukanlah hanya seorang yang hafal AL QUR’AN dan memiliki gelar Al hafizh.

Jika hanya hafal saja tapi tidak mengamalkan isi kandungan nya, akan dikhawatirka seperti apa yang di sebutkan dalam ayat di bawah ini:

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا ۚ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepada mereka (kitab suci) Taurat, kemudian mereka tiada menunaikannya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab besar lagi tebal. Amatlah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allâh tiada memberi petunjuk bagi kaum yang zhalim.” (QS al-Jumu`ah/62: 5)

Wallahu A'lam bishawab.

01/08/2024

Kebanyakan manusia ketika berdoa mereka yakin bahwa Allah maha mendengar.

Tetapi ketika sedang bermaksiat mereka lupa bahwa Allah maha melihat.

وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

“Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” [QS. Al-Baqarah: 96]

31/07/2024

“Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya, lalu Allah akan jadikan kefakiran selalu menghantuinya, dan rezeki duniawi tak akan datang kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan, barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan ringankan urusannya, lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan, dan rezeki duniawi mendatanginya padahal ia tak minta”. (HR Baihaqi dan Ibnu Hibban)

16/07/2024

SETIAP MANUSIA PASTI BERBUAT DOSA. DAN TAUBATLAH YANG AKAN MENGHAPUSNYA.

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat.” (HR Tirmidzi).

۞ قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

"Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'," (QS. Az-Zumar : 53).

Sebesar apapun dosa jika manusia bertaubat dengan taubatan nashuha, bertaubat dengan sebenar benar nya taubat dan memenuhi semua syarat syarat taubat maka dosa nya pasti akan diampuni bahkan akan naik derajat nya menjadi orang yang dicintai Allah.

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Sungguh, Allah menyukai orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri. (Al Baqoroh: 222)

Syarat diterima nya taubat:
1. Menyesal
2. Berhenti dari dosa
3. Bertekad untuk tidak mengulanginya.
4. Tunaikan hak orang yang terzholimi jika dosa itu berkaitan dengan manusia.

Marilah kita segera bertaubat dengan taubatan nashuha yang akan mensucikan ruh dan jiwa kita dari kotoran kotoran dan membersihkan hati kita dari karat akibat dosa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ مِنْهَا، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ فَذَلِكُمُ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي كِتَابِهِ: كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat; niscaya noda itu akan dihapus. Tapi jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya. Itulah penutup yang difirmankan Allah, “Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu telah menutup hati mereka” (QS. Al-Muthaffifin: 14). (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzi).

09/07/2024

BETAPA BANYAK ORANG MASUK NERAKA KARENA AMAL NYA

DAN BETAPA BANYAK ORANG JUSTRU MASUK SURGA KARENA DOSA NYA

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

Sebagian ulama salaf, di antaranya Sa’id bin Jubair berkata,

إنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَيَدْخُلُ بِهَا النَّارَ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَيَدْخُلُ بِهَا الْجَنَّةَ يَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَيُعْجَبُ بِهَا وَيَفْتَخِرُ بِهَا حَتَّى تُدْخِلَهُ النَّارَ وَيَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَلَا يَزَالُ خَوْفُهُ مِنْهَا وَتَوْبَتُهُ مِنْهَا حَتَّى تُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ

Sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal kebaikan malah ia masuk neraka. Sebaliknya ada p**a yang beramal kejelekan malah ia masuk surga. Yang beramal kebaikan tersebut, ia merasa ujub (bangga dengan amalnya), lantas ia pun berbangga diri, itulah yang mengakibatkan ia masuk neraka. Ada p**a yang beramal kejelekan, namun ia senantiasa takut (akan adzab Allah) dan ia iringi dengan taubat, itulah yang membuatnya masuk surga.

Sumber: Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, 10/294

23/03/2024

SALAH SATU GOLONGAN ORANG YANG PERTAMA DI LEMPAR KE DALAM API NERAKA

Dalam sebuah hadits panjang yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah RA, dikisahkan bahwa salah satu golongan orang yang pertama di lempar ke dalam api neraka adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur'an. Ia dihadapkan, lalu Allah SWT mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah SWT berikan kepadanya dan ia pun mengakuinya.

Lantas Allah SWT bertanya, "Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?"

Ia menjawab, "Saya telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur'an karena-Mu."

Allah SWT berfirman, "Kamu bohong. Akan tetapi, kamu belajar agar kamu disebut-sebut sebagai orang alim dan kamu membaca Al-Qur'an agar kamu disebut-sebut sebagai seorang qari', dan kenyatannya kamu telah disebut-sebut demikian."

Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.

Niat yang lurus akan membuahkan akhlaq yang baik. Jika Al Qur'an ada di kepala nya tapi maksiat terus mengiringinya. pasti ada yang salah dalam niat nya.

Seseorang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan, jika pujian manusia yang diharapkan nya maka ia akan mendapatkan nya.

Jika seorang wanita tujuan nya maka ia pun akan mendapat nya, tapi sebatas itulah, sedangkan di akhirat ia tidak akan mendapatkan bagian apa apa, karena apa yang telah diniatkan nya telah ia dapatkan di dunia.

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. Balasannya sangat mulia ketika seseorang berniat ikhlas karena Allah, berbeda dengan seseorang yang berniat beramal hanya karena mengejar dunia seperti karena mengejar wanita. Dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia.

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kajian Islam dan Murattal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your organization to be the top-listed Non Profit Organization?

Share