GBI Hong Kong

GBI Hong Kong Selamat datang di Keluarga Ilahi GBI Hong Kong. Ada kamu semakin asyik loooh... 💕🤗
(1)

Ibadah Raya Tin HauMinggu, 26 Juli 2026
03/08/2026

Ibadah Raya Tin Hau
Minggu, 26 Juli 2026




“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedak...
03/08/2026

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
‭‭Roma‬ ‭12‬:‭2‬ ‭TB



“Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-ti...
03/08/2026

“Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.” Titus1:11

Memiliki motivasi yang benar adalah dasar melayani Tuhan. Alkitab melarang kita untuk mencari penghargaan atau keuntungan bagi diri sendiri. Tertulis: “Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri? Janganlah mencarinya!” (Yeremia 45:5a, b).

Peninggian dan berkat bagi seseorang adalah hasil karya Tuhan dan bukan karena usaha kita sendiri. Oleh sebab itu saat melayani Tuhan kita harus memiliki hati yang benar.

Kita melayani Dia karena kita ini berhutang budi kepada Tuhan. Dia terlebih dahulu mengasihi kita dan telah mengorbankan nyawaNya bagi kita.
Karena pengorbananNya di atas kayu salib kita menerima keselamatan dan diangkat menjadi anak-anak Allah, sehingga kita pun beroleh berkat dan anugerah (Baca Efesus 1:3-8).

Jadi melayani Tuhan adalah tindakan membalas kasih Tuhan, bukan untuk mencari hormat dan keuntungan diri sendiri.

Paulus pun berpesan kepada Titus agar ia berhati-hati dalam memilih penatua atau pelayan Tuhan. Hendaknya mereka adalah orang-orang yang memiliki hati yang tulus, bukan tipe orang yang s**a mencari keuntungan pribadi.

Mari kita belajar dari Paulus, yang melayani Tuhan karena merasa berhutang kepada Kristus: “...adakah kucari kes**aan manusia atau kes**aan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (Galatia 1:10).




“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tuga...
02/08/2026

“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” 2 Timotius 4:5

Tak henti-hentinya rasul Paulus mendorong dan menguatkan Timotius supaya terus maju dalam memberitakan Injil.
Memang seyogianya Timotius meneladani pemimpin rohaninya itu, yang meski dipenjara tak surut semangatnya berkarya bagi Tuhan.

Paulus sadar bahwa “...penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18), sehingga ia dapat menasihati, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Timotius 4:2).

Selagi masih ada kesempatan mari tunaikan tugas pelayanan kita sebaik mungkin, jangan disia-siakan.

Jadi tugas memberitakan Injil Kristus dan menyatakan kebenaran secara tegas adalah tugas Ilahi yang bersifat wajib dan sangat mendesak, karena jemaat akhir zaman ini kian tertidur rohaninya dan makin disibukkan oleh perkara-perkara duniawi.

Sudahkah kita menjalankan tugas pelayanan kita dengan benar?
Butuh komitmen tinggi, kesetiaan, kesabaran dan kesungguhan hati untuk menjadi seorang pelayan Tuhan!

Selain itu kita pun harus punya dasar iman dan pengajaran yang kuat yang diperoleh dengan cara bertekun membaca, meneliti dan merenungkan firman Tuhan.
Terpenting, kita harus hidup di dalam firman dan menjadi pelaku firman Tuhan, “...supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.” (1 Timotius 4:15).

Menjadi pelayan tuhan berarti terlebih dahulu memberikan teladan hidup bagi orang lain.

Jadilah pelayan Tuhan yang berkenan kepada Tuhan: motivasi benar, memberi yang terbaik dan hidup dalam kebenaran sampai akhir hidup kita!




“tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang denga...
01/08/2026

“tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
‭‭Yesaya‬ ‭40‬:‭31‬ ‭TB‬‬



Yeremia 33:3 (TB)  Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang bes...
01/08/2026

Yeremia 33:3 (TB) Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.




“Manusia akan mencintai dirinya sendiri...lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.”  2 Timotius 3:2, 4Manusia...
31/07/2026

“Manusia akan mencintai dirinya sendiri...lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.” 2 Timotius 3:2, 4

Manusia diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:26-27) sehingga manusia lebih istimewa dibandingkan dengan ciptaan-Nya yang lainnya. Namun dalam keistimewaannya itu manusia justru memberontak terhadap Tuhan dan hidup menyimpang dari jalan-jalan-Nya.

Apa yang manusia perbuat benar-benar memilukan hati Tuhan, sampai-sampai Tuhan merasa menyesal telah menciptakan manusia di bumi (Kejadian 6:5-6).

Degradasi moral atau kebobrokan karakter manusia di luar Kristus menjadi salah satu ciri populer menjelang hari kedatangan Tuhan. Bahkan kalau kita perhatikan, di media massa hampir setiap hari perilaku jahat manusia atau kebobrokan karakter manusia ini menjadi berita utama.

Dalam pembacaan firman Tuhan yang berperikop ‘Keadaan manusia pada akhir zaman’ ini kita melihat ciri-ciri karakter manusia pada akhir zaman, seperti tertulis dalam ayat (2 Timotius 3:2-5).
Bukankah hal ini jelas-jelas terjadi dan merupakan fakta yang tak terbantahkan?

