Fooz - Food for Zoos

Fooz - Food for Zoos We're a non-profit movement, dedicated to feeding our furry friends at the Wildlife center!

Haii, FOOZIES!✨Kali ini FOOZ akan membahas mengenai satwa darat yang memiliki sisik, Yup! Satwa tersebut adalah trenggil...
24/03/2021

Haii, FOOZIES!✨

Kali ini FOOZ akan membahas mengenai satwa darat yang memiliki sisik, Yup! Satwa tersebut adalah trenggiling.

Binatang yang memiliki sisi unik berupa bentuk postur pertahanan yang unik serta sisik-sisik yang terkenal dapat ditemui di beberapa benua, termasuk Afrika dan Asia. Di Indonesia trenggiling juga dapat ditemui loh! dan salah satu yang paling banyak diketahui masyarakat adalah Trenggiling Sunda (Manis javanica).

Satwa liar yang memiliki status Kritis (Critically Endangered/CR) ini mempunyai beberapa keunikan yang khas, yaitu:

SISIK
Tubuh trenggiling ditutupi sisik yang terbentuk dari keratin, bahan yang sama dengan kuku manusia, cula badak, dan tanduk kerbau. Sisik yang keras ini melindungi trenggiling dari serangan predator. Bahkan predator karnvora seperti harimau pun tak dapat menngalahkan trenggiling, tapi reaksi trenggiling ini malah memudahkan manusia untuk menangkapnya.

PENCERNAAN YANG UNIK
Trenggiling mempunya lidah yang sangat panjang untuk menjangkau ke dalam sarang semut atau serangga lain di dalam tanah. Discover Wildlife melansirkan bahwa seekor trenggiling bisa memakan 20.000 semut setiap harinya, atau sekitar 73 juta semut tiap tahunnya. Dengan demikian, trenggiling ikut menyeimbangkan alam dengan mengendalikan populasi serangga, terutama rayap.

INDUK YANG MELINDUNGI ANAKNYA
Trenggiling hanya melahirkan satu hingga anak setiap kali bereproduksi. Ketika bahaya datang, sang induk akan melindungi bayinya dalam gulungan tubuhnya dengan erat.

Lalu kenapa ya satwa liar ini memiliki status kritis atau terancam punah?
Trenggiling merupakan salah satu satwa dengan permintaan tertinggi pada pasar gelap internasional. Daging dan kulit bersisiknya sangat dicari di Asia, khususnya pada RRT dan Vietnam karena penggunaannya yang berlebih pada pengobatan tradisional. Hal tersebut ditambah dengan tingkat reproduksi trenggiling yang rendah (hanya memiliki 1-3 anak) menyebabkan keseluruhan dari 8 spesies trenggiling terancam punah, dimana diperkirakan 50 sampai 80% populasi trenggiling akan lenyap pada tiga generasi berikutnya.

Nah untuk itu berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan nih FOOZIES, yaitu:
1. Tidak menjadikan Trenggiling sebagai salah satu bentuk kuliner.
2. Tidak menjadikan Trenggiling sebagai hewan peliharaan karena Trenggiling memiliki kemungkinan tidak bertahan hidup setelah 6 bulan hidup dalam kurungan.
3. Memberikan support kepada platform yang mendukung kelangsungan hidup Trenggiling berupa pemberian dana ataupun publikasi.
4. Mengedukasi diri sendiri dan orang-orang sekitar mengenai fakta-fakta terkait Trenggiling terutama jenis-jenis yang dilindungi.
5. Memberikan Laporan resmi kepada pihak terkait jika mendapati tindakan jual beli Trenggiling secara ilegal.

Sekian ulasan singkat mengenai Trenggiling, semoga bermanfaat ya FOOZIES! Jangan lupa untuk menjaga dan memastikan kesejahteraan trenggiling dengan cara like dan share tweet ini😊🌿

Hai, Foozies! Kali ini kami akan membahas salah satu satwa Indonesia.  Kami akan membahas Luwak, hewan yang cukup sering...
22/03/2021

Hai, Foozies! Kali ini kami akan membahas salah satu satwa Indonesia. Kami akan membahas Luwak, hewan yang cukup sering kita dengar. Ingin tahu lebih jauh tentang Luwak? Mari simak postingan ini!

Fakta Tentang Luwak

1. Habitat alami luwak merupakan hutan tropis beriklim sedang, namun luwak juga sering ditemukan pada perkebunan atau taman umum perkotaan dikarenakan oleh adanya ketersediaan buah yang ia makan.
2. Nama ilmiah luwak merupakan Paradoxurus hermaphroditus.
3. Walaupun sering dianggap sebagai hewan herbivora yang memakan buah, kacang, dan biji-bijian, luwak merupakan satwa omnivora yang turut memakan burung, tikus, maupun hewan reptil.
4. Meskipun luwak merupakan salah satu spesies musang yang paling umum dikenal masyarakat, luwak adalah salah satu mamalia yang paling sedikit dipelajari karena sifat mereka yang nokturnal, pendiam, dan tertutup.

Ciri Fisik Luwak

Luwak berukuran kecil, beratnya sekitar 3 kilogran dengan panjang rata-rata 50 sentimeter. Mereka memiliki ekor yang berukuran sekitar 48 sentimeter, hampir sama panjang dengan panjang tubuh digabung dengan panjang kepala. Tubuhnya berberntuk panjang dengan kaki yang pendek. Wajahnya mirip kucing dengan moncong yang panjang. Tulang tengkorak mereka lebih panjang dan pipih. Matanya lebar dan telinganya lancip. Rambut luwak pendek, kasar, dan biasanya berwarna hitam atau kelabu dengan ujung pelindung rambut berwarna hitam. Pola rambut wajah luwak bergaris dan ada bagian berwarna putih di atas mata dan di samping hidung. Di punggungnya ada tiga garis lurus dan tiga baris bintik di sepanjang sisi badan serta di kakinya. Ujung ekornya berwarna hitam. Bentuk gigi luwak menunjukkan bahwa mereka omnivora. Luwak berjalan dengan telapak kaki seperti beruang dan rakun.

Daerah Penyebaran

Luwak atau dikenal sebagai asian palm civet (Paradoxurus hermaphroditus) adalah hewan asli di daerah Asia. Luwak tersebar mulai dari Filipina hingga Kashmir. Luwak paling banyak ditemukan di China selatan, Himalaya utara, India Selatan dan kepulauan-kepulauan di Samudera Hindia, Samudra Cina Selatan, serta Laut Filipina.

Habitat

Habitat luwak bervariasi mulai dari hutan tropis hingga di taman-taman, perkebunan-perkebunan buah dan tanaman produksi. Mereka memilih habitat yang menyediakan makanan dan tempat tinggal yang memadai. Luwak senang tinggal yang banyak pohon berlubang, bebatuan berceruk, dan tetumbuhan rimbun. Luwak bersifat arboreal, menghabiskan sebagian besar waktu di pepohonan, terutama yang tinggi dan berkanopi tebal dan dapat melindungi mereka.

Referensi

Nelson, J. 2013. "Paradoxurus hermaphroditus" (On-line), Animal Diversity Web. Accessed February 7, 2021 at https://animaldiversity.org/accounts/Paradoxurus_hermaphroditus/

Address

Bandung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fooz - Food for Zoos posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share