Akibat perilaku manusia yang semakin menyimpang dari kehendak Tuhan, orang percaya pun terkena dampaknya. “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (2 Timotius 3:12-13).

Orang percaya dituntut punya kehidupan yang berbeda dengan dunia, apa pun resikonya!




“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.”  2 Timotius 2:3Rasul Paulus tahu benar potens...
31/07/2026

“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” 2 Timotius 2:3

Rasul Paulus tahu benar potensi dalam diri Timotius. Itulah sebabnya Paulus dengan sungguh-sungguh mempercayakan pemberitaan Injil itu kepada Timotius. Dan tak henti-hentinya Paulus mengobarkan semangat Timotius agar karunia rohani yang dari Tuhan itu dimaksimalkannya.

Tidak seharusnya Timotius menjadi lemah dan putus asa karena penderitaan yang harus dialami oleh karena memberitakan Injil.
Sebaliknya Paulus menasihati, “...anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.” (2 Timotius 2:1).
Artinya: dalam keadaan apa pun kita harus tetap kuat karena ada jaminan pertolongan di dalam Kristus Yesus, karena seorang pemberita Injil itu laksana seorang prajurit yang sedang berada di medan pertempuran.

Jadi, sebagai orang percaya kita semua adalah prajurit-prajurit Kristus. Seorang prajurit harus memiliki semangat juang yang tinggi.
Kalimat ‘ikutlah menderita’ berarti seorang prajurit juga dituntut untuk melepaskan haknya: tidak memusingkan diri dengan soal-soal penghidupannya dan mau melepaskan segala hak-hak keduniawiannya; juga harus menunjukkan pengabdian penuh kepada komandannya.

Siapakah komandan kita? Tuhan Yesus Kristus. Apa pun yang diamanatkan oleh Tuhan Yesus tidak ada kata tidak di dalamnya, harus kita laksanakan, karena Dia adalah komandan kita.

Kesimp**annya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seorang prajurit Kristus:
a. Memiliki hati yang rela, bukan karena terpaksa;
b. Hidup dalam kebenaran;
c. Memperlengkapi diri dengan senjata rohani, seperti tertulis: “...ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” (Efesus 6:13));
d. Siap sedia dalam segala situasi untuk menjalankan tugasnya; e. Tahan dalam semua medan.




“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban...
30/07/2026

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” 2 Timotius 1:7

Ketakutan bukan berasal dari Tuhan karena Dia memberi kita roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Dia tidak ingin kita hidup dalam ketakutan, itulah sebabnya Dia memberikan Roh Kudus supaya kita mampu melawan tipu muslihat Iblis dan beroleh kemenangan, “...sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yohanes 4:4b).

Tuhan memberikan kita kuasa mengalahkan ketakutan yang menyerang kita. Ketakutan menyebabkan kita melangkah ke arah yang salah yaitu lari dari masalah.
Dari manakah ketakutan timbul?
Ketakutan datang dari informasi-informasi negatif yang kita terima dari berbagai sumber: surat kabar, berita di media, gosip tetangga atau vonis dokter.

Semua yang negatif itu diolah Iblis, lalu ditembakkan melalui telinga sampai menembus hati dan pikiran kita. Itulah Iblis! Ia sangat s**a menganggu pikiran kita, sebab bila sudah berhasil masuk ke pikiran, dengan mudah ia mengendalikan hidup kita.

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan.” Yesaya 41:10




“Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.”  1 Timotius 6:7Ra...
29/07/2026

“Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.” 1 Timotius 6:7

Rasul Paulus menasihati, “...perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,” (Efesus 5:15).

Mengapa kita harus memerhatikan hidup kita dengan saksama?
Karena ada banyak fakta dalam kehidupan ini yang seringkali tidak kita sadari atau mungkin sengaja kita abaikan sehingga dalam menjalani hidup ini kita tidak berlaku bijak dan arif.

Fakta itu di antaranya adalah hidup ini sangatlah singkat (baca Mazmur 90:3-6), hidup manusia dibatasi oleh usia (baca Mazmur 90:10), dan hanya sekali saja (baca Pengkhotbah 9:5).

Hal penting lain yang harus selalu disadari adalah kita datang ke dunia ini dengan tidak membawa suatu apa pun, begitu p**a kelak ketika kita pergi meninggalkan dunia ini kita pun akan pergi dengan tangan kosong.

Ayub menyadari fakta ini: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21).

Menyadari fakta bahwa kita datang dan pergi dengan tangan kosong akan membantu kita menjalani hidup dengan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, bukan kepada harta kekayaan; dan kesadaran bahwa harta kekayaan adalah fana akan membebaskan kita dari keserakahan.

Oleh karena itu kumpulkanlah harta di sorga, bukan harta di bumi!




Address

Unit 9-11 On 14/F Block A, Sea View Estate, 2 Watson Road, North Point/
Hong Kong

Opening Hours

Tuesday 10:00 - 17:00
Wednesday 10:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 17:00
Friday 10:00 - 17:00
Saturday 10:00 - 18:00
Sunday 08:00 - 18:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI Hong Kong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to GBI Hong Kong:

Shortcuts

Share